Selayang Tentang Dekontruksi
Menulis lah dengan darah,
karena darah adalah semangat…
Sudah lama kau tidak lagi bercerita dalam surat, biasanya setiap pagi kau simpan di depan kamar pribadiku, sudah hampir dua bulan lebih aku tak juga melihat kebiasaanmu mengumbar pikiran karya terbesar anak bangsa ini. Kini kau sudah mulai melupakan nya, mainan barumu dalam bercerita tentu di kagumi banyak orang. Tetangga kamar kost mu, kerap kali suka nyuri-nyuri ide saat dirudung segudang masalah. Malam ini aku tak menemukan gairah energi dalam bathin dan jasadmu, agaknya kau lelah dalam kegiatan rutin yang membosankan. Bunyi musik terdengar hampa tanpa nada, suara itu tak mengeluarkan konsonan, seluruh nya diam dan tak begitu mengumbar perihal nasib di bilangan jalan sukaluyu kota bandung.
Seperti pepatah kata di atas, semangat menulis harus di bina setiap kali kau melangkah ke mana saja jarum jam mengajarkannya. Darah bagian langkah saat kita mengejar mimpi dalam hidup mu, karena darah tidak hanya sebagai saksi tetapi juga telah menjadi sisi lain saat kau mengumbar segudang mimpi. Menulis dengan darah bagian dari upaya menusia untuk bisa di upayakan, meski kita harus mengeluarkan segala bentuk penyesalan, namun itu semua adalah nasib. Darah dan menulis adalah nasib hidup mu, begitu juga mengumbar gagasan nya.
Kita sering di hantui rasa ketidak puasan terhadap masa dan waktu, perihal waktu sering membayangi nasib penuh dengan darah perjuangan. Darah mengalir menjadi saksi bisu dalam perjalanan mengumbar tentang apa saja, ya perihal apa saja… aku sering membayangkan ada perubahan nyata yakni perubahan esensial dalam hidupmu. Dekontruksi bagian dari langkah untuk menggapai perubahan nasib dari sebelumnya, bagaimana caranya itu semua bisa terjadi, kebiasaan usang yang kau pertahankan harus rela dibuang ke bak tong sampah. Dekontruksi juga akan melahirkan eksistensi diri yang berbeda dari sebelumnya. Namun sejumlah kendala selalu menghantui dalam upaya tersebut diatas. Apa yang diajarkan dalam sejarah dekontruksi, memang tak semudah dan begitu saja terjadi seketika, ada keinginan kuat dalam diri untuk menancapkan artikulasi kemapanan dalam hidup mu, tapi ingat tidak begitu saja.
Secara sederhana Dekontruksi berarti berbeda dari kebiasaan sebelumnya, kebenaran dipahami tidak pada wilayah mutlah dan tak bisa di rubah, karena kebenaran merupakan sejarah hidup manusia saat berada dalam kebuyaan nya, dalam ajaran islam diajarkan bagaimana proses diri untuk lebih baik dari hari sebelumnya, di artikan dengan kebiasaan melakukan upaya introfeksi dan perenungan. Menimbang dengan dekontruksi membuat kebenaran ladang interpretasi manusia nya sendiri, jargon hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya meyakinkan bahwa peran dan artikulasi waktu disesuaiakan dengan kepentingan pada kebutuhan massa. Menulis juga menjadi anak waktu menuju massa perubahan dalam meningkatkan eksistensi dirinya sendiri. Karena dengan membaca hal yang tak mungkin terjadi dapat ditata sesuai keperluan dalam hidupnya sendiri. Akhirnya dialogis antara keduanya harus dijadikan paradigma baru dalam berupaya menggapai dekontruksi diri. Karena dengan inilah mungkin segal mimpi dalam hidupmu dapat mudah di gapai.
Sepengetahuan ku tentang dekontruksi ala heidegger sebagai langkah baru saat dirinya di kungkung dengan paradigma gereja, yang membuat masyarakat umum atau warga barat terkungkung dan asik dengan sebuah kebenaran tanpa mempertanyakan terlebih dahulu. Sehingga yang terjadi saat itu adalah proses rasionalitas manusia sebagai kekuatan masyarakat barat telah hilang diterjang dogma. Dekontruksi menggapai datang sebagai upaya melakukan perubahan mendasar dalam budaya dan eksistensi dirinya. Bagaimana jika kemudian kerangka heidegger itu menata kembali cita-cita untuk membingkai kembali ekesistensi yang kini mulai redup kembali.. jika kemudia ini di jawab dengan sejumlah ide dasr dalam perubahan itu banyak kata dan kalimat yang harus ku muntahkan. Tulisan ini akan berisikan sebuah angan-angan tanpa nyata, karena keinginan dan cita bagai kabut yang hampa dan tanpa nyata. Lagi-lagi heideger dalam dekontruksinya mewanti-wanti perihal sebuah kebiasaan yang harus mulai ditinggalkan meski dianggapnya terlalu berat. Kebiasaan telah menjalin kerja sama untuk di bina serta ditata di tembok rak bangku kamarmu, karena kebiaaan selalu melahirkan daya dan kemampuan yang selalu melahirkan kebahagiaan. Kenapa banyak orang berat untuk meninggalkan kebiasaan tersebut, karena mereka muak dengan hal baru yang memusingkan itu, padahal setiap wilayah asing perlu ditelusuri didalami kemudian di legendakan dalam hidupmu.
Mengapakan banyak orang tidak ingin meninggalkan sebuah kebenaran mitos jaman purba dulu, karena barangkali mitos telah melahirkan sebuah kebenaran yang membuat orang setidak-tidaknya bahagia dibuatnya. Mereka tidak ingin berkembang ke wilayah yang asing, karena setiap tata ruang baru pasti memerlukan sebuah energi yang beda dari sebelumnya. Perlu kerja keras di buatnya, ya minimal tidak bisa tersenyum saat warga kebanyakan berbunga-bunga. Apa selanjutnya pesan heidegger tentang dekontruksi, langkah awal nya adalah katakan tidak kepada kebiasaan mu saat ini. Katakan tidak pada cara berfikir saat ini, katakan tidak pada catatan hidup mu saat ini. Jika kau bisa melakukan itu semua, maka kau mulai memasuki babak baru tentang perjalanan hidup mu…jika kau komitmen pesan yang ditaburkan bapak rasionalitas ini, kau akan bertemu apa yang kau cari saat ini. Ingat bagaimana kemudian filosof nietzhe harus menanggung derita panjang saat dirinya mentidakkan terhadap hidup, bagaimana dirinya harus di usir oleh sejumlah masyarakat saat dogma lama menghakimi dirinya, bagaimana kemudian dirinya harus bertatapan dengan kawasan baru yang perlu penataan baru kembali. Tetapi kemudian kawan ide dan irama diri nietchze di acungi jempol banyak kalangan.
Kita memerlukan itu semua, kita penting untu belajar banya terhadap ide heidegger dan nietczhe meski tidak semuanya, langkah yang diperlukan saat ini kemungkinan besar upaya reontruksi besar-besaran tentang jadwal jam istirahat. Cukuplah kirnya saat ini untuk bangun malam untuk melakukan langkah strategis menata kembali harapan dalam bathinmu, baca kembali buku-bukumu yang kau belum sempat dimengerti. Ungakpakn lah apa katanya tentang hidup ini, mustahil usaha itu semua tak mendapatkan harga mati dalam meraih harapanmu ke depan. Kamar kecil di sukaluyu kini menjadi saksi bisu saat upaya dan jerih payahmu terus di perjuangkan demi kepusaan dan menata hal kemungkinan masa depan. Ada banyak cara jika kau ingin, seperti kegiatanmu saat ini menjdi reforter, selalu berharap banyak terhadap orang lain. Karena orang lain adalah aset untuk dirinya, dan jangan sekali-kali orang lain itu disebut neraka. Belajar dari mereka semua.. karena kita tak ada yang dapat dipertruhkan hanya kekuatanku untuk menulis kembali sejarah diri dan bangsa ini. Menulis bagi kam adalah tanggung jawabku terhadap diri dan bangsa ini. Ingin ku tebarkan seluruh ide dan kosnseptual agar mereka tahu bahw hakikat hidup bukan saja kemunapikan dan megejar mteri sesaat, namun ada upaya dan langkah dalam hal didalamnya.
Kata nietczhe menulislah dengan darah….dan disitulah kau akan temukan bahwa darah adalah semangat………,
Pertemanan segitiga para filosof asal jerman, memberiakn pelajaran berarti perihal hak kemanusiaan bagaimana kemudian dikatakan nietchz orang yang menggagas manusia super, terjerenbab kepada keheningan dan kesunyian sendiri. Diam di kamar sederhana di kawasan salah satu kampung di negrinya para naji atau jerman, suasana keheningan, sendirian tersebut menjadi suasana kebiasaan kebiasaan sehari-hari. Ingin seperti kebanyakan banyak orang, berharap mencintai wanita idamannya dikatakan bagi dirinya sendiri dan tidak bagi orang lain. Akan kan percintaan segita yang dilakukan oleh nietczzhe sebagai sebuah pelarian saat harapan untuk dicintai wanita idamannya tidak kesampaian…boleh jadi begitu, karena percitaan segitiga dengan perempuan muda asal jerman ini, banyak hal yang dikatakannya.
Tetapi kemudian hal yang didapat dari perjalanan dirinya adalah keheningan melahirkan karya terbaik dan handal, ada kata dan kalimat yang tak biasanya d keluarkan. Keheningan bagi dirinya tak seharusnya untuk disesali, tetap kemudian di amini sambil membuat karya terbaik dalam hidup, apa yang dikatakan nya saat itu amini itu semua, telusuri jejak keheningan, saat kau berada didalamnya kau akan menemukan hakikat kebenaran dan kemungkinan kau bertemu dengan tuhan. Bagaimana nietczhe mencintai wnita idamannya itu,…, melalui gagasan manusia super wanita bagi dirinya sebagai ladang yang membuat utuh perihal jati diri sebagai manusia power.
Dalam perjalanan menata gagasan filosof nya itu sang legendaris filsafat radikal harus berhadapan dengan beberapa penyakit ganas, diketahui semakin hari penyakit yang dideritanya itu semakin mengancam nyawanya. Berawal dari jatuh yang membikin nietczhe tak bisa lagi berfikir dan menulis tentang masa lampau dan masa yang akan datang, yang kemudian nietczhe harus berada kembali di pelukan ibunya yang sudah tua. Tak lama kemudian ibunya harus menghadap ke dunia lain, adiknya yang paling kecil itu lah yang bisa menyelamatkan karya terbesar kakak nya dan berusaha membangkitkan kembali dengan dokumenter serta memplubikasikan karya terbaik nietchzhe, dengan dibantu sang penelti sparto zarathustra, dan jadilah sekarang, sebuah gerakan filsafat baru mengungbar dan mengobrak ngabrik tatanan filsafat modern berbasis empirisme. Dan jadilah kita sang jarathustra dari sukaluyu.
Begitupun dengan kita kawan…, ah dalam urusan mencintai seorang wanita kelas menengah tak juga didapat. Belajar dari arti sebuah mimpi ala umar kayam, perbedaan kelas dan kebiasaan dalam sebuah rutinas kerap kali menimbulkan kebiasaan yang tidak seperti biasanya. Ploretar berarti juga sepi, hening, dan katanya usaha tanpa lelah dan panjang bagian dari upaya untuk diakui. Diceritakan bagaimana seorang pemuda dengan sekuat tenaga bekerja banting tulang di kota besar hanya untuk menentukan nasib diri untuk menjadi priyayi. Bagi kayam perbedaan kelas dan keturunan menjadi penomena dan pemandangan dalam perjalan penokohan dalam novelnya, gagasan identifikasi kelas kerap kali membayangi isi, bagaimana kemudian perbedaan kelas membuat kata tak sepadan dalam menyimpulkan inti masala dalam hidup. Suasana aroma novel kayam seolah terjelma dalam perjalanan tokoh saya saat mengumbar nasib untuk mencintai seorang wanita kelas menengah, tak sepadan, kata sepi, gelap dan tidak pernah menjawab bagian dari suasana, begitu terlhat jelas saat irama itu menuai kebencian. Apa yang dikata, apa boleh buat, seluruh kemampuan itu tak membuat dia jera dan tunduk di hadapanku. Padahal saat itu pun, segala kemampuan dan keseriusan untuk membina lebih dari ala kadarnya telah ku muntahkan, nasib sial diterima tak ada kata dan kalimat yang keluar dari mulutnya perihal kebenaran. Malam itu membabi buta, membumihanguskan tatanan hidup, malah kebiasaan juga luluh berantakan di hantam badai kenistaan. Jadilah malam itu malam kelabu buat dirinya. Beberapa kali perkenalan dengan wnita idaman. Tak ada kalimat yang bisa membuat dirinya gembira. Barang kali kau juga pernah merasakan hal sama perihal malam kelabu, meski saya juga tahu kadar gelapnya memang agak berbeda diantara kita. Tapi ini adalah pelajaran berharga bagi diri, bangkit dari keterpurukan upaya untuk mentasbihkan kembali perihal eksistensi diri disebut manusia utuh. Kita telah diajari banyak gagasan tentang nya, saat ini aku hanya ingin mengatakan kembali perihal perkenalan kita, aku hanya ingin berkata apa adanya nuansa keharmonisan bisa ditata sedemikan rupa manakala kita bertasbih demi diri untuk berkat apa katanya. Aku hanya ingin kita melakukan hal yang serupa dalam meraih apa yang diinginkan, tapi jika kemudian kau juga tak ingin kita berada di dalam satu rumpun tak apalah, nasib sial biasa kami temukan di padang pasir tandus. Kali ini kami hanya punya kendali seperti biasanya, nyonya kau memang agak berbeda dari umumnya wanta yang kukenali, keunikanmu kini tak mempunyai narti pentng dalam hidup ku, dan kali ini aku kemungkinan terpaksa untuk mennggalkanmu, karena aku juga tak harus begini adanya, mudah-mudahan kau selamat di hari kemudian. Dan selamat jalan kawan, lain kali kta bertemu di suasana lain, akan ku doa akan kau akan kembali menemukan kebahagian dan bergembira. Terima kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar