Kamis, 28 April 2011

MENGAPA DENGAN KEBUDAYAAN

KEBUDAYAAN... MENGAPA DENGAN KEBUDAYAAN... APA YANG MENARIK DI DALAM NYA...
KITAN NYA DENGAN BERKEBANGSAAN... DAN KEMAMPUAN BAGAIMANA YANG DICERITAKAN... LEBIH JELAS, IKUTI PENELUSURAN DI LEMBARAN LEMBARAN BLOG SPOT INI HINGGA SATU BULAN KE DEPAN.. MULAI DARI DASAR KEBUDAYAAN, KAITAN NYA DENGAN MASYARAKAT UMUM, BERIKUT JUGA IMPLEMENTASI DAN CARA PANDANG TERKAIT BERKEBUDAYAAN YANG SUDAH MULAI RETAK....

Jumat, 12 November 2010

Kolonial Baru “Indonesia”

Kolonial Baru “Indonesia”

Colonial berarti zaman gelap, Kata ini biasanya digunakan saat menggambarkan insiden pengekangan. Sebuah realitas, disaat warga bangsa melakukan penekanan dan perlawanan. saat nya kini colonial telah menjadi ideology, di saat seluruh warga indonesia menuntut keadilan penuh terhadap pemerintah.

Keberadaan colonial di Indonesia kini masih amat terasa, penampilan baru telah masuk ke ruang baru dan tanpa batas. Dia bangkit dalam bingkai kehangatan simbolisme krisis kepercayaan dan krisis kemanusiaan. Sasarat dendam nya adalah Kelompok social minorita. Apa buktinya? Kita telusuri sekarang….?

Tanpa disadari kesadaran kelompok minoritas menjadi terbatasi ruang dan gerak, di curigai dan di singkirkan. Di jarah hak-hak kemanusian dan kebebasan. Kenyataan ini bias terlihat dalam kelompok minoritas Tiongkhoa, kelompok social miskin, petani dan buruh.

Dalam kerangkeng ini, kolonial bergerak melalui penjajahan baru yang dilakukan warga pribumi, mereka tidak dipersenjatai atau dibekali amunisi, tetapi dengan menjarah dan meperkosa hak-hak warga lain di Indonesia. Gerakan ini tentu terlihat berhasil karena mendapat dukungan dari para praktisi politik local yang bernuansa kepentingan kental.

Kenyataan nya, kita ambil contoh apa yang kita saksikan insiden mei 1998 di Jakarta dan Jogjakarta atau sebagian kota besar di Indonesia, siapa yang menjadi korban gerakan colonial pada tahun kemarin, tidak lain adalah komonitas Tionghoa.

Dalam sejarah berdirinya Negara Indonesia, komonitas dan warga tionghoa di Indonesia kerap kali menjadi korban. Percaya atau tidak, ada bukti mereka di singkirkan dengan cara dijarah,diperkosa,di bakar.

Untuk kasus keberadaan tionghoa di Indonesia, memang terlihat pasang surut, warga yang mulai berkembang tahun 1808 di kota Jogjakarta, pada waktu itu tidak lebih dari 758 jiwa.

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pulau jawa pada tahun sama, hanya 2,04 % dari jumlah penduduk 94.441. Singkat cerita, warga keturunan tersebut, lima belas tahun berikutnya jumlah nya terus berkembang.

Perkembangan jumlah jiwa warga keturunan tionghoa ini, jika di presentase mencapai 0,81% jiwa setiap tahun nya. Hal tersebut terjadi didorong akibat kebijakan politik sultan hamengkubono 1 dan daerah lain di pulau jawa, terkait hubungan harmonis antar kedua belah pihak.

Komonitas keturunan Tionghoa di Indonesia telah menjadi rahasia umum, mereka begitu banyak mengesuai sendi-sendi perekonomian, tidak sedikit warga tionghoa berprofesi sebagai pedagang dengan mobilitas tinggi.

Kenyataan tersebut tidak hanya berlaku pada tahun sekarang, tetapi juga berlaku pada satu abad ke belakang. Lalu kemudian, kenapa muncul krisis dan konplik diantara warga pribumi bersama warga keturunan tionghoa di dataran pulau jawa? tidak lain bisa di lihat dari keharmonisan warga keturunan tionghoa bersama sultan hamengkubono 1 tahun 1808 di dataran jogja dimanfaatkan warga tionghoa untuk menguasai sendi perekenomian dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam hal kebijakan ekonomi yang dianggap telah menyengsarakan warga pribumi dan warga kebanyakan.

Seperti pungutan pajak tol diserahkan kepada mereka, industry tekstil dan mudah nya fasilitas pinjaman ke bank. Lebih di perparah lagi tidak ada hokum yang tidak jelas di mata mereka.

Citra dan kesan warga keturunan tionghoa terus memburuk, selain kedekatan dengan pemerintah yang tidak berpihak ke masyarakat kecil, selain komonitas keturunan kerap kali fasilitas lebih untuk menguasai sendi perekonomian.

Apa yang terjadi kemudian, warga pribumi negeri Indonesia hidup dengan penuh dendam. Nampak nya dendam semakin hari semakin menjadi-jadi, bahkan telah menjadi ancaman bagi komonitas warga keturunan khususnya tionghoa. Layaknya seperti bom yang bisa membumi hanguskan tataran bangsa ini. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada warga Indonesia.

Dari semua itu, warga keturunan tionghoa telah menerima hukuman dendam warga Indonesia, puncaknya mungkin kita bias lihat dari insiden mei 1998, mereka di usir,fasilitas bisnis mereka di bakar, mereka di perkosa, mereka di bunuh. Tentu ini semua adalh penjajahan dalam pola baru, meski tionghoa sebenarnya telah menjadi pelampiasan dendam warga negeri ini.

tentu nya ada kolonial lain di negeri ini... dalam bentuk apa pun wajah kolonial selalu berwajah..................

Senin, 18 Oktober 2010

Postkolonial itu Ternyata Berwajah

Postkolonial itu Ternyata Berwajah

Postkolonial yang disebut-sebut sebagai sebuah gerakan, kini nampak nya berwajah. Sejarah kolonial di pahahami, sebagai sisa dan hasil peninggalan negara jajahan kolonial.

Kini tampil dalam wajah berbeda, kata depan Post dalam arti sesudah, colonial “gerakan represi” dapat diartikan pula sebagai multi cara pandang, kebebasan untuk menafsir sekaligus membatasi pengetahuan.

Kurun waktu panjang, dari negara jajahan membuat peta dan mentalitas berubah, ekspresi dan kegiatan masyarakat Indonesia kono katanya di batsi, mulai dari aktifitas social, kemasyarakatan dan politik.

Kebebasan untuk menentukan kehendak ber politik, kegiatan ber pengetahuan hingga melakukan eksplorasi social saat itu tak kentara dan tak berwajah.

Cara pandang dan kenyataan tersebut membuat wajah budaya dan kenegaraan bangsa Indonesia konon katanya carut marut tak berwajah. Budaya yang seharusnya melindungi sekaligus mengayomi, berubah perannya menjadi binatang buas yang siap untuk menerkram.

Sejumlah pengamat gerakan colonial yang serius menekuni, begitu yakin jika kemudian colonial tidak hanya berkaitan dengan penjajahan atau refresif sebuah negara. Tetapi kemudian mendesain ilmu pengetahuan atau cara pandang yang picik dan stigma.

Hingga akhirnya modern yang sehatus nya membebaskan masyarakat dari kepentingan kelompok dan kelas social, kini akhirnya membuat kungkungan baru melalui cara pandang tertentu.

Jadi nya Colonial boleh jadi, mendesain segala hal berbau dan berwajah lain, pasalnya untuk melihat segala sesuatu yang berbau pengetahuan atas realitas “berubah dan tidak berubah” disesain menjadi satu pandangan.

Mensejajarkan gerakan kebudayaan postcolonial bersama post modernism, ada kesamaan logika, kesimpulan semangat gerakan. Jika kemudian post modernime berkehendak membebaskan pengetahuan dan tafsir dari satu cara pandang, hingga multi tafsir. Colonial memiliki semangat membebaskan kebelenggu pemahaman dan cara pandang.

Kedua nya begitu yakin cara pandang sangat menentukan identitas diri, budaya juga kelompok masyarakat, tetapi kemudian pemahaman tersebut tidak lah terbatas atau mutlak, tetapi bisa bersifat universal.
Lihat lah semangat gerakan melakukan perlawanan kedua nya, yakni semangat untuk mengejawantahkan semangat kekinian dengan multi universal.

Agar mudah dipahami, salah satu cara pandang dan contoh di bawah ini mungkin bisa membantu pemahaman terhadap post colonial, kenapa kemudian ada stigma atau pemahaman bahwa budaya barat lebih maju, jika di sejajarkan dengan kebudayaan timur yang memili sopan santun, mistik dan tidak rasional.

Kemudian anda mungkin akan mendapatkan jawaban yang telah terstigma dengan logika mutlak, hingga pengetahuan bahwa barat lebih maju dan rasional ketimbang timur tersebut hingga tak bisa di rubah kembali. cara pandang seperti itulah, kemudian disebut colonial pengetahuan.

Maka kemudian stigma serta pengetahuan yang bersifat universal, bahwa timur adalah lemah lembut, tidak rasional dan mistik menjadi identitas tersendiri baik dalam takaran diri atau komonitas.

Bersambung……………….

Selasa, 12 Oktober 2010

MENCARI PERUBAHAN

PERUBAHAN YANG DI CARI

anda mungkin pernah lihat bagaimana pedagang kaki lima harus berjualan dari pagi hinga malam hari, keluarga dan anak-anak nya terpaksa di lalaikan. anda juga pernah lihat bagaimana para tukang beca sekuat tenaga mengais rezeki sampai panas dan kehujanan.

sejumlah pedagang, pekerja bangunan dan masyarakat level bawah, tentu nya telah membuktikan kepada kita bagaimana mereka berusaha keluar akan keterbatsan diri. mereka adalah masyarakat pekerja keras, mau dan berusaha untuk keluar dari keterbatsan ekonomi, pengetahuan juga keahlian.

masyarakat miskin di negara kita ini, bukan lah para pemasalas, mereka boleh jadi adalah masyaralat pekerja keras yang sekuat tenaga, untuk keluar dari keterbatasan diri nya.

beberapa pengetahuan tentang dasar-dasar kehidupan atai falsafah, selalu menekankan akan tau akan dirinya sendiri, jika kemudian akan melakukan langkah eksistensi selanjutnya. mungkin pertanyaan nya sederhana, tetapi kemudian tidak mudah untuk mengurai jawaban nya.

mungkin yang terbaik dari jawaban itu lah, salah satu nya adalah mengurai keterbatsan untuk melakukan perubahan nya. keterbatsan seorang pedagang kaki lima dan pekerja tukang beca boleh jadi adalah gambaran, bagaimana mereka melakukan hal yang terbaik dalam hidup.

memang keterbatsan selalu di urai dengan kehendak untuk melakukan terbaik dalam hidup nya, memang hidup hanya beberapa tahun. dan kita hanya menunggu waktu nya untuk lebih menjadi.

keterkaitan antara fikiran dan kenyataan selalu ada ketersambungan, mimpi mimpi dalam hidup, akan mudah terjelma jika seluruh kemampuan dan keinginan nya selalu terus di perjuangkan.

heppi menekan kan dengan ideom mimpi tuhan, heppi menyimpulkan tidak ada dalam hidup sebuah keinginan tidak terjelma. jika kemudian pertanyaan kenapa orang menjadi miskin, tentu jawaban heppi, karena orang tersebut tidak memiliki mimpi dalam hidup nya.

jika kemudian pertanyaan yang sama di sampaikan ke para filosof, tenhtu jawaban nya berkisar, karena ia tidak mengetahui diri dan keterbatasan nya, banyak orang melakukan keajaiban-kejaiban dalam hidup agar keinginan nya mudah tergapai.

lantas bagaimana mengurai keterbatsan diri dengan menetapkan mimpi indah dalam hidup, tentunya saat nya kita mengurai kembali mimpi dan harapan dalam hidup. mimpi tersebut kemudian harus di catat setiap hari nya, lalu kemudian di barengi dengan kerja keras.

apa kerja keras dalam hal ini, item-item atau tanda-tanda yang berhubungan erat dengan harapan tersebut. bagaimana mengurai keterbatasan diri tersebut, salah satu cara dan langkah nya mungkin adalah melakukan manufer-manufer yang tidak biasanya.

kita harus melakukan atraksi yang mengagumkan dan tidak biasanya......

feri wahyudin

warnet gasibu

Sabtu, 10 April 2010

Menulis Lewat Blog

MENULIS DI BLOG

membaca tulisan dari temen blog di internet, semangat untuk menulis kembali datang. ya layak nya sebuah kegiatan dan pekerjaan lain nya, pekerjaan menulis cerita atau pengalaman pribadi, bisa di sebut sebagai catatan sejarah untuk negeri.

menelisik teori demi teori bagaimana cara menulsi yang baik dan bagus, tentunya waktu akan habis memikirkan sebuah cerita tersebut, meski tidak dianggap salah. melakukan kegiatan menulis, memang tanpa tanda tanya dan lakukan segera. menulis berarti mengerjakan, kembali apa ide dan keinginan serta pola pikir dalam deretan tulisan.

dikemudian hari kegiatan dan cara memahami diri lewat menulis akan menghasilkan yang paling positif untuk merulai kembali tentang siapa diri anda sesungguhnya. semangat itu kemudian akan timbul tenggelam, layak nya sebuah pendakian dan biasa bagian dari cerita hidup.

blog ini lah dikemudian hari akan menjadi saksi, dan jika kemudian di seriusi adalah cara anda untuk kembali merajut mimpi-mimpi dalam hidup, blog kemudian menjadi saksi sejarah, selain di konsumsi pribadi sekaligus merulai diri lewat deretan kalimat perkalimat.

saya kemudian selalu terkesiama lewat mereka yang bekerja keras bangkit dan berjuang untuk menggapai mimpi jadi seorang penulis, seno bilang menulis lah sampai mampus. ini lah saat nya anda mengurai kembali mimpi hidup mu dengan memburu cita-cita mu hingga qiamat.

alangkah terbilang rugi jika anda tidak melakukan sedikitpun dan tindakan apa pun untuk memahnai hidup di sini dan sekarang. sejak tahun 208 saya akhirnya menentukan untuk menurai diri dalam untaian kalimat dan kata. sejak itu kemudian langkah yang dilakukan adalah membaca berbagai jurus menjadi penulis.

ya sejumlah tulisan ada di dalam dokument computer, meski memang selalu kurang memuaskan dan tidak percaya diri saat akan di publikasikan. hanya mungkin blog inilah yang selalu menjembatani keinginan tersebut.

ya kata heppi sanga miliader dari indonesia, meyakini kita semua terkait menetukan cita dan mimpi anda sejak dini. keinginan tersebut tentu nya akan sangat gampang untuk menjadi kenyataan, tentu dengan di dorong kera keras dan struktur berfikir yang handal dan nyata..

kini tuhan masih menunggu karya-karya mu saat ini... dan tentunya untuk menjadi semangat nya... dari sekarang lah tidak salah jika kemudian karya dan ide cerita mu di bingkai dalam sebuah karya monumental..

SELAMAT ANDA TELAH MEMASUKI PINTU PENULIS




tentu tema yang di usung,

Selasa, 09 Maret 2010

Di Balik Kematian Noerdin M toop

Noerdin M top Ala Komarudin Hidayat

Secara implicit saya mempunyai kepercayaan kuat terhadap Tuhan, hingga sampai kapan sebuah kepercayaan mulai agak luntur. Namun jika nya, tak harus menunggu waktu lama dalam perubahan. Layak nya sebuah pendirian, naik turun biasa, baik dalam skema perubahan atau skema keyakinan.

Bayangkan saja, melihat sejarah bagaimana komonitas dan kelompok manusia terus memperbaharui sebuah keyakinan tersebut, hingga batas wilayah dan etnografi, keyakinan terhadap kemahaan nya (Tuhan, Good), tak pernah berhenti pada satu titik wilayah sacral.

Kenapa kemudian ini kerap kali terjadi di ambang batas krisis manusia, dalam pemahaman baik dalam skema hubungan manusia bersama alam, benda dengan realitas, atau manusia bersama tuhan nya.

hubungan tersebut boleh jadi telah membangun kan pemikiran baru. Sintesis pemikiran tersebut telah di sinyalir menjadi kebenaran untuk menembus murka tuhan. Dalam kasus Noerdin M toop dan kelompok nya ini mungkin sangat menarik.

Bagaimana kemudian manusia akan berusaha melakukan hal di luar batas dirinya, atau kenapa kemudian orang mau melakukan hal yang terdahsyat dalam hidup nya. Ada sebuah tindakan dan harapan untuk melakukan hal yang terbaik.

Manusia kerap kali dihantui dengan kemandegan kebermaknaan. Manusia takut dan tidak ingin terjerembab ke wilayah problem, karena ia selalu memberikan dua makna. Hingga membuat manusia takut,

Lompatan berfikir ini lah kemudian selalu di hantui bersalah kemudian di sikapi dengan kekuatan terdahsyat dalam hidup, seperti manusia mau melakukan bunuh diri. Dengan alas an memerangi musuh tuhan dan umat islam.

Ada lompatan berfikir bagi si pelaku, dia merasa telah melakukan dosa besar yang membuat tuhan murka. Jika kemudian kamu tidak ingin di murkai, maka beli lah kemurkaan tuhan dengan tindakan terdahsyat dalam hidup.

Komarudin hidayat menyebut nya dengan, “kekosongan realitas” inilah yang membuat orang selalu nekad dalam tindakan terdahsyat, mengisi yang tidak mungkin berbuat murka.

Kelompok yang berfikiran seperti itu, suka di istilahkan dengan sebutan komonitas sempalan. Mereka ingin meraih sesuatu tang terdahsyat dalam dirinya dengan melakukan tindakan yang dianggap merugikan banyak orang.

Sempalan dianggap terbaik sesuai dengan gerakan eksistensi ekstrim, di mata sosilogi tentu gerakan tersebut perlu manuper-manuper terbaru untuk melanggengkan eksistensi kelompok tersebut.

Mereka bergerak di tengah-tengah kerumunan dan symbol lawan kelompok tersebut, akibat jargon keberpihakan terhadap yang maha untuk menebus dosa terbesar dalam hidup nya.

maka nya kelompok ini, mau untuk melakukan bunuh diri jika dosa nya bisa di bayar atau di tebus. Aksi pengeboman dengan cara bunuh diri, adalah salah satu cara untuk menebus dosa mereka,

Ditengah hingar bingar nya, kesatuan dan persatuan… kita berada dalam kehangatan yang abadi.. diri nya kita yakini berdasarkan kehendak manusia tak kuhendaki. Dimana nya kita semakin hari semakin meyakinkan.

Pada saat semestinya, layak nya semakin kehangatan, yakinilah hingga batas waktu yang semakin menafsirkan hingga batas waktu nya semakin menjadi-jadi. Hingga batas waktu yang masih dalam panorama,

Di kemudian hari kita akan bertakbir dalam dunia maya hingga batas waktu tak bisa terkendali juga. Hingga kemungkinan menawai dunia tanpa batas dan tanpa tapal. Di akhir kesempulan, mereka bertakbir dan bertasbis hingga menuai kan kehendak jika kemudian kami ada bersama mereka.

Aku dan mereka bertakbir dan bertahmid, mereka menentukan nasib diri.
juga kami............


Feri Wahyudin

Maret 2010

Selasa, 20 Oktober 2009

Kurindukan ala sindhunata

Kurindukan ala sindhunata

Yang ku baca dari tulisan sindhunata sore tadi perihal kerinduan, menurutnya seluruh manusia mempunyai kerinduan dalam diri manusia sendiri. Tidak pandang bulu, baik manusia itu dalam keadaan jatuh cinta, dalam keadaan miskin, entah dia seorang suci atau pendosa, kerinduan selalu menyala terang di dalam dirinya sendiri dan tak pernah padam.

Kerinduan adalah keinginan untuk menghampiri kebahagiaan dan kedamaian jiwa manusia, maka sesungguhnya kerinduan ingin menggapai cinta tuhan yang abadi. Menurut sebagian para pemikir, kerinduan boleh jadi di dapat dimana saja dan kapan saja. Bagi nasionalisme kerinduan tuhan yang kita cari selama ini adalah sebuah negeri yang menanamkan jiwa kebahagiaan dan kedamaian. Seperti hal nya kerinduan terhadap negeri kita yang sedang dirudung krisis berkepanjangan. Namun bagi segenap kerinduan warga negeri ini adalah keinginan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Sebuah cita-cita yang ditanamkan oleh bapak pendiri bangsa ini. boleh jadi dalam cita-cita itu ada segenap keyakinan kebahagiaan seperti hal nya kau berharap tergadap tuhan itu sendiri.

Tuhan adalah tanah air bagi setiap manusia, dia lah kerinduan yang tertanam di lubuk hati yang terdalam. Maka oleh sebab itu kerinduan terhadap cinta sejati, memang tidak pandang bulu, tuhan tidak hanya monopoli bagi kaum sholeh saja, tetapi atheis, pendosa dan juga beragama berhak mencicipi tuhan itu. Mungkin sekarang bagaimana mencari tuhan yang bisa membawa kepada kerinduan yang hakiki, banya manusia menemukan tuhan dalam ruang yang lebih dekat untuk bertemu meski pahit dirasaannya. Padahal menurut agustinus, “carilah apa yang kau cari, tapi tidak di tempat dimana kau mencarinya”.

Menurutnya, jika tuhan boleh di cari dimana saja kau mencarinya. Bagaimana kalau mencari tuhan lewat arena permaianan bola dunia di jerman saat ini. boleh jadi dengan sepakbola dimana manusia akan dibawa pada perdamaian abadi dan kebahagiaan, saat seluruh manusia berada dalam kebinasaan dan kehinaan. Saat manusia telah muak dengan kondisi kemiskinan dan peperangan yang terjadi saat ini. seolah permainan bola antar Negara membawa kita ke alam keabadian, dia memberi ritme kebahagiaan. Dia telah memberi petunjuk dan membimbing seluruh umat manusia ke alam tanpa batas, ke bahagia tanpa kendali, karena di dalamnya kita menemukan cinta hakiki tanpa kendali.

Memang tidak mudah membuktikan sepakbola bisa menjawab dan membimbing manusia yang tidak pernah di jawab oleh agama, yang semestinya menjawabnya. Memang sulit membuktikan perkiraan bahwa bola bisa memberikan sesuatu yang agama tidak mampu memberinya. Mungkin kita akan menemukan itu semua saat kita melihat dengan falsafah bola argentina dengan maradonannya.

Maradona buat kelas bawah argentina sosok pemberontak yang telah menyimbolkan anti kemapanan, sebab apa…maradona sosok urakan tapi bisa membuat kelompok kelas menjadi bertenaga. Pada piala dunia 2006 maradona diundang panitia untuk duduk di tribun kehormatan bersama pele dan vrekhour banker dari jerman. Tetapi maradona berniat lain, ia tidak ingin permainan sepak bola di jadikan alat politisasi internasional. Tindakan seperti itu bagi sebagian masyarakat argentina lain, maradona sosok manusia idiot. Tetapi tidak bagi warga miskin argentina lainnya. Menurutnya paus adalah Negara jermannya, tetapi tuhan nya adalah maradona. Seperti telah diungkapkan sebelumnya, bahwa dimana pun juga engkau ada tuhan boleh di cari, bisa jadi maradona bagi warga argentina adalah tuhan yang bisa memberikan kekuatan dan kebahagiaan.

Padahal sebelumnya sosok maradona manusia yang kerap kali melakukan keonaran dan bermasalah, saat jayanya dia pernah menghamili wanita, pernah terjangkit narkoba dan masalah lainnya. Tetapi saat dia berangkat dari argentina menuju jerman dengan memakai baju kebangsaan klubnya, maradona bertasbih di tengah hiruk pikuk penonton lainnya, dan maradona tenggelam menuai kebahagian di dalamnya. Sebelum bermain klub argentina mendapatkan semangat dari dirinya, ayala misalnya mengatakan, saat di sapa oleh maradona dirinya bertekad untuk bermain indah dan memenangkan seluruh pertandingan demi persatuan dan harga diri sebuah bangsa,

Memang tuhan bisa dicari dimana saja dan kapan saja, tetapi ingat jangan kau mencari tuhan di ruang yang kau cari. Sebab ruang itu akan melahirkan aneka warna yang berbeda dar sebelumnya. Boleh jadi tuhan bagi warga argentina adalah keheningan yang mendatangkan kebahagiaan. Beberapa kali klubnya membawa seluruh masyarakat ke arah yang diharapkan. Kini kita menyakini bahwa seluruh manusia mempunyai kerinduan yang terdalam dalam diri setiap manusia, kerinduan itu adalah kehausan akan kebahagiaan dan kedamaian, kehausan itu merengguk cinta tuhan yang tiada hilang.

Tuhan bukan hanya milik segelintir orang, tuhan milik kita semua yang bisa mencari di tempat kamu berdiri, termasuk tuhan yang kau temukan dalam dirimu sendiri. Karena saat ini, saat terjadi perhelatan akbar sepakbola dunia di jerman, masyarakat argentina menemukan tuhan dalam diri maradona, karena dirinya mampu membawa pada kehausan untuk memperoleh kebahagiaan.

Feri wahyudin, bandung 2006

Atas nama sindhunata.

Senin, 05 Januari 2009

2009

tahun 2009,
tahun ku..., bersamamu...,

Rabu, 19 November 2008

Menjadi Tidak “Indonesia”

Menjadi Tidak “Indonesia”

Menelusuri kondisi nyata social Indonesia akhir-akhir ini, telah memberikan gambaran kondisi memprihatinkan. menjajaki alam sosial bangsa ku melalui alat penglihatan teori post colonial misalnya, nampak semakin jelas keprihatinan warga tidak pada sebatas tidak mengerti akan bangsa nya, tapi lebih parah mereka menggugat dan sekaligus mencabik-cabik atas nama indonesia. segenap warga bangsa ini mulai dari bagian sabang sampai meroke, berusaha keluar atas nama bangsa nya. kenapa ini terjadi? kenapa mereka tidak ingin menjadi indonesia?

Lihat lah misalnya 2 tahun sebelumnya, indonesia telah di uji atas konplik etnik, konplik kelompok, bahkan ingin merdeka dan keluar dari bangsa bernama "indonesia". papua menuntut, aceh meminta dan sebagian besat kota dan kabupaten menuntuk hak dan keadilan. sejarah dan cita-cita pendirian bangsa bernama "indonesia" telah rapuh sekaligus keluar dari lagu bangsaku negeri ku, yang setiap tahun di nyanyikan bersama para praktisi politik dan pemuda.

kami telah menulis di alamat blog yang sama, terkait problem konplik sosial. intinya memang peta sosial bangsa ku juga warga nya tengah di hantui masalah besar, warga bangsa ini tengah di hantui dendam kusumat. "dendam" kini tengah membesar dan menghantui yang setiap detik diprediksi menjadi kekuatan dahsyat dan meluluh lantahkan
sistem sosial yang ada.

kenapa dendam menjadi terbiasa di seluruh masyarakat ini, alasan lain diantaranya adalah Keberpihakan para penguasa elit politik dan penguasa modal.

“Dendam”

ya kata ini semacam gejala dari dalam, dendam memang tidak baik keberlangsungan sosial. dendam kerap kali muncul saat segenap warga , tidak pernah merasakan tindakan keadilan hakiki, pemberontakan untuk melawan ketidakadilan tersebut membuat amukan badai lalina dari segenap kemarahan. Lihat saja misalnya papua nugini kota sebelah timur Indonesia berusaha untuk memerdekakan kota nya sendiri dan berusaha keluar dari jajahan bernama “Indonesia”.

Sifat dan prilaku agresif yang diperorntonkan sebagian kelompok warga negeri ini Nampak sebagai kekecewaan mereka saat menyikapi rasa ketidakadilan yang didapat. “dendam” meminta hak persamaan bagian kue dari sang majikan, jika tidak ada keadilan dalam pola pembagian hasil dari seluruh pekerja maka yang terjadi adalah rasa iri hati atau dendam. Dalam kondisi tersebut, bias dimaklumi kalau kemudian rasa dendam akan masuk akal.

Dendam pula lahir dari sebuah kerja keras, yang berharap akan mendapatkan penghasilan sama. Missal kan saja negeri Indonesia layaknya sebuah perahu yang berisi muatan penuh dengan tujuan sama. seluruh aktifitas penumpang mendapatkan jatah dan pekerjaan sama, saat mereka akan mendapatkan jatah hasil kerjaan, seluruh penumpang harus rela ngantri. Mereka ngantri lama karena ada harapan akan mendapatkan sesuatu yang di impikan.

Jika kemudian kondisi di lapangan tidak pada kenyataan nya, akan masuk akal kemudian sebagian para penumpang yang sudah rela bekerja keras dan ngantri kecewa dan dendam.

iri hati

Selain itu semua, boleh jadi kita sedang ada masalah dengan diri kita sendiri, tidak lain adalah “iri hari”, seperti dilansir di beberapa rujukan pengetahuan orang iri hati itu selalu melihat dirinya tidak beruntung jika dibandingkan dengan orang lain. Jika upaya membandingkan dengan orang lain, lalu kemudian memunculkan kebiasaan tidak puas dan berkeinginan untuk mendapatkan hal yang sama, baik dalam perlakuan atau mendapatkan jatah.

Bayangkan orang iri hati selalu menyembunyikan agresi dan berusaha untuk tidak ketahuan, bahkan iri hati bias disebut anti social, karena saat melihat orang lain dalam pola perbandingan penderitaan atau gagal, senang. Iri hati selalu melihat orang dari hasil yang didapat, tanpa melihat proses keberhasilan yang memakan waktu lama. Mereka kerap kali menjelekan orang lain dan meminta dukungan terhadap kesimpulan nya.

Yang pasti iri hati kini telah menjadi anti social, karena selain melihat orang lain menjadi saingan juga telah menjadi luka lama masyarakat bangsa ini. Kita semua sepakat kalau kemudian iri hati memang jelek, tetapi ada makna kalimat ini bias masuk akal? Tetpai kemudian kenapa masyarakat terjangkit perasaan iri hati? Tentu perlu jawaban tidak singkat….

Problem kejiawaan “iri hati” dikhawatirkan menjadi kekuatan besar telah meluluhlantakan system social untuk masyarakat negeri, awalnya memang semua menerima perlakuan kerja kera. Dalam bahasa sindhunata, iri hati muncul saat harapan untuk mendapatkan perlakuan layak tidak didapat. Sindhunata mencotohkan nya dengan atrian kendaraan saat terjadi kemacetan.

Tetapi senasib dan sepenanggungan masyarakat berubah agresi, karena mereka tak juga mendapatkan hasil yang sesuai dengan kerja keras. Mereka melihat orang lain mendapatkan hak layak dan berhasil, akibat kedekatan nya dengan penguasa tidak melalui kerja keras. Semestinya proses kerja keras dalam membangun bangsa ini, hasil nya disama ratakan dengan ratusan ribu warga lain nya. tidak yang kaya makin kaya sementara yang kondisi miskin tidak ada harapan untuk melakukan perubahan.

Bagi orang iri hati, hidup tidak dilakukan dengan kerja keras tapi di tentukan dengan nasib, loginya memang menarik, jika kerja keras dalam hidup harus berakhir dengan nasib baik maka tidak akan kemana.

Sial nya kini warga bangsa ini, selain berada dalam luka lama yakni iri hati juga telah hidup tidak memakal akal tetapi nasib. Kenapa kemudian hal itu terjadi akibat dari mendapatkan rasa keadilan yang didapat.
Diam-diam iri hati telah menyelinap ke dalam ruang bathin orang miskin semakin hari iri hati telah memasyarakat, meski mereka menerima dengan apa adanya, boleh jadi iri hati bagi warga bangsa Indonesia bias dianggap masuk akal. Karena tak ada harapan sedikitpun bagi warga miskin akan terjadi perubahan.

Tidak Menjadi “Indonesia”

Bahkan mereka berada dalam keadilan semu, tentu menciptakan keadialn tentu menjadi pekerjaan berat dari pemerintah setempat. Kalau tidak dilakukan tidak menutup kemungkinan terjadi ancaman retakan social. Pemerintah sby rupanya belum bias mentuntaskan masalah tersebut. Maka bagi sebagian budayawan kegagalan pemerintahan sby dalam pola meminimalisir tingkat kemiskinan tentu dengan keadilan yang hakiki dan tanpa membagibagikan keadilan semu.

Feri Wahyudin


november 2008

Selasa, 11 November 2008

Identitas Post Kolonial Di Indonesia.

Identitas Post Kolonial Di Indonesia.

Merunut kata post berarti setelah, suatu masa atau zaman yang telah berlalu. Kata tersebut sering kali dipakai kata penyambung dari kata yang akan diterangkan. Baik sebuah realitas atau sebuah ideology. Dalam kasus yang satu uni kata yang akan diterangkan nya yakni sebuah jargon ideology kenistaan atau penindasan yaitu colonial.

Keberadaan post colonial di Indonesia kini masih amat terasa, post colonial yang berarti generasi sesudah, tampil dengan wajah baru. Sosok nya kini masuk ke ruang tanpa batas. Dia bangkit dalam bingkai kehangatan simbolisme krisis manusia. Kelompok social dan generasi minoritas sebagai ladang dan ruang sasaran nya.

Tanpa disadari kesadaran kelompok minoritas menjadi terbatasi ruang dan gerak, di curigai dan di singkirkan. Di jarah hak-hak kemanusian dan kebebasan. Kenyataan ini bias terlihat dalam kelompok minoritas Tiongkhoa, kelompok social miskin, petani dan buruh.

Dalam kerangkeng ini, kolonial tampil dalam wajah baru, penjajahan pola baru tersebut, tidak menggunakan senjata bersama amunisi nya, sebagai alat untuk menekan kelompok minoritas. Tetapi memanfaatkan kekuatan politik dan ideom pergerakan yang berlaku pada saat itu.

Kenyataan nya, kita ambil contoh apa yang kita saksikan insiden mei 1998 di Jakarta dan Jogjakarta atau sebagian kota besar di Indonesia, siapa yang menjadi korban gerakan colonial pada tahun kemarin, tidak lain adalah komonitas Tionghoa. Dalam sejarah berdirinya Negara Indonesia, komonitas dan warga tionghoa di Indonesia kerap kali menjadi korban. Percaya atau tidak, ada bukti mereka di singkirkan dengan cara dijarah,diperkosa,di bakar.

Untuk kasus keberadaan tionghoa di Indonesia, memang terlihat pasang surut, warga yang mulai berkembang tahun 1808 di kota Jogjakarta, pada waktu itu tidak lebih dari 758 jiwa. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pulau jawa pada tahun sama, hanya 2,04 % dari jumlah penduduk 94.441. Singkat cerita, warga keturunan tersebut, lima belas tahun berikutnya jumlah nya terus berkembang. Perkembangan jumlah jiwa warga keturunan tionghoa ini, jika di presentase mencapai 0,81% jiwa setiap tahun nya. Hal tersebut terjadi didorong akibat kebijakan politik sultan hamengkubono 1 dan daerah lain di pulau jawa, terkait hubungan harmonis antar kedua belah pihak.

Komonitas keturunan Tionghoa di Indonesia telah menjadi rahasia umum, mereka begitu banyak mengesuai sendi-sendi perekonomian, tidak sedikit warga tionghoa berprofesi sebagai pedagang dengan mobilitas tinggi. Kenyataan tersebut tidak hanya berlaku pada tahun sekarang, tetapi juga berlaku pada satu abad ke belakang. Lalu kemudian, kenapa muncul krisis dan konplik diantara warga pribumi bersama warga keturunan tionghoa di dataran pulau jawa? tidak lain bias di lihat dari keharmonisan warga keturunan tionghoa bersama sultan hamengkubono 1 tahun 1808 di dataran jogja dimanfaatkan warga tionghoa untuk menguasai sendi perekenomian dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam hal kebijakan ekonomi yang dianggap telah menyengsarakan warga pribumi dan warga kebanyakan. Seperti pungutan pajak tol diserahkan kepada mereka, industry tekstil dan mudah nya fasilitas pinjaman ke bank. Lebih di perparah lagi tidak ada hokum yang tidak jelas di mata mereka.

Citra dan kesan warga keturunan tionghoa terus memburuk, selain kedekatan dengan pemerintah yang tidak berpihak ke masyarakat kecil, selain komonitas keturunan kerap kali fasilitas lebih untuk menguasai sendi perekonomian.

Apa yang terjadi kemudian, warga pribumi negeri Indonesia hidup dengan penuh dendam. Nampak nya dendam semakin hari semakin menjadi-jadi, bahkan telah menjadi ancaman bagi komonitas warga keturunan khususnya tionghoa. Layaknya seperti bom yang bias membumi hanguskan tataran bangsa ini. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada warga Indonesia.

Dari semua itu, warga keturunan tionghoa telah menerima hukuman dendam warga Indonesia, puncaknya mungkin kita bias lihat dari insiden mei 1998, mereka di usir,fasilitas bisnis mereka di bakar, mereka di perkosa, mereka di bunuh. Tentu ini semua adalh penjajahan dalam pola baru, meski tionghoa sebenarnya telah menjadi pelampiasan dendam warga negeri ini.


Menjadi Tidak “Indonesia”

Bersambung.........

Feri Wahyudin

november 2008
Falsafah Gerak Tubuh ,
Dalam Karya Lascar Pelangi Andre Herata

“Menulis lah dengan darah, karena darah adalah semangat…”

Layaknya sebuah cerita inspiratif penulis “sanga pemimpi” karya andre herata. Sosok novelis asal Belitung telah menghentakkan masyarakat Indonesia. Andre herata menulis tretalogi buku nya dengan judul sang pemimpi dan lascar pelangi. Novelis agak nya bercerita tentang kehidupan sang penulis bersama teman-teman nya sejak masa kecil, catatan masa kecil ini begitu menarik dan menggugah disaat penulis berusaha menuliskan kembali dalam bentuk novel, kekuatan kata dan kalimat dan ide cerita membuat karya andre tidak dipandang sebelah mata. Bahkan banyak novelis sanggup mensejajarkan dengan karya monumental lain nya, seperti tretalogi Pramoedya Ananta Toeur dan Seno Gumilar Ajidarma.

Kelahiran penulis asal Belitung ini, membuat sejumlah sastrawan asal negeri ini beramai-ramai untuk memberikan komentar, dan tak tanggung-tanggung salah satu karya berjudul lascar pelangi didokumentasikan melalui film dengan pengantar lagu dari group music nigi. Jika kemudian karya andre di telisik atas nama teori sastra, aku tidak begitu paham masuk dalam kategori apa karya nya tersebut. Akibat nya dari pada kita meributkan kembali, kategorisasi sebuah karya, rupanya lebih bermanfaat jika kemudian karya tetralogi andre di bongkar dalam silogisme post colonial dan falsafah gerak tubuh.

Membongkar satu persatu karya andre dalam tetralogi nya, perlu kerja keras, pasal nya karya dibikinan andre tidak hanya bercerita sejarah sosok penulis bersama teman-teman pasa masa kecil. Tetapi ada kekuatan lain di balik cerita yang membuat masyarakat Indonesia termasuk kita, “terganggu”. Dalam istilah lain ada energy yang menggerakkan karya andre herata yang mampu menyulap pemirsa untuk mengajak sekaligus menata kembali apa yang selama ini telah dianggap mapan.

Menurut kami, andre mengajak untuk berani menata dan membingkar apa yang selama ini dianggap benar, baik kebiasaan menolong orang, menentukan mimpi hidup, proses gerak tubuh dan kemanusiaan serta pengetahuan dan pendidikan. Ide simbolisme dalam cerita karya andre inilah membuat ribuan bahkan ratusan ribu warga Indonesia yang sedang tidur lelap telah disulap hingga berani menyimpan karya-karya nya berama ratusan sastrawan di Indonesia dan luar negeri degan menyimpan buku nya di bilik perpustakaan pribadi.

Lantas ada apa dengan andre, sosok penulis satu ini awalnya tidak begitu dikenal dalam dunia sastra di Indonesia, sekitar tahun 2007 andre pekerjaan analis sebuah perusanaan badan usaha milik Negara (BUMN) akhir nya berani mempublikasikan karya nya dengan judul lascar pelangi. Buku lascar pelangi, setidaknya berisi cerita masa kecil penulis bersama Sembilan teman sekolah. Ketekunan dan keberhasilan proses pendidikan tidak terlepas dari kegigihan seorang ibu guru , yang rela menyerahkan diri terjerumus dalam dunia pendidikan di kota Belitung.

Hingga akhirnya kondisi bangunan dan keadaan saran pendidikan yang dianggap kurang memadai tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Proses penceritaan semakin menarik saat penulis kembali menggambarkan proses konplik kesembilan anak-anak kecil saat belajar, tak lepas dari konplik kejiwaan untuk mencintai dari si sang tokoh yakni andre.

Lascar pelangi boleh jadi adalah naskah sastra, bercerita dengan konsonan novel, cerita lascar mengajarkan banyak hal. Melalui kecanggihan tangan dan pikiran penulis, cerita lascar membuat pembaca terlibat aktif dalam kultur budaya belitong. Kota yang berada di dataran Sumatra bagian selatan negeri Indonesia ini, telah tergambar layak nya kota yang sedang mencari identitas. Melalui karya andre balitong layaknya kota mati yang sepi keramaian, keterbatasan dan kesedehanaan masyarakat setempat tak juga mengurungkan niat nya untuk membentuk kembali apa yang disebut kota mati.

Kalau dalam cerita nya sampar albert camus, kota mati karena telah diserang penyakit yang belum ada obat mujarab, hingga akhirnya warga telah disibukan mengobati serangan penyakit yang mematikan. Lain dengan cerita belitong, kota sepi yang penduduk nya telah disebukkan dengan serba sulit untuk bertahan hidup dan mencicipi indah nya pengetahuan. Boleh jadi warga balitong tidak sama sekali mempedulikan siapa dan mengapa negeri ini terus diterjang krisis, karena baginya Indonesia adalah sarang kenistaan dan penjajahan. Untuk mencicipi masis nya pendidikan warga harus menunggu jumlah murid yang genapberjumlah sepuluh orang.

Maka bagi kami kota belitong, layaknya kota mati mati dari kemerdekaan pendidikan, kemerdekaan kesehatan dan kemerdekaan krisis budaya juga identitas budaya warga setempat. Bagaimana tidak, untuk bias sekolah saja susah nya minta ampun, tentunya pendapatan yang biasa-biasa saja menjadi alas an warga setempat hanya bias menyekolahkan anak nya ke jenjang smp. Adalah ayah lintang, salah satu murid sd muhamadiyah di kampong belitong, harus bersusah payah menyekolahkan lintang. Ayah lintang sehari-hari berprofesi sebagai nalayan di kampong belitong, dari kesembilan anak nya hanya lintang yang bias mencicipi pendidikan. Ke delapan anak nya tidak pernah sekolah, mereka terpaksa harus melaut untuk mencukupi kehidupan sehari-hari.

Tergambar kota belitong, tidak hanya kota mati dari aktifitas politik dan kemanusiaan. Namun seluruh penduduk nya rupanya malu untuk menyebutkan kampong satu ini. Tergambar seluruh penduduk di kampong ini termsuk orang udik, tidak berpendidikan dan terbelakang. Kampong yang hanya di layani sarana pendidikan ala kadarnya membuat warga setempat tidak percaya jika kemudian mereka bias berkreasi lebih bagus. Warga di kampong ini telah dirudung masalah besar, selain harus menyelesaian masalah ekonomi yang belum berakhir juga mereka telah dihinggapi rasa penyesalan besar, kenapa mereka harus tumbuh di bumi bernama belatong. Secara tidak nyata, warga setempat telah terancam ketakutan yang besar, yakni dihinggapi kematian. Kematian yang setiap saat akan dating secara tiba-tiba, yakni dengan tidak bias makan. Akibat nya pendidikan didaerah ini tidak lah di utamakan,

Bersambung…………..

Feri Wahyudin


November 2008

Jumat, 07 November 2008

Domin Dalam Lukisan Pribadi

Domin Dalam Lukisan Pribadi

Di depan lukisan tangan di kamarnya sendiri, domino tak menemukan dirinya sendiri, setiap hari lukisan itu di lihat namun tak menemukan kenehan bahkan kejanggalan. Lukisan itu ingin membangunkan dan keluar dari kehidupan sehari-harinya, dimalam senja kerap kali membisikan domino untuk masuk agar menemukan cerita hidup berbeda. Ingin sekali domino berubah, dari hidup yang dianggap biasa-biasa saja. Domino selalu berdo a untuk perubahan, kata terdalam dalam bathin nya selalu menuntun jalan baru yang bisa membukakan arah jalan pulang kepada dirinya sendiri. Yang di rasakan domino jalan itu, rambu-rambu nya semakin hari tak kentara dan tak pernah memberikan petunjuk. Jadilah domino terdiam dan dianggap usaha berdoa nya dianggap sia-sia.

Dengan nada tidak berputus asa, usaha berdo a nya tak pernah padam, segudang masalah selalu menghiasi sisi kehidupan domin, hidup bagi dirinya terlihat segalanya memang begitu susah bagi domin, setiap hari selalu saja di rudung tumpukan masalah, bagaimana tidak dianggap sulit selain memikirkan bagaimana warga sekitar terserang penykit, domin juga sudah mulai kesulitan dalam mencari biaya makan. Bahkan dalam itungan jari domino harus meyelesaikan dengan sendirian. Bagi domino hidup adalah menyelesaiakan setumpuk masalah, saking sering nya dirinya menganggap bahwa hidup datar dan tak mempunyai masalah memang tidak mengasikkan. Sking biasanya, sesekali domino mencari maslah agar kemudian ia bisa kembali untuk berdo’a. setiap datang pagi, lantunan do’a untuk dirinya kerap kali di lantunkan. Namun masih saja di depan lukisan itu domino tak juga menemukan dirinya sendiri, meski usahanya kini sudah dianggap di atas rata-rata.

Lukisan hasil pembelian nya beberapa tahun lalu di emperan jalan kota besar di Indonesia negeri krisis ini, terus menerus mengajak domino untuk memasuki nya kawasan-kawasan asing di dalam goresan lukisan, garis merah bercampur warnah hitam membuat domino semakin tergiur untuk berusaha masuk, lukisan itu mengumbar sejumlah harapan bahkan kebahagiaan dalam menemukan dirinya sendiri. Sosok perempuan dalam lukisan di kamar domino membuat dirinya tertegun dan tertunduk dan berkata’ “aku ingin berjalan menapaki sisi menarik dalam hidup ku tebarkan rasa kemanusiaan sambil berkata kepada banyak warga jika kemudian kita masih punya harapan”. Hidup domino tidak mempunyai mimpi, domino hanya ingin keluar dari rasa jenuh yang selalu membosankan. Upaya yang telah dilakukan nya hingga kini belum juga terjelmakan, lukisan itu kini menjadi satu-satu nya barang pusaka yang sering mengajarkan mimpi.


Malam menjelang pagi di bulan februari domino telah asyik menikmati mimpi di dalam lukisan pribadinya, balut wajah perempuan sebagai ‘sosok’ telah membukakan harapan baru dalam perjalanan hidup domino. Setiap menjelang pagi, kini domino mempunyai kebiasaan baru, kerap kali merunut sejumlah mimpi-mimpi hidup di balik lukisan yang baru dimasuki nya. Saking asyik nya terkadang domino berjingkrak-jingkar mirip seorang bocah. Sepertinya domino baru saja mendapatkan rasa kebahagiaan mendalam. Sempat domino mempertanyakan akan lukisan ajaib di kamar nya, mengapa lukisan ajaib itu, bisa memberikan hal menarik terhadap dirinya sendiri. Namun kali ini domino tak ingin menjawab nya sekarang, karena khawatir kenikmatan dunia di balik lukisan hilang seketika.

Di dalam dunia lukisan pribadinya, domino merasakan aroma sejuk yang tak kan pernah di dapat hidup dibalik kamarnya, bunga senja terjejer dalam bingkaian kehangatan tak kan pernah di tukar kan domino dengan apa pun juga. Cahaya matahari memancarkan seluruh relung dan ruang lain, atas cahaya, jejak langkah meruntai juga menapaki arah jalan untuk kembali semakin terlihat jelas. Ada nada riang dan semangat luar biasa, saat domino berpangku sambil duduk termenung di lantai dasar beralaskan kehangatan. Kehangatan dengan goresan keindahan memberikan bukti jika kemudian hidup selalu ada harapan. Cahaya, tikar dan kehangatan membutakan jiwa kelabu domino, akhirnya bertapuk dalam dahan-dahan hijau pohon kehidupan, rasa kalut kebahagiaan seolah di raba seketika dan pergi dalam untaian kebersamaan.

Ia menoleh ke arah dari mana ia datang, bisakan ia kembali ke ruangan sebelumnya? Domino sekuat tenaga berlari kea rah dari mana ia datang, berlari dan terus berlari, ke arah lubang yang dilalui domino, nampak tujuan semakin menjauh, keinginan kuat untuk kembali telah mengalahkan rasa lelah dan lemas domino. Ternyata dirinya sudah berada di ruang yang jauh luar biasa, kini upaya nya semakin mendapat hasil. Domino pun menjatuhkan ke lubang yang dilalui nya, secara tiba-tiba angina kencang mengamini keinginan nya dan seketika terdengar kutukan pintu,

“Domino-domino kok jam segini belum juga bangun,….., bangun lah hari sudah siang, kau harus membantu ibu membereskan barang untuk di bawa ke pasar nanti…”

Seketika domino juga langsung menyahut, iya…., sambil meregangkan napas dalam dan mengingat perjalanan dalam dunia mimpi lukisan pribadinya, domino pun tak kuat menggambarkan kembali ruang aneh yang baru di rasakan,,,.,rasa pilu domino hidup dalam dunia mimpi lukisan hapus sudah dan susah kembali untuik keluar.

Domino kau masih tidur, kau tak akan membantu ibu mu bekerja dan mencari uang di pasar, ibu berharap kau relakan semuanya untuk seorang ibu nak… mendengar seruan ibu nya yang terus bertubi-tubi.


Domino kau tega membiarkan ibu mu bekerja sendirian….
Kau lah anak satu-satunya yang bisa mengerti semua ini domino…
Ibu mu, ingin kau juga belajar bagaimana seharusnya kita menjadi dirimu sendiri, namun kita saat ini terjepit kesusahan ekonomi domin…,

Domin seketika berteriak dan langsung ke luar kamar, sambil menyahut, ibu saya sudah bangun, apa yang bisa saya lakukan untuk mu ibu,..
Tidak ada, domin kau harus keluar dari mimpi mu dalam lukisan,..kita harus berjalan seperti biasanya, seperti kau inginkan domin semakin banyak persoalan dalam hidup, boleh jadi kita semakin dapat mengerti apa sebenarnya harus kita lakukan…
Ibu tahu domin, kita memang takan pernah tau apa yang akan terjadi didepan nanti, namun kita mempunyai kemampuan untuk meraba dan merasakan gejala masa depan itu…,

Percaya atau tidak domin ini semua adalah bagian dari takdir yang kita bikin semua, kau tentu akan menolak apa yang ada dalam pikiran ibu mu tentang takdir, tapi domin, kita semua punya kekuatan dalam menggambarkan nya..,

Ah ibu, lagi-lagi banyak ngomong,,
Mana pekerjaan ku pagi ini,,.bawa lah beras ketan hitam di gudang belakang, serahkan ke seluruh masyarakat di desa margaluyu, katanya mereka sudah dua hari tidak bisa makan. Memang ibu tau dari mana, kalau mereka kini sudah tidak bisa makan lagi,,. Kau jangan banyak tanya, sekarang kau harus pergi, tapi ibu, bukan kah mereka akan merasa terhina atas kehendak mu. Ibu juga tak tahu, tapi memang betul kok mereka sudah tidak bisa makan, benar, benar kok…,

Tak lama kemudian satu genggam literan beras merah, langsung di bawa domin, tak berfikir panjang domine lalu menyisir sisi jalan pelosok kampung margaluyu beberapa meter dari rumah tempat tinggal bersama ibunya, sesekali domin suka berharap, bisa kembali masuk ke ruang dan hidup di balik lukisan. namun domin tau diri jika itu tak lagi mungkin terjadi.

Kini setiap kali domin akan tidur, dirinya sering membayangkan suasana indah dalam dunia mimpi, membayangkan dan berhkayal goresan keindahan kerap kali menyelimuti dalam benak dan otak domin. Sejak kejdian itu, kini domin terlihat agak berbeda, ibu nya sering meratap keanehan, selain sering ngomong sendirian, domin juga suka melentangkan badan di hadapan lukisan perempuan tersebut. Pada suatu hari saat domin terbangun dalam tidurnya, matanya terlihat terbelalak, sambil berada di ranjang tidurnya, suara nya keluar meraung, domin lagi berharap mimpi hidup jadi kenyataan. Beberapa kali di lihat saat bangun tidur lukisan itu tak juga memancarkan cahaya perubahan, dan seolah olah ia tak ingin mengajak lagi domin untuk pergi bersamanya.

Tengah malam, saat hujan deras mengguyur kampong halaman domin, seketika lukisan itu bergerak, dibawah bayang-bayang cahaya lampu cempor kamar domin, sosok perempuan melambaikan tangan dan mengajak domin untuk pergi. Dari sinar cahaya dua belah mata, terlihat sayu, aroma sejuk tercium dari kulit nan putih, sesekali terdengar bisikan perihal ajakan untuk bermain ke kebun mimpi hidup perempuan. Sehelai demi sehelai kain kapan yang menempel di bahu dan badan bagian atas perempaun itu jatuh seketika, desak napas rindu dan cinta nya mulai terlihat. Namun domin tak bereaksi, ia hanya melihat. Lalu bertanya siapa kah perempuan malam yang dating dari lukisan kamar nya tersebut.

Pertanyaan domin tak terjawab, tak berpikir panjang domin lalu melangkah dan mendekati perempuan, lalu terjadinya hubungan intim keduanya, beberapa menit suara indah keluar dari mulut domin saat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bersama nya domin kini tau pengetahuan tentang pesta, alat pital, alat seks dan kondom. Di meja kamar nya, terlihat berjejeran kondom dan alat seks lain nya.

Tak disangka-sangka ibu nya, mengetahui kebiasaan mengoleksi barang antik, ibu nya bertutur, domin kau sudah besar, ibu tau kau punya mimpi dalam hidup, kau juga mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, kini kau hatus hati-hati, karena ibu sangat menyayangi mud an tak ingin kehilangan mu….

Domin kembali bangun dalam tidur nya, dan melihat cahaya senja masuk ke kamar, domin lalu loncat, karena baginya cahaya senja membuat dirinya berada dalam hidup dalam harapan, senja itu membuat nya semangat jika kemudian kita akan menemukan apa yang ada dalam mimpi ku. Senja membuat dan akan merubah hidup yang membosankan. Saat menapaki dari mana asal cahaya senja, seketika terlihat mayat bergentayangan dan mayat korban pembunuhan tidak satu, domin berfikir lalu menanyakan kenapa ini mudah terjadi dan kemana rasa bersalah manusia, kematian, ya kematian, kenapa terlalu mudah orang untuk mengahasbisi nyawa orang lain.

Malam itu tentu mebuat kaget bagi domin, satu minggu terakhir saat kelaur dari mimpi bersama lukisan perempuan pribadinya, seakan domine berada dalam dunia serba aneh. Kekerasan menjadi bayangan mimpi dan indah. Jika kemudian jadinya hidup, disini ingin sekali domine kembali berada dalam dunia mimpi lukisan tersebut. Namun hal itu di pikirnya tak mungkin terjadi…,

Domin Dalam Lukisan Pribadi

Domin Dalam Lukisan Pribadi

Di depan lukisan tangan di kamarnya sendiri, domino tak menemukan dirinya sendiri, setiap hari lukisan itu di lihat namun tak menemukan kenehan bahkan kejanggalan. Lukisan itu ingin membangunkan dan keluar dari kehidupan sehari-harinya, dimalam senja kerap kali membisikan domino untuk masuk agar menemukan cerita hidup berbeda. Ingin sekali domino berubah, dari hidup yang dianggap biasa-biasa saja. Domino selalu berdo a untuk perubahan, kata terdalam dalam bathin nya selalu menuntun jalan baru yang bisa membukakan arah jalan pulang kepada dirinya sendiri. Yang di rasakan domino jalan itu, rambu-rambu nya semakin hari tak kentara dan tak pernah memberikan petunjuk. Jadilah domino terdiam dan dianggap usaha berdoa nya dianggap sia-sia.

Dengan nada tidak berputus asa, usaha berdo a nya tak pernah padam, segudang masalah selalu menghiasi sisi kehidupan domin, hidup bagi dirinya terlihat segalanya memang begitu susah bagi domin, setiap hari selalu saja di rudung tumpukan masalah, bagaimana tidak dianggap sulit selain memikirkan bagaimana warga sekitar terserang penykit, domin juga sudah mulai kesulitan dalam mencari biaya makan. Bahkan dalam itungan jari domino harus meyelesaikan dengan sendirian. Bagi domino hidup adalah menyelesaiakan setumpuk masalah, saking sering nya dirinya menganggap bahwa hidup datar dan tak mempunyai masalah memang tidak mengasikkan. Sking biasanya, sesekali domino mencari maslah agar kemudian ia bisa kembali untuk berdo’a. setiap datang pagi, lantunan do’a untuk dirinya kerap kali di lantunkan. Namun masih saja di depan lukisan itu domino tak juga menemukan dirinya sendiri, meski usahanya kini sudah dianggap di atas rata-rata.

Lukisan hasil pembelian nya beberapa tahun lalu di emperan jalan kota besar di Indonesia negeri krisis ini, terus menerus mengajak domino untuk memasuki nya kawasan-kawasan asing di dalam goresan lukisan, garis merah bercampur warnah hitam membuat domino semakin tergiur untuk berusaha masuk, lukisan itu mengumbar sejumlah harapan bahkan kebahagiaan dalam menemukan dirinya sendiri. Sosok perempuan dalam lukisan di kamar domino membuat dirinya tertegun dan tertunduk dan berkata’ “aku ingin berjalan menapaki sisi menarik dalam hidup ku tebarkan rasa kemanusiaan sambil berkata kepada banyak warga jika kemudian kita masih punya harapan”. Hidup domino tidak mempunyai mimpi, domino hanya ingin keluar dari rasa jenuh yang selalu membosankan. Upaya yang telah dilakukan nya hingga kini belum juga terjelmakan, lukisan itu kini menjadi satu-satu nya barang pusaka yang sering mengajarkan mimpi.


Malam menjelang pagi di bulan februari domino telah asyik menikmati mimpi di dalam lukisan pribadinya, balut wajah perempuan sebagai ‘sosok’ telah membukakan harapan baru dalam perjalanan hidup domino. Setiap menjelang pagi, kini domino mempunyai kebiasaan baru, kerap kali merunut sejumlah mimpi-mimpi hidup di balik lukisan yang baru dimasuki nya. Saking asyik nya terkadang domino berjingkrak-jingkar mirip seorang bocah. Sepertinya domino baru saja mendapatkan rasa kebahagiaan mendalam. Sempat domino mempertanyakan akan lukisan ajaib di kamar nya, mengapa lukisan ajaib itu, bisa memberikan hal menarik terhadap dirinya sendiri. Namun kali ini domino tak ingin menjawab nya sekarang, karena khawatir kenikmatan dunia di balik lukisan hilang seketika.

Di dalam dunia lukisan pribadinya, domino merasakan aroma sejuk yang tak kan pernah di dapat hidup dibalik kamarnya, bunga senja terjejer dalam bingkaian kehangatan tak kan pernah di tukar kan domino dengan apa pun juga. Cahaya matahari memancarkan seluruh relung dan ruang lain, atas cahaya, jejak langkah meruntai juga menapaki arah jalan untuk kembali semakin terlihat jelas. Ada nada riang dan semangat luar biasa, saat domino berpangku sambil duduk termenung di lantai dasar beralaskan kehangatan. Kehangatan dengan goresan keindahan memberikan bukti jika kemudian hidup selalu ada harapan. Cahaya, tikar dan kehangatan membutakan jiwa kelabu domino, akhirnya bertapuk dalam dahan-dahan hijau pohon kehidupan, rasa kalut kebahagiaan seolah di raba seketika dan pergi dalam untaian kebersamaan.

Ia menoleh ke arah dari mana ia datang, bisakan ia kembali ke ruangan sebelumnya? Domino sekuat tenaga berlari kea rah dari mana ia datang, berlari dan terus berlari, ke arah lubang yang dilalui domino, nampak tujuan semakin menjauh, keinginan kuat untuk kembali telah mengalahkan rasa lelah dan lemas domino. Ternyata dirinya sudah berada di ruang yang jauh luar biasa, kini upaya nya semakin mendapat hasil. Domino pun menjatuhkan ke lubang yang dilalui nya, secara tiba-tiba angina kencang mengamini keinginan nya dan seketika terdengar kutukan pintu,

Domino-domino kok jam segini belum juga bangun,….., bangun lah hari sudah siang, kau harus membantu ibu membereskan barang untuk di bawa ke pasar nanti…”

Seketika domino juga langsung menyahut, iya…., sambil meregangkan napas dalam dan mengingat perjalanan dalam dunia mimpi lukisan pribadinya, domino pun tak kuat menggambarkan kembali ruang aneh yang baru di rasakan,,,.,rasa pilu domino hidup dalam dunia mimpi lukisan hapus sudah dan susah kembali untuik keluar.

Domino kau masih tidur, kau tak akan membantu ibu mu bekerja dan mencari uang di pasar, ibu berharap kau relakan semuanya untuk seorang ibu nak… mendengar seruan ibu nya yang terus bertubi-tubi.

Domino kau tega membiarkan ibu mu bekerja sendirian….

Kau lah anak satu-satunya yang bisa mengerti semua ini domino…

Ibu mu, ingin kau juga belajar bagaimana seharusnya kita menjadi dirimu sendiri, namun kita saat ini terjepit kesusahan ekonomi domin…,

Domin seketika berteriak dan langsung ke luar kamar, sambil menyahut, ibu saya sudah bangun, apa yang bisa saya lakukan untuk mu ibu,..

Tidak ada, domin kau harus keluar dari mimpi mu dalam lukisan,..kita harus berjalan seperti biasanya, seperti kau inginkan domin semakin banyak persoalan dalam hidup, boleh jadi kita semakin dapat mengerti apa sebenarnya harus kita lakukan…

Ibu tahu domin, kita memang takan pernah tau apa yang akan terjadi didepan nanti, namun kita mempunyai kemampuan untuk meraba dan merasakan gejala masa depan itu…,

Percaya atau tidak domin ini semua adalah bagian dari takdir yang kita bikin semua, kau tentu akan menolak apa yang ada dalam pikiran ibu mu tentang takdir, tapi domin, kita semua punya kekuatan dalam menggambarkan nya..,

Ah ibu, lagi-lagi banyak ngomong,,

Mana pekerjaan ku pagi ini,,.bawa lah beras ketan hitam di gudang belakang, serahkan ke seluruh masyarakat di desa margaluyu, katanya mereka sudah dua hari tidak bisa makan. Memang ibu tau dari mana, kalau mereka kini sudah tidak bisa makan lagi,,. Kau jangan banyak tanya, sekarang kau harus pergi, tapi ibu, bukan kah mereka akan merasa terhina atas kehendak mu. Ibu juga tak tahu, tapi memang betul kok mereka sudah tidak bisa makan, benar, benar kok…,

Tak lama kemudian satu genggam literan beras merah, langsung di bawa domin, tak berfikir panjang domine lalu menyisir sisi jalan pelosok kampung margaluyu beberapa meter dari rumah tempat tinggal bersama ibunya, sesekali domin suka berharap, bisa kembali masuk ke ruang dan hidup di balik lukisan. namun domin tau diri jika itu tak lagi mungkin terjadi.

Kini setiap kali domin akan tidur, dirinya sering membayangkan suasana indah dalam dunia mimpi, membayangkan dan berhkayal goresan keindahan kerap kali menyelimuti dalam benak dan otak domin. Sejak kejdian itu, kini domin terlihat agak berbeda, ibu nya sering meratap keanehan, selain sering ngomong sendirian, domin juga suka melentangkan badan di hadapan lukisan perempuan tersebut. Pada suatu hari saat domin terbangun dalam tidurnya, matanya terlihat terbelalak, sambil berada di ranjang tidurnya, suara nya keluar meraung, domin lagi berharap mimpi hidup jadi kenyataan. Beberapa kali di lihat saat bangun tidur lukisan itu tak juga memancarkan cahaya perubahan, dan seolah olah ia tak ingin mengajak lagi domin untuk pergi bersamanya.

Tengah malam, saat hujan deras mengguyur kampong halaman domin, seketika lukisan itu bergerak, dibawah bayang-bayang cahaya lampu cempor kamar domin, sosok perempuan melambaikan tangan dan mengajak domin untuk pergi. Dari sinar cahaya dua belah mata, terlihat sayu, aroma sejuk tercium dari kulit nan putih, sesekali terdengar bisikan perihal ajakan untuk bermain ke kebun mimpi hidup perempuan. Sehelai demi sehelai kain kapan yang menempel di bahu dan badan bagian atas perempaun itu jatuh seketika, desak napas rindu dan cinta nya mulai terlihat. Namun domin tak bereaksi, ia hanya melihat. Lalu bertanya siapa kah perempuan malam yang dating dari lukisan kamar nya tersebut.

Pertanyaan domin tak terjawab, tak berpikir panjang domin lalu melangkah dan mendekati perempuan, lalu terjadinya hubungan intim keduanya, beberapa menit suara indah keluar dari mulut domin saat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bersama nya domin kini tau pengetahuan tentang pesta, alat pital, alat seks dan kondom. Di meja kamar nya, terlihat berjejeran kondom dan alat seks lain nya.

Tak disangka-sangka ibu nya, mengetahui kebiasaan mengoleksi barang antik, ibu nya bertutur, domin kau sudah besar, ibu tau kau punya mimpi dalam hidup, kau juga mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, kini kau hatus hati-hati, karena ibu sangat menyayangi mud an tak ingin kehilangan mu….

Domin kembali bangun dalam tidur nya, dan melihat cahaya senja masuk ke kamar, domin lalu loncat, karena baginya cahaya senja membuat dirinya berada dalam hidup dalam harapan, senja itu membuat nya semangat jika kemudian kita akan menemukan apa yang ada dalam mimpi ku. Senja membuat dan akan merubah hidup yang membosankan. Saat menapaki dari mana asal cahaya senja, seketika terlihat mayat bergentayangan dan mayat korban pembunuhan tidak satu, domin berfikir lalu menanyakan kenapa ini mudah terjadi dan kemana rasa bersalah manusia, kematian, ya kematian, kenapa terlalu mudah orang untuk mengahasbisi nyawa orang lain.

Malam itu tentu mebuat kaget bagi domin, satu minggu terakhir saat kelaur dari mimpi bersama lukisan perempuan pribadinya, seakan domine berada dalam dunia serba aneh. Kekerasan menjadi bayangan mimpi dan indah. Jika kemudian jadinya hidup, disini ingin sekali domine kembali berada dalam dunia mimpi lukisan tersebut. Namun hal itu di pikirnya tak mungkin terjadi…,


Feri Wahyudin


november 2008

Kamis, 16 Oktober 2008

Harus......

Tak Seharus nya..............

Harus nya bagaimana ........
Dimana.........
Kapan.......

Jika memang..............
Mestinya tidak demikian
Ambil lah semuanya
Jika ada

hi hi hi hi

Terima Kasih

Selasa, 01 Juli 2008

DAWAI IRAMA

dawai ku...., ....

Sudah hampir satu bulan kami menunggu hari, malam hari kami berniat menghibur bersama tarian dawai ratu ronggeng. ratu asal kampung tempat kami mengabdi dan tumbuh layak nya manusia lain. jentikan jari dan tatapan mata ronggeng teringat ku pada mimpi sebuah harapan untuk lebih baik. memang ronggeng adalah ronggeng dan telah menjadi dirinya sendiri, malam itu kami terlibat obsesi ratapan tajam mata nya.

Tarian ronggeng nampak nya telah menyadarkan kami akan bapak kepala sekolah ku. tinggal di kampung nun jauh di sana sambil di selingi pohon rindang jalan menuju halaman rumah nya. bagi sosok kepala sekolah ronggeng adalah bagian dari cara kita dalam mengamini hidup, jalan setapak menuju kampung halaman telah memberikan ilmu pengetahuan baru dalam keberanaran.

Puluhan kilometer dari pusat kota dengan batu terjal dan gegunungan, boleh jadi jika pada saat nya nanti tarian tarian dalam hidup perlu ke cerdikan tersediri. pengetahuan jalanan membawaku ke alam serba nyata. memang nyata tidak semestinya benar, namun punya nilai kebenaran tersendiri.

Bagaimana kita, hari ini ku lalui memang tak seperti biasanya, dingin nya malam membangkitkan kami untuk merunut kembali dubaian kalimat dalam buku dan majalah ku. dituntut untuk berani membuka ruang kebebasan dan ruang kreatifitas. imajinasi seseorang telah menjadi modal utama dalam mengembangkan kebebasan nya untuk menentukan mana yang dianggap benar dan tidak benar.

Meski seolah-olah katanya kita telah terbiasa hidup di bawah payung kebenaran orang lain dan katanya, lalu kemudian jika kita tidak memiliki standarisasi kebenaran dalam menentukan langkah, apa lagi yang bisa di pertahan kan. kita semua mengakui susah rasanya untuk masuk ke ruang nyata tanpa ada interpensi apa pun.

Bisakan kah kita berusaha keluar dari jaring wajah orang lain, dan menjadi titik tersendiri tanpa orang lain, hal ini yang dikehendaki dari sejumlah pemikir sekaliber plato dan socrates dalam beberapa sumber nya..

1 juli 2008

feri wahyudin

Anak Bangsa

Rabu, 25 Juni 2008

CENGIKNGIK

cengak cengik


cengak cengik suara tangis
seruduk amuk binasa diri
sendu gurau wajah kalut
galau an bersama dendangan

teriak, tak terima
tak ada kata keluar
waduh aku binasa

ya sudah lah
jalan nya di buai mimpi


Jumat, 20 Juni 2008

MENARI BERSAMA PEREMPUAN

Perjumpaan bersama nya di kota ini,….

Apalah arti perpisahan jika menjadi sebuah keharusan, berharapan untuk kembali menuai sebuah cerita hidup, rangkaian perjalanan tuk bersama nya dalam menari tidak untuk menolak …,

Perpisahan juga perjuampaan bagi domine layaknya menjadi sebuah keharusan, berjumpa bersama perempuan yang masih bisa menikmati dalam bingkai cerita untuk bermmpi besama nya.
sambil mengndarai sepeda motor keduanya hendak pergi menjelajah kawasan bandung selatan, waktu terus berlanjut, satu jam kemudian domine masih bisa merasakan hangat seduhan teh tubruk tradisional ala kota bandung. aku duduk berdua bersama perempuan ku yang biasa ku panggil icha. sosok perempuan yang pandai berbahasa asing , juga mempunyai hobi hampir mirif dengan ku,
bercengkrama bertutur dan bercerita sambil di temani teh tubruk tradisional di warung gadai bandung selatan, malam itu terasa amat sangat berbeda.
Ah kok pahit rasa nya teh nya….., Masa sih, aku mengelak,
Biasanya teh buatan warung ini enak rasanya dan bau segar…., Mungkin kamu lupa tak diberi gula ,… icha pun menggerakkan badan dengan merubah posisi duduk ..,

icha meminta dan bertanya Gula mana...,
Ku seobekan gula yang masih terbungkus kertas putih dalam bahasa china,

Nah ini dia, gula bisa membuat beda rasa dari teh aslinya.,,
icha langsung menolak, Masa sih, gula nya sedikit bisa hilang rasa pahit , kata nya .

sambil meratap kelembutan sosok wajah icha , tak henti-henti membayangkan. irama menari dalam perjumpaan

Tak terasa berdampingan di kedai dengan menikmati cuaca dingin malam, memberikan arti jelas tentang penjumpaan.

para Pemilik warung gedai sering melihat kami berdua, layak nya sebagai seorang pedagang, membeli dua gelas teh tubruk hingga berjam-jam kembali kami berdua memesan kembali teh tubruk tradisional.

Ratapan icha pada malam itu, terlihat semakin tajam, terdengar suara desah kehangatan, dalam nada perjumpaan hakiki, teh tubruk di minum hingga akhirnya memberikan warna dan kepastian jika sebuah perjumpaan dalam tarian tubuh nya tentu akan berakhir seketika.

Icha pun menarik napas dalam, kehadiran sosok domine di sisi nya kerap kali terlalu berat untuk dinikamati,..., Satu jam sudah domine bersasamanya, perpisahan yang dikehendaki nya tak juga datang. untuk memutuskan nya keduanya langsung meninggalkan lokasi,

dalam perjalanan nya telepon gengam icha terus berbunyi, ada nada panggilan segera untuk menghubungi kembali, namun icha akhirnya tak juga menanggapi,,

seduhan teh untuk kedua kali nya, dengan gambar dan logo berbeda. gambar nya kolonialisme. catatan dan syarat kesetiaan,...,

Tidak perlu , kita menunggu teh untuk diseduh, kata domine
Sekarang kamu sudah terbiasa, rambut urai perempuan dibereskan segera

logo partai kolonialisme telah merampas hati nurani kami berdua, harta karun kenikmatan telah di bawa dalam medan perpisahan bersama sang penjajah.,,

tak lama kemudian Telepon icha kembali berbunyi, suara laki-laki terus meminta untuk di jawab. tak lama kemudian icha menangis tersedu-sedu. akibat telepon tidak berbalik icha berteriak dan meminta pulang.

Rasa was-nampak terlihat dari raut wajah icha, kami berdua kembali pulang dan domine pun mengantarkan nya.

Setiap malam di lalui nya, dengan tidak berharap, kebiasaan dalam rayuan dan buaian dilalui bersama harapan mimpi bersama sebuah lukisan perempuan pribadinya.
feri wahyudin
anak bangsa

Rabu, 18 Juni 2008

DOMIN DALAM LUKISAN PRIBADI

Domin Dalam Lukisan Pribadi

Di depan lukisan tangan. Domino sosok laki-laki kurus terus menatap tajam, setiap hari lukisan pribadi dalam kamar nya terus di lihat namun tak juga bersama, setiap pagi datang Lukisan pribadi nya membangunkan nya tuk keluar dalam rutinitas keseharian, dalam sekap malam Domino selalu membisikan tuk masuk dalam bingkai cerita hidup berbeda. Ingin sekali Domino berubah, hidup yang dianggap biasa-biasa menjadi luar biasa. berbagai cara dilakukan termasuk cara nya dengan berdo'a, kata dalam bathin ingin menuntun jalan baru yang bisa membukakan arah jalan pulang. kerap kali rambu-rambu jalan semakin tak kentara dan tak pernah memberikan petunjuk.
Jadilah Domino terdiam dan dianggap kini usaha tuk berdoa dianggap sia-sia......,
"tak tau lah apa lagi yang harus ku perbuat dan ku katakan pada semua orang",....,
Dalam nada berputus asa, semangat tuk berdo a tak juga padam, meski segudang masalah selalu mewarnai kehidupan Domino, hidup bagi nya suka terlihat begitu susah, hari yang dilalui selalu di rudung setumpuk masalah. Bagaimana tidak dianggap sulit dan susah, menelusuri penyakit ganas warga di pemukiman tempat tinggal yang belum ada obat nya membuat Domine tak berkata-kata .
Belum juga harga-harga terus melonjak tinggi dan susah mencari makan, Dalam itungan hari Domino harus segera menjawab nya dengan sedirian, bagi Domino hidup layaknya menyelesaiakan setumpuk masalah, bagi diri Domine bahwa hidup datar dan biasa-biasa saja disebut tidak mengasikkan. akibat nya Domino sering saja mencari masalah, agar kemudian ia bisa kembali untuk berdo’a. sudah sekian lama Domino berdiri di depan lukisan pribadi namun tak juga menemukan dirinya sendiri, usaha untuk bertemu bersama dirinya kini dianggap sia-sia belaka.

Lukisan pribadi di kamar nya sudah tersimpan hingga belasan tahun, saat itu Domino membeli di emperan jalan kota besar di Indonesia, setiap malam dan menjelang pagi lukisan tersebut selalu mempersilahkan untuk masuk dan menikmati kawasan-kawasan asing di dalam goresan lukisan pribadinya. Garis merah bercampur hitam, tergiur Domine berusaha masuk, terlihat lukisan nya telah mengumbar harapan dan kebahagiaan lain. Ditambah Sosok perempuan dalam lukisan selalu saja berkata’ “aku ingin berjalan menapaki sisi menarik dalam hidup, tebarkan rasa kemanusiaan, jika kemudian kita masih punya harapan”. Hidup domino tidak mempunyai mimpi,
Sebernarnya Domino hanya ingin keluar dari rasa jenuh dan membosankan. lukisan prbadi nya telah menjadi satu-satu nya barang pusaka dalam mengajarkan mimpi.

Malam menjelang pagi pada bulan Februari, domino tengah asyik menikmati mimpi dalam lukisan pribadinya, balut wajah perempuan sebagai ‘sosok’ membukakan harapan baru perjalanan hidup domino. Setiap menjelang pagi, Domino kini mempunyai kebiasaan baru, merunut mimpi-mimpi hidup sambil berada di balik lukisan pribadinya yang baru saja dimasuki. karena tidak terbiasa Domino sering berjingkrak-jingkar layak nya seorang seorang bocah.
Sepertinya Domino baru saja mendapatkan kebahagiaan terdalam melalui lukisan pribadinya, sambil menatap tajam lukisan prbadi nya diajak bicara, keluar dalam mulut nya, mengapa lukisan ajaib, telah bisa memberikan hal menarik terhadap dirinya sendiri. Kali ini domino tak ingin menjawab nya sekarang, karena khawatir rasa suka dan nikmat berada di balik dunia lukisan hilang seketika.

Domino merasakan aroma sejuk, bunga senja terjejer bingkaian kehangatan tak pernah di tukar dengan apa pun. Cahaya matahari menerangi relung dan ruang lain, memetakan tentang siapa dirinya sendiri. melalui cahaya jejak langkah meruntai sambil menapaki ruah jalan tuk kembali Domino melihat jelas. Ada nada riang dan semangat luar biasa, Domino pun berpangku dengan duduk termenung di lantai dasar beralaskan kehangatan. Kehangatan goresan indah memberi bukti bahwa hidup selalu ada harapan. Cahaya, tikar dan kehangatan membutakan jiwa kelabu Domino, bertapuk dalam dahan-dahan hijau pohon kehidupan, rasa kalut kebahagiaan seolah di raba dan pergi dalam untaian kebersamaan.

Ia menoleh ke arah dari mana seharusnya Domino datang, bisakan ia kembali ke ruangan sebelumnya? Domino berlari ke a rah berlawanan, berlari dan terus berlari, terlihat tujuan semakin dirasa terus menjauh, keinginan kembali mendapatkan mengalahkan rasa lelah dan lemas diri Domino. semangat nya sudah menuai hasil.

terdengar lah teriakan “Domino-domino kok jam segini masih belum bangun juga,….., bangun lah hari sudah siang, kau harus membantu ibu mu tuk membereskan barang ke pasar nanti…”

Seketika Domino langsung menyahut nya, …., sambil meregangkan napas dan mengingat perjalanan masuk dalam dunia mimpi lukisan pribadinya, akhirnya Domino tak kuat lagi untuk kembali masuk tata ruang aneh ,,,.,rasa pilu Domino hidup dalam dunia mimpi lukisan hapus sudah dan susah kembali untuk kembali.

ibu nya terus menyahut, Domino kau masih tidur, kau tak akan membantu ibu mu bekerja dan mencari uang di pasar, ibu berharap kau relakan semuanya nak… mendengar seruan ibu domino bergegas keluar

Domino-domino kau anak durhaka, tega membiarkan ibu mu bekerja sendirian….
Kau lah anak satu-satunya yang terbiasa semua ini …
Ibu mu, ingin kau juga belajar bagaimana seharusnya kita menjadi dirimu sendiri, namun kita saat ini terjepit kesusahan ekonomi domin…,

Domin berteriak dan berlari ke luar kamar, sambil menyahut, ibu ku saya sudah bangun, apa yang bisa saya lakukan untuk mu ibu,.. Tidak ada, domin kau harus keluar dalam mimpi mu lukisan pribadimu,..kita harus menapaki

Percaya atau tidak domin ini semua adalah bagian dari takdir yang kita bikin semua, kau tentu akan menolak apa yang ada dalam pikiran ibu mu tentang takdir, tapi domin, kita semua punya kekuatan dalam menggambarkan nya..,

Ah ibu, lagi-lagi banyak ngomong,,
Mana pekerjaan ku pagi ini,,.bawa lah beras ketan hitam di gudang belakang, serahkan ke seluruh masyarakat di desa margaluyu, katanya mereka sudah dua hari tidak bisa makan. Memang ibu tau dari mana, kalau mereka kini sudah tidak bisa makan lagi,,. Kau jangan banyak tanya, sekarang kau harus pergi, tapi ibu, bukan kah mereka akan merasa terhina atas kehendak mu. Ibu juga tak tahu, tapi memang betul kok mereka sudah tidak bisa makan, benar, benar kok…,

Tak lama kemudian satu genggam literan beras merah, langsung di bawa domin, tak berfikir panjang domine lalu menyisir sisi jalan pelosok kampung margaluyu beberapa meter dari rumah tempat tinggal bersama ibunya, sesekali domin suka berharap, bisa kembali masuk ke ruang dan hidup di balik lukisan. namun domin tau diri jika itu tak lagi mungkin terjadi.

Kini setiap kali domin akan tidur, dirinya sering membayangkan suasana indah dalam dunia mimpi, membayangkan dan berhkayal goresan keindahan kerap kali menyelimuti dalam benak dan otak domin. Sejak kejdian itu, kini domin terlihat agak berbeda, ibu nya sering meratap keanehan, selain sering ngomong sendirian, domin juga suka melentangkan badan di hadapan lukisan perempuan tersebut. Pada suatu hari saat domin terbangun dalam tidurnya, matanya terlihat terbelalak, sambil berada di ranjang tidurnya, suara nya keluar meraung, domin lagi berharap mimpi hidup jadi kenyataan. Beberapa kali di lihat saat bangun tidur lukisan itu tak juga memancarkan cahaya perubahan, dan seolah olah ia tak ingin mengajak lagi domin untuk pergi bersamanya.

Tengah malam, saat hujan deras mengguyur kampong halaman domin, seketika lukisan itu bergerak, dibawah bayang-bayang cahaya lampu cempor kamar domin, sosok perempuan melambaikan tangan dan mengajak domin untuk pergi. Dari sinar cahaya dua belah mata, terlihat sayu, aroma sejuk tercium dari kulit nan putih, sesekali terdengar bisikan perihal ajakan untuk bermain ke kebun mimpi hidup perempuan. Sehelai demi sehelai kain kapan yang menempel di bahu dan badan bagian atas perempaun itu jatuh seketika, desak napas rindu dan cinta nya mulai terlihat. Namun domin tak bereaksi, ia hanya melihat. Lalu bertanya siapa kah perempuan malam yang dating dari lukisan kamar nya tersebut.

Pertanyaan domin tak terjawab, tak berpikir panjang domin lalu melangkah dan mendekati perempuan, lalu terjadinya hubungan intim keduanya, beberapa menit suara indah keluar dari mulut domin saat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bersama nya domin kini tau pengetahuan tentang pesta, alat pital, alat seks dan kondom. Di meja kamar nya, terlihat berjejeran kondom dan alat seks lain nya.

Tak disangka-sangka ibu nya, mengetahui kebiasaan mengoleksi barang antik, ibu nya bertutur, domin kau sudah besar, ibu tau kau punya mimpi dalam hidup, kau juga mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, kini kau hatus hati-hati, karena ibu sangat menyayangi mud an tak ingin kehilangan mu….

Domin kembali bangun dalam tidur nya, dan melihat cahaya senja masuk ke kamar, domin lalu loncat, karena baginya cahaya senja membuat dirinya berada dalam hidup dalam harapan, senja itu membuat nya semangat jika kemudian kita akan menemukan apa yang ada dalam mimpi ku. Senja membuat dan akan merubah hidup yang membosankan. Saat menapaki dari mana asal cahaya senja, seketika terlihat mayat bergentayangan dan mayat korban pembunuhan tidak satu, domin berfikir lalu menanyakan kenapa ini mudah terjadi dan kemana rasa bersalah manusia, kematian, ya kematian, kenapa terlalu mudah orang untuk mengahasbisi nyawa orang lain.

Malam itu tentu mebuat kaget bagi domin, satu minggu terakhir saat kelaur dari mimpi bersama lukisan perempuan pribadinya, seakan domine berada dalam dunia serba aneh. Kekerasan menjadi bayangan mimpi dan indah. Jika kemudian jadinya hidup, disini ingin sekali domine kembali berada dalam dunia mimpi lukisan tersebut. Namun hal itu di pikirnya tak mungkin terjadi…,

Minggu, 15 Juni 2008

keagungan Nama



keagungan kata

pagi itu aku tersandung kata, kata membangunkan ku dalam tidur lelap
pagi di beranda rumahku aku melihat mu menyapu sampah berserakah
pagi ini aku beranjak pergi yang kutinggalkan amuk kuasa kata
pagi menjelang sore, kusimpan kata

akan ku ajak kembali kata untuk menari bersama jiwaku
akan ku muntahkan keluh kesah ku dalam deretan kata
akan ku hiasi dinding lukisan pribadi ku
akan ku ajari diri dengan badai kehangatan cintamu

dengar kan ada nadir diri, ada kehendak, ada cerita
dengar kan akan ku tebarkan pesona untuk menapaki jejak mu
dengar kan, kebisuan mu hamba dalam derita mu
dengar kan, titik nasib diri mu di tentukan kuasa mu

ingat dendam hatimu terbuka lebar dalam wajah mu
ingat lembab luka mu terus besar
ingat ini adalah proses mu dan ku..,


feri wahyudin

anak bangsa

Senin, 09 Juni 2008

AJARI KAMI KEINDAHAN



AJARI KAMI....,

lelah..., bangun,,,. pergi...,
berdiri,,,. berteriak,,,. bercengkrama...,
hujat,,,. tuduh..., prasangka,,,.


hidangan pagi lelap di guyur hujan...,
dendangan kata, tertegur kuasa kalimat,,.
amuk kata muntah kah tebar...,


wajah mu tebarkan rindu,..,
lidah mu ungkap kan kebencian..,
dada mu terbungkus sanksi,,.
hati mu terkikis kalut zaman..,


lembaga ku terkatuk kuasa
ku tertawa di depan kebengisan
ku melangkah amorfati diri
aku jati diri ternoda


aku adalah aku, yang bisa menari saat kau ajarkan
aku adalah diri, memuncak gunung, mendaki dalam kesadaran ku
aku adalah esensi ku, jalan panjang membutakan mata hati mu
aku adalah realitas tafsir, kebencian mu menyadarkan ku


aku akan tetap menari dalam tarian baletan mu
meski terkadang kau sadar, tidak dengan tuhan mu kawan...,


feri wahyudin


anak bangsa