Noerdin M top Ala Komarudin Hidayat
Secara implicit saya mempunyai kepercayaan kuat terhadap Tuhan, hingga sampai kapan sebuah kepercayaan mulai agak luntur. Namun jika nya, tak harus menunggu waktu lama dalam perubahan. Layak nya sebuah pendirian, naik turun biasa, baik dalam skema perubahan atau skema keyakinan.
Bayangkan saja, melihat sejarah bagaimana komonitas dan kelompok manusia terus memperbaharui sebuah keyakinan tersebut, hingga batas wilayah dan etnografi, keyakinan terhadap kemahaan nya (Tuhan, Good), tak pernah berhenti pada satu titik wilayah sacral.
Kenapa kemudian ini kerap kali terjadi di ambang batas krisis manusia, dalam pemahaman baik dalam skema hubungan manusia bersama alam, benda dengan realitas, atau manusia bersama tuhan nya.
hubungan tersebut boleh jadi telah membangun kan pemikiran baru. Sintesis pemikiran tersebut telah di sinyalir menjadi kebenaran untuk menembus murka tuhan. Dalam kasus Noerdin M toop dan kelompok nya ini mungkin sangat menarik.
Bagaimana kemudian manusia akan berusaha melakukan hal di luar batas dirinya, atau kenapa kemudian orang mau melakukan hal yang terdahsyat dalam hidup nya. Ada sebuah tindakan dan harapan untuk melakukan hal yang terbaik.
Manusia kerap kali dihantui dengan kemandegan kebermaknaan. Manusia takut dan tidak ingin terjerembab ke wilayah problem, karena ia selalu memberikan dua makna. Hingga membuat manusia takut,
Lompatan berfikir ini lah kemudian selalu di hantui bersalah kemudian di sikapi dengan kekuatan terdahsyat dalam hidup, seperti manusia mau melakukan bunuh diri. Dengan alas an memerangi musuh tuhan dan umat islam.
Ada lompatan berfikir bagi si pelaku, dia merasa telah melakukan dosa besar yang membuat tuhan murka. Jika kemudian kamu tidak ingin di murkai, maka beli lah kemurkaan tuhan dengan tindakan terdahsyat dalam hidup.
Komarudin hidayat menyebut nya dengan, “kekosongan realitas” inilah yang membuat orang selalu nekad dalam tindakan terdahsyat, mengisi yang tidak mungkin berbuat murka.
Kelompok yang berfikiran seperti itu, suka di istilahkan dengan sebutan komonitas sempalan. Mereka ingin meraih sesuatu tang terdahsyat dalam dirinya dengan melakukan tindakan yang dianggap merugikan banyak orang.
Sempalan dianggap terbaik sesuai dengan gerakan eksistensi ekstrim, di mata sosilogi tentu gerakan tersebut perlu manuper-manuper terbaru untuk melanggengkan eksistensi kelompok tersebut.
Mereka bergerak di tengah-tengah kerumunan dan symbol lawan kelompok tersebut, akibat jargon keberpihakan terhadap yang maha untuk menebus dosa terbesar dalam hidup nya.
maka nya kelompok ini, mau untuk melakukan bunuh diri jika dosa nya bisa di bayar atau di tebus. Aksi pengeboman dengan cara bunuh diri, adalah salah satu cara untuk menebus dosa mereka,
Ditengah hingar bingar nya, kesatuan dan persatuan… kita berada dalam kehangatan yang abadi.. diri nya kita yakini berdasarkan kehendak manusia tak kuhendaki. Dimana nya kita semakin hari semakin meyakinkan.
Pada saat semestinya, layak nya semakin kehangatan, yakinilah hingga batas waktu yang semakin menafsirkan hingga batas waktu nya semakin menjadi-jadi. Hingga batas waktu yang masih dalam panorama,
Di kemudian hari kita akan bertakbir dalam dunia maya hingga batas waktu tak bisa terkendali juga. Hingga kemungkinan menawai dunia tanpa batas dan tanpa tapal. Di akhir kesempulan, mereka bertakbir dan bertasbis hingga menuai kan kehendak jika kemudian kami ada bersama mereka.
Aku dan mereka bertakbir dan bertahmid, mereka menentukan nasib diri.
juga kami............
Feri Wahyudin
Maret 2010
Selasa, 09 Maret 2010
Selasa, 20 Oktober 2009
Kurindukan ala sindhunata
Kurindukan ala sindhunata
Yang ku baca dari tulisan sindhunata sore tadi perihal kerinduan, menurutnya seluruh manusia mempunyai kerinduan dalam diri manusia sendiri. Tidak pandang bulu, baik manusia itu dalam keadaan jatuh cinta, dalam keadaan miskin, entah dia seorang suci atau pendosa, kerinduan selalu menyala terang di dalam dirinya sendiri dan tak pernah padam.
Kerinduan adalah keinginan untuk menghampiri kebahagiaan dan kedamaian jiwa manusia, maka sesungguhnya kerinduan ingin menggapai cinta tuhan yang abadi. Menurut sebagian para pemikir, kerinduan boleh jadi di dapat dimana saja dan kapan saja. Bagi nasionalisme kerinduan tuhan yang kita cari selama ini adalah sebuah negeri yang menanamkan jiwa kebahagiaan dan kedamaian. Seperti hal nya kerinduan terhadap negeri kita yang sedang dirudung krisis berkepanjangan. Namun bagi segenap kerinduan warga negeri ini adalah keinginan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Sebuah cita-cita yang ditanamkan oleh bapak pendiri bangsa ini. boleh jadi dalam cita-cita itu ada segenap keyakinan kebahagiaan seperti hal nya kau berharap tergadap tuhan itu sendiri.
Tuhan adalah tanah air bagi setiap manusia, dia lah kerinduan yang tertanam di lubuk hati yang terdalam. Maka oleh sebab itu kerinduan terhadap cinta sejati, memang tidak pandang bulu, tuhan tidak hanya monopoli bagi kaum sholeh saja, tetapi atheis, pendosa dan juga beragama berhak mencicipi tuhan itu. Mungkin sekarang bagaimana mencari tuhan yang bisa membawa kepada kerinduan yang hakiki, banya manusia menemukan tuhan dalam ruang yang lebih dekat untuk bertemu meski pahit dirasaannya. Padahal menurut agustinus, “carilah apa yang kau cari, tapi tidak di tempat dimana kau mencarinya”.
Menurutnya, jika tuhan boleh di cari dimana saja kau mencarinya. Bagaimana kalau mencari tuhan lewat arena permaianan bola dunia di jerman saat ini. boleh jadi dengan sepakbola dimana manusia akan dibawa pada perdamaian abadi dan kebahagiaan, saat seluruh manusia berada dalam kebinasaan dan kehinaan. Saat manusia telah muak dengan kondisi kemiskinan dan peperangan yang terjadi saat ini. seolah permainan bola antar Negara membawa kita ke alam keabadian, dia memberi ritme kebahagiaan. Dia telah memberi petunjuk dan membimbing seluruh umat manusia ke alam tanpa batas, ke bahagia tanpa kendali, karena di dalamnya kita menemukan cinta hakiki tanpa kendali.
Memang tidak mudah membuktikan sepakbola bisa menjawab dan membimbing manusia yang tidak pernah di jawab oleh agama, yang semestinya menjawabnya. Memang sulit membuktikan perkiraan bahwa bola bisa memberikan sesuatu yang agama tidak mampu memberinya. Mungkin kita akan menemukan itu semua saat kita melihat dengan falsafah bola argentina dengan maradonannya.
Maradona buat kelas bawah argentina sosok pemberontak yang telah menyimbolkan anti kemapanan, sebab apa…maradona sosok urakan tapi bisa membuat kelompok kelas menjadi bertenaga. Pada piala dunia 2006 maradona diundang panitia untuk duduk di tribun kehormatan bersama pele dan vrekhour banker dari jerman. Tetapi maradona berniat lain, ia tidak ingin permainan sepak bola di jadikan alat politisasi internasional. Tindakan seperti itu bagi sebagian masyarakat argentina lain, maradona sosok manusia idiot. Tetapi tidak bagi warga miskin argentina lainnya. Menurutnya paus adalah Negara jermannya, tetapi tuhan nya adalah maradona. Seperti telah diungkapkan sebelumnya, bahwa dimana pun juga engkau ada tuhan boleh di cari, bisa jadi maradona bagi warga argentina adalah tuhan yang bisa memberikan kekuatan dan kebahagiaan.
Padahal sebelumnya sosok maradona manusia yang kerap kali melakukan keonaran dan bermasalah, saat jayanya dia pernah menghamili wanita, pernah terjangkit narkoba dan masalah lainnya. Tetapi saat dia berangkat dari argentina menuju jerman dengan memakai baju kebangsaan klubnya, maradona bertasbih di tengah hiruk pikuk penonton lainnya, dan maradona tenggelam menuai kebahagian di dalamnya. Sebelum bermain klub argentina mendapatkan semangat dari dirinya, ayala misalnya mengatakan, saat di sapa oleh maradona dirinya bertekad untuk bermain indah dan memenangkan seluruh pertandingan demi persatuan dan harga diri sebuah bangsa,
Memang tuhan bisa dicari dimana saja dan kapan saja, tetapi ingat jangan kau mencari tuhan di ruang yang kau cari. Sebab ruang itu akan melahirkan aneka warna yang berbeda dar sebelumnya. Boleh jadi tuhan bagi warga argentina adalah keheningan yang mendatangkan kebahagiaan. Beberapa kali klubnya membawa seluruh masyarakat ke arah yang diharapkan. Kini kita menyakini bahwa seluruh manusia mempunyai kerinduan yang terdalam dalam diri setiap manusia, kerinduan itu adalah kehausan akan kebahagiaan dan kedamaian, kehausan itu merengguk cinta tuhan yang tiada hilang.
Tuhan bukan hanya milik segelintir orang, tuhan milik kita semua yang bisa mencari di tempat kamu berdiri, termasuk tuhan yang kau temukan dalam dirimu sendiri. Karena saat ini, saat terjadi perhelatan akbar sepakbola dunia di jerman, masyarakat argentina menemukan tuhan dalam diri maradona, karena dirinya mampu membawa pada kehausan untuk memperoleh kebahagiaan.
Feri wahyudin, bandung 2006
Atas nama sindhunata.
Yang ku baca dari tulisan sindhunata sore tadi perihal kerinduan, menurutnya seluruh manusia mempunyai kerinduan dalam diri manusia sendiri. Tidak pandang bulu, baik manusia itu dalam keadaan jatuh cinta, dalam keadaan miskin, entah dia seorang suci atau pendosa, kerinduan selalu menyala terang di dalam dirinya sendiri dan tak pernah padam.
Kerinduan adalah keinginan untuk menghampiri kebahagiaan dan kedamaian jiwa manusia, maka sesungguhnya kerinduan ingin menggapai cinta tuhan yang abadi. Menurut sebagian para pemikir, kerinduan boleh jadi di dapat dimana saja dan kapan saja. Bagi nasionalisme kerinduan tuhan yang kita cari selama ini adalah sebuah negeri yang menanamkan jiwa kebahagiaan dan kedamaian. Seperti hal nya kerinduan terhadap negeri kita yang sedang dirudung krisis berkepanjangan. Namun bagi segenap kerinduan warga negeri ini adalah keinginan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Sebuah cita-cita yang ditanamkan oleh bapak pendiri bangsa ini. boleh jadi dalam cita-cita itu ada segenap keyakinan kebahagiaan seperti hal nya kau berharap tergadap tuhan itu sendiri.
Tuhan adalah tanah air bagi setiap manusia, dia lah kerinduan yang tertanam di lubuk hati yang terdalam. Maka oleh sebab itu kerinduan terhadap cinta sejati, memang tidak pandang bulu, tuhan tidak hanya monopoli bagi kaum sholeh saja, tetapi atheis, pendosa dan juga beragama berhak mencicipi tuhan itu. Mungkin sekarang bagaimana mencari tuhan yang bisa membawa kepada kerinduan yang hakiki, banya manusia menemukan tuhan dalam ruang yang lebih dekat untuk bertemu meski pahit dirasaannya. Padahal menurut agustinus, “carilah apa yang kau cari, tapi tidak di tempat dimana kau mencarinya”.
Menurutnya, jika tuhan boleh di cari dimana saja kau mencarinya. Bagaimana kalau mencari tuhan lewat arena permaianan bola dunia di jerman saat ini. boleh jadi dengan sepakbola dimana manusia akan dibawa pada perdamaian abadi dan kebahagiaan, saat seluruh manusia berada dalam kebinasaan dan kehinaan. Saat manusia telah muak dengan kondisi kemiskinan dan peperangan yang terjadi saat ini. seolah permainan bola antar Negara membawa kita ke alam keabadian, dia memberi ritme kebahagiaan. Dia telah memberi petunjuk dan membimbing seluruh umat manusia ke alam tanpa batas, ke bahagia tanpa kendali, karena di dalamnya kita menemukan cinta hakiki tanpa kendali.
Memang tidak mudah membuktikan sepakbola bisa menjawab dan membimbing manusia yang tidak pernah di jawab oleh agama, yang semestinya menjawabnya. Memang sulit membuktikan perkiraan bahwa bola bisa memberikan sesuatu yang agama tidak mampu memberinya. Mungkin kita akan menemukan itu semua saat kita melihat dengan falsafah bola argentina dengan maradonannya.
Maradona buat kelas bawah argentina sosok pemberontak yang telah menyimbolkan anti kemapanan, sebab apa…maradona sosok urakan tapi bisa membuat kelompok kelas menjadi bertenaga. Pada piala dunia 2006 maradona diundang panitia untuk duduk di tribun kehormatan bersama pele dan vrekhour banker dari jerman. Tetapi maradona berniat lain, ia tidak ingin permainan sepak bola di jadikan alat politisasi internasional. Tindakan seperti itu bagi sebagian masyarakat argentina lain, maradona sosok manusia idiot. Tetapi tidak bagi warga miskin argentina lainnya. Menurutnya paus adalah Negara jermannya, tetapi tuhan nya adalah maradona. Seperti telah diungkapkan sebelumnya, bahwa dimana pun juga engkau ada tuhan boleh di cari, bisa jadi maradona bagi warga argentina adalah tuhan yang bisa memberikan kekuatan dan kebahagiaan.
Padahal sebelumnya sosok maradona manusia yang kerap kali melakukan keonaran dan bermasalah, saat jayanya dia pernah menghamili wanita, pernah terjangkit narkoba dan masalah lainnya. Tetapi saat dia berangkat dari argentina menuju jerman dengan memakai baju kebangsaan klubnya, maradona bertasbih di tengah hiruk pikuk penonton lainnya, dan maradona tenggelam menuai kebahagian di dalamnya. Sebelum bermain klub argentina mendapatkan semangat dari dirinya, ayala misalnya mengatakan, saat di sapa oleh maradona dirinya bertekad untuk bermain indah dan memenangkan seluruh pertandingan demi persatuan dan harga diri sebuah bangsa,
Memang tuhan bisa dicari dimana saja dan kapan saja, tetapi ingat jangan kau mencari tuhan di ruang yang kau cari. Sebab ruang itu akan melahirkan aneka warna yang berbeda dar sebelumnya. Boleh jadi tuhan bagi warga argentina adalah keheningan yang mendatangkan kebahagiaan. Beberapa kali klubnya membawa seluruh masyarakat ke arah yang diharapkan. Kini kita menyakini bahwa seluruh manusia mempunyai kerinduan yang terdalam dalam diri setiap manusia, kerinduan itu adalah kehausan akan kebahagiaan dan kedamaian, kehausan itu merengguk cinta tuhan yang tiada hilang.
Tuhan bukan hanya milik segelintir orang, tuhan milik kita semua yang bisa mencari di tempat kamu berdiri, termasuk tuhan yang kau temukan dalam dirimu sendiri. Karena saat ini, saat terjadi perhelatan akbar sepakbola dunia di jerman, masyarakat argentina menemukan tuhan dalam diri maradona, karena dirinya mampu membawa pada kehausan untuk memperoleh kebahagiaan.
Feri wahyudin, bandung 2006
Atas nama sindhunata.
Langganan:
Postingan (Atom)
