BONGKAHAN
I feel longing to say more except
……….Amiien……..
Memberi sesuatu untuk kebanggaan diri sendiri, memang butuh pengorbanan seperti nya sangat butuh tenaga kuat untuk menuai dan menenun rajutan kasing sayang, kejujuran dan rasa cinta. Barang kali banyak cerita yang membuat kita terperangah dan terkagum, hal tersebut saat kita menelusurinya dalam sebuah percintaan. Cerita cinta tidak hanya di pahami dalam kapasitas menuai kasih dua insan yang berbeda jenis kelamin. Tetapi bertutur kata dalam menggapai rasa cinta mencintai dari sang bidadari, ada nada tersembunyi yang membuat kagum dan kesakitan. Pertemuan itu boleh jadi dianggap menggemparkan sebuah kebiasaan yang tidak biasa nya kita lakukan. Apa itu semua nya, kita bongkar bersama-sama. Kenapa kita harus mencintai seseorang dan mengapakah kita harus demikian? normalkan kita semua, jika memang bila dianggap ya, apa yang akan didapat didalamnya? Akan bahagiakan kita di dalamnya? setumpuk pertanyaan tersebut saya anggap salah satu upaya memahami tutur kata cinta mencintai, jika memang kita semua tidak ingin dianggap masyarakat dionisian ala nietzche atau moral budak, maka pertanyaan di atas setidaknya harus di urai, bersama rajutan-rajutan hingga menjadi bentuk yang jelas.
Pernah kah kau membayangkan kawan, sering kita menemukan orang yang berada dalam ketidaksadaran diri, mereka suka menaruh harapan yang begitu tinggi. Menyanjung lawan bicara dengan sesuka hati, namun anehnya semua nya berada dalam bingkayan keharmonisan. Apa tidak dianggap gila jika kemudian kita melihat perubahan mendasar dari kebiasaan seseorang saat berada menuai kasih dengan perempuan, mereka selalu bertutur rasa sakit, bertutur rasa dendam dan bertutur tentang penghianatan. Memang agak nya tidak masuk akal tentang satu gejala ini, berada di dalam sisi ruang tersembunyi dalam diri, meski perawakan juga bentuk nya tidak begitu jelas. Lantunan serta nyanyian berkisar kasih sayang, melantunkan lagu-lagu tentang kerinduan, ngirang. Terkadang juga mengeluarkan bahasa yang tidak begitu jelas untuk didengar. Aku saat ini mulai percaya kalau orang tradisi timur sangat menjaga suara dan eksistensi bathin. Karena kekuatan yang satu ini peran nya jauh luar biasa, katanya suara ini akan bisa membaca yang panca indra tidak bias membacanya. Jalaluddin rumi seorang sufi juga filosof sangat intens begitu yakin terhadap ke eksistensian
Menelusuri cerita bathinmu merupakan gambaran pertama perihal sejauh mana kepercayaan mu tentang kemahakuasaan nya, sering kali aku membayangkan pada hari tertentu kau akan bertemu dan menyapa bersama nya. Sekolompok orang di negeri ku sering terlihat mereka melakukan ritualitas dan cara dalam jamuan malam, pagi dan siang, agar mereka merasa tidak ada jarak bersamanya. Sesekali terdengar teraiakan riuh, resah dengan harapan dikabulkan seluruh permintaan nya. ratusan bahkan ribuan orang begitu senang melakukan nya, sekaligus bertamasyia didalam dunia bathin.
Terkadang kita di hadapakan dengan perasaan iri dan tawa, meski belum tahu penyebab orang melakukan nya itu, semuanya bermula dari kebiasaan yang tak dimengerti. Jika seluruhnya tidak masuk akal, apa lagi yang kau harapkan dalam hidup mu di sini dan sekarang?. Belajar dari filosof dari prancis albert camus, perihal absurditas. Setidaknya kami bias pahami seputar ketidakmengertian atau tidak masuk akal, yakni peran dan makna hidup di dunia sekarang. Seluruh manusia hidup dalam bayang-ayang kematian, mereka terancam dengan kuasa takdir, camus sering mencotohkan nya dengan cerita nya mitos sisipus, sebuah negeri yang sering diancam penyakit dan dihantui kematian. Haruskan manusia kecewa dan iri saat mereka berada di dalamnya, di beberapa tulisan nya camus menjawab tidak.
Untuk tidak terjerembab bagian dari cerita di atas tadi, sering saya bertemu melalui tulisan sastrawan, seniman juga filosof untuk menjawab dan memberikan arti tentang hidup. Pramoedya ananta toer, sastrawan yang menerima beberapa puluh nobel dari karya nya dan sempat dipenjarakan oleh penguasa otoriter. Secara umum karya pram berkisar tentang sejarah bangsa, perjuangan dan pergulatan perjuangan dalam mendapatkan hak dan kewajiban manusia. Novel midah si gigi bergerigis dengan sosok penokohan Midah, memberikan kesan bagaimana midah seorang perempuan berasal dari dataran jawa timur terus berjuang untuk melawan ketidakadilan, saat itu midah mendapatkan perlakuan nya dari suami tercinta. Midah juga ingin berjuang bersama masyarakat bawah agar tidak mudah percaya terjadap politik koloniaslis. Melawan sambil merasakan penindasan yang dilakukan oleh suaminya sendiri jauh bisa dirasakan, midah kemudian memutuskan untuk tidak menikah dengan seorang laki-laki yang pernah dia benci.
Diceritakan setelah beberapa bulan menikah dengan seorang laki-laki dari keturunan bangsawan di kampong halaman nya, membuat midah nekad untuk pergi ke kota besar di Jakarta. Kepergian nya ke Jakarta membuat seluruh anggota keluarganya dalam kondisi panik. Pasalnya selain dianggap telah melanggar etika di kampung tersebut. Kepergian midah untuk meninggalkan suaminy, telah dianggap sakit dan tidak waras. perjodohan nya bersama anak bangsawan tersebut membuat midah harus rela menggendong jabang bayi hasil perkawinan. Haji sanusi bapak nya midah, sejak mempunyai anak lebih dari lima orang, bentuk perhatian terhadap midah mulai terkikis.
Kau juga semestinya juga ikut memberikan arti perselingkuhan saman karya ayu utami, bukan kah bulan ini kau banyak bersentuhan dengan karya-karya mereka, sangat peduli dan bijaksana jika kemudian pesan moral yang didapat dari karya mereka menjadi kan batu loncatan berarti untuk tetap diam dan menjadi titik tersendiri dalam hidupmu, dan tidak menjadi bagian dari titik hidup orang lain, meminjam istilah filosof. Karya saman boleh jadi simbolisasi orang-orang kiri, komonitas yang mencintai hidup tidak dinilai pada norma yang baku tanpa penafsiran luas, bagaimana misalnya saman harus berjuang untuk merajut perselingkuhan dengan laki-laki yang sudah mempunyai istri shah, jika kemudian rumah tangga dan istri menjadi nama sakral dalam perselingkuhan, boleh jadi keluarga dan perawan menjadi barang mewah bagi wanita.
Ah kini saat kau merajut kembali benang yang disimpan di lemari pelajaran hidupmu. Lapangan luas sepakbola dinegeri ini sangat ditunggu-tunggu kelihaian mu menampilkan aroma sejuk saat mengolahnya. Berat memang, aku juga yakin betul itu semua memang melelahkan, tidak masuk akal memang kawan, saat kita harus tertunduk di hadapan sajadah keagungan dan kita meminta terhadapnya, apa yang didapat kawan, diam tak terjawab. Agaknya tidak adil jika kemudian kau harus memutuskan rasa tidak adil terhadapnya, aku yakin betul jika kemudian dirinya memberikan yang terbaik dan menyerahkan penghargaan terbesar terhadap mu kawan untuk dikemudian hari. Jasa mu untuk bisa tertawa di tengah keberingasan hidup ini, bagian dari rasa yang harus mendapatkan ancungan jempol.
Kau juga ingat pepatah mas hernowo, yang kau baca karyanya beberapa bulan lalu, kau memang unik dan cerdik. Ngak percaya terhadap keunikan dirimu, hal biasa untuk menumpukkan ke pede an mu, karena itu semua mungkin perlu waktu. Tetapi ingat kawan kau memang, manusia unik yang pernah aku temui. Bagaimana tidak setiap hari kau harus bergulat dengan teks dan berita yang tidak setiap orang berani mengatakan ya pada dunia, ah sebaiknya kita melakukan terobosan untuk menafsir dunia ku ini dengan perasaan bermain yang unik setiap harinya, aku akan berfikir yang dimulai dari hal terkecil kemudian data itu di tata dengan gagasn yang cemerlang dan dituliskan dilembaran-lembaran kertas setiap malamnya. Menata gagasan juga menggapai mimpi, bagaimana caranya kawan yang terbaik dalam upaya tersebut, boleh jadi hari jum at pagi pertemuanmu dengan wartawan senior di bilangan kampus swasta di kota bandung bagian dari cara bagaimana seharusnya kau menata kembali ritme dan energi itu.
Semenstinya kau memang tidak harus dihantui rasa ketakutan yang tinggi, karena jika hal itu terjadi dalam pandangan dan hidupmu, kemudian akan didapat rasa bersalah yang tinggi dan tak ada semangat. Ada sebuah cerita mungkin bisa mengobati keluh kesah mu saat ini, al kemis sosok filosof dari timur tengah saat berusaha mengobati orang yang terjatuh dalam hutan belantara, kaki dan tangan yang berdarah akibat jatuh tertimbun bongkahan batu, al kemis hanya menyerukan agar dirinya tidak dihantui rasa takut yang berlebihan. Lebih sederhana nya mungkin, saat kita akan memulai pekerjaan rutin setiap harinya, saat itu pula pikiran dan perasaan kerap kali dihantui ketakutan jika kemudian harapan tak juga kesampaian. Tetapi apa yang didapat kawan, saat kau berjalan di hadapan nya, tak ada juga mimpi tak tergapai, meminjam istilah bahasa perenial, tuhan pun sangat menghargai perjuangan manusia nya, dan ingat kawan perjuangan tersebut akan dapat penghargaan yang berarti.
Sering bertemu dengan pengalaman hidup sosok manusia dalam penokohan di bukumu yang kau beli lebih baik dapat menjadikan banyak pelajaran, banyak bertemu dengan gagasan orang juga hal terbaik saat kita semua tahu betul bahwa dikemudian hari kau akan menjadi manusia uberment ala nietzche.
Kawan katanya pernah berkata nyai ontosoroh, teman mu banyak mendengarkan suaramu, nah..itu dia kawan nyai ontosoroh datang ke tempat yang biasa dilalui oleh mu setiap terbit dan terbenam matahari di kota bandung ini…, tak terlalu jelek jika kau menyapa terlebih dahulu, dan kau harus berani untuk kembali menyapanya, karena wanita tak seharusnya kau kira…,
Kau memang terlihat agak malu-malu untuk berkata ya….
Tidak don, aku bingung apa yang seharusnya di katakan kepada nya…
Ya apa saja, biar dia tau jika memang kau masih ada di sini…
Apa yang harus katakan…
Apa saja…
Nanti…gimana…, ya menit nanti kan beda…
Don jangan kau bawa aku ke lubang kebinasaan,,,
Aku tak biasanya, berkata tanpa dia mendengarkan…
Ah…kau memang agak pemalu…
Tapi don aku juga ngak biasa jika kau mengatakannya..,
Berapa sekarang usia mu,…berapa perempuan yang kau pernah temui…
Tak banyak sich…, tapi ini tak seperti biasanya..,
Tertawalah sekeras yang kau inginkan,,, pasti dia juga tertawa..
Tapi apa yang harus ditertawakan,,,,
Ah untuk tertawa saja kamu bingung sekali…
Dikemudian hari, berusaha untuk menyapa apa yang di bilang temannya odon, senyi yang keluar dari bibir nyai ontosoroh memang terlihat mengasikkan. Ada nada dan gaya yang tersembunyi di balik irama itu, tapi kemudian hari senyum itu pun hilang seketika di lalap waktu,.
Nah apa kata ku don, senyum yang keluar dari nyai ontosoroh tak bertahan lama, mana mungkin dia bisa tertawa, untuk senyum saja sangat sulit ku dapat. Ah aku telah merasakan itu semua don, saat nya aku harus beranjak lebih jauh dari yang dikira,
Aku akan lari ke duania lain tanpa kau ketahui temanku… aku akan kembali bertamu di padang subur hamparan nada dan irama rasbih dan rahmid. Untuk sementara waktu kawan kau jangan atur kami tentang itu semua..
Tapi kau butuh perihal….
AJARI KAMI TENTANG KEINDAHAN
AGAR KAMI BISA BERKATA KEPADA ANAK-ANAK KAMII
Feri wahyudin, anak manusia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar