<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729</id><updated>2011-08-10T07:57:50.943-07:00</updated><title type='text'>KOMUNITAS HARIAN</title><subtitle type='html'>KOMUNITAS HARIAN SALAH SATU KELOMPOK MANUSIA PENCARI UNTUK SELALU MENEMUKAN SESUATU DAN KEMUDIAN MELEGENDAKAN DDI KEMUDIAN HARI. SALAH SATU NYA MUNGKIN DENGAN CARA MENCATAT IDE DAN GAGASAN, AGAR DIKEMUDIAN HARI BISA SELALU BERMANFAAT.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-3909482079072073032</id><published>2011-04-28T18:56:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T19:01:58.776-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA DENGAN KEBUDAYAAN</title><content type='html'>KEBUDAYAAN... MENGAPA DENGAN KEBUDAYAAN... APA YANG MENARIK DI DALAM NYA... &lt;br /&gt;KITAN NYA DENGAN BERKEBANGSAAN... DAN KEMAMPUAN BAGAIMANA YANG DICERITAKAN... LEBIH JELAS, IKUTI PENELUSURAN DI LEMBARAN LEMBARAN BLOG SPOT INI HINGGA SATU BULAN KE DEPAN.. MULAI DARI DASAR KEBUDAYAAN, KAITAN NYA DENGAN MASYARAKAT UMUM, BERIKUT JUGA IMPLEMENTASI DAN CARA PANDANG TERKAIT BERKEBUDAYAAN YANG SUDAH MULAI RETAK....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-3909482079072073032?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/3909482079072073032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=3909482079072073032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3909482079072073032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3909482079072073032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2011/04/mengapa-dengan-kebudayaan.html' title='MENGAPA DENGAN KEBUDAYAAN'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-1720256995015785696</id><published>2010-11-12T04:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T04:24:56.943-08:00</updated><title type='text'>Kolonial Baru “Indonesia”</title><content type='html'>Kolonial Baru “Indonesia” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Colonial berarti zaman gelap, Kata ini biasanya digunakan saat menggambarkan insiden pengekangan. Sebuah realitas, disaat warga bangsa melakukan penekanan dan perlawanan. saat nya kini colonial telah menjadi ideology, di saat seluruh warga indonesia menuntut keadilan penuh terhadap pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan colonial di Indonesia kini masih amat terasa, penampilan baru telah masuk ke ruang baru dan tanpa batas. Dia bangkit dalam bingkai kehangatan simbolisme krisis kepercayaan dan krisis kemanusiaan. Sasarat dendam nya adalah Kelompok social minorita. Apa buktinya? Kita telusuri sekarang….? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari kesadaran kelompok minoritas menjadi terbatasi ruang dan gerak, di curigai dan di singkirkan. Di jarah hak-hak kemanusian dan kebebasan. Kenyataan ini bias terlihat dalam kelompok minoritas Tiongkhoa, kelompok social miskin, petani dan buruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangkeng ini, kolonial bergerak melalui penjajahan baru yang dilakukan warga pribumi, mereka tidak dipersenjatai atau dibekali amunisi, tetapi dengan menjarah dan meperkosa hak-hak warga lain di Indonesia. Gerakan ini tentu terlihat berhasil karena mendapat dukungan dari para praktisi politik local yang bernuansa kepentingan kental.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan nya, kita ambil contoh apa yang kita saksikan insiden mei 1998 di Jakarta dan Jogjakarta atau sebagian kota besar di Indonesia, siapa yang menjadi korban gerakan colonial pada tahun kemarin, tidak lain adalah komonitas Tionghoa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah berdirinya Negara Indonesia, komonitas dan warga tionghoa di Indonesia kerap kali menjadi korban. Percaya atau tidak, ada bukti mereka di singkirkan dengan cara dijarah,diperkosa,di bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus keberadaan tionghoa di Indonesia, memang terlihat pasang surut, warga yang mulai berkembang tahun 1808 di kota Jogjakarta, pada waktu itu tidak lebih dari 758 jiwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pulau jawa pada tahun sama, hanya 2,04 % dari jumlah penduduk 94.441. Singkat cerita, warga keturunan tersebut, lima belas tahun berikutnya jumlah nya terus berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan jumlah jiwa warga keturunan tionghoa ini, jika di presentase mencapai 0,81% jiwa setiap tahun nya. Hal tersebut terjadi didorong akibat kebijakan politik sultan hamengkubono 1 dan daerah lain di pulau jawa, terkait hubungan harmonis antar kedua belah pihak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komonitas keturunan Tionghoa di Indonesia telah menjadi rahasia umum, mereka begitu banyak mengesuai sendi-sendi perekonomian, tidak sedikit warga tionghoa berprofesi sebagai pedagang dengan mobilitas tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan tersebut tidak hanya berlaku pada tahun sekarang, tetapi juga berlaku pada satu abad ke belakang. Lalu kemudian, kenapa muncul krisis dan konplik diantara warga pribumi bersama warga keturunan tionghoa di dataran pulau jawa?  tidak lain bisa di lihat dari keharmonisan warga keturunan tionghoa bersama sultan hamengkubono 1 tahun 1808 di dataran jogja dimanfaatkan warga tionghoa untuk menguasai sendi perekenomian dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam hal kebijakan ekonomi yang dianggap telah menyengsarakan warga pribumi dan warga kebanyakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pungutan pajak tol diserahkan kepada mereka, industry tekstil dan mudah nya fasilitas pinjaman ke bank. Lebih di perparah lagi tidak ada hokum yang tidak jelas di mata mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra dan kesan warga keturunan tionghoa terus memburuk, selain kedekatan dengan pemerintah yang tidak berpihak ke masyarakat kecil, selain komonitas keturunan kerap kali fasilitas lebih untuk menguasai sendi perekonomian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian, warga pribumi negeri Indonesia hidup dengan penuh dendam. Nampak nya dendam semakin hari semakin menjadi-jadi, bahkan telah menjadi ancaman bagi komonitas warga keturunan khususnya tionghoa. Layaknya seperti bom yang bisa membumi hanguskan tataran bangsa ini. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada warga Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua itu, warga keturunan tionghoa telah menerima hukuman dendam warga Indonesia, puncaknya mungkin kita bias lihat dari insiden mei 1998, mereka di usir,fasilitas bisnis mereka di bakar, mereka di perkosa, mereka di bunuh. Tentu ini semua adalh penjajahan dalam pola baru, meski tionghoa sebenarnya telah menjadi pelampiasan dendam warga negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu nya ada kolonial lain di negeri ini... dalam bentuk apa pun wajah kolonial selalu berwajah..................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-1720256995015785696?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/1720256995015785696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=1720256995015785696&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/1720256995015785696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/1720256995015785696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2010/11/kolonial-baru-indonesia.html' title='Kolonial Baru “Indonesia”'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4261439358010591019</id><published>2010-10-18T08:03:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T08:04:31.854-07:00</updated><title type='text'>Postkolonial itu Ternyata Berwajah</title><content type='html'>Postkolonial itu Ternyata Berwajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postkolonial yang disebut-sebut sebagai sebuah gerakan, kini nampak nya berwajah. Sejarah kolonial di pahahami, sebagai sisa dan hasil peninggalan negara jajahan kolonial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tampil dalam wajah berbeda, kata depan Post dalam arti sesudah, colonial “gerakan represi” dapat diartikan pula sebagai multi cara pandang, kebebasan untuk menafsir sekaligus membatasi pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurun waktu panjang, dari negara jajahan membuat peta dan mentalitas berubah, ekspresi dan kegiatan masyarakat Indonesia kono katanya di batsi, mulai dari aktifitas social, kemasyarakatan dan politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan untuk menentukan kehendak ber politik, kegiatan ber pengetahuan hingga melakukan eksplorasi social saat itu tak kentara dan tak berwajah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang dan kenyataan tersebut membuat wajah budaya dan kenegaraan bangsa Indonesia konon katanya carut marut tak berwajah. Budaya yang seharusnya melindungi sekaligus mengayomi, berubah perannya menjadi binatang buas yang siap untuk menerkram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pengamat gerakan colonial yang serius menekuni, begitu yakin jika kemudian colonial tidak hanya berkaitan dengan penjajahan atau refresif sebuah negara. Tetapi kemudian mendesain ilmu pengetahuan atau cara pandang yang picik dan stigma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya modern yang sehatus nya membebaskan masyarakat dari kepentingan kelompok dan kelas social, kini akhirnya membuat kungkungan baru melalui cara pandang tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi nya Colonial boleh jadi, mendesain segala hal berbau dan berwajah lain, pasalnya untuk melihat segala sesuatu yang berbau pengetahuan atas realitas “berubah dan tidak berubah” disesain menjadi satu pandangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mensejajarkan gerakan kebudayaan postcolonial bersama post modernism, ada kesamaan logika, kesimpulan semangat gerakan. Jika kemudian post modernime berkehendak membebaskan pengetahuan dan tafsir dari satu cara pandang, hingga multi tafsir. Colonial memiliki semangat membebaskan kebelenggu pemahaman dan cara pandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua nya begitu yakin cara pandang sangat menentukan identitas diri, budaya juga kelompok masyarakat, tetapi kemudian pemahaman tersebut tidak lah terbatas atau mutlak, tetapi bisa bersifat universal. &lt;br /&gt;Lihat lah semangat gerakan melakukan perlawanan kedua nya, yakni semangat untuk mengejawantahkan semangat kekinian dengan multi universal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mudah dipahami, salah satu cara pandang dan contoh di bawah ini mungkin bisa membantu pemahaman terhadap post colonial, kenapa kemudian ada stigma atau pemahaman bahwa budaya barat lebih maju, jika di sejajarkan dengan kebudayaan timur yang memili sopan santun, mistik dan tidak rasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anda mungkin akan mendapatkan jawaban yang telah terstigma dengan logika mutlak, hingga pengetahuan bahwa barat lebih maju dan rasional ketimbang timur tersebut hingga tak bisa di rubah kembali. cara pandang seperti itulah, kemudian disebut colonial pengetahuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kemudian stigma serta pengetahuan yang bersifat universal, bahwa timur adalah lemah lembut, tidak rasional dan mistik menjadi identitas tersendiri baik dalam takaran diri atau komonitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung……………….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4261439358010591019?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4261439358010591019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4261439358010591019&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4261439358010591019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4261439358010591019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2010/10/postkolonial-itu-ternyata-berwajah.html' title='Postkolonial itu Ternyata Berwajah'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-2725916033670644021</id><published>2010-10-12T21:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T21:59:54.498-07:00</updated><title type='text'>MENCARI PERUBAHAN</title><content type='html'>PERUBAHAN YANG DI CARI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda mungkin pernah lihat bagaimana pedagang kaki lima harus berjualan dari pagi hinga malam hari, keluarga dan anak-anak nya terpaksa di lalaikan. anda juga pernah lihat bagaimana para tukang beca sekuat tenaga mengais rezeki sampai panas dan kehujanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejumlah pedagang, pekerja bangunan dan masyarakat level bawah, tentu nya telah membuktikan kepada kita bagaimana mereka berusaha keluar akan keterbatsan diri. mereka adalah masyarakat pekerja keras, mau dan berusaha untuk keluar dari keterbatsan ekonomi, pengetahuan juga keahlian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masyarakat miskin di negara kita ini, bukan lah para pemasalas, mereka boleh jadi adalah masyaralat pekerja keras yang sekuat tenaga, untuk keluar dari keterbatasan diri nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa pengetahuan tentang dasar-dasar kehidupan atai falsafah, selalu menekankan akan tau akan dirinya sendiri, jika kemudian akan melakukan langkah eksistensi selanjutnya. mungkin pertanyaan nya sederhana, tetapi kemudian tidak mudah untuk mengurai jawaban nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin yang terbaik dari jawaban itu lah, salah satu nya adalah mengurai keterbatsan untuk melakukan perubahan nya. keterbatsan seorang pedagang kaki lima dan pekerja tukang beca boleh jadi adalah gambaran, bagaimana mereka melakukan hal yang terbaik dalam hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang keterbatsan selalu di urai dengan kehendak untuk melakukan terbaik dalam hidup nya, memang hidup hanya beberapa tahun. dan kita hanya menunggu waktu nya untuk lebih menjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keterkaitan antara fikiran dan kenyataan selalu ada ketersambungan, mimpi mimpi dalam hidup, akan mudah terjelma jika seluruh kemampuan dan keinginan nya selalu terus di perjuangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;heppi menekan kan dengan ideom mimpi tuhan, heppi menyimpulkan tidak ada dalam hidup sebuah keinginan tidak terjelma. jika kemudian pertanyaan kenapa orang menjadi miskin, tentu jawaban heppi, karena orang tersebut tidak memiliki mimpi dalam hidup nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kemudian pertanyaan yang sama di sampaikan ke para filosof, tenhtu jawaban nya berkisar, karena ia tidak mengetahui diri dan keterbatasan nya, banyak orang melakukan keajaiban-kejaiban dalam hidup agar keinginan nya mudah tergapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lantas bagaimana mengurai keterbatsan diri dengan menetapkan mimpi indah dalam hidup, tentunya saat nya kita mengurai kembali mimpi dan harapan dalam hidup. mimpi tersebut kemudian harus di catat setiap hari nya, lalu kemudian di barengi dengan kerja keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa kerja keras dalam hal ini, item-item atau tanda-tanda yang berhubungan erat dengan harapan tersebut. bagaimana mengurai keterbatasan diri tersebut, salah satu cara dan langkah nya mungkin adalah melakukan manufer-manufer yang tidak biasanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita harus melakukan atraksi yang mengagumkan dan tidak biasanya...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;feri wahyudin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;warnet gasibu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-2725916033670644021?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/2725916033670644021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=2725916033670644021&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/2725916033670644021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/2725916033670644021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2010/10/mencari-perubahan.html' title='MENCARI PERUBAHAN'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-2845578848623166697</id><published>2010-04-10T00:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T01:06:44.897-07:00</updated><title type='text'>Menulis Lewat Blog</title><content type='html'>MENULIS DI BLOG &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membaca tulisan dari temen blog di internet, semangat untuk menulis kembali datang. ya layak nya sebuah kegiatan dan pekerjaan lain nya, pekerjaan menulis cerita atau pengalaman pribadi, bisa di sebut sebagai catatan sejarah untuk negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menelisik teori demi teori bagaimana cara menulsi yang baik dan bagus, tentunya waktu akan habis memikirkan sebuah cerita tersebut, meski tidak dianggap salah. melakukan kegiatan menulis, memang tanpa tanda tanya dan lakukan segera. menulis berarti mengerjakan, kembali apa ide dan keinginan serta pola pikir dalam deretan tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikemudian hari kegiatan dan cara memahami diri lewat menulis akan menghasilkan yang paling positif untuk merulai kembali tentang siapa diri anda sesungguhnya. semangat itu kemudian akan timbul tenggelam, layak nya sebuah pendakian dan biasa bagian dari cerita hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;blog ini lah dikemudian hari akan menjadi saksi, dan jika kemudian di seriusi adalah cara anda untuk kembali merajut mimpi-mimpi dalam hidup, blog kemudian menjadi saksi sejarah, selain di konsumsi pribadi sekaligus merulai diri lewat deretan kalimat perkalimat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya kemudian selalu terkesiama lewat mereka yang bekerja keras bangkit dan berjuang untuk menggapai mimpi jadi seorang penulis, seno bilang menulis lah sampai mampus. ini lah saat nya anda mengurai kembali mimpi hidup mu dengan memburu cita-cita mu hingga qiamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alangkah terbilang rugi jika anda tidak melakukan sedikitpun dan tindakan apa pun untuk memahnai hidup di sini dan sekarang. sejak tahun 208 saya akhirnya menentukan untuk menurai diri dalam untaian kalimat dan kata. sejak itu kemudian langkah yang dilakukan adalah membaca berbagai jurus menjadi penulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya sejumlah tulisan ada di dalam dokument computer, meski memang selalu kurang memuaskan dan tidak percaya diri saat akan di publikasikan. hanya mungkin blog inilah yang selalu menjembatani keinginan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya kata heppi sanga miliader dari indonesia, meyakini kita semua terkait menetukan cita dan mimpi anda sejak dini. keinginan tersebut tentu nya akan sangat gampang untuk menjadi kenyataan, tentu dengan di dorong kera keras dan struktur berfikir yang handal dan nyata.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini tuhan masih menunggu karya-karya mu saat ini... dan tentunya untuk menjadi semangat nya... dari sekarang lah tidak salah jika kemudian karya dan ide cerita mu di bingkai dalam sebuah karya monumental.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT ANDA TELAH MEMASUKI PINTU PENULIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu tema yang di usung,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-2845578848623166697?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/2845578848623166697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=2845578848623166697&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/2845578848623166697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/2845578848623166697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2010/04/menulis-lewat-blog.html' title='Menulis Lewat Blog'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4935875362586068130</id><published>2010-03-09T16:09:00.000-08:00</published><updated>2010-03-09T16:16:48.090-08:00</updated><title type='text'>Di Balik Kematian Noerdin M toop</title><content type='html'>Noerdin M top Ala Komarudin Hidayat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara implicit saya mempunyai kepercayaan kuat terhadap Tuhan, hingga sampai kapan sebuah kepercayaan mulai agak luntur. Namun jika nya, tak harus menunggu waktu lama dalam perubahan. Layak nya sebuah pendirian, naik turun biasa, baik dalam skema  perubahan atau skema keyakinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja, melihat sejarah bagaimana komonitas dan kelompok manusia terus memperbaharui sebuah keyakinan tersebut, hingga batas wilayah dan etnografi, keyakinan terhadap kemahaan nya (Tuhan, Good), tak pernah berhenti pada satu titik wilayah sacral. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kemudian ini kerap kali terjadi di ambang batas krisis manusia, dalam pemahaman baik dalam skema hubungan manusia bersama alam, benda dengan realitas, atau manusia bersama tuhan nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hubungan tersebut boleh jadi telah membangun kan pemikiran baru. Sintesis pemikiran tersebut telah di sinyalir menjadi kebenaran untuk menembus murka tuhan. Dalam kasus Noerdin M toop dan kelompok nya ini mungkin sangat menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kemudian manusia akan berusaha melakukan hal di luar batas dirinya, atau kenapa kemudian orang mau melakukan hal yang terdahsyat dalam hidup nya. Ada sebuah tindakan dan harapan untuk melakukan hal yang terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia kerap kali dihantui dengan kemandegan kebermaknaan. Manusia takut dan tidak ingin terjerembab ke wilayah problem, karena ia selalu memberikan dua makna. Hingga membuat manusia takut, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lompatan berfikir ini lah kemudian selalu di hantui bersalah kemudian di sikapi dengan kekuatan terdahsyat dalam hidup, seperti manusia mau melakukan bunuh diri. Dengan alas an memerangi musuh tuhan dan umat islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lompatan berfikir bagi si pelaku, dia merasa telah melakukan dosa besar yang membuat tuhan murka. Jika kemudian kamu tidak ingin di murkai, maka beli lah kemurkaan tuhan dengan tindakan terdahsyat dalam hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komarudin hidayat menyebut nya dengan, “kekosongan realitas” inilah yang membuat orang selalu nekad dalam tindakan terdahsyat, mengisi yang tidak mungkin berbuat murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang berfikiran seperti itu, suka di istilahkan dengan sebutan komonitas sempalan. Mereka ingin meraih sesuatu tang terdahsyat dalam dirinya dengan melakukan tindakan yang dianggap merugikan banyak orang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempalan dianggap terbaik sesuai dengan gerakan eksistensi ekstrim, di mata sosilogi tentu gerakan tersebut perlu manuper-manuper terbaru untuk melanggengkan eksistensi kelompok tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bergerak di tengah-tengah kerumunan dan symbol lawan kelompok tersebut, akibat jargon keberpihakan terhadap yang maha untuk menebus dosa terbesar dalam hidup nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka nya kelompok ini, mau untuk melakukan bunuh diri jika dosa nya bisa di bayar atau di tebus. Aksi pengeboman dengan cara bunuh diri, adalah salah satu cara untuk menebus dosa mereka,   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah hingar bingar nya, kesatuan dan persatuan… kita berada dalam kehangatan yang abadi.. diri nya kita yakini berdasarkan kehendak manusia tak kuhendaki. Dimana nya kita semakin hari semakin meyakinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat semestinya, layak nya semakin kehangatan, yakinilah hingga batas waktu yang semakin menafsirkan hingga batas waktu nya semakin menjadi-jadi. Hingga batas waktu yang masih dalam panorama, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kemudian hari kita akan bertakbir dalam dunia maya hingga batas waktu tak bisa terkendali juga. Hingga kemungkinan menawai dunia tanpa batas dan tanpa tapal. Di akhir kesempulan, mereka bertakbir dan bertasbis hingga menuai kan kehendak jika kemudian kami ada bersama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan mereka bertakbir dan bertahmid, mereka menentukan nasib diri. &lt;br /&gt;juga kami............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feri Wahyudin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4935875362586068130?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4935875362586068130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4935875362586068130&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4935875362586068130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4935875362586068130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2010/03/di-balik-kematian-noerdin-m-toop.html' title='Di Balik Kematian Noerdin M toop'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4846431232188819900</id><published>2009-10-20T08:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T08:55:38.865-07:00</updated><title type='text'>Kurindukan ala sindhunata</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kurindukan ala sindhunata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ku baca dari tulisan sindhunata sore tadi perihal kerinduan, menurutnya seluruh manusia mempunyai kerinduan dalam diri manusia sendiri. Tidak pandang bulu, baik manusia itu dalam keadaan jatuh cinta, dalam keadaan miskin, entah dia seorang suci atau pendosa, kerinduan selalu menyala terang di dalam dirinya sendiri dan tak pernah padam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan adalah keinginan untuk menghampiri kebahagiaan dan kedamaian jiwa manusia, maka sesungguhnya kerinduan ingin menggapai cinta tuhan yang abadi. Menurut sebagian para pemikir, kerinduan boleh jadi di dapat dimana saja dan kapan saja. Bagi nasionalisme kerinduan tuhan yang kita cari selama ini adalah sebuah negeri yang menanamkan jiwa kebahagiaan dan kedamaian. Seperti hal nya kerinduan terhadap negeri kita yang sedang dirudung krisis berkepanjangan. Namun bagi segenap kerinduan warga negeri ini adalah keinginan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan. Sebuah cita-cita yang ditanamkan oleh bapak pendiri bangsa ini. boleh jadi dalam cita-cita itu ada segenap keyakinan kebahagiaan seperti hal nya kau berharap tergadap tuhan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan adalah tanah air bagi setiap manusia, dia lah kerinduan yang tertanam di lubuk hati yang terdalam. Maka oleh sebab itu kerinduan terhadap cinta sejati, memang tidak pandang bulu, tuhan tidak hanya monopoli bagi kaum sholeh saja, tetapi atheis, pendosa dan juga beragama berhak mencicipi tuhan itu. Mungkin sekarang bagaimana mencari tuhan yang bisa membawa kepada kerinduan yang hakiki, banya manusia menemukan tuhan dalam ruang yang lebih dekat untuk bertemu meski pahit dirasaannya. Padahal menurut agustinus, “carilah apa yang kau cari, tapi tidak di tempat dimana kau mencarinya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, jika tuhan boleh di cari dimana saja kau mencarinya. Bagaimana kalau mencari tuhan lewat arena permaianan bola dunia di jerman saat ini. boleh jadi dengan sepakbola dimana manusia akan dibawa pada perdamaian abadi dan kebahagiaan, saat seluruh manusia berada dalam kebinasaan dan kehinaan. Saat manusia telah muak dengan kondisi kemiskinan dan peperangan yang terjadi saat ini. seolah permainan bola antar Negara membawa kita ke alam keabadian, dia memberi ritme kebahagiaan. Dia telah memberi petunjuk dan membimbing seluruh umat manusia ke alam tanpa batas, ke bahagia tanpa kendali, karena di dalamnya kita menemukan cinta hakiki tanpa kendali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak mudah membuktikan sepakbola bisa menjawab dan membimbing manusia yang tidak pernah di jawab oleh agama, yang semestinya menjawabnya. Memang sulit membuktikan perkiraan bahwa bola bisa memberikan sesuatu yang agama tidak mampu memberinya. Mungkin kita akan menemukan itu semua saat kita melihat dengan falsafah bola argentina dengan maradonannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maradona buat kelas bawah argentina sosok pemberontak yang telah menyimbolkan anti kemapanan, sebab apa…maradona sosok urakan tapi bisa membuat kelompok kelas menjadi bertenaga. Pada piala dunia 2006 maradona diundang panitia untuk duduk di tribun kehormatan bersama pele dan vrekhour banker dari jerman. Tetapi maradona berniat lain, ia tidak ingin permainan sepak bola di jadikan alat politisasi internasional. Tindakan seperti itu bagi sebagian masyarakat argentina lain, maradona sosok manusia idiot. Tetapi tidak bagi warga  miskin argentina lainnya. Menurutnya paus adalah Negara jermannya, tetapi tuhan nya adalah maradona. Seperti  telah diungkapkan sebelumnya, bahwa dimana pun juga engkau ada tuhan boleh di cari, bisa jadi maradona bagi warga argentina adalah tuhan yang bisa memberikan kekuatan dan kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebelumnya sosok maradona manusia yang kerap kali melakukan keonaran dan bermasalah, saat jayanya dia pernah menghamili wanita, pernah terjangkit narkoba dan masalah lainnya. Tetapi saat dia berangkat dari argentina menuju jerman dengan memakai baju kebangsaan klubnya, maradona bertasbih di tengah hiruk pikuk penonton lainnya, dan maradona tenggelam menuai kebahagian di dalamnya. Sebelum bermain klub argentina mendapatkan semangat dari dirinya, ayala misalnya mengatakan, saat di sapa oleh maradona  dirinya bertekad untuk bermain indah dan memenangkan seluruh pertandingan demi persatuan dan harga diri sebuah bangsa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tuhan bisa dicari dimana saja dan kapan saja, tetapi ingat jangan kau mencari tuhan di ruang yang kau cari. Sebab ruang itu akan melahirkan aneka warna yang berbeda dar sebelumnya. Boleh jadi tuhan bagi warga argentina adalah keheningan yang mendatangkan kebahagiaan. Beberapa kali klubnya membawa seluruh masyarakat ke arah yang diharapkan. Kini kita menyakini bahwa seluruh manusia mempunyai kerinduan yang terdalam dalam diri setiap manusia, kerinduan itu adalah kehausan akan kebahagiaan dan kedamaian, kehausan itu merengguk cinta tuhan yang tiada hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan bukan hanya milik segelintir orang, tuhan milik kita semua yang bisa mencari di tempat kamu berdiri, termasuk tuhan yang kau temukan dalam dirimu sendiri. Karena saat ini, saat terjadi perhelatan akbar sepakbola dunia di jerman, masyarakat argentina menemukan tuhan dalam diri maradona, karena dirinya mampu membawa pada kehausan untuk memperoleh kebahagiaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feri wahyudin, bandung 2006 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama sindhunata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4846431232188819900?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4846431232188819900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4846431232188819900&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4846431232188819900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4846431232188819900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2009/10/kurindukan-ala-sindhunata.html' title='Kurindukan ala sindhunata'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-2093711679507884136</id><published>2009-01-05T20:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T20:06:22.903-08:00</updated><title type='text'>2009</title><content type='html'>tahun 2009, &lt;br /&gt;tahun ku..., bersamamu...,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-2093711679507884136?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/2093711679507884136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=2093711679507884136&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/2093711679507884136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/2093711679507884136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2009/01/2009.html' title='2009'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-6968732673935842139</id><published>2008-11-19T00:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T01:28:05.231-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Tidak “Indonesia”</title><content type='html'>Menjadi Tidak “Indonesia” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri kondisi nyata social Indonesia akhir-akhir ini, telah memberikan gambaran kondisi memprihatinkan. menjajaki alam sosial bangsa ku melalui alat penglihatan teori post colonial misalnya, nampak semakin jelas keprihatinan warga tidak pada sebatas tidak mengerti akan bangsa nya, tapi lebih parah mereka menggugat dan sekaligus mencabik-cabik atas nama indonesia. segenap warga bangsa ini mulai dari bagian sabang sampai meroke, berusaha keluar atas nama bangsa nya. kenapa ini terjadi? kenapa mereka tidak ingin menjadi indonesia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat lah misalnya 2 tahun sebelumnya, indonesia telah di uji atas konplik etnik, konplik kelompok, bahkan ingin merdeka dan keluar dari bangsa bernama "indonesia". papua menuntut, aceh meminta dan sebagian besat kota dan kabupaten menuntuk hak dan keadilan. sejarah dan cita-cita pendirian bangsa bernama "indonesia" telah rapuh sekaligus keluar dari lagu bangsaku negeri ku, yang setiap tahun di nyanyikan bersama para praktisi politik dan pemuda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami telah menulis di alamat blog yang sama, terkait problem konplik sosial. intinya memang peta sosial bangsa ku juga warga nya tengah di hantui masalah besar, warga bangsa ini tengah di hantui dendam kusumat. "dendam" kini tengah membesar dan menghantui yang setiap detik diprediksi menjadi kekuatan dahsyat dan meluluh lantahkan &lt;br /&gt;sistem sosial yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa dendam menjadi terbiasa di seluruh masyarakat ini, alasan lain diantaranya adalah Keberpihakan para penguasa elit politik dan penguasa modal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dendam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya kata ini semacam gejala dari dalam, dendam memang tidak baik keberlangsungan sosial. dendam kerap kali muncul saat segenap warga , tidak pernah merasakan tindakan keadilan hakiki, pemberontakan untuk melawan ketidakadilan tersebut membuat amukan badai lalina dari segenap kemarahan. Lihat saja misalnya papua nugini kota sebelah timur Indonesia berusaha untuk memerdekakan kota nya sendiri dan berusaha keluar dari jajahan bernama “Indonesia”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat dan prilaku agresif yang diperorntonkan sebagian kelompok warga negeri ini Nampak sebagai kekecewaan mereka saat menyikapi rasa ketidakadilan yang didapat. “dendam” meminta hak persamaan bagian kue dari sang majikan, jika tidak ada keadilan dalam pola pembagian hasil dari seluruh pekerja maka yang terjadi adalah rasa iri hati atau dendam. Dalam kondisi tersebut, bias dimaklumi kalau kemudian rasa dendam akan masuk akal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dendam pula lahir dari sebuah kerja keras, yang berharap akan mendapatkan penghasilan sama. Missal kan saja negeri Indonesia layaknya sebuah perahu yang berisi muatan penuh dengan tujuan sama. seluruh aktifitas penumpang mendapatkan jatah dan pekerjaan sama, saat mereka akan mendapatkan jatah hasil kerjaan, seluruh penumpang harus rela ngantri. Mereka ngantri lama karena ada harapan akan mendapatkan sesuatu yang di impikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kemudian kondisi di lapangan tidak pada kenyataan nya, akan masuk akal kemudian sebagian para penumpang yang sudah rela bekerja keras dan ngantri kecewa dan dendam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;iri hati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu semua, boleh jadi kita sedang ada masalah dengan diri kita sendiri, tidak lain adalah “iri hari”, seperti dilansir di beberapa rujukan pengetahuan orang iri hati itu selalu melihat dirinya tidak beruntung jika dibandingkan dengan orang lain. Jika upaya membandingkan dengan orang lain, lalu kemudian memunculkan kebiasaan tidak puas dan berkeinginan untuk mendapatkan hal yang sama, baik dalam perlakuan atau mendapatkan jatah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan orang iri hati selalu menyembunyikan agresi dan berusaha untuk tidak ketahuan, bahkan iri hati bias disebut anti social, karena saat melihat orang lain dalam pola perbandingan penderitaan atau gagal, senang. Iri hati selalu melihat orang dari hasil yang didapat, tanpa melihat proses keberhasilan yang memakan waktu lama. Mereka kerap kali menjelekan orang lain dan meminta dukungan terhadap kesimpulan nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti iri hati kini telah menjadi anti social, karena selain melihat orang lain menjadi saingan juga telah menjadi luka lama masyarakat bangsa ini. Kita semua sepakat kalau kemudian iri hati memang jelek, tetapi ada makna kalimat ini bias masuk akal? Tetpai kemudian kenapa masyarakat terjangkit perasaan iri hati? Tentu perlu jawaban tidak singkat….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem kejiawaan “iri hati” dikhawatirkan menjadi kekuatan besar telah meluluhlantakan system social untuk masyarakat negeri, awalnya memang semua menerima perlakuan kerja kera. Dalam bahasa sindhunata, iri hati muncul saat harapan untuk mendapatkan perlakuan layak tidak didapat. Sindhunata mencotohkan nya dengan atrian kendaraan saat terjadi kemacetan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi senasib dan sepenanggungan masyarakat berubah agresi, karena mereka tak juga mendapatkan hasil yang  sesuai dengan kerja keras. Mereka melihat orang lain mendapatkan hak layak dan berhasil, akibat kedekatan nya dengan penguasa tidak melalui kerja keras. Semestinya proses kerja keras dalam membangun bangsa ini, hasil nya disama ratakan dengan ratusan ribu warga lain nya. tidak yang kaya makin kaya sementara yang kondisi miskin tidak ada harapan untuk melakukan perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang iri hati, hidup tidak dilakukan dengan kerja keras tapi di tentukan dengan nasib, loginya memang menarik, jika kerja keras dalam hidup harus berakhir dengan nasib baik maka tidak akan kemana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sial nya kini warga bangsa ini, selain berada dalam luka lama yakni iri hati juga telah hidup tidak memakal akal tetapi nasib. Kenapa kemudian hal itu terjadi akibat dari mendapatkan rasa keadilan yang didapat. &lt;br /&gt;Diam-diam iri hati telah menyelinap ke dalam ruang bathin orang miskin semakin hari iri hati telah memasyarakat, meski mereka menerima dengan apa adanya, boleh jadi iri hati bagi warga bangsa Indonesia bias dianggap masuk akal. Karena tak ada harapan sedikitpun bagi warga miskin akan terjadi perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Menjadi “Indonesia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan mereka berada dalam keadilan semu, tentu menciptakan keadialn tentu menjadi pekerjaan berat dari pemerintah setempat. Kalau tidak dilakukan tidak menutup kemungkinan terjadi ancaman retakan social. Pemerintah sby rupanya belum bias mentuntaskan masalah tersebut. Maka bagi sebagian budayawan kegagalan pemerintahan sby dalam pola meminimalisir tingkat kemiskinan tentu dengan keadilan yang hakiki dan tanpa membagibagikan keadilan semu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feri Wahyudin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;november 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-6968732673935842139?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/6968732673935842139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=6968732673935842139&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6968732673935842139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6968732673935842139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/11/menjadi-tidak-indonesia.html' title='Menjadi Tidak “Indonesia”'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-5068407853883697655</id><published>2008-11-11T00:55:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T00:59:25.593-08:00</updated><title type='text'>Identitas Post Kolonial Di Indonesia.</title><content type='html'>Identitas Post Kolonial Di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merunut kata post berarti setelah, suatu masa atau zaman yang telah berlalu. Kata tersebut sering kali dipakai kata penyambung dari kata yang akan diterangkan. Baik sebuah realitas atau sebuah ideology. Dalam kasus yang satu uni kata yang akan diterangkan nya yakni sebuah jargon ideology kenistaan atau penindasan yaitu colonial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan post colonial di Indonesia kini masih amat terasa, post colonial yang berarti generasi sesudah, tampil dengan wajah baru. Sosok nya kini masuk ke ruang tanpa batas. Dia bangkit dalam bingkai kehangatan simbolisme krisis manusia. Kelompok social dan generasi minoritas sebagai ladang dan ruang sasaran nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa disadari kesadaran kelompok minoritas menjadi terbatasi ruang dan gerak, di curigai dan di singkirkan. Di jarah hak-hak kemanusian dan kebebasan. Kenyataan ini bias terlihat dalam kelompok minoritas Tiongkhoa, kelompok social miskin, petani dan buruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangkeng ini, kolonial tampil dalam wajah baru, penjajahan pola baru tersebut, tidak menggunakan senjata bersama amunisi nya, sebagai alat untuk menekan kelompok minoritas. Tetapi memanfaatkan kekuatan politik dan ideom pergerakan yang berlaku pada saat itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan nya, kita ambil contoh apa yang kita saksikan insiden mei 1998 di Jakarta dan Jogjakarta atau sebagian kota besar di Indonesia, siapa yang menjadi korban gerakan colonial pada tahun kemarin, tidak lain adalah komonitas Tionghoa. Dalam sejarah berdirinya Negara Indonesia, komonitas dan warga tionghoa di Indonesia kerap kali menjadi korban. Percaya atau tidak, ada bukti mereka di singkirkan dengan cara dijarah,diperkosa,di bakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus keberadaan tionghoa di Indonesia, memang terlihat pasang surut, warga yang mulai berkembang tahun 1808 di kota Jogjakarta, pada waktu itu tidak lebih dari 758 jiwa. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk pulau jawa pada tahun sama, hanya 2,04 % dari jumlah penduduk 94.441. Singkat cerita, warga keturunan tersebut, lima belas tahun berikutnya jumlah nya terus berkembang. Perkembangan jumlah jiwa warga keturunan tionghoa ini, jika di presentase mencapai 0,81% jiwa setiap tahun nya. Hal tersebut terjadi didorong akibat kebijakan politik sultan hamengkubono 1 dan daerah lain di pulau jawa, terkait hubungan harmonis antar kedua belah pihak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komonitas keturunan Tionghoa di Indonesia telah menjadi rahasia umum, mereka begitu banyak mengesuai sendi-sendi perekonomian, tidak sedikit warga tionghoa berprofesi sebagai pedagang dengan mobilitas tinggi. Kenyataan tersebut tidak hanya berlaku pada tahun sekarang, tetapi juga berlaku pada satu abad ke belakang. Lalu kemudian, kenapa muncul krisis dan konplik diantara warga pribumi bersama warga keturunan tionghoa di dataran pulau jawa?  tidak lain bias di lihat dari keharmonisan warga keturunan tionghoa bersama sultan hamengkubono 1 tahun 1808 di dataran jogja dimanfaatkan warga tionghoa untuk menguasai sendi perekenomian dan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam hal kebijakan ekonomi yang dianggap telah menyengsarakan warga pribumi dan warga kebanyakan. Seperti pungutan pajak tol diserahkan kepada mereka, industry tekstil dan mudah nya fasilitas pinjaman ke bank. Lebih di perparah lagi tidak ada hokum yang tidak jelas di mata mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Citra dan kesan warga keturunan tionghoa terus memburuk, selain kedekatan dengan pemerintah yang tidak berpihak ke masyarakat kecil, selain komonitas keturunan kerap kali fasilitas lebih untuk menguasai sendi perekonomian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kemudian, warga pribumi negeri Indonesia hidup dengan penuh dendam. Nampak nya dendam semakin hari semakin menjadi-jadi, bahkan telah menjadi ancaman bagi komonitas warga keturunan khususnya tionghoa. Layaknya seperti bom yang bias membumi hanguskan tataran bangsa ini. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada warga Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua itu, warga keturunan tionghoa telah menerima hukuman dendam warga Indonesia, puncaknya mungkin kita bias lihat dari insiden mei 1998, mereka di usir,fasilitas bisnis mereka di bakar, mereka di perkosa, mereka di bunuh. Tentu ini semua adalh penjajahan dalam pola baru, meski tionghoa sebenarnya telah menjadi pelampiasan dendam warga negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Tidak “Indonesia” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung......... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feri Wahyudin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;november 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-5068407853883697655?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/5068407853883697655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=5068407853883697655&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5068407853883697655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5068407853883697655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/11/identitas-post-kolonial-di-indonesia.html' title='Identitas Post Kolonial Di Indonesia.'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8208536773060256611</id><published>2008-11-11T00:35:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T00:42:54.548-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Falsafah Gerak Tubuh , &lt;br /&gt;Dalam Karya Lascar Pelangi Andre Herata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menulis lah dengan darah, karena darah adalah semangat…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layaknya sebuah cerita inspiratif penulis “sanga pemimpi” karya andre herata. Sosok novelis asal Belitung telah menghentakkan masyarakat Indonesia. Andre herata menulis tretalogi buku nya dengan judul sang pemimpi dan lascar pelangi.  Novelis agak nya bercerita tentang kehidupan sang penulis bersama teman-teman nya sejak masa kecil, catatan masa kecil ini begitu menarik dan menggugah disaat penulis berusaha menuliskan kembali dalam bentuk novel, kekuatan kata dan kalimat dan ide cerita membuat karya andre tidak dipandang sebelah mata. Bahkan banyak novelis sanggup mensejajarkan dengan karya monumental lain nya, seperti tretalogi Pramoedya Ananta Toeur dan Seno Gumilar Ajidarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran penulis asal Belitung ini, membuat sejumlah sastrawan asal negeri ini beramai-ramai untuk memberikan komentar, dan tak tanggung-tanggung salah satu karya berjudul lascar pelangi didokumentasikan melalui film dengan pengantar lagu dari group music nigi. Jika kemudian karya andre di telisik atas nama teori sastra, aku tidak begitu paham masuk dalam kategori apa karya nya tersebut. Akibat nya dari pada kita meributkan kembali, kategorisasi sebuah karya, rupanya lebih bermanfaat jika kemudian karya tetralogi andre di bongkar dalam silogisme post colonial dan falsafah gerak tubuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membongkar satu persatu karya andre dalam tetralogi nya, perlu kerja keras, pasal nya karya dibikinan andre tidak hanya bercerita sejarah sosok penulis bersama teman-teman pasa masa kecil. Tetapi ada kekuatan lain di balik cerita yang membuat masyarakat Indonesia termasuk kita, “terganggu”. Dalam istilah lain ada energy yang menggerakkan karya andre herata yang mampu menyulap pemirsa untuk mengajak sekaligus menata kembali apa yang selama ini telah dianggap mapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami, andre mengajak untuk berani menata dan membingkar apa yang selama ini dianggap benar, baik kebiasaan menolong orang, menentukan mimpi hidup, proses gerak tubuh dan kemanusiaan serta pengetahuan dan pendidikan. Ide simbolisme dalam cerita karya andre inilah membuat ribuan bahkan ratusan ribu warga Indonesia yang sedang tidur lelap telah disulap hingga berani menyimpan karya-karya nya  berama ratusan sastrawan di Indonesia dan luar negeri degan menyimpan buku nya di bilik perpustakaan pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ada apa dengan andre, sosok penulis satu ini awalnya tidak begitu dikenal dalam dunia sastra di Indonesia, sekitar tahun 2007 andre pekerjaan analis sebuah perusanaan badan usaha milik Negara (BUMN) akhir nya berani mempublikasikan karya nya dengan judul lascar pelangi. Buku lascar pelangi, setidaknya berisi cerita masa kecil penulis bersama Sembilan teman sekolah.  Ketekunan dan keberhasilan proses pendidikan tidak terlepas dari kegigihan seorang ibu guru , yang rela menyerahkan diri terjerumus dalam dunia pendidikan di kota Belitung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya kondisi bangunan dan keadaan saran pendidikan yang dianggap kurang memadai tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar. Proses penceritaan semakin menarik  saat penulis kembali menggambarkan proses konplik kesembilan anak-anak kecil saat belajar, tak lepas dari konplik kejiwaan untuk mencintai dari si sang tokoh yakni andre.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lascar pelangi boleh jadi adalah naskah sastra, bercerita dengan konsonan novel, cerita lascar mengajarkan banyak hal. Melalui kecanggihan tangan dan pikiran penulis, cerita lascar membuat pembaca terlibat aktif dalam kultur budaya belitong. Kota yang berada di dataran Sumatra bagian selatan negeri Indonesia ini, telah tergambar layak nya kota yang sedang mencari identitas. Melalui karya andre balitong layaknya kota mati yang sepi keramaian, keterbatasan dan kesedehanaan masyarakat setempat tak juga mengurungkan niat nya untuk membentuk kembali apa yang disebut kota mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam cerita nya sampar albert camus, kota mati karena telah diserang penyakit yang belum ada obat mujarab, hingga akhirnya warga telah disibukan mengobati serangan penyakit yang mematikan. Lain dengan cerita belitong, kota sepi yang penduduk nya telah disebukkan dengan serba sulit untuk bertahan hidup dan mencicipi indah nya pengetahuan. Boleh jadi warga balitong tidak sama sekali mempedulikan siapa dan mengapa negeri ini terus diterjang krisis, karena baginya Indonesia adalah sarang kenistaan dan penjajahan. Untuk mencicipi masis nya pendidikan warga harus menunggu jumlah murid yang genapberjumlah sepuluh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bagi kami kota belitong, layaknya kota mati mati dari kemerdekaan pendidikan, kemerdekaan kesehatan dan kemerdekaan krisis budaya juga identitas budaya warga setempat. Bagaimana tidak, untuk bias sekolah saja susah nya minta ampun, tentunya pendapatan yang biasa-biasa saja menjadi alas an warga setempat hanya bias menyekolahkan anak nya ke jenjang smp. Adalah ayah lintang, salah satu murid sd muhamadiyah di kampong belitong, harus bersusah payah menyekolahkan lintang. Ayah lintang sehari-hari berprofesi sebagai nalayan di kampong belitong, dari kesembilan anak nya hanya lintang yang bias mencicipi pendidikan. Ke delapan anak nya tidak pernah sekolah, mereka terpaksa harus melaut untuk mencukupi kehidupan sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergambar kota belitong, tidak hanya kota mati dari aktifitas politik dan kemanusiaan. Namun seluruh penduduk nya rupanya malu untuk menyebutkan kampong satu ini. Tergambar seluruh penduduk di kampong ini termsuk orang udik, tidak berpendidikan dan terbelakang. Kampong yang hanya di layani sarana pendidikan ala kadarnya membuat warga setempat tidak percaya jika kemudian mereka bias berkreasi lebih bagus. Warga di kampong ini telah dirudung masalah besar, selain harus menyelesaian masalah ekonomi yang belum berakhir juga mereka telah dihinggapi rasa penyesalan besar, kenapa mereka harus tumbuh di bumi bernama belatong. Secara tidak nyata, warga setempat telah terancam ketakutan yang besar, yakni dihinggapi kematian. Kematian yang setiap saat akan dating secara tiba-tiba, yakni dengan tidak bias makan. Akibat nya pendidikan didaerah ini tidak lah di utamakan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung…………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feri Wahyudin  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8208536773060256611?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8208536773060256611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8208536773060256611&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8208536773060256611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8208536773060256611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/11/falsafah-gerak-tubuh-dalam-karya-lascar.html' title=''/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-5418371799145225209</id><published>2008-11-07T20:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T20:29:10.426-08:00</updated><title type='text'>Domin Dalam Lukisan Pribadi</title><content type='html'>Domin Dalam Lukisan Pribadi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan lukisan tangan di kamarnya sendiri, domino tak menemukan dirinya sendiri, setiap hari lukisan itu di lihat namun tak menemukan kenehan bahkan kejanggalan. Lukisan itu ingin membangunkan dan keluar dari kehidupan sehari-harinya, dimalam senja kerap kali membisikan domino untuk masuk agar menemukan cerita hidup berbeda. Ingin sekali domino berubah, dari hidup yang dianggap biasa-biasa saja. Domino selalu berdo a untuk perubahan, kata terdalam dalam bathin nya selalu menuntun jalan baru yang bisa membukakan arah jalan pulang kepada dirinya sendiri. Yang di rasakan domino jalan itu, rambu-rambu nya semakin hari tak kentara dan tak pernah memberikan petunjuk. Jadilah domino terdiam dan dianggap usaha berdoa nya dianggap sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada tidak berputus asa, usaha berdo a nya tak pernah padam, segudang masalah selalu menghiasi sisi kehidupan domin, hidup bagi dirinya terlihat segalanya memang begitu susah bagi domin, setiap hari selalu saja di rudung tumpukan masalah, bagaimana tidak dianggap sulit selain memikirkan bagaimana warga sekitar terserang penykit, domin juga sudah mulai kesulitan dalam mencari biaya makan. Bahkan dalam itungan jari domino harus meyelesaikan dengan sendirian. Bagi domino hidup adalah menyelesaiakan setumpuk masalah, saking sering nya dirinya menganggap bahwa hidup datar dan tak mempunyai masalah memang tidak mengasikkan. Sking biasanya, sesekali domino mencari maslah agar kemudian ia bisa kembali untuk berdo’a. setiap datang pagi, lantunan do’a untuk dirinya kerap kali di lantunkan. Namun masih saja di depan lukisan itu domino tak juga menemukan dirinya sendiri, meski usahanya kini sudah dianggap di atas rata-rata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan hasil pembelian nya beberapa tahun lalu di emperan jalan kota besar di Indonesia negeri krisis ini, terus menerus mengajak domino untuk memasuki nya kawasan-kawasan asing di dalam goresan lukisan, garis merah bercampur warnah hitam membuat domino semakin tergiur untuk berusaha masuk, lukisan itu mengumbar sejumlah harapan bahkan kebahagiaan dalam menemukan dirinya sendiri. Sosok perempuan dalam lukisan di kamar domino membuat dirinya tertegun dan tertunduk dan berkata’ “aku ingin berjalan menapaki sisi menarik dalam hidup ku tebarkan rasa kemanusiaan sambil berkata kepada banyak warga jika kemudian kita masih punya harapan”. Hidup domino tidak mempunyai mimpi, domino hanya ingin keluar dari rasa jenuh yang selalu membosankan. Upaya yang telah dilakukan nya hingga kini belum juga terjelmakan, lukisan itu kini menjadi satu-satu nya barang pusaka yang sering mengajarkan mimpi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menjelang pagi di bulan februari domino telah asyik menikmati mimpi di dalam lukisan pribadinya, balut wajah perempuan sebagai ‘sosok’ telah membukakan harapan baru dalam perjalanan hidup domino. Setiap menjelang pagi, kini domino mempunyai kebiasaan baru, kerap kali merunut sejumlah mimpi-mimpi hidup di balik lukisan yang baru dimasuki nya. Saking asyik nya terkadang domino berjingkrak-jingkar mirip seorang bocah. Sepertinya domino baru saja mendapatkan rasa kebahagiaan mendalam. Sempat domino mempertanyakan akan lukisan ajaib di kamar nya, mengapa lukisan ajaib itu, bisa memberikan hal menarik terhadap dirinya sendiri. Namun kali ini domino tak ingin menjawab nya sekarang, karena khawatir kenikmatan dunia di balik lukisan hilang seketika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam dunia lukisan pribadinya, domino merasakan aroma sejuk yang tak kan pernah di dapat hidup dibalik kamarnya, bunga senja terjejer dalam bingkaian kehangatan tak kan pernah di tukar kan domino dengan apa pun juga. Cahaya matahari memancarkan seluruh relung dan ruang lain, atas cahaya, jejak langkah meruntai juga menapaki arah jalan untuk kembali semakin terlihat jelas. Ada nada riang dan semangat luar biasa, saat domino berpangku sambil duduk termenung di lantai dasar beralaskan kehangatan. Kehangatan dengan goresan keindahan memberikan bukti jika kemudian hidup selalu ada harapan. Cahaya, tikar dan kehangatan membutakan jiwa kelabu domino, akhirnya bertapuk dalam dahan-dahan hijau pohon kehidupan, rasa kalut kebahagiaan seolah di raba seketika dan pergi dalam untaian kebersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menoleh ke arah dari mana ia datang, bisakan ia kembali ke ruangan sebelumnya? Domino sekuat tenaga berlari kea rah dari mana ia datang, berlari dan terus berlari, ke arah lubang yang dilalui domino, nampak tujuan semakin menjauh, keinginan kuat untuk kembali telah mengalahkan rasa lelah dan lemas domino. Ternyata dirinya sudah berada di ruang yang jauh luar biasa, kini upaya nya semakin mendapat hasil. Domino pun menjatuhkan ke lubang yang dilalui nya, secara tiba-tiba angina kencang mengamini keinginan nya dan seketika terdengar kutukan pintu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Domino-domino kok jam segini belum juga bangun,….., bangun lah hari sudah siang, kau harus membantu ibu membereskan barang untuk di bawa ke pasar nanti…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika domino juga langsung menyahut, iya…., sambil meregangkan napas dalam dan mengingat perjalanan dalam dunia mimpi lukisan pribadinya, domino pun tak kuat menggambarkan kembali ruang aneh yang baru di rasakan,,,.,rasa pilu domino hidup dalam dunia mimpi lukisan hapus sudah dan susah kembali untuik keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domino kau masih tidur, kau tak akan membantu ibu mu bekerja dan mencari uang di pasar, ibu berharap kau relakan semuanya untuk seorang ibu nak… mendengar seruan ibu nya yang terus bertubi-tubi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domino kau tega membiarkan ibu mu bekerja sendirian….&lt;br /&gt;Kau lah anak satu-satunya yang bisa mengerti semua ini domino…&lt;br /&gt;Ibu mu, ingin kau juga belajar bagaimana seharusnya kita menjadi dirimu sendiri, namun kita saat ini terjepit kesusahan ekonomi domin…, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domin seketika berteriak dan langsung ke luar kamar, sambil menyahut, ibu saya sudah bangun, apa yang bisa saya lakukan untuk mu ibu,..&lt;br /&gt;Tidak ada, domin kau harus keluar dari mimpi mu dalam lukisan,..kita harus berjalan seperti biasanya, seperti kau inginkan domin semakin banyak persoalan dalam hidup, boleh jadi kita semakin dapat mengerti apa sebenarnya harus kita lakukan… &lt;br /&gt;Ibu tahu domin, kita memang takan pernah tau apa yang akan terjadi didepan nanti, namun kita mempunyai kemampuan untuk meraba dan merasakan gejala masa depan itu…, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya atau tidak domin ini semua adalah bagian dari takdir yang kita bikin semua, kau tentu akan menolak apa yang ada dalam pikiran ibu mu tentang takdir, tapi domin, kita semua punya kekuatan dalam menggambarkan nya.., &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ibu, lagi-lagi banyak ngomong,,&lt;br /&gt;Mana pekerjaan ku pagi ini,,.bawa lah beras ketan hitam di gudang belakang, serahkan ke seluruh masyarakat di desa margaluyu, katanya mereka sudah dua hari tidak bisa makan. Memang ibu tau dari mana, kalau mereka kini sudah tidak bisa makan lagi,,. Kau jangan banyak tanya, sekarang kau harus pergi, tapi ibu, bukan kah mereka akan merasa terhina atas kehendak mu. Ibu juga tak tahu, tapi memang betul kok mereka sudah tidak bisa makan, benar, benar kok…, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian satu genggam literan beras merah, langsung di bawa domin, tak berfikir panjang domine lalu menyisir sisi jalan pelosok kampung margaluyu beberapa meter dari rumah tempat tinggal bersama ibunya, sesekali domin suka berharap, bisa kembali masuk ke ruang dan hidup di balik lukisan. namun domin tau diri jika itu tak lagi mungkin terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setiap kali domin akan tidur, dirinya sering membayangkan suasana indah dalam dunia mimpi, membayangkan dan berhkayal goresan keindahan kerap kali menyelimuti dalam benak dan otak domin. Sejak kejdian itu, kini domin terlihat agak berbeda, ibu nya sering meratap keanehan, selain sering ngomong sendirian, domin juga suka melentangkan badan di hadapan lukisan perempuan tersebut. Pada suatu hari saat domin terbangun dalam tidurnya, matanya terlihat terbelalak, sambil berada di ranjang tidurnya, suara nya keluar meraung, domin lagi berharap mimpi hidup jadi kenyataan. Beberapa kali di lihat saat bangun tidur lukisan itu tak juga memancarkan cahaya perubahan, dan seolah olah ia tak ingin mengajak lagi domin untuk pergi bersamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam, saat hujan deras mengguyur kampong halaman domin, seketika lukisan itu bergerak, dibawah bayang-bayang cahaya lampu cempor kamar domin, sosok perempuan melambaikan tangan dan mengajak domin untuk pergi. Dari sinar cahaya dua belah mata, terlihat sayu, aroma sejuk tercium dari kulit nan putih, sesekali terdengar bisikan perihal ajakan untuk bermain ke kebun mimpi hidup perempuan. Sehelai demi sehelai kain kapan yang menempel di bahu dan badan bagian atas perempaun itu jatuh seketika, desak napas rindu dan cinta nya mulai terlihat. Namun domin tak bereaksi, ia hanya melihat. Lalu bertanya siapa kah perempuan malam yang dating dari lukisan kamar nya tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan domin tak terjawab, tak berpikir panjang domin lalu melangkah dan mendekati perempuan, lalu terjadinya hubungan intim keduanya, beberapa menit suara indah keluar dari mulut domin saat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bersama nya domin kini tau pengetahuan tentang pesta, alat pital, alat seks dan kondom. Di meja kamar nya, terlihat berjejeran kondom dan alat seks lain nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka-sangka ibu nya, mengetahui kebiasaan mengoleksi barang antik, ibu nya bertutur, domin kau sudah besar, ibu tau kau punya mimpi dalam hidup, kau juga mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, kini kau hatus hati-hati, karena ibu sangat menyayangi mud an tak ingin kehilangan mu…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domin kembali bangun dalam tidur nya, dan melihat cahaya senja masuk ke kamar, domin lalu loncat, karena baginya cahaya senja membuat dirinya berada dalam hidup dalam harapan, senja itu membuat nya semangat jika kemudian kita akan menemukan apa yang ada dalam mimpi ku. Senja membuat dan akan merubah hidup yang membosankan. Saat menapaki dari mana asal cahaya senja, seketika terlihat mayat bergentayangan dan mayat korban pembunuhan tidak satu, domin berfikir lalu menanyakan kenapa ini mudah terjadi dan kemana rasa bersalah manusia, kematian, ya kematian, kenapa terlalu mudah orang untuk mengahasbisi nyawa orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu tentu mebuat kaget bagi domin, satu minggu terakhir saat kelaur dari mimpi bersama lukisan perempuan pribadinya, seakan domine berada dalam dunia serba aneh. Kekerasan menjadi bayangan mimpi dan indah. Jika kemudian jadinya hidup, disini ingin sekali domine kembali berada dalam dunia mimpi lukisan tersebut. Namun hal itu di pikirnya tak mungkin terjadi…,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-5418371799145225209?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/5418371799145225209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=5418371799145225209&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5418371799145225209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5418371799145225209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/11/domin-dalam-lukisan-pribadi_07.html' title='Domin Dalam Lukisan Pribadi'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-7773469865151600849</id><published>2008-11-07T20:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-07T20:18:26.873-08:00</updated><title type='text'>Domin Dalam Lukisan Pribadi </title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domin Dalam Lukisan Pribadi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di depan lukisan tangan di kamarnya sendiri, domino tak menemukan dirinya sendiri, setiap hari lukisan itu di lihat namun tak menemukan kenehan bahkan kejanggalan. Lukisan itu ingin membangunkan dan keluar dari kehidupan sehari-harinya, dimalam senja kerap kali membisikan domino untuk masuk agar menemukan cerita hidup berbeda. Ingin sekali domino berubah, dari hidup yang dianggap biasa-biasa saja. Domino selalu berdo a untuk perubahan, kata terdalam dalam bathin nya selalu menuntun jalan baru yang bisa membukakan arah jalan pulang kepada dirinya sendiri. Yang di rasakan domino jalan itu, rambu-rambu nya semakin hari tak kentara dan tak pernah memberikan petunjuk. Jadilah domino terdiam dan dianggap usaha berdoa nya dianggap sia-sia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dengan nada tidak berputus asa, usaha berdo a nya tak pernah padam, segudang masalah selalu menghiasi sisi kehidupan domin, hidup bagi dirinya terlihat segalanya memang begitu susah bagi domin, setiap hari selalu saja di rudung tumpukan masalah, bagaimana tidak dianggap sulit selain memikirkan bagaimana warga sekitar terserang penykit, domin juga sudah mulai kesulitan dalam mencari biaya makan. Bahkan dalam itungan jari domino harus meyelesaikan dengan sendirian. Bagi domino hidup adalah menyelesaiakan setumpuk masalah, saking sering nya dirinya menganggap bahwa hidup datar dan tak mempunyai masalah memang tidak mengasikkan. Sking biasanya, sesekali domino mencari maslah agar kemudian ia bisa kembali untuk berdo’a. setiap datang pagi, lantunan do’a untuk dirinya kerap kali di lantunkan. Namun masih saja di depan lukisan itu domino tak juga menemukan dirinya sendiri, meski usahanya kini sudah dianggap di atas rata-rata. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lukisan hasil pembelian nya beberapa tahun lalu di emperan jalan kota besar di Indonesia negeri krisis ini, terus menerus mengajak domino untuk memasuki nya kawasan-kawasan asing di dalam goresan lukisan, garis merah bercampur warnah hitam membuat domino semakin tergiur untuk berusaha masuk, lukisan itu mengumbar sejumlah harapan bahkan kebahagiaan dalam menemukan dirinya sendiri. Sosok perempuan dalam lukisan di kamar domino membuat dirinya tertegun dan tertunduk dan berkata’ “aku ingin berjalan menapaki sisi menarik dalam hidup ku tebarkan rasa kemanusiaan sambil berkata kepada banyak warga jika kemudian kita masih punya harapan”. Hidup domino tidak mempunyai mimpi, domino hanya ingin keluar dari rasa jenuh yang selalu membosankan. Upaya yang telah dilakukan nya hingga kini belum juga terjelmakan, lukisan itu kini menjadi satu-satu nya barang pusaka yang sering mengajarkan mimpi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Malam menjelang pagi di bulan februari domino telah asyik menikmati mimpi di dalam lukisan pribadinya, balut wajah perempuan sebagai ‘sosok’ telah membukakan harapan baru dalam perjalanan hidup domino. Setiap menjelang pagi, kini domino mempunyai kebiasaan baru, kerap kali merunut sejumlah mimpi-mimpi hidup di balik lukisan yang baru dimasuki nya. Saking asyik nya terkadang domino berjingkrak-jingkar mirip seorang bocah. Sepertinya domino baru saja mendapatkan rasa kebahagiaan mendalam. Sempat domino mempertanyakan akan lukisan ajaib di kamar nya, mengapa lukisan ajaib itu, bisa memberikan hal menarik terhadap dirinya sendiri. Namun kali ini domino tak ingin menjawab nya sekarang, karena khawatir kenikmatan dunia di balik lukisan hilang seketika. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di dalam dunia lukisan pribadinya, domino merasakan aroma sejuk yang tak kan pernah di dapat hidup dibalik kamarnya, bunga senja terjejer dalam bingkaian kehangatan tak kan pernah di tukar kan domino dengan apa pun juga. Cahaya matahari memancarkan seluruh relung dan ruang lain, atas cahaya, jejak langkah meruntai juga menapaki arah jalan untuk kembali semakin terlihat jelas. Ada nada riang dan semangat luar biasa, saat domino berpangku sambil duduk termenung di lantai dasar beralaskan kehangatan. Kehangatan dengan goresan keindahan memberikan bukti jika kemudian hidup selalu ada harapan. Cahaya, tikar dan kehangatan membutakan jiwa kelabu domino, akhirnya bertapuk dalam dahan-dahan hijau pohon kehidupan, rasa kalut kebahagiaan seolah di raba seketika dan pergi dalam untaian kebersamaan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia menoleh ke arah dari mana ia datang, bisakan ia kembali ke ruangan sebelumnya? Domino sekuat tenaga berlari kea rah dari mana ia datang, berlari dan terus berlari, ke arah lubang yang dilalui domino, nampak tujuan semakin menjauh, keinginan kuat untuk kembali telah mengalahkan rasa lelah dan lemas domino. Ternyata dirinya sudah berada di ruang yang jauh luar biasa, kini upaya nya semakin mendapat hasil. Domino pun menjatuhkan ke lubang yang dilalui nya, secara tiba-tiba angina kencang mengamini keinginan nya dan seketika terdengar kutukan pintu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-GB"&gt;Domino-domino kok jam segini belum juga bangun,….., bangun lah hari sudah siang, kau harus membantu ibu membereskan barang untuk di bawa ke pasar nanti…” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seketika domino juga langsung menyahut, iya…., sambil meregangkan napas dalam dan mengingat perjalanan dalam dunia mimpi lukisan pribadinya, domino pun tak kuat menggambarkan kembali ruang aneh yang baru di rasakan,,,.,rasa pilu domino hidup dalam dunia mimpi lukisan hapus sudah dan susah kembali untuik keluar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domino kau masih tidur, kau tak akan membantu ibu mu bekerja dan mencari uang di pasar, ibu berharap kau relakan semuanya untuk seorang ibu nak… mendengar seruan ibu nya yang terus bertubi-tubi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domino kau tega membiarkan ibu mu bekerja sendirian….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kau lah anak satu-satunya yang bisa mengerti semua ini domino…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibu mu, ingin kau juga belajar bagaimana seharusnya kita menjadi dirimu sendiri, namun kita saat ini terjepit kesusahan ekonomi domin…, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domin seketika berteriak dan langsung ke luar kamar, sambil menyahut, ibu saya sudah bangun, apa yang bisa saya lakukan untuk mu ibu,..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada, domin kau harus keluar dari mimpi mu dalam lukisan,..kita harus berjalan seperti biasanya, seperti kau inginkan domin semakin banyak persoalan dalam hidup, boleh jadi kita semakin dapat mengerti apa sebenarnya harus kita lakukan… &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ibu tahu domin, kita memang takan pernah tau apa yang akan terjadi didepan nanti, namun kita mempunyai kemampuan untuk meraba dan merasakan gejala masa depan itu…, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Percaya atau tidak domin ini semua adalah bagian dari takdir yang kita bikin semua, kau tentu akan menolak apa yang ada dalam pikiran ibu mu tentang takdir, tapi domin, kita semua punya kekuatan dalam menggambarkan nya.., &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ah ibu, lagi-lagi banyak ngomong,,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mana pekerjaan ku pagi ini,,.bawa lah beras ketan hitam di gudang belakang, serahkan ke seluruh masyarakat di desa margaluyu, katanya mereka sudah dua hari tidak bisa makan. Memang ibu tau dari mana, kalau mereka kini sudah tidak bisa makan lagi,,. Kau jangan banyak tanya, sekarang kau harus pergi, tapi ibu, bukan kah mereka akan merasa terhina atas kehendak mu. Ibu juga tak tahu, tapi memang betul kok mereka sudah tidak bisa makan, benar, benar kok…, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak lama kemudian satu genggam literan beras merah, langsung di bawa domin, tak berfikir panjang domine lalu menyisir sisi jalan pelosok kampung margaluyu beberapa meter dari rumah tempat tinggal bersama ibunya, sesekali domin suka berharap, bisa kembali masuk ke ruang dan hidup di balik lukisan. namun domin tau diri jika itu tak lagi mungkin terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kini setiap kali domin akan tidur, dirinya sering membayangkan suasana indah dalam dunia mimpi, membayangkan dan berhkayal goresan keindahan kerap kali menyelimuti dalam benak dan otak domin. Sejak kejdian itu, kini domin terlihat agak berbeda, ibu nya sering meratap keanehan, selain sering ngomong sendirian, domin juga suka melentangkan badan di hadapan lukisan perempuan tersebut. Pada suatu hari saat domin terbangun dalam tidurnya, matanya terlihat terbelalak, sambil berada di ranjang tidurnya, suara nya keluar meraung, domin lagi berharap mimpi hidup jadi kenyataan. Beberapa kali di lihat saat bangun tidur lukisan itu tak juga memancarkan cahaya perubahan, dan seolah olah ia tak ingin mengajak lagi domin untuk pergi bersamanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tengah malam, saat hujan deras mengguyur kampong halaman domin, seketika lukisan itu bergerak, dibawah bayang-bayang cahaya lampu cempor kamar domin, sosok perempuan melambaikan tangan dan mengajak domin untuk pergi. Dari sinar cahaya dua belah mata, terlihat sayu, aroma sejuk tercium dari kulit nan putih, sesekali terdengar bisikan perihal ajakan untuk bermain ke kebun mimpi hidup perempuan. Sehelai demi sehelai kain kapan yang menempel di bahu dan badan bagian atas perempaun itu jatuh seketika, desak napas rindu dan cinta nya mulai terlihat. Namun domin tak bereaksi, ia hanya melihat. Lalu bertanya siapa kah perempuan malam yang dating dari lukisan kamar nya tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertanyaan domin tak terjawab, tak berpikir panjang domin lalu melangkah dan mendekati perempuan, lalu terjadinya hubungan intim keduanya, beberapa menit suara indah keluar dari mulut domin saat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bersama nya domin kini tau pengetahuan tentang pesta, alat pital, alat seks dan kondom. Di meja kamar nya, terlihat berjejeran kondom dan alat seks lain nya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak disangka-sangka ibu nya, mengetahui kebiasaan mengoleksi barang antik, ibu nya bertutur, domin kau sudah besar, ibu tau kau punya mimpi dalam hidup, kau juga mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, kini kau hatus hati-hati, karena ibu sangat menyayangi mud an tak ingin kehilangan mu…. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Domin kembali bangun dalam tidur nya, dan melihat cahaya senja masuk ke kamar, domin lalu loncat, karena baginya cahaya senja membuat dirinya berada dalam hidup dalam harapan, senja itu membuat nya semangat jika kemudian kita akan menemukan apa yang ada dalam mimpi ku. Senja membuat dan akan merubah hidup yang membosankan. Saat menapaki dari mana asal cahaya senja, seketika terlihat mayat bergentayangan dan mayat korban pembunuhan tidak satu, domin berfikir lalu menanyakan kenapa ini mudah terjadi dan kemana rasa bersalah manusia, kematian, ya kematian, kenapa terlalu mudah orang untuk mengahasbisi nyawa orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Malam itu tentu mebuat kaget bagi domin, satu minggu terakhir saat kelaur dari mimpi bersama lukisan perempuan pribadinya, seakan domine berada dalam dunia serba aneh. Kekerasan menjadi bayangan mimpi dan indah. Jika kemudian jadinya hidup, disini ingin sekali domine kembali berada dalam dunia mimpi lukisan tersebut. Namun hal itu di pikirnya tak mungkin terjadi…,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Feri Wahyudin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="en-GB"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;november 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-7773469865151600849?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/7773469865151600849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=7773469865151600849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7773469865151600849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7773469865151600849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/11/domin-dalam-lukisan-pribadi.html' title='Domin Dalam Lukisan Pribadi '/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-3705394400302339440</id><published>2008-10-16T21:00:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T21:03:17.286-07:00</updated><title type='text'>Harus......</title><content type='html'>T&lt;span style="font-family: arial;"&gt;ak Seharus nya..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus nya bagaimana ........&lt;br /&gt;Dimana.........&lt;br /&gt;Kapan.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang..............&lt;br /&gt;Mestinya tidak demikian&lt;br /&gt;Ambil lah semuanya&lt;br /&gt;Jika ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hi hi hi hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-3705394400302339440?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/3705394400302339440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=3705394400302339440&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3705394400302339440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3705394400302339440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/10/harus.html' title='Harus......'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-3848111797088024595</id><published>2008-07-01T23:35:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T23:52:49.628-07:00</updated><title type='text'>DAWAI IRAMA</title><content type='html'>dawai ku...., ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sudah hampir satu bulan kami menunggu hari, malam hari kami berniat menghibur bersama tarian dawai ratu ronggeng. ratu asal kampung tempat kami mengabdi dan tumbuh layak nya manusia lain. jentikan jari dan tatapan mata ronggeng teringat ku pada mimpi sebuah harapan untuk lebih baik. memang ronggeng adalah ronggeng dan telah menjadi dirinya sendiri, malam itu kami terlibat obsesi ratapan tajam mata nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tarian ronggeng nampak nya telah menyadarkan kami akan bapak kepala sekolah ku. tinggal di kampung nun jauh di sana sambil di selingi pohon rindang jalan menuju halaman rumah nya. bagi sosok kepala sekolah ronggeng adalah bagian dari cara kita dalam mengamini hidup, jalan setapak menuju kampung halaman telah memberikan ilmu pengetahuan baru dalam keberanaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Puluhan kilometer dari pusat kota dengan batu terjal dan gegunungan, boleh jadi jika pada saat nya nanti tarian tarian dalam hidup perlu ke cerdikan tersediri. pengetahuan jalanan membawaku ke alam serba nyata. memang nyata tidak semestinya benar, namun punya nilai kebenaran tersendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagaimana kita, hari ini ku lalui memang tak seperti biasanya, dingin nya malam membangkitkan kami untuk merunut kembali dubaian kalimat dalam buku dan majalah ku. dituntut untuk berani membuka ruang kebebasan dan ruang kreatifitas. imajinasi seseorang telah menjadi modal utama dalam mengembangkan kebebasan nya untuk menentukan mana yang dianggap benar dan tidak benar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Meski seolah-olah katanya kita telah terbiasa hidup di bawah payung kebenaran orang lain dan katanya, lalu kemudian jika kita tidak memiliki standarisasi kebenaran dalam menentukan langkah, apa lagi yang bisa di pertahan kan. kita semua mengakui susah rasanya untuk masuk ke ruang nyata tanpa ada interpensi apa pun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bisakan kah kita berusaha keluar dari jaring wajah orang lain, dan menjadi titik tersendiri tanpa orang lain, hal ini yang dikehendaki dari sejumlah pemikir sekaliber plato dan socrates dalam beberapa sumber nya.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;1 juli 2008 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Anak Bangsa &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-3848111797088024595?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/3848111797088024595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=3848111797088024595&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3848111797088024595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3848111797088024595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/07/dawai-irama.html' title='DAWAI IRAMA'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8004809318807410065</id><published>2008-06-25T02:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-25T02:43:18.268-07:00</updated><title type='text'>CENGIKNGIK</title><content type='html'>cengak cengik&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;cengak cengik suara tangis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;seruduk amuk binasa diri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;sendu gurau wajah kalut &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;galau an bersama dendangan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;teriak, tak terima &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;tak ada kata keluar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;waduh aku binasa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ya sudah lah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;jalan nya di buai mimpi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8004809318807410065?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8004809318807410065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8004809318807410065&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8004809318807410065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8004809318807410065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/06/cengikngik.html' title='CENGIKNGIK'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-2102671108655122971</id><published>2008-06-20T02:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-20T03:10:59.213-07:00</updated><title type='text'>MENARI BERSAMA PEREMPUAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perjumpaan bersama nya di kota ini,….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalah arti perpisahan jika menjadi sebuah keharusan, berharapan untuk kembali menuai sebuah cerita hidup, rangkaian perjalanan tuk bersama nya dalam menari tidak untuk menolak …,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpisahan juga perjuampaan bagi domine layaknya menjadi sebuah keharusan, berjumpa bersama perempuan yang masih bisa menikmati dalam bingkai cerita untuk bermmpi besama nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;sambil mengndarai sepeda motor keduanya hendak pergi menjelajah kawasan bandung selatan, waktu terus berlanjut, satu jam kemudian domine masih bisa merasakan hangat seduhan teh tubruk tradisional ala kota bandung. aku duduk berdua bersama perempuan ku yang biasa ku panggil icha. sosok perempuan yang pandai berbahasa asing , juga mempunyai hobi hampir mirif dengan ku, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;bercengkrama bertutur dan bercerita sambil di temani teh tubruk tradisional di warung gadai bandung selatan, malam itu terasa amat sangat berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ah kok pahit rasa nya teh nya….., Masa sih, aku mengelak, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Biasanya teh buatan warung ini enak rasanya dan bau segar…., Mungkin kamu lupa tak diberi gula ,… icha pun menggerakkan badan dengan merubah posisi duduk ..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;icha meminta dan bertanya Gula mana..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ku seobekan gula yang masih terbungkus kertas putih dalam bahasa china,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah ini dia, gula bisa membuat beda rasa dari teh aslinya.,,&lt;br /&gt;icha langsung menolak, Masa sih, gula nya sedikit bisa hilang rasa pahit , kata nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sambil meratap kelembutan sosok wajah icha , tak henti-henti membayangkan. irama menari dalam perjumpaan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa berdampingan di kedai dengan menikmati cuaca dingin malam, memberikan arti jelas tentang penjumpaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;para Pemilik warung gedai sering melihat kami berdua, layak nya sebagai seorang pedagang, membeli dua gelas teh tubruk hingga berjam-jam kembali kami berdua memesan kembali teh tubruk tradisional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratapan icha pada malam itu, terlihat semakin tajam, terdengar suara desah kehangatan, dalam nada perjumpaan hakiki, teh tubruk di minum hingga akhirnya memberikan warna dan kepastian jika sebuah perjumpaan dalam tarian tubuh nya tentu akan berakhir seketika. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Icha pun menarik napas dalam, kehadiran sosok domine di sisi nya kerap kali terlalu berat untuk dinikamati,..., Satu jam sudah domine bersasamanya, perpisahan yang dikehendaki nya tak juga datang. untuk memutuskan nya keduanya langsung meninggalkan lokasi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam perjalanan nya telepon gengam icha terus berbunyi, ada nada panggilan segera untuk menghubungi kembali, namun icha akhirnya tak juga menanggapi,,&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;seduhan teh untuk kedua kali nya, dengan gambar dan logo berbeda. gambar nya kolonialisme. catatan dan syarat kesetiaan,...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu , kita menunggu teh untuk diseduh, kata domine&lt;br /&gt;Sekarang kamu sudah terbiasa, rambut urai perempuan dibereskan segera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;logo partai kolonialisme telah merampas hati nurani kami berdua, harta karun kenikmatan telah di bawa dalam medan perpisahan bersama sang penjajah.,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lama kemudian Telepon icha kembali berbunyi, suara laki-laki terus meminta untuk di jawab. tak lama kemudian icha menangis tersedu-sedu. akibat telepon tidak berbalik icha berteriak dan meminta pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa was-nampak terlihat dari raut wajah icha, kami berdua kembali pulang dan domine pun mengantarkan nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam di lalui nya, dengan tidak berharap, kebiasaan dalam rayuan dan buaian dilalui bersama harapan mimpi bersama sebuah lukisan perempuan pribadinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;feri wahyudin &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;anak bangsa &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-2102671108655122971?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/2102671108655122971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=2102671108655122971&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/2102671108655122971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/2102671108655122971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/06/menari-bersama-perempuan.html' title='MENARI BERSAMA PEREMPUAN'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-5150910527651101067</id><published>2008-06-18T02:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-18T03:26:54.723-07:00</updated><title type='text'>DOMIN DALAM LUKISAN PRIBADI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Domin Dalam Lukisan Pribadi &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan lukisan tangan. Domino sosok laki-laki kurus terus menatap tajam, setiap hari lukisan pribadi dalam kamar nya terus di lihat namun tak juga bersama, setiap pagi datang Lukisan pribadi nya membangunkan nya tuk keluar dalam rutinitas keseharian, dalam sekap malam Domino selalu membisikan tuk masuk dalam bingkai cerita hidup berbeda. Ingin sekali Domino berubah, hidup yang dianggap biasa-biasa menjadi luar biasa. berbagai cara dilakukan termasuk cara nya dengan berdo'a, kata dalam bathin ingin menuntun jalan baru yang bisa membukakan arah jalan pulang. kerap kali rambu-rambu jalan semakin tak kentara dan tak pernah memberikan petunjuk. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Jadilah Domino terdiam dan dianggap kini usaha tuk berdoa dianggap sia-sia......, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"&lt;em&gt;tak tau lah apa lagi yang harus ku perbuat dan ku katakan pada semua orang&lt;/em&gt;",...., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dalam nada berputus asa, semangat tuk berdo a tak juga padam, meski segudang masalah selalu mewarnai kehidupan Domino, hidup bagi nya suka terlihat begitu susah, hari yang dilalui selalu di rudung setumpuk masalah. Bagaimana tidak dianggap sulit dan susah, menelusuri penyakit ganas warga di pemukiman tempat tinggal yang belum ada obat nya membuat Domine tak berkata-kata . &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Belum juga harga-harga terus melonjak tinggi dan susah mencari makan, Dalam itungan hari Domino harus segera menjawab nya dengan sedirian, bagi Domino hidup layaknya menyelesaiakan setumpuk masalah, bagi diri Domine bahwa hidup datar dan biasa-biasa saja disebut tidak mengasikkan. akibat nya Domino sering saja mencari masalah, agar kemudian ia bisa kembali untuk berdo’a. sudah sekian lama Domino berdiri di depan lukisan pribadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;namun tak juga menemukan dirinya sendiri, usaha untuk bertemu bersama dirinya kini dianggap sia-sia belaka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Lukisan pribadi di kamar nya sudah tersimpan hingga belasan tahun, saat itu Domino membeli di emperan jalan kota besar di Indonesia, setiap malam dan menjelang pagi lukisan tersebut selalu mempersilahkan untuk masuk dan menikmati kawasan-kawasan asing di dalam goresan lukisan pribadinya. Garis merah bercampur hitam, tergiur Domine berusaha masuk, terlihat lukisan nya telah mengumbar harapan dan kebahagiaan lain. Ditambah Sosok perempuan dalam lukisan selalu saja berkata’ “aku ingin berjalan menapaki sisi menarik dalam hidup, tebarkan rasa kemanusiaan, jika kemudian kita masih punya harapan”. Hidup domino tidak mempunyai mimpi, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebernarnya Domino hanya ingin keluar dari rasa jenuh dan membosankan. lukisan prbadi nya telah menjadi satu-satu nya barang pusaka dalam mengajarkan mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menjelang pagi pada bulan Februari, domino tengah asyik menikmati mimpi dalam lukisan pribadinya, balut wajah perempuan sebagai ‘sosok’ membukakan harapan baru perjalanan hidup domino. Setiap menjelang pagi, Domino kini mempunyai kebiasaan baru, merunut mimpi-mimpi hidup sambil berada di balik lukisan pribadinya yang baru saja dimasuki. karena tidak terbiasa Domino sering berjingkrak-jingkar layak nya seorang seorang bocah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sepertinya Domino baru saja mendapatkan kebahagiaan terdalam melalui lukisan pribadinya, sambil menatap tajam lukisan prbadi nya diajak bicara, keluar dalam mulut nya, mengapa lukisan ajaib, telah bisa memberikan hal menarik terhadap dirinya sendiri. Kali ini domino tak ingin menjawab nya sekarang, karena khawatir rasa suka dan nikmat berada di balik dunia lukisan hilang seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domino merasakan aroma sejuk, bunga senja terjejer bingkaian kehangatan tak pernah di tukar dengan apa pun. Cahaya matahari menerangi relung dan ruang lain, memetakan tentang siapa dirinya sendiri. melalui cahaya jejak langkah meruntai sambil menapaki ruah jalan tuk kembali Domino melihat jelas. Ada nada riang dan semangat luar biasa, Domino pun berpangku dengan duduk termenung di lantai dasar beralaskan kehangatan. Kehangatan goresan indah memberi bukti bahwa hidup selalu ada harapan. Cahaya, tikar dan kehangatan membutakan jiwa kelabu Domino, bertapuk dalam dahan-dahan hijau pohon kehidupan, rasa kalut kebahagiaan seolah di raba dan pergi dalam untaian kebersamaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ia menoleh ke arah dari mana seharusnya Domino datang, bisakan ia kembali ke ruangan sebelumnya? Domino berlari ke a rah berlawanan, berlari dan terus berlari, terlihat tujuan semakin dirasa terus menjauh, keinginan kembali mendapatkan mengalahkan rasa lelah dan lemas diri Domino. semangat nya sudah menuai hasil. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terdengar lah teriakan “Domino-domino kok jam segini masih belum bangun juga,….., bangun lah hari sudah siang, kau harus membantu ibu mu tuk membereskan barang ke pasar nanti…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika Domino langsung menyahut nya, …., sambil meregangkan napas dan mengingat perjalanan masuk dalam dunia mimpi lukisan pribadinya, akhirnya Domino tak kuat lagi untuk kembali masuk tata ruang aneh ,,,.,rasa pilu Domino hidup dalam dunia mimpi lukisan hapus sudah dan susah kembali untuk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu nya terus menyahut, Domino kau masih tidur, kau tak akan membantu ibu mu bekerja dan mencari uang di pasar, ibu berharap kau relakan semuanya nak… mendengar seruan ibu domino bergegas keluar &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Domino-domino kau anak durhaka, tega membiarkan ibu mu bekerja sendirian….&lt;br /&gt;Kau lah anak satu-satunya yang terbiasa semua ini …&lt;br /&gt;Ibu mu, ingin kau juga belajar bagaimana seharusnya kita menjadi dirimu sendiri, namun kita saat ini terjepit kesusahan ekonomi domin…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domin berteriak dan berlari ke luar kamar, sambil menyahut, ibu ku saya sudah bangun, apa yang bisa saya lakukan untuk mu ibu,.. Tidak ada, domin kau harus keluar dalam mimpi mu lukisan pribadimu,..kita harus menapaki &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Percaya atau tidak domin ini semua adalah bagian dari takdir yang kita bikin semua, kau tentu akan menolak apa yang ada dalam pikiran ibu mu tentang takdir, tapi domin, kita semua punya kekuatan dalam menggambarkan nya..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ibu, lagi-lagi banyak ngomong,,&lt;br /&gt;Mana pekerjaan ku pagi ini,,.bawa lah beras ketan hitam di gudang belakang, serahkan ke seluruh masyarakat di desa margaluyu, katanya mereka sudah dua hari tidak bisa makan. Memang ibu tau dari mana, kalau mereka kini sudah tidak bisa makan lagi,,. Kau jangan banyak tanya, sekarang kau harus pergi, tapi ibu, bukan kah mereka akan merasa terhina atas kehendak mu. Ibu juga tak tahu, tapi memang betul kok mereka sudah tidak bisa makan, benar, benar kok…,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian satu genggam literan beras merah, langsung di bawa domin, tak berfikir panjang domine lalu menyisir sisi jalan pelosok kampung margaluyu beberapa meter dari rumah tempat tinggal bersama ibunya, sesekali domin suka berharap, bisa kembali masuk ke ruang dan hidup di balik lukisan. namun domin tau diri jika itu tak lagi mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini setiap kali domin akan tidur, dirinya sering membayangkan suasana indah dalam dunia mimpi, membayangkan dan berhkayal goresan keindahan kerap kali menyelimuti dalam benak dan otak domin. Sejak kejdian itu, kini domin terlihat agak berbeda, ibu nya sering meratap keanehan, selain sering ngomong sendirian, domin juga suka melentangkan badan di hadapan lukisan perempuan tersebut. Pada suatu hari saat domin terbangun dalam tidurnya, matanya terlihat terbelalak, sambil berada di ranjang tidurnya, suara nya keluar meraung, domin lagi berharap mimpi hidup jadi kenyataan. Beberapa kali di lihat saat bangun tidur lukisan itu tak juga memancarkan cahaya perubahan, dan seolah olah ia tak ingin mengajak lagi domin untuk pergi bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam, saat hujan deras mengguyur kampong halaman domin, seketika lukisan itu bergerak, dibawah bayang-bayang cahaya lampu cempor kamar domin, sosok perempuan melambaikan tangan dan mengajak domin untuk pergi. Dari sinar cahaya dua belah mata, terlihat sayu, aroma sejuk tercium dari kulit nan putih, sesekali terdengar bisikan perihal ajakan untuk bermain ke kebun mimpi hidup perempuan. Sehelai demi sehelai kain kapan yang menempel di bahu dan badan bagian atas perempaun itu jatuh seketika, desak napas rindu dan cinta nya mulai terlihat. Namun domin tak bereaksi, ia hanya melihat. Lalu bertanya siapa kah perempuan malam yang dating dari lukisan kamar nya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan domin tak terjawab, tak berpikir panjang domin lalu melangkah dan mendekati perempuan, lalu terjadinya hubungan intim keduanya, beberapa menit suara indah keluar dari mulut domin saat merasakan kenikmatan yang luar biasa. Bersama nya domin kini tau pengetahuan tentang pesta, alat pital, alat seks dan kondom. Di meja kamar nya, terlihat berjejeran kondom dan alat seks lain nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangka-sangka ibu nya, mengetahui kebiasaan mengoleksi barang antik, ibu nya bertutur, domin kau sudah besar, ibu tau kau punya mimpi dalam hidup, kau juga mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, kini kau hatus hati-hati, karena ibu sangat menyayangi mud an tak ingin kehilangan mu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Domin kembali bangun dalam tidur nya, dan melihat cahaya senja masuk ke kamar, domin lalu loncat, karena baginya cahaya senja membuat dirinya berada dalam hidup dalam harapan, senja itu membuat nya semangat jika kemudian kita akan menemukan apa yang ada dalam mimpi ku. Senja membuat dan akan merubah hidup yang membosankan. Saat menapaki dari mana asal cahaya senja, seketika terlihat mayat bergentayangan dan mayat korban pembunuhan tidak satu, domin berfikir lalu menanyakan kenapa ini mudah terjadi dan kemana rasa bersalah manusia, kematian, ya kematian, kenapa terlalu mudah orang untuk mengahasbisi nyawa orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu tentu mebuat kaget bagi domin, satu minggu terakhir saat kelaur dari mimpi bersama lukisan perempuan pribadinya, seakan domine berada dalam dunia serba aneh. Kekerasan menjadi bayangan mimpi dan indah. Jika kemudian jadinya hidup, disini ingin sekali domine kembali berada dalam dunia mimpi lukisan tersebut. Namun hal itu di pikirnya tak mungkin terjadi…,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-5150910527651101067?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/5150910527651101067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=5150910527651101067&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5150910527651101067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5150910527651101067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/06/domin-dalam-lukisan-pribadi.html' title='DOMIN DALAM LUKISAN PRIBADI'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4506110437257766749</id><published>2008-06-15T23:02:00.001-07:00</published><updated>2008-06-15T23:13:43.305-07:00</updated><title type='text'>keagungan Nama</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;keagungan kata &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;pagi itu aku tersandung kata, kata membangunkan ku dalam tidur lelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;pagi di beranda rumahku aku melihat mu menyapu sampah berserakah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;pagi ini aku beranjak pergi yang kutinggalkan amuk kuasa kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;pagi menjelang sore, kusimpan kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;akan ku ajak kembali kata untuk menari bersama jiwaku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;akan ku muntahkan keluh kesah ku dalam deretan kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;akan ku hiasi dinding lukisan pribadi ku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;akan ku ajari diri dengan badai kehangatan cintamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dengar kan ada nadir diri, ada kehendak, ada cerita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dengar kan akan ku tebarkan pesona untuk menapaki jejak mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dengar kan, kebisuan mu hamba dalam derita mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dengar kan, titik nasib diri mu di tentukan kuasa mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ingat dendam hatimu terbuka lebar dalam wajah mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ingat lembab luka mu terus besar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ingat ini adalah proses mu dan ku.., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak bangsa &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4506110437257766749?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4506110437257766749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4506110437257766749&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4506110437257766749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4506110437257766749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/06/keagungan-nama.html' title='keagungan Nama'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-3844190158120475884</id><published>2008-06-09T03:06:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T03:26:54.751-07:00</updated><title type='text'>AJARI KAMI KEINDAHAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;AJARI KAMI...., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;lelah..., bangun,,,. pergi..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;berdiri,,,. berteriak,,,. bercengkrama..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;hujat,,,. tuduh..., prasangka,,,. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;hidangan pagi lelap di guyur hujan..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dendangan kata, tertegur kuasa kalimat,,. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;amuk kata muntah kah tebar..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;wajah mu tebarkan rindu,.., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;lidah mu ungkap kan kebencian.., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dada mu terbungkus sanksi,,.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;hati mu terkikis kalut zaman.., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;lembaga ku terkatuk kuasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ku tertawa di depan kebengisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;ku melangkah amorfati diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;aku jati diri ternoda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;aku adalah aku, yang bisa menari saat kau ajarkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;aku adalah diri, memuncak gunung, mendaki dalam kesadaran ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;aku adalah esensi ku, jalan panjang membutakan mata hati mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;aku adalah realitas tafsir, kebencian mu menyadarkan ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;aku akan tetap menari dalam tarian baletan mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;meski terkadang kau sadar, tidak dengan tuhan mu kawan..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak bangsa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-3844190158120475884?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/3844190158120475884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=3844190158120475884&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3844190158120475884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3844190158120475884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/06/ajari-kami-keindahan.html' title='AJARI KAMI KEINDAHAN'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-491643374769967056</id><published>2008-06-05T04:22:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T05:11:08.911-07:00</updated><title type='text'>CARA PANDANG</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;CARA PANDANG...., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Tebarkan rasa haru di saat berdiri kukuh..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;tanggapan atas komentar teman lama saat memahami diri nya disebut "aku hanya lah kata". dan boleh jadi "aku adalah kalimat" menoleh ke belakang tentang artikulasi nya , dominasi gagasan ide sering dipengaruhi atas kesenangan sesaat. ditebarkan di halaman dan rak buku di kamar pribadiku membukakan kaca mata lain untuk melakukan upaya penafsiran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;diri bagian dari realitas untuk di tafsir, jika kemudian diantara kita memahami juga bersemangat mengartikan diri sebagai kata, tak menjadi masalah. hal itu bagian dari cara kita semua, untuk membukakan jalan pulang ke hariban. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;menoleh ke belakang, derida mengintruksi kan tentang ada nya dengan cara berfikir, kerja dan olah pikir setiap hari dilakukan bagian dari upaya nya untuk memaknakan agar kemudian kita semua tidak terjerembab dalam dogma skeptik dan tak punya nama. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;derida kerap kali mengantui dalam mimpi tidur ku di kamar pribadiku, deretan catatan sejak dulu kala yang kusimpan di rak buku ku, mengajak kita semua untuk selalu menggunakan cara berfikir kita dalam keberadaan nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;lantas bagaimana cara nya, ya tentu berusaha untuk selalu memikirkan segala sesuatu dalam diri ini dan diluar diri ini. lagi-lagi diri adalah realitas yang tak pernah berhenti untuk terus menerus di lakukan pemaknaan ulang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;apa untung nya itu semua dilakukan, yang paling kentara adalah gerak untuk terus maju dan tanpa berhenti di satu titik, mudah-mudahan kita tak rela menjadi bagian dari titik orang lain, namun menjadi titik itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;lelah memang kawan harus menjadi budak dari titik orang lain dan tanpa makna juga tujuan nyata, aku hidup di kota besar hanya ingin mencari sesuatu yang baru, membaca kemudian melegendakan sesuatu. seperti kita pahami dari jalaluddin rumi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;tokoh sufi satu ini, terus terang memang belum ada penelitian khusus, namun yang kukenal dari kejauhan, semerbak gerak cinta yang di miliki jalaludin rumi, semua nya berakhir pada hakikat diri yang utuh. langkah berikutnya adalah bersatu sambil menari dalam keutuhan jiwa dan dendangan suara bathin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bisakah kita tebarkan rasa cinta itu pada khalayak ramai, humanisme barat salah satu jalan, sebagai langkah dalam mengharmoniskan daya pikir dan keinginan merubah. tokoh yang paling ku suka adalah pramoedya ananta toer, bapak kemanusiaan ini, sejak puluhan tahun tak henti-hentinya menyuarakan gerak humanisme atau kemanusiaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;hubungan antara jalaludin dan pramoedya ananta toer terdapat dari cara memahami diri nya yang utuh dalam bingkai eksistensi, yang satu mengandalkan kekuatan bahasa bathin yang kedua mengandalkan proses gerak. dari itu semua kita dapat menarik kesimpulan, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;yakni, cinta.., "aku rasakan gerak itu setiap saat, aku isap aroma wangi sejak pagi, dan aku juga tebarkan untuk mengukuhkan, jika kemudian kita masih ada...," &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak bangsa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bayangkan seorang pekerja keras di sebuah media penerbitan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-491643374769967056?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/491643374769967056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=491643374769967056&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/491643374769967056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/491643374769967056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/06/cara-pandang.html' title='CARA PANDANG'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-5137358289780330368</id><published>2008-06-04T04:21:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T04:44:47.190-07:00</updated><title type='text'>BERMIMPI MENJADI PENULIS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;BERMIMPI JADI PENULIS&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bayangkan apa jadinya jika sebuah mimpi terindah dalam hidup mu, terjelma seketika. apa yang ada dalam pikiran kita jika awan kelabu berubah cahaya amorfati dalam diri, dan apa jadinya teman jika ide cemerlang pikiran mu dirunut menjadi untaian kalimat penggerak sosial, politik, budaya dan diri sendiri. pertanyaan-pertanyaan ini memang tak harus di jawab, tak ada lembaran kertas dari segala ukuran bisa menampung . &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Semerbak mimpi indah nya, di untai perkalimat, gagasan ditata di balik amorfati manusia hidup. ahh jangan lah terlalu menghiraukan nya, ini semua sebuah rekayasa biar kita berada dan mendekati mimpi indah kita. kenapa kemudian orang bisa bermimpi dan mendambakan mimpi indahnya. bayangkan di saat kita semua menelantangkan anggota tubuh sambil berharap untuk bisa menikmati kembali kehangatan mimpi indah nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;lantas kenapa orang selalu bermimpi dan kenapa orang mendambagan mimpi terindah, boleh jadi mimpi dalam ukuran dialog internal hernowo adalah sebagian khayalan juga harapan tak kesampaian, artinya manusia selalu dihantui atas dasar perubahan dalam diri, yang patut di tindak lanjuti dengan perubahan eksistensi nya. akibat beban terlalu berat lalu kemudian kita semua medambakan kehangatan keindahan untuk segera terjelma. pada saat bersamaan diri disebut manusia dihadapkan pada keterbatasan diri, ingin menggapai gunung tinggi namun susah terjelma. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;dilihat dari cara mengada nya manusia, mimpi menjadi sebuah keharusan, dalam berbagai literatur novel dan puisi kerap kali dijadikan sosok menjadi medan dan area perubahan. misalnya bingkai lukisan sosok perempuan dalam lukisan, "kita" sang penafsir juga pemilik selalu berusaha mendekatinya. ia ingin dalam hidup nya ada perubahan nyata dalam tingkatan eksistensi.  coba lah kita lihat bagaimana manusia saat memaknai keberadaan nya selalu aja ada tantangan dan cobaan. hidup tidak ada cobaan seperti seduhan kopi tanpa gula, rasanya hambar meski masih bisa di minum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;begitu juga bermimpi menjadi penulis, literatur dan pengaturan tentang tata cara menulis, diterjemahkan sebuah kegiatan yang mudah namun sulit untuk dilakukan dalam tingkatan eksistensi. semestinya kita butuh amorfati, palu gendang yang bisa merubah sekaligus menjelmakan sebuah mimpi mu. apakah amorfati itu, seorang pemikir dari jerman mewanti-wanti untuk menggunakan amorfati manusia saat merunut mimpi-mimpi mu. apakah amorfati itu, semisal kesadaran diri untuk melakukan perubahan setelah melakukan dialog internal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bermimpi menjadi penuis memang butuh palu gendang amorfati, saat kita semua ingin menjelmakan sebuah mimpi indah dalam hidup untuk menjadi penulis, amorfati kesadaran diri dengan perubahan dalam tingakatn eksistensi nya kerap kali mendorong untuk menulis setiap hari, menuangkan gagasan diri. amorfati dalam menulis semacam kebiasaan baik dalam menuliskan keluh kesah menjadi sebuah karya yag bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;selamat anda akan menggapai mimpi indah mu.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak bangsa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-5137358289780330368?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/5137358289780330368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=5137358289780330368&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5137358289780330368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5137358289780330368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/06/bermimpi-menjadi-penulis.html' title='BERMIMPI MENJADI PENULIS'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-7040919234130940754</id><published>2008-05-28T02:53:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T03:42:26.740-07:00</updated><title type='text'>TAK PERNAH LELAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tak harus lelah,..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bertemu lagi bersama saya, hari ini dirasa sangat jauh luar biasa berbeda dibanding hari-hari sebelumnya. sejak sekian lama buku dan catatan harian ku di bloger tak terisi, rabu sore pukul 17 00 waktu indonesia bagian barat, boleh jadi sebagai moment penting untuk menapaki jejak langkah ku untuk merunut kembali untaian kalimat dan kata. kamu tak harus begitu tau kemana jariku hampir 2 bulan lebih  tak juga muncul di bloger kesangan mu ini. namun yang jelas, kami tak mengetaui jelas apa dan mengapa kalimat ku tak juga muncul dalam catatan harian ku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;aku sangat mengerti betul, kini kau terlihat sudah tidak terlalu mempedulikan lagi dari catatan ku ini, meski kami dengan sekuat tenaga melakukan yang terbaik bagi seluruh pemirsa dan pembaca bloger catatan harian ku. boleh jadi, dialog internal bersama diriku sendiri, sebagai modal awal untuk mengisi catatan harian ku ini, untuk dua bulan terakhir agak sedikit terganggu, akibatnya jangan kan jariku, pikiran instusi secara otomatis juga terhambat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;awalnya aku berfikir catatan harian ku yang kau saksikan di bloger dengan web ikonoklasme.blogspot.com ini, menjadi salah satu bukti dialog informal dalam diriku sendiri. awalnya memang hanya sekedar curahan hati, saat kami bekerja, saat kami bangun tidur dan saat kami terus melakukan hal yang terbaik dalam hidup ku di sini dan sekarang. aku sangat mengerti betul nama nya juga catatan harian, tulisan, dan kata terlihat sekaligus terbaca memang tidak layak untuk di tampilkan di bloggspot yang konon mengundang jutaan pemirsa dalam proses membaca. dari situlah kami menyebutnya sekedar catatan harian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;hanya sekedar sebuah catatan harian, seperti nya selayang pandang kalimat dari pikiran ku dalam hari-hari nya tidak disebut sebagai terobosan atau kaji ulang dan cara pandang. lagi-lagi ini hanya sekedar hasil dari dialog internal untuk menjawab siapa kah sebenarnya diri anda?.., kini aku berusaha untuk memberikan alasan mengapa blogger ini aku buat, lembaran-lembaran tulisan bulan dan tahun lalu ke dengar emosi yang membludak-bludak. atas jargon perubahan kami menulis dengan tanpa beban, sekali lagi ini adalah dialog internal, untuk menjawab, bahwa kami adalah manusia unik? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;selain itu, setiap bangun tidur pagi sebelum melakukan kegiatan sehari-hari, dalam pikiran ku saat itu selalu ingin sekali menjawab sejumlah pertanyaan, setiap detik dan jam bertambah, pertanyaan nya tak juga menemukan jawaban memuaskan. untuk sekedar mencari alasan agar kita lebih baik dari hari sebelumnya, setiap pagi aku berusaha melakukan hal terbaik untuk kebutuhan diriku sendiri. seperti nya pikiran ku saat ini begitu terilhami dari sejumlah tulisan hernowo. buku nya membongkar apa arti diriku sendiri, dan apa yang terbaik dari manusia dan selalu mengimbau untuk melakukan perubahan.., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;yang ku baca dalam catatan nya, memang banyak sekali himbauan dan alasan mengapa kita semua harus rela dan tega melakukan sebuah aktifitas meski di anggap melelahkan. pikirkan apa yang tergambar dalam pikiran orang. saat dirinya melacurkan sebuah ideologi dan sistem kepercayaan hanya untuk meraih kesenangan tidak jelas. beginilah, kesimpulan dari bacaan ku melalui buku mas hernowo adalah, bagaimana mengungkap sekaligus menjawab tentang siapa diri nya sendiri, lalu bagaimana menemukan ide terbaik dalam diri nya sendiri, dan bagiamana memastikan bahwa diri ku adalah unik dan terbaik... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;by &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak bangsa &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-7040919234130940754?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/7040919234130940754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=7040919234130940754&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7040919234130940754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7040919234130940754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/05/tak-pernah-lelah.html' title='TAK PERNAH LELAH'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-1892004528572669309</id><published>2008-05-07T03:40:00.001-07:00</published><updated>2008-05-07T03:58:24.612-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>carilah hidup mu semampu kau mengetahui nya...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi kami hidup adalah&lt;br /&gt;mencari....&lt;br /&gt;menemu...&lt;br /&gt;lalu melegendakan...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;feri wahyudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak bangsa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-1892004528572669309?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/1892004528572669309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=1892004528572669309&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/1892004528572669309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/1892004528572669309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/05/carilah-hidup-mu-semampu-kau-mengetahui.html' title=''/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-7220860072889292818</id><published>2008-05-06T03:32:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T03:34:57.201-07:00</updated><title type='text'>Nada Sela</title><content type='html'>nada sela...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dengar kan nada itu terus mengeluarkan bunyi..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bunyi nya nyaring...., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;tertawalah..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;berteriak sekeras nada mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;nada hidup..., &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-7220860072889292818?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/7220860072889292818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=7220860072889292818&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7220860072889292818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7220860072889292818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/05/nada-sela.html' title='Nada Sela'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-6320332437031642941</id><published>2008-05-06T03:25:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T03:28:26.412-07:00</updated><title type='text'>PERSELINGKUHAN EDISI 2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;PERSELINGKUHAN EDISI 2 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Namun ini adalah hidup nak, ibu tidak setuju kau lakukan semunya atas cinta misterius. Ingat nak, hidup sepertinya dua belah mata uang, “ada sisi misterius ada bisa terjawab bahkan ada tak bisa di jawab” tak lama kemudian percakapan kami berdua terhenti, seketika aku melihat selendang hitam membasah oleh tetesan air matanya, mata sebelah kanan membengkak. Ku katakan “Ibu kau tidak harus bersedih,” ungkapan ku tak dihiraukan. Aku katakan sekali lagi, “jangan lah ibu selalu di hantui rasa bersalah dan dihantui kematian”. Ungkap ku. Ibu kemudian membalikan selendang basah, tak difungkiri lagi di mata ibu aku termasuk wanita yang tak bisa menjaga keperawanan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari dalam palirian dari apartemen ku, ku akui aku bertemu dengan banyak sahabat termasuk ibu ku sendiri, meski beberapa hari aku sangat menghargai cara pandang ibu terhadap aku. Meski Aku tak begitu memperdulikan apa yang diraskaan ibu dan bapak tiriku. Rasanya lama-lama bersama ibu ku tak bebas berbuat, cara pandang dan pendidikan membuat aku ingin kembali ke masa jaya ku, dalam masa lalu teman ku selalu menghibur, aku tak mengenall kesedihan, bagi kami mereka adalah ”sahabat” mereka ada saat kami butuh, namun tidak dengan cara ibu memperlakukan ku. Aku merasa sebagai anak tidak berbakti terhadap kedua orang tua, aku tak juga mempedulikan nya, karena dari sejak awal kelahiran aku tak ingin terlahir. Pelarian ku di dekapan laki-laki hidung belang di kota besar, menjadi salah satu pencarian ku untuk menjawab”mengapa aku terlahir”. “sebenarnya ku sudah tidak perawan, dan aku serahkan semuanya kepada seseorang yang aku cintai”, aku katakan kepada ibu ku secara gamblang, kecewa marah lalu aku di usir kembali, aku kini kembali ke kamar pribadi di apartemen. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali balik ke apartemen, rupanya kedatangan ku diketahui ujon, selang bebepa menit ujon sudah berada di depan pintu, untuk merayu ku ujon membawa makanan yang biasa di berikan ke binatang kucing kesayangan. Sejak sastu minggu lalu, Lift apartemen menuju kamar pribadi tidak bisa dipakai, nampak terlihat pucat di wajah ujon, saat terlihat dia berdiri di depan pintu kamar di lantai 11. kau nampak terlihat lelah, “kenapa dan Apa yang membuat kamu harus pucat, tanya ku.., sambil meratap wajah ujon. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Kilihat berulang kali , ku tatap sambil mengambil jarak bersama nya, memang terlihat begitu pucat, hatinya hening tak keluar sepatah katapun dari mulut ujon si gembrot, langsung dirinya melempar handuk di tumpukan buku dan helaian kertas kuliah ku. Di pinggir rumpukan rak perpustakaan, Catatan mata pelajaran matematika-fisika juga agama terlihat tidak tersusun rapi saat cahaya lampu warna malam ku nyalakan. Hening sejenak namun amarah kembali memuncak , namun kini tidak dengan tarian tubuh bersama ujon. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;“dia mati, dia mati, dia mati”, di wajah nya terlihat bayak luka tusukan bekas senjata tajam. Aku melihat nya langsung saat malam tadi, ujon melentangkan tubuh dengan cara membujurkan sebagian badan nya ke luar kamar ku. Ruangan terlihat semakin sempit saat si gembrot terlentang, aku menunggu dia, tapi tak juga terdengar amarah nafsu nya. “Kenapa apa yang kau rasakan saat ini”, kepada ujon, aku berusaha menenangkan bening hati ujon, sambil membelai tarian baletku ku peragakan untuk menghibur nya, malam itu terasa semakin hening kembali ujon berada dalam dekapan indah mimpiku, dia terbawa bayang aroma tubuh ku. Ujon menarik napas sambil menggulingkan sebagian badan nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Seketika keluar kata’ dia mati, dia mati…, laila teman perempuan ujon diketahui meninggal dunia tengah malam dengan luka tusukan di kamar hotel nomor 403, dari tebasan luka nya diketahui bekas pisau godang yang biasa dipakai pedagang kaki sapi dipasar sukabaru bandung. Untuk mengetahui siapa laki-laki yang tega membunuh laila, masih dalam tanda tanya besar benak ujon. Dikamar hotel tersebut rupanya Mayat Laila tak berdiam lama, selang beberapa menit di serbu lalat-lalat hitam yang bikin kamar jadi bau. Pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut langsung membawa jenajah laula ke kamar mayat rumah sakit terdekar. Bahkan kasus kematian tidak wajar teman dekat ujon masih dalam berkas pihak kepolisian, Dalam duka Ujon seakan-akan erada dalam bayang-bayang tanpa kandas, dia menari dalam hening mendalam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Diberanda rumah apartemen tempat tinggal mu, pagi itu terlihat cahaya matahari semakin memancar, goresan hitam di bagian dinding matahari semakin terlihat jelas. Rupanya pagi ini, matahari sedang berada dalam keutuhan dirinya, sebagai pelipur lara. Ia seolah-olah akan membawa khabar baik. Namun di beranda halaman apartemen, sampah berserakah, tumpukan sampah sudah dibiarkan sejak kepergian aku “indri”. Sejak indri datang penghuni suasana mulai berubah, warga di setiap lantai tak ku semuanya kenal. Dari sejak peristiwa perselingkuhan ku bersama laki-laki, kini aku menjadi perbincangan mereka. Setiap pagi mereka selalu menatapku gerakan badan dan langkahku, di balik bilik kamar terpancar rasa kekesalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ditengah pertajanan menuju kawasan rumah susun, jadilah dayang bertemu unto, seorang laki-laki paruh baya. sejak kaki kiri nya patah sehari-hari unto melewati hidup dengan ala kadarnya. ingin sekali berbuat perubahan hidup untuk keluarganya, namun tak banyak yang bisa dilakukan. bagi unto perubahan hidup mimpi nya yang belum kesampaian. unto mempunyai kebiasaan sama dengan warga di kampung nya, lewat jendela unto sering memperhatikan tingkah laku dan aduhai nya tubuh indri..tak terkendali unto mengungkapkan keluh kesah nya saat bertemu indri kepada dayang. "dayang aku sering diajak menari indri di padang rumput halaman nya". ungkapan nya tak terdengar nyata, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua nya merasa tidak berdosa saat mengguliat pagi hari di kamar nomor 205 di hotel megah news york, tetapi kemudian sebut saja namanya laki selingkuhan tersebut adalah samosir yang terlahir dari keluarga terpandang di pulau sumatra, kerap kali mempermainkan hukum, dirinya telah membunuh sedikitnya 6 orang, 3 diantara korban di ketahui berjenis kelamin perempuan, boleh jadi mereka telah menjadi korban pembunuhan setelah dilakukan pemerkosaan terhadap perempuan tersebut. Mengetahui perilaku bejat itu, kelompok manusia marginal sistem mencoba untuk memasukan samosir ke penjara dengan berbagai barang bukti, tetapi dikatahui keluarga kuat dengan di bantu sejumlah uang yang melebihi kapasitasnya membuat samosir tak lama kemudian terlihat sudah menghirup udara segar di kota besar di indoensia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Feri wahyudin &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;anak manusia&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-6320332437031642941?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/6320332437031642941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=6320332437031642941&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6320332437031642941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6320332437031642941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/05/perselingkuhan-edisi-2.html' title='PERSELINGKUHAN EDISI 2'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4689473598213627259</id><published>2008-05-06T03:18:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T03:23:34.010-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perselingkuhan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ha-ha-ha,,,. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kenapa itu,...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kau tawarkan aroma,..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tapi dibiarkan,,,. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kau tenun tapi tak ada jawaban,,,. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Namaku indrianti, aku anak terakhir dari istri kedua bapak ku, keluarga ku memangilnya dengan sebutan indri, karena aku telah tidur dengan laki-laki lain beberapa kali. Mereka kini sudah tidak menghormati ku bahkan tidak mempedulikan kemana dan kanapa aku harus begini, toh aku juga tak peduli kepada mereka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku dilahirkan pada jum at keliwon bulan ketujuh, setelah tuhan ku meniupkan ruh nya saat sperma bapak bertemu kehangatan tubuh ibuku, dalam kandungan aku tak banyak bertanya-tanya, karena jika aku banyak bicara tidak bisa merasakan kehangatan cinta seorang lelaki. Kini bagiku hidup adalah menari, pelajaran ku didapat saat aku masih berada dalam kandungan ibuku, terasakan sperma sering menari sambil berjingkrak jingkrak ditebing-tebing alam sadarku. Layaknya seorang penari, aku sering melengkungkan dan menggerakkan keindahan tubuh di atas hamparan tikar sekaligus di atas pusar seorang laki-laki. Aku tak ingin mendapatkan bayaran sepeserpun, karena aku adalah seorang penari, bagiku menikmati tarian dalam hidup bagian dari cara aku menikmatinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dikampung halamanku aku tumbuh bersama teman-teman ku, sejak kecil aku mempunyai kebiasaan memainkan tarian balet, spintrong, juga makan makanan enak. Setiap pagi dating ibu ku sering membawakanku daun wortol, singkong dan buah-buahan sebagai santapan saat menjelang malam. Namun aku terasa mempunyai kebiasaan buruk, sering mengigau tengah malam, omongan nya tidak jelas. Saat bangun dalam tidur lelap ku, sering aku terbangun seketika dan menjerik sekeras yang aku mau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Indri kau tidak apa-apa kan”, kata ibu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terkadang ibu ku sering dihantui ketakutan, saat aku teriak, saking keras nya teriakan suka membangunkan lelap tidur keluarga juga ibu ku, bahkan para tetangga dirumah tempat tinggal ku kini nampak tidak menghiraukan igauan ku. Sesekali igauan membawa bencana, beberapa atap rumah terlepas karena tak kuat lagi mendengar rasa nyeri igauan dalam tidur malam lelap ku. Tak banyak yang harus di perbuat untuk menghentikan igauan malam gelap itu, ibu biasanya membawakan segelas air hangat untuk aku minum. Tak lama kemudian aku terlelap kembali dalam kehangatan malam igauan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak seperti biasanya minggu terakhir igauan malam ku semakin menjadi-jadi, setiap terlelap dalam tidur malam, igauan nya terdengar semakin keras. Terkadang suaranya membuat Ibu kalang kabut bahkan panic, hingga ibu lupa membawakan segelas air putih untuk ku minum, kali ini ibu hanya terdiam dengan meneteskan air mata, ibu berulang kali berusaha mengeluarkan kata-kata, tapi tidak terdengar jelas. Sambil membangunkan sebagian tubuh nya ibu kemudian berkata, kali ini kau tidak mengigau, kau sekarang sakit anak ku, kau harus ke dokter malam ini, aku tak kuat menahan rasa nyeri mu dalam igauan malam gelap. Ibu duduk kemudian berdiri kembali dan dilakukan berulang kali, nampak terpancar dalam wajah ibu, kejanggalan dan keanehan yang ada dalam diri ku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk membuat yakin aku katakan pada ibu, “jangan marah ibu aku hanya ingin kembali dalam mimpi ku malam ini”, kata ku.., ibu tidak harus membawaku ke dokter, dan jangan pula membelikan obat untuk ku, itu semua hanya sia-sia belaka, selain harga obat mahal, aku tegas kan pada ibu, igauan malam sunyi ini, aku hanya ingin kembali dalam mimpi hidup ku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak lama kemudian indri pun langsung masuk ke kamar pribadinya, terdengar suara keras pintu kamar di banting, indri terlihat cemas jika semuanya apa yang aku simpan rapat-rapat dan ku kunci dalam bathin ku, jika ibu semua tahu hancur lah sudah. Ungkap indri sambill menangkan jiwa. Dengan melentangkan badan, indri kemudian melihat seluruh isi ruangan kamar, sesekali menatap tajam sebuah lukisan laki-laki dalam sepeda motor. Lukisan dalam bingkai hitam di gantung di pojok kamar, lukisan itu hasil pemberian teman dekat sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Andri biasa dipanggil, sekarang tinggal di kota besar. Sejak perpisahan 2 tahun lalu, kini andri sudah beristri dan mempunyai anak laki-laki usia 3 tahun, beberapa kali aku pernah terlibat seks dan aku melakukan dengan tanpa ada penyesalan bersalah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jarum jam terus berubah, kedua mataku tak juga bisa terpejam, malam itu aku hanya ingin berada dalam lukisan pribadi ku, hidup dengan tanpa masalah memang terasa hampa, aku hanya ingin berubah dalam mimpi bersama lukisan sosok laki-laki bermotor. Seketika tubuh ku melayang dan masuk dalam bingkaian lukisan, malam gelap dan kesunyian mendalam, terdengarlah suara lagu-lagu masa jaman dulu dari radio dipojok kamar bagian belakang, ku berusaha mendengarkan berulang kali, namun tak terdengar suara aneh. Begitu juga dengan hidup ku saat aku berjumpa bersama Kesuanyian dan malam gelap. aku bisa tersenyum seperti orang lain melakukan hal sama. Dalam hidup ku bersama malam dan kesunyian, aku hidup sepertinya biasa-biasa saja. Tak ada hal aneh, seperti terdengar dari lagu jaman dulu suara radio di bagian pojok kamar sempat kuceritakan sebelumnya, hidup ini aku lakukan semuanya dengan biasa-biasa saja. Ya…. Biasa-biasa saja, ungkap indri, indri sempet beberapa kali melihat kembali lukisan dalam kama, tak juga bisa membawa kembali masuk dalam mimpi lukisan nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bersama Indri terlihat 3 orang laki-laki mengetuk pintu dan berusaha masuk dengan secara paksa. Tidak terlihat reaksi dari tubuh indri saat ketiga nya datang, indri kau buka pintunya, jangan terdiam di dalam kamar ini. Dengarkan indri kau masih teman lama ku aku masih sanggup membayarmu jika kamu mau menemani aku semalaman., ungkap seorang laki-laki berbadan gembrot dari salah satu mereka. Selang beberapa menit tak juga ada reaksi dari Indri, terlihat hanya bisa memejamkan kedua belah mata nya. Terbayang kembali kehidupan indri bersama ketiga laki-laki ini, mereka pernah merasakan manis dan angat nya tubuh indri secara bergantian. Tak kuat merasa dipojokkan, indri tak juga membukakan pintu kamar bahkan berusaha mengunci rapat-rapat, ketiga laki-laki itu masih tetap berdiri, teriakan dalam not tinggi, pergi lah semuanya, aku sudah muak…, muak…,. indri dihadapakan kembali pada malam gelap dan kesunyian, lukisan pribadi dengan setia menemani indri dalam kesunyian malam gelap. Yang dipikirkan nya adalah ingin sekali hidup berubah dan memang benar-benar berubah, hanya dengan lukisan indri akan tebawa mimpi ke alam bawah sadar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terpancar sinar lampu dari bayang lukisan laki-laki bermotor, dia berusaha mengajak masuk ke dalam bingkai lukisan nya, seketika reaksi indri cepat dan bergegas masuk ke lubang lukisan, indri hidup dalam gelap lukisan, menari bercengkrama saking asyiknya indri kemudian tertidur lelap pada malam gelap lukisan sosok laki-laki bermotor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam mimpi gelap igauan, indri kemudian bertemu teman lamaku, ujon biasa ku panggil, anak tetangga yang masih seusia dengan ku. Badan nya gembrot, hitam kulitnya, ujon mempunyai kemirifan sama dengan ku, selain sering makan juga sering bermain tari balet. Setiap hari aku bermain dadu ketangkasan di halaman beranda rumah ku, dalam mimpi ku ujon sangat suka kepada tubuh ku. Namun ujon tak pandai memainkan permainan nya. Pagi ujon selalu mengajak ku untuk berangkat sekolah, tempat belajarku memang hanya beberapa ratus meter dari rumah tempat tinggal, pertemanan bersamanya tidak berakhir, karena aku masih harus satu kampus dengan ujon. Kini ujon masih menjadi sahabat ku. Kenakalan ujon mulai terlihat saat aku menginjak masa terakhir kuliah. Setiap pulang menari di kursus terian balet, aku sering terjerembab cerita misteri dalam novel percintaan, sesekali aku terlibat cumbu asmara bersama ujon, terbuai asmara si kulit hitam, kami berada dalam alam bawah sadarku. Amarah seks memuncak saat helaian baju ku mulai terulai satu persatu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam mimpi ku ujon sering mendekap sebagian tubuh ku, malam itu terasa bau tak sedap dari badan ujon. aku berusaha tidak membuat marah teman dalam mimpi ku, napas sedu terakhir ujon membawa dalam dekapan sesaat, menghilang seketika di bawa masa dan waktu. “oh,oh,oh kudengar kegelapan malam di kamar apartemen lu, kedua tubuh ujon kembali menari di atas pusar tubuhku kemudian menghilang secara tiba-tiba.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat Pagi aku melihat teman ku lewat jendela rumah, muka nya muncul seketika, tak lama kemudian dia menghilang. Juluran kaki bayi ujon terpantau setengah baya, akibat tertutup selimut kanvas kendaraan. Sudah lebih lima menit aku meperhatikan tingkahnya yang agak aneh, ujon bolak-balik di apartemen ku. 2 tahun lalu memang aku tinggal bersama teman lamaku ujon. Dalam mimpi ku ujon mendengar teriak nya semakin keras dan semakin mendekat, berulang kali ujon memanggil ku diluar kamar apartemen, aku mikir Rupanya ujon ingin sekali merasakan kembali kehangatan tubuh, aku berusaha menghindar dan tak ingin berada dalam dekapan tubuh gembrotnya. Aku berusaha lari lewat jendela apartemen bagian belakang, kunci jendela nya terpaksa di rusak, Berada di lantai sebelas dengan ketinggian memuncak, rasanya memang dihantui dengan kematian. Aku nekad karena aku berusaha untuk membenci ujon..,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Hai kamu lagi ngapain”, apa yang terjadi hingga kau harus melakukan aksi nekad. Kata tetangga lama apartemen, sekuat tenaga dia berusaha untuk mengeluarkan ku dari baying kematian di lantai sebelas apartemen, beruntung aku selamat. Aku sembunyi di balik bilik-bilik pintu utama dari pencarian ujon. Aku katakana kepada tetangga ku, nanti kuceritakan semuanya. Aku berusaha meminta tolong untuk menunjukkan jalan keluar apartemen, biar bisa bertemu dengan ibu ku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku sempat diusir ibu ku, karena ketahuan bermain balet di atas pusar laki –laki teman bapak ku sendiri. Ku serahkan mahkota keperawanan, saat berlabuh dalam asmara percintaan segitiga di antapani. Meski aku sudah tidak perawan, aku tak menyesali, ku serahkan kepada orang dicintai, tak ada hal aneh, tak ada unggulan tetang cerita keperawanan. Mahkota keperawanan ku serahkan saat kami berdua senang bermain menari balet, tentu dalam hidup lama ku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malam di rumah tempat tinggal ku, ibu ku sering memanggil dan memeriksa keperawanan ku saat aku pulang sekolah. Bagian bawah baju ku, diraba kedua tangan ibu, “kamu masih perawan kan” sambil bertanya ibu memeriksa. Meski ku tak habis pikir kenapa ibu selalu memeriksa keperawanan, ingin bertanya namun aku takut. Setiap malam menjelang tidur, ibu selalu bercerita bagaimana indahnya wanita yang bisa menjaga keperawanan layaknya sebuah “mahkota” sang raja, mahkota itu bisa diberikan tak sembarang orang. Hanya orang pilihan lah bisa mendapatkan mahkota.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;”perawan seperti hal nya mahkota dan kamu harus menjaga”. Tidak setiap orang bisa merasakan dan tidak harus Kau serahkan ke sembarang laki-laki yang kau kenal. Aku mendidik kamu dalam dunia timur, sebuah negeri dengan norma dan etika sendiri, masayarakat di timur berpandangan perawanan layaknya “adiluhung. Kebiasaan budaya timur kerap kali mengajarkan kita untuk tetap teguh berdiri hidup apa adanya dan tidak mengada-ngada apalagi harus hidup bareng bersama laki-laki dengan tanpa ikatan jelas tentu tidak tidak diperbolehkan. Meski cara pandang itu semua nya tentu berbeda dengan budaya barat. Barat bagi kami ungkap ibu sambil menghirup dalam-dalam napasnya, “kebebasan” bagi kami barat juga gerakan, mereka terlalu indah untuk generasi timur. Secara tiba-tiba pertanyaan ku semakin memuncak, menerawang. Aku tidak bermaksud bertanya kembali kepada ibu ku, terlihat dalam bathin ibu perasaan berat. Aku mengerti betul nak, ungkap ibu ku…, seperti kau memahami betulbagaimana barat mengajarkan semuanya. Kayaknya barat seperti keindahan sketsa kehidupan layar lebar dalam sinetron televisi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;bersambung....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;by feri wahyudin &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;anak manusia &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4689473598213627259?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4689473598213627259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4689473598213627259&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4689473598213627259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4689473598213627259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/05/perselingkuhan-ha-ha-ha.html' title=''/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-3289898121437429197</id><published>2008-04-29T22:07:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T22:09:03.035-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan ,,,&lt;br /&gt;Kutemukan kau di jalan sunyi yang buntu&lt;br /&gt;Mengurai rindu, kau di batas-batas sepi&lt;br /&gt;Kutemui luka memar di warna fikirmu&lt;br /&gt;Kudapati lebam di sekujur giat-mu cari rangkaian kata di tubuh-tubuh kaku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan,,.&lt;br /&gt;Kau dilanda badai kebingungan yang dahsyat&lt;br /&gt;Meratap kau di lengkingan gitar setiap jelang malam tiba&lt;br /&gt;Atau saat beberapa detik kau berangkat susuri hari-hari megahmu&lt;br /&gt;Kutatap kau amat dekat&lt;br /&gt;Kulihat satu-persatu lebammu&lt;br /&gt;Kuawasi setiap gerak-gerik dajjal yang mungkin setiap saat gerogoti tubuhmu&lt;br /&gt;Akulah kawanmu&lt;br /&gt;Kuharap teman sejatimu&lt;br /&gt;Yang akan pertemukanmu dengan Dia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan kaupun membisu&lt;br /&gt;Dibawah langit biru&lt;br /&gt;Dengan potret masa lalu selalu kaubawa kemana kau pergi…&lt;br /&gt;Kamu… kamu.. kamuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu&lt;br /&gt;Aku akulah akuku dan akumu juga&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bersabarlah….&lt;br /&gt;Perlambat olehmu gerak jarum jam itu&lt;br /&gt;Tidak bisa kan ?&lt;br /&gt;Susah payah kau pegang lajunya&lt;br /&gt;Mengerang kau tak kuasa menghadang jarum jam yang terus bergerak&lt;br /&gt;Akuku akumu yang sama-sama tak kita mengerti&lt;br /&gt;Berpadu dalam irama jari menembus imaji tertinggi&lt;br /&gt;Percayakah kau pada jarimu ?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa ia bisa menembus langit-langit hatimu sendiri&lt;br /&gt;Bahwa ia bisa membakar jantung hatimu agar buahkan tekad baja&lt;br /&gt;Bahwa kau bisa melayang angkat kakimu ke atas langit tinggalkan bumi&lt;br /&gt;Bahwa kau bisa masuki wilayah-wilayah tertinggi takjub&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu ?&lt;br /&gt;“Lalu” takkan pernah bisa jawab rasa penasaranmu&lt;br /&gt;Ia takkan pernah bisa bawamu pada jawaban hakikat yang memuaskanmu&lt;br /&gt;“Lalu” menempati ruangan yang akhir-akhir ini tak bisa kau masuki&lt;br /&gt;Ia tetap bersembunyi di sana dan diam membisu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;AneH?&lt;br /&gt;Tak perlu menyesal saat kau merasakannya&lt;br /&gt;Mungkin kata ini kelak akan pertemukanmu dengan diri sejatimu&lt;br /&gt;Mungkin ia yang akan temani harimu memetik bahagia di sisa akhir hidupmu&lt;br /&gt;Mungkin…memang mungkin sih…&lt;br /&gt;Mau bilang apa …&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;by Ridwan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-3289898121437429197?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/3289898121437429197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=3289898121437429197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3289898121437429197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3289898121437429197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/04/dan-dan-kutemukan-kau-di-jalan-sunyi.html' title=''/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8734801473571162927</id><published>2008-04-29T22:04:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T22:06:17.754-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aku dan Kamu&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku&lt;br /&gt;Aku menubrukkan diri ke cermin itu&lt;br /&gt;Sakit terasa diri ini&lt;br /&gt;Terkapar di ruangan pengap itu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku ..&lt;br /&gt;Aku yang tak aku mengerti&lt;br /&gt;Membawaku pada tindakan bodoh itu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku..&lt;br /&gt;Aku yang kini terkapar bersimbah darah&lt;br /&gt;Meratapku di ujung sunyi-malam&lt;br /&gt;Aku menangis menembus langit dan batas-batas waktu&lt;br /&gt;Aku yang menghilang dari kenyataan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku..&lt;br /&gt;Aku yang sekali lagi tak aku mengerti&lt;br /&gt;Sekali lagi terkapar di ruangan pengap itu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku..&lt;br /&gt;Aku yang untuk kesekian kalinya terkapar di sudut kamar itu&lt;br /&gt;Setelah kembali menuburkkan diri ke cermin itu…&lt;br /&gt;Ada apa gerangan denganku…&lt;br /&gt;Ada apa dengan eksistensi diriku..&lt;br /&gt;…………………………………………..Aku&lt;br /&gt;Kehilangan……&lt;br /&gt;……………………diriku…….&lt;br /&gt;………………………………………sendiri…&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kau &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;karya &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ridwan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8734801473571162927?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8734801473571162927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8734801473571162927&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8734801473571162927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8734801473571162927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/04/aku-dan-kamu-aku-aku-menubrukkan-diri.html' title=''/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8793724352814081068</id><published>2008-04-17T04:12:00.000-07:00</published><updated>2008-04-17T04:33:39.135-07:00</updated><title type='text'>lelah....</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Maaf sudah dua bulan lamanya, aku sudah tidak banyak lagi merunut tulisan yang biasa ku tulis dalam catatan harian ku..., selama menghilang terus terang aku telah disibukkan dengan kegiatan sehari-hari sebagai joutnalis. terus terang sudah bosan aku jalani, bangn pagi, sarapan lalu ambil camera keliling kota bandung. tumpukan buku-buku di rak kamarku selalu berbicara saat menjelang malam, ia mengajak ku untuk kembali ke ruang nya, tumpukan buku tak banyak bicara, ya itu lah teman setia ku..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Aku juga agak heran apa mmbuat alam pikiran ini sedikit tersumbat, sesekali aku terbesit sejumlah obsesi dan mimpi dalam hidupku, meski itu hanya sekedar lintasan dalam alam bawah sadarku. setiap pagi saat aku terbangun dari tidur lelap , tumpukan buku kerap kali melontarkan sejumlah bertanya, terutama tentang masalah hidup dan masa depanku..., padahal kawan cerita novel dan sejumlah puisi yang kurangkai sehajk dua bulan lalu, kini sidah udur dimakan usia dan tak terurus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;setiap hari, aku mempunyai mimpi dalam hidup,,,. tapi aku tak kuat kuceritakan di sini dan sekarang..., ya sudah lah lupakan itu semua dan kami berusaha untuk bergerak... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak manusia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8793724352814081068?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8793724352814081068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8793724352814081068&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8793724352814081068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8793724352814081068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/04/lelah.html' title='lelah....'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8813811919644468678</id><published>2008-03-19T21:36:00.000-07:00</published><updated>2008-03-19T22:21:30.251-07:00</updated><title type='text'>ENTAH LAH... KAWAN...,</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: arial;"&gt;entah lah..., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;kau harus bisa memaafkan dirimu sendiri,...&lt;br /&gt;kau harus simpan rasa bersalah ,...,&lt;br /&gt;kau berdiri dan iya kan itu semua,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;omongan nya nyerocos, kata-kata nya terdengar nyaring, juga fikiran nya utuh..., aku katakan pada teman lama ku saat bertemu di sarasehan kota bandung sore kemarin. meski aku juga tidak begitu mengerti jelas, pagi itu terasa berada dalam bayang-bayang teman lama ku..,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lama aku mengumbar kegerahan, meski kami hanya berdiam, namun kami mengerti.., dalam itungan menit kami kemudian berpisah, kita harus terbiasa untuk selalu memaafkan diri kita sendiri. ungkap teman ku sambil mengisaf asap roko sigaretek. Batangan rokok sigaretek disimpan ditas gendongan nya, sesekali ku lihat tak sedikit berubah dari jenis tas, sejak kami duduk dibangku sekolah pergurian tinggi, tas warna hijau telah menjadi saksi bisu perjaanan teman ku.. Teman satu ini, memang agak berbeda dari segudang teman-teman ku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dalam sarasehan bersama teman ku, memunculkan pikiran memuncak dan sesekali tak terkendali. aku dibawa dalam ruang tanpa batas, aku di bawa pada wilayah tanpa norma, aku diajak bertepuk dalam masa kegelapan, aku di tawari tentang kebinasaan, penindasan dan ketidakadilan. kau juga pernah merasakan yang sama bagaimana kami hidup dalam "dendam", rasa itu datang tiba-tiba, saat kita merasa di khanati kenyataan. kita sering kali menarik simbol kehidupan, namun kita tak bisa merubah nya. lalu kemudian ungkap teman lama ku,.. apa lagi yang membuat kamu bisa bertahan dalam gempuran waktu dan masa di sini dan sekarang.., &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;"ahh..., kau memang telah berubah dari sejak perpisahan 4 tahun lalu..., bingkisan note boke di buka nya , terlihat rentetan kata dan kalimat dari sejumlah file dalam note book milik teman ku, sesekali aku terheran dari sejumlah tulisan nya sering diakhir, duwai "kita membuka relung jalan tertutup oleh batangan-batangan indah saat bersama mu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian nya kemudian tertuju pada rorkok sigaretek dan mengisap nya berulang kali. indah rasanya, seperti hidup susah tak didapat bersama rentetan sigaretek.  mulai kami membuka obrolan panjang, biasanya memaafkan butuh waktu dan masa lama, tetapi kami tak punya kuasa dan kehendak untuk merunut satu persatu. dalam masa setiap kali dipertemukan kegerahan, kegirangan dan jenuh. waktu merunut runtaian satu persatu kegilisahan menjadi nyata , lagi-lagi aku tidak begitu mengerti apa arti omongan teman ku tentang memaafkan diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;feri wahyudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak bangsa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8813811919644468678?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8813811919644468678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8813811919644468678&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8813811919644468678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8813811919644468678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/03/entah-lah-kawan.html' title='ENTAH LAH... KAWAN...,'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4916198255887851183</id><published>2008-03-13T22:26:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T23:39:12.344-07:00</updated><title type='text'>PERPISAHAN SEBUAH KEHARUSAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERPISAHAN, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;APA JADINYA JIKA PERPISAHAN MENJADI SEBUAH KEHARUSAN"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Nyai seorang perempuan teman karib ku biasa ku panggil,  kedua orang tuanya memberi nama panjang ontosoroh, jadilah nyai ontosoroh terlahir dari keluarga pekerja supir angkot di kawasan bandung timur. sosok perempuan yang menjadi idaman banyak kaum laki-laki ini tampak begitu berbeda, perawakan gemulai dengan wajah lembut. membuat laki-laki hidung belang suka mengejar kemana nyai ontosoroh lari. malam itu  terlihat tak seperti biasanya, memakai gaun hitam dengan selendang di pundak bagian kiri, nyai ontosoroh jadilalah dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju kawasan bandung utara bersama ku, dengan mengendarai sepeda motor hasil jualan liputan dikota ini, nyai tak begitu mempeduikan cuaca malam yang terasa suudah mulai berubah. dalam perjalanan nyai ontosoroh kerap kali mengumbar tentang arti kebebasan.  dengan himpitan hidup yang serba susah, membuat nyai ontosoroh tidak begitu memperdulikan siapa   "tuhan nya" dari sejak kelahiran hingga menjadi nyai ontosoroh dirinya memang tidak diinginkan untuk terlahir. saking meyesal nya, anggapan orang tentang sebuah sistem dan norma pada kawasan masyarakat tak juga dipedulikan. aku sempat berhenti beberapa lama, saat aku mendengar tutur saat tentang perjumpaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk sampai ke lokasi tujuan, kami berdua membutuhkan waktu hanya setengah jam lebih, sesampainya di kawasan bandung utara perempuan itu langsung memesan dua gelas air panah dengan segenggam teh hijau. perbincangan seketika terhenti, saat seorang pelanggan melirik nyai ontosoroh, selang beberapa waktu seorang perempuan lain juga datang untuk menyerahkan pesanan. kaku kami memulai pembicaraan, di rung bebas dalam selimut gelap malam, keduanya terasa berada dalam kehampaan. "kenapa kita selalu dipertemukan" ujar perempuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kemudian menyeduhkan teh hijau bersama air panah, saat ku berusaha meneguk nya, terasa pahit dan hambar. perempuan itu kemudian menyahut dan menyuruhku untuk menyeduhnya dengan gula merah. "seduh lah air teh panas itu dengan gula biar rasanya tidak pahit. ungkap perempuan itu sambil membukakan buku catatatan harian yang di bawa dari rumah tempat tinggal nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini lah caranya, biar minuman ini terasa manis dan bisa di teguk, sambil nyerocos perempuan itu langsung melakukan. nyai kau memang perempuan, meski kau terlahir dengan tanpa berharap, kau juga harus menenun pada malam dan pagi datang. aku juga berusaha mengimbangi obrolan biar tak terjangkit keheningan dan kesunyian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ambillah gula", itu aku katakan kepada nya, akan kuseduhkan bersama air panah dan teh hijau, kudengar bunyi sentuhan gelas bersama sendok. nyai suara nya begitu nyaring dan terdengar sangat mengasikkan. nyai pun langsung mengangguk-nganggukannya. bunyi suara ini boleh jadi menjadi bukti jika kemudian pertemuan malam ini, akan berakhir. raut wajah perempuan itu mulai berubah dan bagian mata mulai berkaca-kaca, meski aku juga tidak tahu betul apa penyebab itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada gemulai dari mulut manis nyai, terucap untuk meminta bantuan agar menyeduhkan teh hijau, aku katakan" apa yang bisa lakukan buat nyai" aku akan lakukan semua. jika seduhan teh hijau ini membuat nyai tak lagi berada dalam gelap, diam lalu kau berusaha menjawab. perempuan itu, tak menjawab sepatah katapun. dirinya sedang dirudung kedinginan mendalam hingga bergigil gigi nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman ku, ungkap nyai ontosoroh, kini kau dengar lagi, bunyi suara seduhan teh hijau terdengar nya bermacam-macam, namun suara gigi ku membuat kamu berfikir macam-macam . meski kau berusaha menyembunyikan aku tahu kau memang harus berpisah. kata perempuan itu sambil menulis lagi coretan dalam catatan harian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada tinggi dan meyakinkan, sebagai sosok laki-laki, nyai ontosoroh di buat yakin jika perjumpaan tak akan berakhir dalam perpisahan sesaat. meski kau berusaha untuk pergi dalam kehidupan ku saat ini, aku begitu yakin jika kemudian malam ini aku akan pulang. tak lama kemudian telepon genggam milik nyai ontosoroh terus berdering, suara dering nya tak dihiraukan dan berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"nyai, teepon itu terus berbunyi, coba kau lihat barang kali ada keperluan untuk bertemu dengan mu malam ini juga", kata ku. nyai pun melihat nya namun terlihat kedua matanya berkaca-kaca. tak harus kau berubah seketika, jawab lah telepon mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat berusaha untuk menelopn kembali, nyai agak terkaku-kaku, terlihat berat dalam bathin nyai, terlihat lelah dalam badan perempuan tersebut, namun terlihat juga kebohongan yang dibisukan sejak pertemuan malam itu. "sebenarnya...., sebenarnya...," nyai tak meanjutkan kata-katanya. kalimat tak keluar dalam mulut nyai, meski aku tunggu beberapa menit...., perempuan tersebut kemudian menanyakan hal-hal sebelumnya, apa lah arti kekuasaan, apalah arti kebebasan dan apalah arti penghianatan..., aku berusaha tak menjawab... namun nyai ontosoroh menyesal...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setengah jam berlalu dari bunyi telepon genggam aku berusaha untuk kembali ke kota tempat kami hidup, sesekali aku melihat sosok nyai, di wajah nya berubah seketika dan terlihat penghianatan mendalam. aku katakan kepada perempuan itu setngah menit sebelum meninggalkan lokasi tempat pertemuan bersama nyai., kau lupa ya...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang bikin aku lupa..., kata perempuan tersebut, kau anggap aku ini seorang pelacur yang bisa menyerahkan segala nya untuk kehangatan laki-laki hidung belang. pikiran nya mulai ngaco dan tidak tersusun rapih..., kau anggap ini seorang pelacur..., "coba donk ngomong..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak berusaha untuk menjawab pertanyaan yang dianggap tak bermanfaat, lalu telepon genggam nyai kembali berbunyi, namun masih juga dihiraukan nyai...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ferri wahyudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4916198255887851183?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4916198255887851183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4916198255887851183&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4916198255887851183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4916198255887851183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/03/perpisahan-sebuah-keharusan.html' title='PERPISAHAN SEBUAH KEHARUSAN'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-5382357801798641449</id><published>2008-03-11T22:06:00.000-07:00</published><updated>2008-03-13T04:17:43.564-07:00</updated><title type='text'>MEMERDEKAKAN PIKIRAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;MEMERDEKAKAN FIKIRAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam sejarah negeri indonesia dalam merebut kemerdekaan, kita melihat perjuangan tanpa lelah jangan harta nyawa warga sanggup di jual demi kebangkitan bangsa dari keterpurukan identitas. pencarian kemerdekaan terlihat mencolok harus di tebus dengan harga mahal. ideom persatuan dari multikultural budaya justru di satukan dengan nama persatuan bangsa. Merdeka berarti pula merubah situasi, realitas dan diri. ada sejumlah ideom dan harapan dari makna merdeka, namun kita kalang kabut dibuatnya. bahkan kita tak bisa berbuat banyak saat harga sembako, susu dan kebutuhan pinansial hidup terus naik. saling tuding antar kelompok di negeri ini setiap hari di dilihat dan didengar di televisi dari pagi sampai siang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Namun aneh nya, kita semua tak juga bisa berbuat banyak untuk perubahan bangsa dan negeri ini. bagi saya negeri ku adalah diriku sendiri, sebuah realitas dan teks yang memerlukan untuk di tafsir, jadiah diri ini menjadi titik tersendiri dan tidak menjadi bagian dari titik orang lain. sepertinya sebuah teori, yang sangat memerlukan emansipatoris, meminjam istilah madzhab frankfrut dari jerman. keterkaitan antara teori dan realitas lah, diperlukan kecerdasan olah pikir manusia. kretaif dengan dibantu gagasan menarik dan unik boleh jadi menjadi menjadi solusi masyarakat dan diri kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Lalu bagaimana kita terbiasa menata sebuah gagasan unik dan kretaif, banyak para akademisi dan narasumber penulis buku ternama menggambarkan kekuatan satu ini. balik lagi ke judul diatas, kemerdekaan berarti berlawanan dengan tradisi pascakolonial. sebuah tradisi dan budaya yang lepas dari penjajahan. penjajahan politik, penjajahan sosial juga penjajahan ideologi. sketsa pikiran setiap generasi akan tergantung pada pusat kekuasaan pada saat zaman nya. foucoult membuka ada nya keterkaitan antara kepentingan kekuasaan dalam menentukan pola berfikir bangsa nya. saking kuat nya pusat kekuasaan tidak hanya pola dan cara berfikir saja diatur sesuai pusat kehendak kekuasaan, ilmu pengetahuan yang nota bene hasil dari penelitian dan kajian akhirnya, juga bisa ditebak. jika kemudian ini semua sudah diatur sedemikian rupa apa unggulnya kita, padahal kita semua konon katanya berada dalam dunia kemerdekaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Merdeka berarti mengharmoniskan teori dan praksis dalam konteks kehendak atau kekuasaan. jika kemudian kita semua ada semangat yang sama dalam menentukan kebenaran dan pikiran kita, jangan kan di depan kita, segala sesuatu tersembunyi juga akan terlihat jelas. benarkah pascakolonial bisa membuat kita tidak gegabah dan bisa mengumbar apa saja... jawab nya tentu di milis saya seputar pascakolonial... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak manusia &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-5382357801798641449?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/5382357801798641449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=5382357801798641449&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5382357801798641449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5382357801798641449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/03/memerdekakan-pikiran.html' title='MEMERDEKAKAN PIKIRAN'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-6023331497370610178</id><published>2008-03-05T01:57:00.000-08:00</published><updated>2008-03-05T02:49:10.594-08:00</updated><title type='text'>Perjumpaan,..</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Perjumpaan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;kau tawarkan,... &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;kau ingatkan,.... &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;kau hardik dan kau tertawa....&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Perjumpaan malam hari di beranda rumah mu, malam itu begitu gelap, tak terlihat secercah cahaya dalam menerangi kedua belah mata ku. perjumpaan memang ditunggu banyak orang, mencari jejak untuk berjumpa dengan mu boleh jadi sebuah ikatan. aku tak ingin bicara tentang "ikatan", jika kita runtai aku dan mu akan dibawa ke kawasan asing, aneh memang kawan, tapi tidak untuk di bicarakan... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;malam ini terasa amat dingin, kita semua dalam gelap, kita semua terjebak diam dan sesekali kau juga tak pernah menjawab. gelap nya malam mempertegas pikiran ku, jika kau memang tak kan berjumpa pada malam ini. gemercik suara air hujan sejak siang hari, telah menggenangi halaman beranda rumah mu. setiap malam hari aku sesekali melihat mu membersihkan sampah, namun tidak pada malam itu, ditunggu tapi tak juga muncul. halaman rumah mu kini tergenang air hujan deras, genangan air terus meninggi dan menutupi sebagian besar beranda rumah mu. aku takut genangan air itu membuat kita terjerembab dalam kegelapan, kita tak mungkin berjumpa...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;sesekali aku sempat berfikir, kenapa kita harus "berjumpa"..., bertatap muka, bercengkrama juga bertutur aroma dalam perjumpaan mu. teman setiaku yang menunggu beberapa meter dari tempat berdiam nya aku, juga melakukan hal yang sama. kenapa orang rindu terhadap "perjumpaan". sebagian orang rela mengorbankan dirinya untuk bangun pada tengah malam lalu kemudian berdiri sejak pagi hari, untuk berjumpa. saat semua orang terlalu rindu untuk berjumpa, kalimat nya terbata-bata, wajah nya berbinar, tentu saat berjumpa dengan mu. ada harapan dan suasana terindah berada di sisi mu, mengungkap kan rasa tahu dan keinginan di hadapan mu bagian dari rasa indah. jika memang aku harus berjumpa dengan mu "tuhan" saat ini,dan kau bertutur yang lain dari biasanya, ku tunggu perjumpaan itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;malam ini terlalu mengganggu pikiran ku untuk berjumpa dengan mu "tuhan", layak nya kau sesekali menawarkan jika perjumpaan dalam itungan detik sangat lah berarti, ada semangat yang berbeda dari biasanya. ada gelombang energi magnis membuatku tak lagi kedinginan. seperti nya sobat kau juga pernah merasakan sama, pada malam yang terasa amat dingin tak mengundurkan niat ku untuk berjumpa dengan mu. tumpukan buku yang tersimpan di rak perpustakaan, kini semakin hari semakin rapuh, namun kerap kali mengajak ku untuk berjumpa dengan mu...., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;berada di beranda rumah mu dengan menikmati ruang waktu dan masa, dalam makna perjumpaan, keinginan ku dalam khayalan. perjumpaan melahirkan rasa rindu, perjumpaan melahirkan rasa amorpati, rasa rindu ruang semakin sempit dan tak ada celah untuk tidak bertemu dengan mu.. masa dan waktu lah yang menghalangi kita untuk bersama mu..., &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak manusia &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-6023331497370610178?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/6023331497370610178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=6023331497370610178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6023331497370610178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6023331497370610178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/03/perjumpaan.html' title='Perjumpaan,..'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4917357685168766753</id><published>2008-03-04T04:03:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T04:44:04.420-08:00</updated><title type='text'>MENULISLAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;MENULIS LAH &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;setiap hari &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;kegiatan menulis bagi sejumlah masyarakat urban di kota ini, boleh jadi sebagai langkah dan upaya untuk menembus ruang terindah dalam diri, ruang itu semakin tak kelihatan. dia bersembunyi, tak berkata dan tak berkalimat. berbicara tentang menulis bagi segenap kaum kami, sebuah kegiatan positif untuk berani apa yang seharusnya kita pikirkan dan lakukan. bagaimana tidak kegiatan ini sering menjanjikan ruang terbaru. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;artinya, beberapa penulis besar di negeri indonesia yang sedang di rudung krisis berkepanjangan, dan masih menemukan jalan untuk keluar dari krisis, kini kehilangan arah untuk memaknai apa artinya menulis. setiap hari kita disebukkan menjawab masalah dan merangkai sejumlah persoalan. jangan kan berusaha merangkai kalimat dan kata dalam tulisan diri, untuk menjawab pertanyaan tersebut susahnya minta ampun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bagi kami boleh jadi adalah do'a, kegiatan melapalkan keinginan dan harapan dalam sebuah sketsa perubahan, baik di dalam diri atau diluar diri kita. dengan do'a harapan itu selalu timbul dan datang seketika. layaknya sebuah puisi, pengalaman dan keinginan yang setiap hari di kumandangan saat tibanya bangun tidur, akan menari kan kita bersama dalam untaiaan kalimat berarti dan peduli. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;setiap hari sering di lapalkan puisi akan membukakan ruang dan waktu terpadat juga merunut helaian-helaian. kini menulis layak nya do'a seperti kaum agamawan memahaminya, berpuisi seperti seorang sastrawan, menulislah layaknya kita berbudaya, berpolitik dan seks. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bagi kaum urban generasi kami menulis telah kegiatan kegiatan memutar otak dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;tak mudah untuk digapai. sebut saja seno gumilar ajidarma, sebagai wartawan di kota jakarta melahirnya karya monumental, sebuat saja lingua, sebuah buku yang berisikan sosok manusia yang berusaha untuk melakukan perubahan dalam hidupnya. sosok yang digambarkan seno layaknya manusia yang tak kan pernah patah semangat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;penulis sekaliber pramoedya ananta toer, mencitrakan manusia, sebagai sosok manusia super dan power. super mempunyai kekuatan yang tak pernah pudar dan padam. power mudah mencitrakan dan merekayasa sejumlah realitas di sini dan sekarang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Irama bertutur dalam untaian kata dan kalimat dalam menulis bagian cara untuk mengungkap dan menemukan identitas dirinya. biasanya kalangan filosof mengkategorikan nya dengan proses identipikasi diri saat menelusuri realitas diri dalam kebersamaan. saat bersama dalam untaian kalimat dan kata, selalu kita dipertemukan dengan ruang kreatif, ada nada sela, ada nada riak ada nada bisu. semuanya bercampur dan menjadi kerangkeng kalimat dan fikiran jelas. dalam buah fikiran tersebut, realitas akan mampu di rubah seketika. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;sosok zarathustra oleh nietzche yang digambarkan saat berada ditengah pasar, menjadi salah satu contoh paling good, untuk semua generadi dan manusia saat berhadapan dengan gelombang kebudayaan dan politik masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak manusia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4917357685168766753?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4917357685168766753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4917357685168766753&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4917357685168766753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4917357685168766753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/03/menulislah.html' title='MENULISLAH'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-71083462521705834</id><published>2008-02-28T02:33:00.000-08:00</published><updated>2008-02-28T02:39:02.939-08:00</updated><title type='text'>Ambiguitas Seks dan Kematian</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ambiguitas Seks dan Kematian &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“naluri seks adalah penyebab perang dan tujuan damai, ia pendorong semua tindakan penting, tapi juga objek kegalauan, sumber kebisuan yang tak pernah kering, ajakan yang tak terkatakan, asal bisikan mesum, persembunyian pandangan misterius, objek pikiran semua orang muda, dan juga orang tua…karena naluri seks merupakan penyebab semua hal yang paling serius” (Schopenhauer)&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekedar corat-coret biasa di saat kita dirudung keheningan saat malam tiba dan menunggu pagi hari, kita bisa kok melihat lebih jauh dari peranan seks, arti, fungsi bahkan sejauh mana orang menggunakan kata dalam memenuhi hasrat bahkan kepentingan dirinya disebut manusia. didalam nya saya melihat ada wilayah ketertarikan terhadap artikulasi dan makna tentang seks itu sendiri. Dalam beberapa pembahasan di sarasehan bersama teman-teman ku dan di karya Basis pada bulan sepetember 2007 kita punya kepentingan untuk mengurai kegenitan budaya seks yang hingga kini semakin kalut dan mengumbar , seks awal nya yang mempunyai misterius kini berubah menjadi komoditi murahan. Semua orang bisa menikmati dan dijadikan umpan untuk meraih kepentingan kelompok tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku memang agak kurang begitu mengerti betul perihal peranan seks dalam kaitannya dengan kebiasaan berpolitik, keinginan menciptakan budaya dan juga bermain dalam sistem kapitalis. Biasanya kelompok masyarakat pada umumnya menilai bahwa kegiatan seks merupakan makna terpenting dari kepuasan dan hasrat, seseorang akan bisa mengerti jika tahu tentang siapa dirinya saat berpapasan dengan lawan jenisnya atau bertemu dengan seorang yang dicintai. Seks juga sebagai bukti dari keberadaan identitas manusia itu sendiri, artinya komunikasi seks sangat penting dalam menentukan eksistensi diri manusia di tengah berbagai kegalauan budaya saat ini. misalnya Dalam bahasa freud seks merupakan persalinan dan persentuhan antara keinginan untuk memiliki dan kemarahan untuk disaingi, tetapi sesuai dengan perkembangan budaya selanjutnya seks mempunyai peranan dan arti khusus saat disejajarkan bersama kegiatan lain sepert ekonomi, politik dan perdagangan bebas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan seks memang misterius, sama misteriusnya dengan kematian. Dalam sejarah kehidupan manusia, ada kegamangan tertentu saat manusia berhadapan dengan seks. Ada ketertarikan yang jauh luar biasa, namun sekaligus ada kekhawatiran terhadap seks. Jika memang penting,… kita mulai menelusuri tentang seks yang misterius dan menakutkan. Itu jauh lebih baik bila tidak sama sekali melakukan nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Seks juga kematian” berada dalam dua belah mata uang yang tidak bias sama sekali di pisahkan dalam hal tidak mengerti dan misterius nya. Banyak orang mengangap biasa saja namun banyak pula menganggap sacral, mencari penafsiran dan jawaban itu semua bagian dari sifat misterius seks dan kematian. Seks bagi kami agak samar, tidak jelas, gelap dan tak pernah menjawab. Lebih ribetnya jika sifat misterius tersebut di sejajarkan dengan kebiasaan lain nya seperti kebiasaan makan, minum, tidur dan bermain juga berbudaya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar teman kami mengira-ngira seks seperti bayang-bayang dan energi malam yang menghampir dan menjelma dalam dirinya sendiri. Seks di buat telah ada dalam diri seseorang. seluruh aktifitas manusia selalu mengundang dalam proses peniruan dari kelompok dan komonitas lain. Proses itu juga bias diartikan sebagai kegiatan mengkomunikasi kan seks. Misalnya bagaimana kemudian Madona seorang artis dari negeri barat dijadikan sosok perempuan juga seorang ibu yang kerap kali mengumbar seks, Madona adalah artis, namun saat dirinya memakai celana bikini dan dipertontonkan, kini madonna akan menjadi madona nya sendiri. Proses pencitraan dalam dirinya dengan peniruan untuk melakukan komunikasi seks lalu kita jual aspek spiritual dan haroan itu ke public maka kepribadian berubah menjadi komoditi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus Madonna seorang artis tersebut, Menurut sebagian pengamat diantaranya sindhunata, Madona memang hanya seorang wanita yang ditakdirkan menjadi artis, tetapi kini madona menjadi gaya hidup. Karena telah menjadi gaya hidup setiap wanita berhak untuk menjadi madona. Suara tidak merdu tidak menjadi masalah. Pasalnya gaya hidup tidak bias di ukur dengan cantiknya wajah dan merdunya suara perempuan. Tetapi ingat sosok Madona saat memakai busana pada pentas-pentas tertentu dan setiap harinya, itu dilakukan sesuai dengan pesanan dari sang perancang. Akhirnya wajah madona kerap kali berubah-rubah, begitu juga dengan perempuan yang sering mengumbar wajah berganti-ganti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperagakan sejumlah busana yang berginta-ganti, seakan-akan membenarkan jika kemudian gaya hidup adalah berbusana. Artinya saat madona sebagai contoh sosok perempuan yang mencitrakan wanita modern dengan berbagai macam busana, hal tersebut telah membawa gaya hidup yang dianggap ketulusan dan keberanian untuk selalu melanggar ketabuan seks itu sendiri. Setiap manusia memang tidak ada keinginan dalam melanggar ketulusan dan melanggar tata pada sebuah sistem ketabuan, namun karena publik menginginkan bebas dan menghindari ketabuan seks, maka jadilah Madona sebagai dewi penyelamat. Artinya sosok madona sebagai upaya untuk tidak melihat seks sebagai area tabu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengerti atau tidak sebagian besar masyarakat telah melihat seks sebagai area dan wilayah tabu, dan tidak diperbolehkan untuk memperbincangkan, tak seorang pun diperbolehkan mengumbar hawa nafsu atas dasar seks. Di dari sudut ini seks diartikan sebagai bahasa hawa nafsu dalam menguasai seluruh lawan jenis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu kemudian mengapa ada orang yang berfikir kegiatan seks sebagaimana kita melakukan rutinitas hidup, seperti makan, minum, olah raga juga bekerja, lalu kalau demikian kenapa kegiatan seks meski ditakuti? Apakah seharusnya kita menghadapi seks layaknya kita melakukan kegiatan hidup lain nya. Namun kawan lagi-lagi seks mengandung misterius pasalnya banyak orang merasa takut pada nya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman yunani kuno menganggap kegiatan seks disejajarkan dengan kegiatan melakukan olah fikir, kegiatan berpolitik dan lain sebagai nya, artinya kegiatan seks sebenarnya mempunyai posisi dan prestise luar biasa. Makna dan artikulasi menjadi sacral dan tabu pada masa peralihan modern di eropa barat, saat kelompok agamawan dengan diwakili protestan dan katolik yang mengartikan bahwa kegiatan seks sebagai sosok menakutkan yang harus di waspadai, kerena mengandung hasrat luar biasa. Di India misalnya kegiatan seks menjadi wilayah pembelajaran yang menarik, sangat terkenal dalam cerita kamsutra. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Seks dan Kematian &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bagian dari kehidupan wajar, namun seks rupanya mempunyai bayang-bayang gelap di belakangnya, ada gejala dan kawasan misteri yang tidak mudah untuk dipahami. Namun boleh jadi seks dan kematian merupakan satu sisi dari dua belah mata uang, keduanya bisa mengantarkan dan sebagai langkah untuk masuk ke “dunia sebrang” dunia ini terlihat begitu kuat dan perkasa yang tidak mudah untuk di taklukkan oleh manusia. Ilmu agama menyebutnya dunia sebrang dengan sebutan “yang transenden”. Karena dalam posisi misteri, maka kita semua berhadapan dengan dunia remang-remang. Dalam dunia tersebut seks bisa diartikan sebagai antipoda kematian, atau awal dari kehidupan baru, sebab kematian dianggap sebagai akhir dan ujung dari kehidupan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Melalui seks manusia dihantarkan kepada kehidupan baru, dan melalui seks manusia bisa berharap. Namun jangan salah karena seks itu pula manusia dihadapkan dan menghubungkan dengan sejumlah resiko dalam hidup, bahaya, ketidakpastian, wilayah gelap dan tidak bisa di kuasa oleh manusia. Karena seks lagi-lagi mengandung misteri. Dari sini kerap kali agaman selalu mewanti-wanti jangan sebrono memakai seks karena didalam nya penuh resiko dan penuh jebakan. Dari setiap agama selalu menjajaki segenap arti kulasi untuk menembus batas misteri dari seks dan kematian agar manusia tidak sembrono. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sich kegalauwan manusia saat menghadapi kematian itu bisa di jawab dengan sejumlah harapan agama dengan makna hidup pada dunia sebrang sana jika kita berusaha untuk meyakininya. Penjelasan filosof plato tentang pra eksistensi manusia saat mengatur jiwa dan keinginan dalam mengumbar keinginan untuk menguasai lawan jenis boleh jadi bagian dari, manusia memang tidak bingung dalam menyelesaian prosesi seks. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian layaknya agama, budaya juga social, kemisteriusan yang satu ini harus dirunut mulai dari sejak manusia balig dan mengaktifkan akal fikiran nya. Seks kini dihadirkan dalam peta fenomena budaya, dalam kesenian, dalam panggung politik juga dalam prosesi penghianatan. Kini kita mulai ada gelagak semangat yang jauh luar biasa di rasakan nya dan membuat minir terhadap artikulasi seks itu sendiri. Seks kini dipertontonkan, dipanggungkan dan di komoditikan, sifat misterius nya kini mulai berubah menjadi kepentingan banyak kelompok dan komonitas. Percaya atau tidak sifat misterius seks harus diumbar dengan bingkai mencintai dan dincintai, mistirius seks memunculkan aroma bau busuk karena di korbankan di balik wajah cinta. Saya begitu yakin, kemisteriusan kematian, mulai sejak kini tidak dianggap berbahaya, terlalu banyak mata juga pendengaran kita, manusia yang gantung diri dan manusia yang melakukan bom bunuh diri. Artinya manusia tidak takut lagi menghadapi prosesi hidup setelah ini semua, namun masih tertarik dengan hidup awal, yakni kehidupan dalam bingkai seks. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yaaaa… kini saya selalu membayangkan bukan kah kerap kali kita mengumbar, mengalami dan mengakses seks dalam bingkai mencintai dan dalam bingkai hiburan justru sifat misterius seks semakin terkikis. Ekstasis seks menjadi “hiburan murahan” seperti narkoba dan ganja dalam berbagai jenis. Kalau memang demikian adanya sifat misterius seks menjadi barang murahan dan kehilangan kesucian nya. Pengumbaran seks dalam pentas apa pun juga dan dalam bingkai apa pun juga saya menganggap dalam jangka waktu lama ini, seks yang semua misterius akan terkikis habis, dan boleh jadi diartikan sebai hubungan biologis semata. Mempersepsikan seks seperti itu menurut kami adalah kesalah hermeneutic dalam langkah pemaknaan kita sebagai manusia yang berhasrat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;20 februari 2008 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Feri wahyudin &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anak Manusia &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-71083462521705834?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/71083462521705834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=71083462521705834&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/71083462521705834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/71083462521705834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2008/02/ambiguitas-seks-dan-kematian.html' title='Ambiguitas Seks dan Kematian'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-6614599633024529090</id><published>2007-12-24T06:48:00.000-08:00</published><updated>2007-12-24T07:14:15.190-08:00</updated><title type='text'>Ambiguitas Kematian</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ambiguitas Kematian,...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Saya melihat kata depan ambigu semacam sebuah bingkai pikiran manusia yang tak pernah bisa tembus, sketsa gambaran alam pikiran tak pernah tembus untuk bisa menggambarkan nya. padahal kalimat ini begitu dibutuhkan bagi kalimat sesudah nya. ambigu berarti pula, kawasan bebas hak milik juga bebas medan tafsir bagi siapa pun juuga yang mempunyai keinginan. ambigutas boleh jadi misteri yang tidak masuk akal. ambiguitas berarti pula misteri, sama misterinya dengan kematian, apa itu kematian, mengapa harus mati dan bagaimana kematian seharusnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini mengingatkan ku kepada kebiasaan kita semua saat melakukan gambaran dan mendesain pada kebenaran juga keyakinan kita bersama. apakah kemudian kematian dianggap bagian dari berakhir segala aktifitas kemanusiaan kita semua, atau kematian juga perpindahan ke dunia yang lain dari biasanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ambiguitas bersama kata kematian, diibaratkan dua belah matah uang dan sekaligus tak mempunyai makna dan asrtikulasi sedikitpun bagi keberlangsungan hidup manusia. bersama nya kerap kali di takut-takuti, kematian dianggap sebagai hari akhir bagi seluruh manusia dan kemudian tidak bisa melakukan segala aktiftas seharian. akibatnya manusia selalu dihantui dengan takdir kuasa yang bisa mengatur hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Padahal menurut ku biar kita semua bisa di sebut manusia seutuhnya, kita berusaha untuk keluar dari kematian eksistensi, karena dengan itu kondisi yang paling menghawatirkan adalah kematian eksistensi, hidup manusia di dunia ini dalam posisi tidak mempunyai daya tawar dan pakem beraktifitas, tidak mudah beraktifitas, lalu kemudian kita semua colli ideologi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kondisi seperti ini sering kita temukan di area medan politik praktis, jual beli harga diri dan melantunkan kebohongan adalah dari cara mereka melakukan nya.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;kata ini mulai dipakai banyak orang saat dilakukat riset kecil--kecilan tentang segala hal yang kita lihat, rasa dan fikirkan. ambiguitas berarti pula tak ada wilayah tafsir untuk melakukan penafsiran ulang terhadap kematian. ambigu berarti pula diam, tak pernah menjawab saat di berondong pertanyaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jika kemudian kita semua tidak di beri kesempatan untuk berhadapan dengan kalimat ini, sang kuasa model apa, yang bisa berani untuk memberikan kesan terindah terhadap kematian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-6614599633024529090?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/6614599633024529090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=6614599633024529090&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6614599633024529090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6614599633024529090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/ambiguitas-kematian.html' title='Ambiguitas Kematian'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-5019175156809617057</id><published>2007-12-23T08:53:00.000-08:00</published><updated>2007-12-23T08:55:35.045-08:00</updated><title type='text'>CINTA TAK HARUS BAHAGIA,....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;CINTA TAK HARUS BAHAGIA,....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BERJALAN LAH DENGAN DARAH, KARENA DARAH ADALAH SEMANGAT...,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; CAYANK....&lt;br /&gt; PERTEMUAN KU DENGAN MU DI SALAH SATU KOST-KOSTAN DI KOTA BANDUNG SEJAK ENAM BULAN LALU, AKU MERASA ADA ENERGI DAN SEMANGAT YANG LUAR BIASA, AKU MENDENGAR SENDU, AKU MENDENGAR AROMA DAN AKU MEMBACA CERITA LAIN DALAM HIDUP KU..., ADA HARAPAN DAN MIMPI INDAH SAAT BERSAMA MU, ADA AROMA WANGI BUNGAMU SAAT KU MENDENGAR KATA-KATA DAN KALIMAT DARI MULUT MU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; AKU MENAPAKI JEJAK LANGKAH DENGAN SANGAT HATI-HATI, KARENA AKU TAK INGIN PERTEMUAN ITU BERLALU SEKETIKA..., BENANG KUSUT AKTFITAS DAN HIDUP KU, TERUS DI URAI BERSAMA MU CAYANK, BIAR KITA SELALU BERSAMA SAMPAI DUNIA INI BERHENTI. INDAH MEMANG SAAT AKU BERSAMA CAYANK..., KAU ADALAH SANG MALAIKAT PERTAMA YANG KU KENAL, DAN MEMBUKA PINTU HATIKU, YANG TELAH BEBERAPA TAHUN TELAH KU KUNCI RAPAT-RAPAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MALAM ITU KAU MEMBAWA KUNCI DAN MEMBUKA MATA HATIKU, KUNCI YANG KAU TAWARKAN KEPADA KU, SEKETIKA MEMBUKAKAN ARAH JEJAK UNTUK PULANG KE HARIBAN. DENGAN KUNCI MU AKU BERTEMU TUHAN DAN AKU MEYAKINI JIKA KEMUDIAN CINTA ITU ADA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PADAHAL CAYANK,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; AKU SEMPAT BERADA DALAM DUNIA GELAP, DIAM. DAN TIDAK PERNAH MENJAWAB, AKU MENJALANI DENGAN TIDAK BERHARAP SEDIKITPUN TERHADAP HIDUP KU. DAN AKU MENJALANI NYA HANYA KARENA AKU INGIN DISEBUT MANUSIA. KARENA HANYA DENGAN ITU SEMUA, SESUATU YANG AKU INGINKAN AKAN DATANG SECARA TIBA-TBA DENGAN TIDAK PERNAH TERFIKIR SEBELUMNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; KALAU BOLEH AKU TULIS, KAU ADALAH MALAIKAT KEBENARAN YANG AKU KENAL SAAT INI, KAU PULA YANG MEMBUKA BAYANG-BAYANG DALAM KEGELAPAN DUNIA KU. SAAT AKU MERASAKAN RASA CINTA YANG DILUAR DARI KESADARAN KU, MEMINJAM ISTILAH MU. SESEKALI AKU MENJADI SEORANG YANG TAK BIASANYA AKU YAKINI. MAAF KEMUDIAN AKU HARUS MENJADI SEORANG YANG PEMARAH, MENGATUR DAN MENDESAIN INI SEMUA, KARENA AKU SANGAT TAKUT UNTUK KEHILANGAN MU.....,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; AKU SANGAT YAKIN JIKA KEMUDIAN CINTA ITU TIDAK HARUS BAHAGIA,DIA MEMBAWA KEBAHAGIAAN DAN HILANG SEKETIKA SESUAI ARAH ANGIN, AKIBAT NYA CINTA ITU MEMBUAT KU MERASAKAN SAKIT YANG LUAR BIASA, BAHKAN DENGAN CINTA KITA BERADA DALAM RENTETAN KERETAKAN EKISTENSI KU. DAN AKU BEBERAPA KALI TERJEREMBAB DI DALAMNYA,.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; CAYANK,... KALAU BOLEH MINTA, AKU HANYA INGIN BELAJAR TENTANG ARTI CINTA DAN KEINDAHAN BERSAMAMU,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SAAT INI KEKUATAN ITU SEMAKIN MENJADI-JADI, ENERGI YANG KUDAPAT SAAT INI MEMBUTAKAN CARA PANDANG LAIN YANG BIASA AKU LAKUKAN. AKIBATNYA AKU TIDAK BEGITU MENGERTI HARUS BAGAIMANA AKU MENJALANI NYA.., KARENA AKU JUGA LUPA BAGAIMANA SEHARUSNYA,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; AKU LAH MANUSIA SANG PEMBERONTAK,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SESEKALI AKU  SEMPAT BERFIKIR, JANGAN-JANGAN SEMUA INI ADALAH JEBAKAN SAAT AKU MENUAI KASIH, DIHADAPAN MU AKU TIDAK BISA MENGAKAN TIDAK MESKI INI SEMUA TIDAK MASUK AKAL,....., AKU JUGA HARUS MENJADI SEORANG YANG MENGAGUMI CINTA, NAMUN AKU HARUS MELAKUKAN NYA DENGAN MENGELUARKAN DARAH. MESKI BAGI KAMI DARAH ADALAH SEMAGAT,...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SETIAP KALI AKU MENDENGAR KAU BERSAMA TEMAN MU, AKU MERASAAN SAKIT SAMBIL MENGELUARKAN DARAH SEGAR KU, DARAH INI TERUS BERCUCURAN YANG MEMBUATKU HILANG KEPERCAYAAN DAN MERASA DI BOHONGI..,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-5019175156809617057?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/5019175156809617057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=5019175156809617057&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5019175156809617057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/5019175156809617057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/cinta-tak-harus-bahagia.html' title='CINTA TAK HARUS BAHAGIA,....'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8258419126421654480</id><published>2007-12-20T00:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-20T00:56:47.537-08:00</updated><title type='text'>AKTIFITAS SEHARI AN</title><content type='html'>AKTIFITI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUDAH TIGA TAHUN, AKU MENGADU NASIB DI KOTA BESAR SEPERTI BANDUNG, BAYANGAN KU TENTANG NYA, KERAP KALI DI BUAI DALAM BINGKAI AKTIFITAS BERMANFAAT. DINGIN MALAM DAN SEJUK NYA EMBUN PAGI, DI BILANGAN SUKALUYU CIKUTRA, MEMBERIKAN PELAJARAN TENTANG ARI GENTAR. PERJALANAN MENPAKI JALUR-JALUR HIDUP KU, TERKADANG MELELAHKAN. NAMUN BAGI KAMI MELAKUKAN NYA DENGAN TIDAK BERHARAP BANYAK ADALAH KITA SEMUA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA BAYANG BAYANG SEJUK, ADA KATA TERINDAH KUDENGAR, ADA PULA RENTETAT KALIMAT YANG KU TELITI. SEMPAT TERPERANGAH MELIHAT BAGAIMANA ORANG-ORANG DENGAN SETIA DAN TEGUH MENJALANI NYA. BERSAMANYA SERING KU DICOBA UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN-PERTANYAAN MENDASAR TENTANG MENGAPA KITA DILAHIRKAN DAN MENGAPA KITA BEGINI DAN BERJALAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTEMANAN KU DENGAN SEORANG MAHASISWA UNIVERSITAS PAFORIT DI KOTA INI, BANYAK PELAJARAN KU TERIMA DARINYA. SEBUT SAJA ADALAH WINDI, KALAU BOLEH TAU DIA SOSOK NYA PERIANG, TEGAR JUGA SAYU. DI BALIK AROMA AKU SERING MENCIUM BAU BUSUK. KETIDAK PERCAYAAN KEPADA TUHAN DAN LEMBAGA AGAMA, SAYA TIDAK TERLALU MEMPEDULIKAN, LANGKAH WINDI SAYA ANGGAP SEBAGAI UPAYA SAAT MENJALANI PROSES PENCARIAN TERKAIT SIAPA DAN MENGAPA DIRINYA UNTUK TERLAHIR DAN HIDUP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAU ITU SEMAKIN TERCIUM, KEJAHATAN NYA JUGA SEMAKIN NAMPAK DI DEPAN MATA KU. BANYAK BERKOMUNIKASI DAN BERBICARA BERSAMA NYA, KEBIASAAN UNTUK MENGELABUI DAN PENGHIANATAN TERLIHAT SEMAKIN NYATA. SAAT ITU AKU MEMBERIKAN PENGERTIAN SEORANG WANITA BEBAS TAPI KALANG KABUT TIDAK PUNYA LANDASAN. TERLAHIR DARI KELUARGA YANG TIDAK HARMONIS DAN TUMBUH DALAM KESULITAN EKONOMI, MEMBUAT KU PERCAYA BETUL JIKA KEMUDIAN  WINDI MENJADI SOSOK WANITA HAUS DAN MEMABUKAN. AKU PERNAH DI DALAM NYA DAN MERASAKAN BAU BUSUK ITU KAWAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBENARNYA AKU PUNYA SEDIKIT TEORI UNTUK MENJAWAB MU WINDI, SAYA HARAP KAN DENGAN TEORI YANG KU PUNYA, SEDIKITNYA MEMBANTU MENEMUKAN ARAH JALAN UNTUK PULANG. JIKA MEMANG KAU BISA MENJAWABNYA, KAU ADALAH MANUSIA. AKU NGERTI TENTANG KE ATHEISAN MU WINDI, TAPI WINDI MENGAPA KITA KERAP KALI MERASAKAN RASA SAKIT, SEDIH DAN BAHAGIA. PERTANYAAN SAMA JUGA SEGERA DIJAWAB, SEBENARNYA BUMI DAN ALAM INI TERBUAT DARI TANAH, AIR ATAU UDARA..., DAN INGAT KAWAN KAU TAK BOLEH MENJADI BAGIAN DARI TITIK ORANG LAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKTIFITAS BERARTI PULA EKSISTENSI, ARTI DAN PERAN KITA BISA DI SEBUT MANUSIA SEUTUHNYA, SAAT BERUSAHA MERUNUT, KE &lt;em&gt;EKSIS &lt;/em&gt;AN DAN MEMBINGKAI PEMAHAMAN DIRI. BANYAK CARA PANDANG PARA PEMIKIR UNTUK MENJAWAB SEMUANYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBAGAI JURNALIS TELEVISI YANG SETIAP HARI MENGIBER BERITA JUGA MEMBERIKAN PENERANGAN KEPADA MASYARAKAT, BAGIAN DARI UPAYA KITA SEMUA UNTUK MELAKUKAN SEBUAH PEMBERONTAKAN. BERONTAK BERARTI PULA BERKARYA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS KITA SEMUA. BISA BAHAGIA KAH KITA BERSAMA NYA. DIHARUSKAN KITA BELAJAR BANYAK KEPADA PARA MALING DI NEGERI INI. PARA BANDIT MALING, SAYA ANGGAP MANUSIA PALING SABAR DALAM MELAKUKAN AKTIFITAS NYA DAN KEJAHATANNYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA KU SESUAI DENGAN APA YANG ADA DALAM BENAK KU, BERTASBIH DAN BERIKRARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK ITU AKU BERENCANA UNTUK MENGADU NASIB CAHAYA NYA AKU MELANGKAH KAN KAKI, TEMPAT TIDURKU KU TATAP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8258419126421654480?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8258419126421654480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8258419126421654480&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8258419126421654480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8258419126421654480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/aktifitas-sehari.html' title='AKTIFITAS SEHARI AN'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-198038410857954966</id><published>2007-12-19T02:47:00.001-08:00</published><updated>2007-12-19T02:50:05.958-08:00</updated><title type='text'>Gelap</title><content type='html'>kenapa kita tak boleh bahagia.....,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau menyaksikan perjalanan hidup ku untuk menuai kebahagiaan.&lt;br /&gt;kau pula mengamati nya.&lt;br /&gt;jika memang pemberian mu membuat ku tidak bahagia, ambil lah ini semua...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-198038410857954966?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/198038410857954966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=198038410857954966&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/198038410857954966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/198038410857954966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/gelap.html' title='Gelap'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4439143042579116753</id><published>2007-12-03T04:39:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:41:42.906-08:00</updated><title type='text'>MANUSIA....MANA NU SIA.....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA MANA NU SIA..... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Engkau taburkan bunga kehidupan di setiap penjuru kota besar ini, kebesaran nama nya membuat banyak orang mengadu nasib di jantung kota. Engkau pasti rasakan bagaimana suasana malam mencekam diri tanpa teman dan saudara. pil pahit kehidupan malam kota besar telah aku rasakan, gelap nya malam dinginnya angin membuat aku kalang kabut dibuatnya. Ah.. engkau tertawa riang menertawakan kita semua, padahal kami disini juga sama-sama manusia, seperti mereka. Tak ada duka menelusuri jejak langkah jantung kehidupan malam kelam kota besar. ini jalan setapak harus aku lewati sejenak , walaupun kau anggap ritme ini begitu menjengkelkan banyak orang. Bagi kami dunia lain adalah mungkin, seperti hal aku ketahui jejak dari guru kami, perjalanan panjang menghampiri air sebenarnya hidup adalah proses untuk menjadi lebih sempurna. Kau ketahui bersama diri ini memang masih berada dibagian titik titik kehidupan orang lain, dalam langkah tak tertuju aku akan menjadi titik itu sendiri dan tidak bagian dari banyak orang. Meskinya engkau ketahui bagaimana proses itu berlangsung, dalam menungkan arti sebenarnya maksud kehidupan dan menjadi manusia sesungguhnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan di meja persidangan di sebuah lembaga pemberitaan, memang tak membuat suasana begitu menggembirakan, nada tinggi berbicara apa yang mungkin terjadi kini dan sekarang adalah omongan tanpa makna. Tapi aku yakin apa yang ada dalam pikiran, nada , kata dan kalimat ini membuat banyak orang terkabum dibuatnya. Meski sesekali aku sering mempertanyakan tentang keberadaan disini dan sekarang. Pertanyaan yang erap kali muncul berupa pertanyaan tentang pencarian saat ini? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Penelusuran dan pencarian jejak jalan kehidupan sebelumnya, tak membuka pula pintu nasib diri lain. Kendala pertemanan dan perkenalan dengan berbagai bidadari tak membuat sinar menerangi jalan ini. Padahal aku harapkan itu semua membuat menemukan jurus baru yang bisa menyelesaikan itu semua. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Penelusuranku terhadap pemikiran pramoedya anata toer akhir-ahir ini, sesekali ada angin segar ku dibuatnya. Minke dalam novel bumi manusia, sesosok manusia tak kenal menyerah dan mengeluh apa yang ada dihadapannya. Dirinya berbicara tentang manusia yang cinta bangsa nya sendiri. Dirinya berbicara bagaimana penindasan kerap kali diterima di kehidupannya sendiri, tetapi apa yang ia katakana tentang itu semua, semua adalah keuatan yang harus ia lawan. Aku pahami betul minke adalah pigur tokoh yang tak mengenal rasa lelah, jejak dalam penelusuran perjuangan dirinya menemukan sang aku yang berbicara adalah lama. Ia harus mencicipi penindasan oleh kolonialisme penjajah dan juga poitik orde baru. Gagasan tentang lembaga kebudayaan juga nasionalis tak mudah diterima oleh kelompok lain yang tentu juga berbeda standar politik praktisnya. Apa yang didapat dari itu semua, nilai naionalisme dan kegigihan tak pernah menyerah kepada dunia dan kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Padahal untuk menjadi sekarang pram harus menunggu lama hamper puluhan tahun lamanya, tetapi pram juga komitmen terhadap apa yang dipikiran tentang itu semua. Bagi kami dunia politik adalah dunia bohong, dalam kata itu janji dan kebohongan menjadi arena pertarungan siapa kuat dialah menang. Bohong dan mengobar janji bagian dari seni untuk mendapatkan secara mudah didapat. Dengan bohong itu pula nilai keindahan didapat dari semua janji. Apa kata sindunata tentang itu semua? Orang semua tahu, bahwa penggerak politik bukanlah kebenaran tetapi kepentingan. Kepentingan kelompok yang berada di atas kekuasaan adalah unsure yang paling menentukan dalam langkah politik. Demi kepentingan itu semua, semua orang terpaksa berbohong dan mengobral janji. Sampai ada sebagian orang bilang politik adalah bangunan pas bagi orang pendusta dan pembohong. Realitas seperti itu tidak perlu ingkari dan hindari. Yang paling penting kini adalah bagaimana mengimbangi terus menerus untuk mengadakan pengontrolan terhadap nya, mungkin disinilah peran media sebagai bagian dari perubahan social dan pendidikan masyarakat, meski kita aui masih ada kecenderungan dan kepentingan sesaat. Kepentingan untuk mengadakan pengontrolan itu bukanlah hal kebenaran abstrak, tetapi kepentingan umum yang konkrit seperti kesejahteraan dan keamanan bagi warga bangsa ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mungkin adalah kenapanya manusia itu kerap kali tetap bertahan di dunia kebohongan dan pendustaan, meski itu semua sangat menjengkelkan kita semua? Jawabannya ada dalam falsafah jawa tentang malima- yang artinya lima larangan perbuatan terhadap manusia. Yakni larangan maling, mabuk,main,madat dan madhon yakni main cewek. Seruan moral tentang lima larangan ini kerap kali ditujukan kepada orang miskin, karena tentang lima itu sering kali lepel social itulah selalu identik dengan larangan tersebut. Tetapi kemudian seruan moral yng bernuansa nilai transenden ini meski di rekontruksi pemaknaan dan juga ditafsir ulang terhadap nilai yang berada di dalamnya, meski kelihatannya ada nilai transenden didalamnya. Karena menurut sebagian kalangan hermeneutic dalam ma lima ada kekurangan penafsiran yang nota bene arti tunggal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi ma-lima bukan sebagai larangan tetapi perbuatan yang meski dipemiliki orang masa kini, misalnya arti dari maling, satu kebiasan yang perlu di turuti dan dijiwai. Seorang yang berprofesi sebagai maling, sering kali tekun dan junun untuk menuaikan kehendaknya, saat dia mau melakukan maling, sejurus kesabaran menunggu watu malam, kesabaran menunggu orang terlelap dan juga tida marah jika ada gangguan hewan dan juga keamanan. Jadi jangan diambil arti dari ambil golok dan juga membongkar rumah mewah tetapi malah sebaliknya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, kata mabok adalah nilai kejujuran dari kata tersebut, sering ditemukan di banyak komonitas, orang mabok selalu berbicara apa adanya, dia tidak malu untuk ditertawakan untuk berbicara apa adanya. Ia sering ali menari dan bernyanyi serta melepaskan keakuannya dan hidup apa adanya dengan melepaskan topeng dalam dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi, kata main diartikan sabagai nilai yang harus diambil dalam sisi kejelian dan ketepatan untuk tidak mengeluarkan kartu salah. Orang yang bermain, bersemboyan kita harus menang dan tidak kalah. Pikirannya harus ditujukan kepada kartu yang akan dikeluarkan dengan bebagai perhitungan. Maka orang yang bermain, tidak ingin kalah untuk kedua kalinya dan tidak ingin jatuh untuk kesekian kalinya. Maka orang yang sering ber main, bagian dari kelompok manusia yang tak pernah mengalah dan tidak mudah menyerah. Maka orang yang main adalah manusia yang teliti penuh perhitungan dan kejituan dan kejelian untuk mendapatkan ketepatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi arti madhon, diambil nilai berganti pacar dan wanita sebagai sebuah nilai kerapihan yang diambil dari prilaku yang disergap mencintai. Biasanya orang yang jatuh cinta selalu menjaga kerapihannya dan penampilannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi madat diambil arti sebagai sebuah keringanan dalam menghadapi hidup, karena orang yang kecanduan selalu melayang, menari dan enteng. Dengan hidup dilandasi madat, menjadikan dirinya berada dalam bersyukur terhadap kelebihan yang dimiiki manusia. Ia menganggap bahwa manusia ini diciptakan untuk tidak mengeluh akan kekurangan dan bersyuur terhadap kelebihannya. Berarti pula hidup dengan madat ini, mengartikan hidup memang enteng, ringan,senang dan penuh syukur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kata dan plesetan lainnya, ma lima juga bisa juga di artikan lain dari biasanya, karena kata ini memelukan arti yang plural dan tidak tunggal. Ma-lima ini ingin sekali diartikan dalam kacamata dan sudut pandang yang berbeda-beda. Karena jika mengambil dari itu semua dari sudut biasanya, akan mengeluarkan sejumlah arti yang sempit. Seperti nilai etnik lainnya, ma-lima mengundang sejumlah penafsir termasuk kita didalamnya untuk berkata lain tentang itu semua, karena etnik menurut sebagian pengamat akan menjadi omong kosong meski di gembar gemborkan, jika memang dinilai sudah tidak efektif. Maka katanya kata itu harus berani di simpan dalam wacana etnik dan moral secara kritis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Karena ma-lima di tempatkan di wilayah etnik berwacana maa kemudian kata tersebut harus disikapi secara kritis. Setiap nilai etni pasti mempunyai nilai sejarah, pengalaman real dan kaitan terhadap putusan yang diambil. Sebab sebuah nilai etnik tidak mungkin ada begitu saja dan tanpa ada keterkaitan sejarah sebelumnya. Maka oleh sebab itu orang perlu sumber-sumber yang bisa dipercaya dalam melahirkan nilai moral tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Karena demikian, maka sejumlah pengalaman yang melahirkan nilai etnik seperti itu pula harus di daur ulang sesuai dengan tingkat pengalaman berbeda dan sesunggungnya nyata dalam alam realitas kita disini dan sekarang. Meminjam istilah diperlukan keberanian merekontruksi arti nilai sebuah etnik ma-lima. Agar kerasan dan dinikmati arti sesungguhnya, maka upaya itu sebagai langkah menemukan autensitas penghayatan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Lantas kemudian bagaimana sebuah nilai bisa dihayati jika memang kita terjauh dari perjalanan dan kebiasaan yang melingkupi itu semua. Kini yang diperlukan semua adalah penafsiran personal dan autentik, agar sepaham dengan para heurmeneutik yang disebut bagiku apakah makna dari semua yang kujumpai itu? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagian menilai bahwa perbutan ma-lima adalah perbuatan setiap orang, tidak begitu betul jika perbuatan ma-lima di identikan terhadap kelas social golongan kedua, atau dosa-dosa orang kecil, atau perilaku menjijikan masyarakat bawah. Jika demikian akan merasa sempit saat pengertian ma-lima dijadikan konsep moralitas, dan tak pernah mengkritisi sebagai sebuah konsep dasar moralitas. Maka boleh jadi kita akan terjebak pada hiper-moralitas yang tidak relevan lagi terhadap perkembangan jaman. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dalam karya sastra centhini ma-lima ditolak menjadi moralitas manusia.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Centhini merupakan teks sastra, apa yang dilukiskan centhini bukan semata-mata fakta, melainkan interpretasi dari fakta tersebut. Kisah ma-lima bukan hanya sekedar orgi faktua, melainkan interpretasi dari orgi dalam segala bentuknya yang kemudian dilihatnya sebagai peristiwa pembebasan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Apa itu orgi? Orgo merupakan suatu protes social terhadap segala pembatasan social yang menyesakkan. Orgi melanggar apa pun yang dalam hidup harian dan dipatuhi. Maka orgi sebagai bentuk yang ekstrem, maka kepatuhan selalu dinilai bukan kesetujuan, melainkan keterpaksaan. Dengan orgi masyaraat mau menunjukkan ia tidak patuh lagi terhadap kepatuhan tersebut. Maka kemabukan dan main wanita bagian dari bentuk perlawanan warga terhadap kejengkelan terhadap peraturan yang telah mengekang kebebasannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Maka cerita sastra centhini bagian dari upaya social yang menolak terhadap upaya pengekangan dari peraturan moralitas tersebut. Munculnya orgi di masyarakat bentuk kejengkelan terhadap tuntutan tersebut. Namun boleh jadi moralitas tersebut diartikan sebagai teks dari pakta tetapi jauh dari upaya nterpretasi dari fakta tersebut yang membuat mereka muncul dengan wjah berbeda dari sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, kata maling kerap kali kita mengidentikannya dengan prilaku orang kecil atau rakyat bawah. Padahal sebenarnya, maling juga bisa di seret ke orang berdasi. Maka dari itu telah terjadi ketidakadilan pengetian darikata maling, moralitas ma-lima seperti ini lah yang dalam naskah centhini ditolak. Karena kerap kali melahirkan ketidakadilan teks, maka dari itu kita perlu mengkritisinya. Jika sedikit menilik prilaku ma-limo ala sindhunata misalnya, kita akan dibawa ke area yang lebih luas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Apa kata mereka &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Apa kata mereka tentang perjalanan memang dihiasi dan dihinggapi berbagai rintangan dan tantangan. Jika mungkin dikemudian hari engkau menemukan jejak yang sama tapi berbeda engkau akan mudah melewati, sebab itu semua dikehendaki sesuai dengan kelayakannya disebut manusia unggulan. Mengaumsikan perihal jasad dan makhluk satu ini, berbagai pemiir kerap kali kebingungan makhluk unik yang satu unik, memang benar unit. Apakah anda unik. Kata hernowo keunikan sesorang adalah bagaimana sesuatu itu dilihat dengan memakai kacamata berbeda dengan sebelumnya. Karena realitas ini adalah area menafsir, hanya kekuatan dan cara pandang itu lah manusia akan menemuan eksistensi keutuhan dirnya disebut manusia unggulan. Bagaimana misalnya cara pandang tentang palsafah ma-limo sempurna misalnya. Atau mungkin kebiasaan manusia melaukan rutinitas keseharian yang diidentikan dengan kebiasaan orang kecil. Padahal maling dan mabuk bagian dari kebiasaan politikus dan juga kekuasaan. Mungkin karena dengan it lah dirinya akan diketahui . Hernowo misalnnya mengajak kepada kita untuk membuka tabir wajah dan kedok ini dengan mengungkapkan apa yang dipikirkan dan dilihat. Tentu juga dihinggapi dengan kepentingan dan keinginan yang sesaat. Hingga detik ini aku berusaha belajar k area itu…. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ah kau harus coba kembali menulis, penulis besar lebih dulu meninggal kan kamu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4439143042579116753?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4439143042579116753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4439143042579116753&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4439143042579116753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4439143042579116753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/manusiamana-nu-sia.html' title='MANUSIA....MANA NU SIA.....'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8983602324692863873</id><published>2007-12-03T04:33:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:34:27.414-08:00</updated><title type='text'>NAPAS HIDUP</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Napas Hidup ku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Marah, dendam, dalam diri ini….&lt;br /&gt;Ku yakini ini adalah rasa tidak suka&lt;br /&gt;Mereka menari sambil menghembuskan&lt;br /&gt;Ya, napas terakhir…&lt;br /&gt;Dalam diri ada kelabat napas&lt;br /&gt;Sisi saat kau tertawa riang&lt;br /&gt;Aku menepuk lutut&lt;br /&gt;Dalam tarian itu, aku berdiri teguh&lt;br /&gt;Ku dendangkan irama napas hidup&lt;br /&gt;Titik menjadi ritme bernapas lega&lt;br /&gt;Tertawa lah kau&lt;br /&gt;Aku juga mengerti&lt;br /&gt;Saat kematian menjemput&lt;br /&gt;Napas ku tetap berirama&lt;br /&gt;Kau tak seperti biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bangsa 09 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya Napas Hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, di beranda kamarku&lt;br /&gt;Ku yalakan energi hidup&lt;br /&gt;Disudut Jendela menyinarkan nada riang&lt;br /&gt;Ke lihat cahaya mulai redup&lt;br /&gt;Sang maha cahaya muncul, kegerangan….&lt;br /&gt;Setiap matahari terbenam&lt;br /&gt;Kau membersihkan beranda halaman rumah mu&lt;br /&gt;Tak kutemukan cahaya napas hidup mu&lt;br /&gt;Kau senbunyi di balik ke maha an cahaya nenek moyang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bangsa 09 Februari 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8983602324692863873?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8983602324692863873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8983602324692863873&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8983602324692863873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8983602324692863873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/napas-hidup.html' title='NAPAS HIDUP'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-7036908412524200033</id><published>2007-12-03T04:30:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:31:40.305-08:00</updated><title type='text'>CERITA MISTERI BUKAN LAH MISTERI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Cerita Misteri bukan lah Misteri &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Seberapa tinggi kah minat masyarakat Indonesia terhadap tayangan-tayangan misteri ditelevisi atau misalnya membaca di media cetak, majalah, tabloid? Atau seberapa jauh pengaruh tanyangan dan bacaan tersebut terhadap nilai-nilai kebudayaan di masyarakat, kebhinekaan bangsa dan keutuhan keyakinan, saking khawatirnya tidak sedikit berbagai kalangan kini mulai mengecam dan mengkhawatirkan terhadap penayangan yang penuh muatan ilusi ini? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Menemukan jawaban pas dan dipertanggung jawabkan memang harus kita lakukan bersama, termasuk didalamnya upaya dalam membongkar kembali artikulasi tayangan misteri di stasiun televise atau sejumlah bacaan di berbagai media. Tidak bisa di pungkiri kawasan tersebut nampaknya begitu mengasikan untuk dinikmati nya, seolah-olah orang akan merasa rugi jika kemudian harus melewatinya. Percaya atau pun tidak, masyarakat kita begitu terlihat enjoy menikmati cerita misteri tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Seandainya seluruh stasiun televisi berusaha mengurangi jam penayangan misteri atau sejumlah media cetak tidak berusaha memuatnya jenis cerita tersebut, boleh jadi keinginan kuat masyarakat untuk menikmatinya masih dianggap akan tinggi. Masyarakat akan berusaha menceritakan nya kembali cerita misteri atau fiksi melalui mulut ke mulut, malah kisahnya akan lebih menarik dan dramatis. Pasalnya kekuatan untuk menceritakan kembali cerita fiksi tersebut sangat tergantung kepada siapa yang berusaha dan berani untuk kembali menceritakan. Terlihat sebagian besar masyarakat tidak asing dengan kalimat dan cerita tentang dedemit, kunti lanak dan genderewo. Sejak beberapa tahun lalu cerita miseri ini sudah lama beredar di berbagai stasiun radio dan media cetak atau boleh jadi masyarakat sudah mulai kenal sebelum mengenal radio dan televisi. Akibatnya mereka senang mendengar dan berkenalan dengan dunia mimpi dan metafisik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Cerita misteri yang beredar dimasyarakat saat ini bukan sebentuk cerita rekaan seperti cerita Agathan Criste tentang Criminal Misteri, atau Edgar Allan Poe tentang Horror Misteri, atau sejumlah tayangan misteri film lebar, dibioskop bioskop kesayangan anda. Bahkan pemahaman tentang cerita misteri tersebut Juga bukan sebuah cerita seperti karya orang-orang jenius seperti Einstein, karl mark, Eagle dan para filosof lainnya di dunia barat, pengetahuan mereka diperuntukan untuk menangkap , membongkar dan mencari kebenaran di balik alam rahasia-rahasia alam raya ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Cerita misteri yang ada di masyarakat layaknya sejenis kenyataan yang nyata, berdekatan dan tidak misterius. Ia sungguh-sungguh ada, bisa di lihat dan diyakini kebenaran nya. Belajar dari sejarawan kuntowijoyo, dirinya telah membongkar sejumlah naskah-naskah sejak beberapa tahun lalu untuk mengetahui secara pasti apa yang dipahami terkait dengan cerita misteri atau tentang berbagai peristiwa yang oleh masyarakat sekarang masih disebut sebagai cerita misteri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejumlah tulisan nya kuntowijoyo menuturkan kebiasaan masyarakat surakarta pada awal abad ke dua puluh an, suatu malam menjelang pertengahan februari 1914 seorang perempuan dari kampung bratan laweyan surakarta bermimpi dengan seorang kakek. Dalam mimpinya, kakek itu berpesan bahwa dalam dhemit penjaga kampung gajahan akan mempertunjukan permainan gambar hidup { bioskop} di sumur yang berada di halaman rumah nya. Cerita ini memang begitu menarik, beberapa perempuan menyaksikan di sumur itu ada gajah, harimau, nyai blorong, bulan bintang dan dua orang haji yang sedang mengaji. Namun masing-masing orang mengaku melihat peristiwa tersebut sangat berbeda-beda. Singkatnya sumur itu begitu ajaib. Bisa mempertunjukan gambaran hidup seperti bioskop. Sumur digambarkan mempunyai daya misteri, yang mampu menuturkan apa yang tidak mungkin terjadi, layaknya warga dan masyarakat surakarta yang didominasi wong cilik bisa menonton seperti di bioskop. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Bias kah kita membayangkan bagaimana para wong cilik pada tahun 1914 di surakarta itu bisa menikmati bisokop, yang pasa saat itu dipahami bioskop hanya bisa di nikmati kalangan bangsawan dan kalangan berduit, atau orang gedean, untuk masuk nya saja pada saat itu harus mampu mengeluarkan lebih dari 1 golden uang. Tentu Rakyat kecil tentu tidak akan mampu mengeluarkan sejumlah uang tersebut dan mustahil untuk bisa menikmati nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalangan wong cilik di daerah surakarta ini tentu meberikan arti sudah bisa bermimpi saja sudah merupakan keajaiban seperti apa yang dilihat dalam sumur ajaib. Dalam mimpi itu mereka seolah-olah menemukan harapan ajaib layaknya yang tertera dalam sumur tersebut. Tidak salah kemudian jika mereka mempunyai harapan dan mimpi lebih dari sebuah harapan ajaib dalam menebar benih keajaiban lewat bulan-bintang, di sampul majalah atau dalam tontonan di televise.&lt;br /&gt;Bagi sejarawan kuntowijoyo kisah sumur ajaib di atas itu bukan sebuah pembodohan masyarakat yang tradisonal dan klasik tanpa arti, tetapi justru mengungkap sebuah dunia yang hanya bias di miliki orang-orang kecil. Mereka tidak punya harapan hidup lebih baik dalam masyarakat yang dikengkangi kekuasaan raja, presiden dan kekuasaan modal. Melalui cerita misteri, apa yang tidak bisa di dapat di alam nyata mereka bisa mendapatkan nya di dunia ilusi dan mimpi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan perkembangan zaman, pemahaman misteri terus berkembang, apalagi dihubungkan dengan konteks budaya yang terkait erat dengan gaya hidup manusia jaman kekinian. Hubungan industrial dan kekuatan kapitalis dianggap begitu ikut campur untuk menentukan bagaimana mimpi manusia dan misteri di buat. Media televise juga media massa telah dianggap penyambung lidah budaya pop dan kaki tangan kapitalis, dirasakan atau tidak citra dan gaya hidup masyarakat sangat di tentukan dengan iklan mana yang mereka tonton. Akhirnya cerita misteri untuk kali ini, sering kali menggunakan logika, bagaimana seharusnya kita bermimpi. Alhasil melalui sejumlah penanyangan iklan yang masuk ke ruang rumah tangga, dan mereka melakukan perubahan mendasar. Bagimana agar tampil cantik, dan seharusnya pakai produk apa. Dalam kapasitas ini, kesadaran dan nasionalisme warga bangsa ini berlandaskan “aku bergaya maka aku di akui”. ANNA TRIANA REZA, Mahasiswa Universitas Padjadjaran Fakultas Fikom&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-7036908412524200033?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/7036908412524200033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=7036908412524200033&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7036908412524200033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7036908412524200033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/cerita-misteri-bukan-lah-misteri.html' title='CERITA MISTERI BUKAN LAH MISTERI'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-7752400884113420588</id><published>2007-12-03T04:27:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:28:59.388-08:00</updated><title type='text'>JADILAH KITA TUKANG MALING</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;JADILAH KITA TUKANG MALING &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Falsafah maling. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja namanya asep dan dayat, sebelum peluru satuan serse polres bandung barat menyasar tubuhnya, kedua sosok pemuda paruh baya ini, kerap kali melakukan kegiatan pencurian di pusat kota bandung, bahkan dalam menjalankan aksi pencurian ini kedua nya tidak sekali, kota kecil juga tak luput dari incaran aksi kejahatannya. Padahal kota kecil bagi asep dan dayat tak begitu menguasai arah jalan untuk melarikan diri. Semakin hari keahlian maling nya semakin lihai dan pandai. Ilmu pengetahuan tentang maling semakin dikuasai dan mengatasi masalah akibat ulah nya. Makin sering mencuri keduanya semakin percaya diri dan tentu saja semakin pandai, sebab apa, menurutnya modal utama maling adalah ketabahan hatinya sendiri, dengan tabah semakin dirinya tidak takut. Keduanya tahu bahwa sumber ketakutan adalah dirinya sendiri. Semakin dirinya bisa dikuasai, maka ketakutan yang datang dalam dirinya mudah untuk dikuasai, boleh jadi keduanya juga mudah menguasai ketakutan yang datang dari luar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bagi asep dan dayat tabah dan tidak takut, akan bisa mengalahkan apa saja. Bagaimana tidak disebut tabah dan tidak takut, saat melakukan aksi maling asep dan dayat tidak mengetahui betul suasana di dalam rumah yang akan di rampok, padahal jika keduanya masuk ke rumah korban maling, terkadang kedunya melangkahi tuan rumah yang sedang tidur, bahkan mengambil emas di leher korban. Saat melakukan itu semua, ketabahan, sabar, tidak takut dan bisa mengatasi nya merupakan kunci sukses dalam maling. Karena jika tergesa-gesa bukan saja aksinya itu akan mudah diketahui, tetapi bagi seorang maling ketergesaan merupakan cirri orang takut. Oleh sebab itu Kalau orang tergesa-gesa dan merasa takut, boleh jadi orang itu tidak sabar dan tidak mengatasi dirinya sendiri. Ingat ketakutan itu dari diri nya sendiri dan dibikin oleh dirinya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika tenang, ketenangan itu akan membuat keheningan. Para penghuni rumah akan dibawa ke keheningan, mereka dibius oleh keheningan. Bagi para maling, menenangkan diri, agar lawan disatroni dengan keheningan. Lain dari itu semua, falsafah maling yang diajarkan kedunya adalah ketabahan. Ketabahan memang modal utama bagi para maling, bagaimana tidak para maling harus menaiki benteng setinggi meteran, dan harus berjalan diatasnya tanpa harus terpeleset yang mengakibatan hancur rencanannya. Maka nya tidak semua para maling mempunyai ketabahan yang sama, sebaiknya asep menyarankan maling itu dilakukannya dengan sendirian, karena tidak semua orang mempunyai ketabahan yang sama saat dalam menjalankan aksinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Kamu juga tau bagaimana dalam cerita tentang ketakutan dalam james rendpil, ketakutan membuat manusia kalang kabut menghadapinya. Cerita tersebut dimulai dengan pertanyaan perihal penyakit yang diderita manusia, derita tersebut datang saat manusia kalang kabut menghadapi rasa ketakutan yang ada dalam dirinya. Bagaimana tidak, tokoh yang doceritakan dalam novel tersebut berusaha mencari temannya di tengah hutan gelap dan tak bersahabat. Namun seketika di tengah hutan itu dirinya bertemu dengan binatang buas, karena takut yang berlebihan berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan dirinya, derita yang dittanggung oleh jasadnya tak dirasakan. Saat dirinya selamat rumah kediamannya sendiri, seluruh jarinya berdarah. Saat dibaa ke dokter, keluar kata-kata yang aneh, anda berada dalam ketakutan yang brlebihan. Hal serupa juga saat dilakukan oleh seorang istri yang merasa dirinya tidak mampu untuk membina dan mendidik ke tiga anaknya, dengan rasa ketakutan yang berlebihan ibu tersebut sanggup membunuh ketiga anaknya itu. Tidak dengan falsafah maling dayat dan usep tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-7752400884113420588?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/7752400884113420588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=7752400884113420588&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7752400884113420588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7752400884113420588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/jadilah-kita-tukang-maling.html' title='JADILAH KITA TUKANG MALING'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8586821338519896784</id><published>2007-12-03T04:19:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:20:36.150-08:00</updated><title type='text'>HARAPAN PALSU ala SINDUNATA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Harapan palsu ala sindunata….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam novelnya schatzing, setidaknya menggambarkan akan datang masa yang akan menghancurkan dan membinasakan bumi manusia. Romannya bukan saja menggambarkan horror tentang masa depan. Tetapi malah memberikan gambaran akan ancaman bencana kepada bumi ini, novel ini justru melukisan tentang realisme masa kini. Maksudnya adalah bencana sedahsyat tsunami akan tiba menghampiri bumi kapan dan dimana saja kita berada. Datangnya bencana tinggal hanya soal waktu saja dan manusia tak dapat lagi memastikan untuk lari dan menolak bencana tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan bencana yang terus menerus menerjang bumi ini, meluluhlantakan teori tentang rasa aman di bumi manusia ini, mungkin rasa aman ini yang menjadi titik kritik dari novel schatzing. Merasa aman dan nyaman dari bumi yang dipijaknya adalah bagian dari harapan palsu. Sebab kita telah tertipu dengan pikiran bahwa bencana bagian dari kejadian yang sudah berlalu. Padahal menurutnya, kita berada disela sela bencana atau memang kita berada dalam pause, namun kemudian adalah seberapa lama jeda itu boleh kita nikmati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan perkembangan teknologi sebagai jargon alam modern membuat manusia berada dalam jumawa, padahal telah terbukti kemarahan alam teknologi tak kuat menghadapinya. Boleh jadi besok meteor jatuh dan akan membumi hanguskan alam ini. Ke jumawa an alam modern yang ditopang dengan teknologi itulah yang membuat sastrawan satu ini gerah melihatnya. Selain kita di tuntut untuk menghindari kejumawaan dan sifat acuh terhadap alam, oleh sebab itu kerahasian alam tak terungkit ke permukaan karena memang manusia modern telah bersifat acuh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Yang diperlukan sekarang adalah membangun cara berfikir teknologi humanistic, maksudnya adalah bagaimana mempersiapkan perangat ilmu pengetahuan dan teknologi yang akrab dengan alam, biaya penelitian yang dikeluarkan pemerintah republic ini untuk memperkecil bencana alam tersebut. Sayang kesadaran macam itu bagi Negara industri telah dikesampingkan. Bagaimana juga teknologi telah membentuk pikiran warga ini kepada situasi kepastian rasa aman. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi pikiran merasa aman itulah yang harus di perbaharui, betapapun teknologi dan industri meyakinkan warga pasti rasa amannya. Namun yang jelas teknologi jauh dari sisi kemanusiaan dan jauh dalam alam realistis. Hanya sastralah yang membuat itu terjungkil balik. Sastra mampu membuat manusia berfikir, bagaimana manusia berada dalam keakraban dengan alam bumi yang di pijaknya. Maka boleh jadi sebagian agamawan meminta yang maha ini untuk melindungi dari bencana yang terus membayanginya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Namun yang menjadi heran adalah, kita harus khawatir terhadap harapan kita sendiri, karena kerap kali harapan tersebut berlebihan dan menjadi tidak realistis, karena tidak realistis dan berlebihan itu lah harapan khawatir untuk didekap. Kini harapan itu hanya milik orang mapan dan enak dalam hidupnya, kaum ini sering berharap lebih dari biasany. Seperti pepatah harapan adalah milik orang mapan dan enak, warga yang berada pada posisi sebaiknya justru dilarang untuk berharap banyak terhadap kehidupannya. Jadi bagi mereka yang tertindas dan menderita dilarang keras untuk berharap. Padahal harapan bagi orang mapan, enak dan kaya merupakan bagian dari harapan palsu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Bencana yang menimpa saudara kita di aceh, penyakit plu burung yang terus menyerang sebagian warga miskin di beberapa kota dan juga bencana alam lainnya yang mengakibatkan jatuh korban banyak, semestinya mereka lah yang harus berharap. Atau boleh jadi mereka menderita diserang berbagai persoalan arena kita memang telah jumawa akan ilmu dan teknologi yang menghiasi pikiran itu semua. Padahal mereka semestinya yang wajib untuk berharap. Atau meminjam istilah sindunata, harapan palsu itu telah terselubung dengan cita-cita nasionalisme dan atas nama Indonesia serta demi harga diri, ribuan warga bangsa ini rela menderita. Bijakkah kita berharap atas nama bangsa dan harga diri Indonesia mereka harus menderita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Ya tentu jawabannya memang tidak, karena semua generasi pemuda dan bapak pendiri bangsa ini tentu berharap, jika kemudian negara Indonesia dan atas nama nasionalisme warga bias berharap banyak. Pasti bapak pendiri bangsa ini tak mungkin tega melakukan tindakan refresif yang menistakan lebih membinasakan warganya. Jika kemudian hal tersebut pada kenyataan nya nampak ada di tengah kita semua, apa cita-cita pendiri bangsa dan nasionalisme kebangsaan ini mulai luntur dan tak bernilai. Sebagian warga negri Indonesia ini, terlihat begitu sangat menderita dan tak pernah menikmati kemerdekaan juga pembangunan. Kelihatan nya mereka tidak begitu menikmatinya juga merasakan suasana kegembiraan. Tak terpancar dalam bathin, wajah dan badanya suasana girang gemilang. Sepertinya warga telah dibius dengan aroma keheningan, keheningan membuat warga negeri ini ditipu, dibius dan disulap menjadi diam dan tak pernah bertanya yang macam-macam. Bayang kan sobat, bagaimana seluruh generasi telah diheningkan dengan atas nama kemapanan dan kecanggihan teknologi, pembangunan jargon kerakyatan mensulap mereka menjadi diam seribu basa. Mereka terdiam tak ada sepatah katapun keluar yang berupaya dalam menikmati tumpuan harapan hidup nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi bagi kita semua bangsa dengan nama Indonesia ini telah membawa kepada kawasan kebinasaan, tentu saat seluruh wilayah di negeri ini berupaya untuk merdeka menjadi salah satu bukti, mereka sudah tidak bias mengartikulasikan apa yang disebut nasionalisme. Kemerdekaan bagi mereka adalah berharap banyak dan menjelmakan mimpi itu semua. Bagi kami khusus nya saat ini, sangat tidak mengerti bagaimana niatan baik terhadap cita-cita berdirinya bangsa Indonesia ini. Jargon “hidup lah bangsa ku hidup lah negeri ku” sepertinya perlu untuk di tafsir kan ulang. Nasionalisme sebagai jargon dalam mempersatukan bangsa ini dalam keruntuhan dan kepentingan semakin tak kentara. Mereka berontak dan meminta hak nya untuk menggapai harapan atas masa depan nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya boleh menulis di sini, memang seharusnya kita melakukan segala sesuatu di sini dan sekarang tidak harus berharap banyak, karena jika kemudian itu semua dilakukan akan berada beban yang menjadi-jadi. Berjuang dengan tidak berharap jauh lebih penting dan tinggi salah satu langkah dalam menemukan tingkatan eksistensi diri di sebut manusia berkasadaran. Camus adalah bapak nya dalam hal ini, tidak percaya kita buktikan semua.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8586821338519896784?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8586821338519896784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8586821338519896784&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8586821338519896784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8586821338519896784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/harapan-palsu-ala-sindunata.html' title='HARAPAN PALSU ala SINDUNATA'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4815512957960031049</id><published>2007-12-03T04:14:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:16:36.542-08:00</updated><title type='text'>BONGKAHAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;BONGKAHAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;I feel longing to say more except&lt;br /&gt;……….Amiien…….. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Memberi sesuatu untuk kebanggaan diri sendiri, memang butuh pengorbanan seperti nya sangat butuh tenaga kuat untuk menuai dan menenun rajutan kasing sayang, kejujuran dan rasa cinta. Barang kali banyak cerita yang membuat kita terperangah dan terkagum, hal tersebut saat kita menelusurinya dalam sebuah percintaan. Cerita cinta tidak hanya di pahami dalam kapasitas menuai kasih dua insan yang berbeda jenis kelamin. Tetapi bertutur kata dalam menggapai rasa cinta mencintai dari sang bidadari, ada nada tersembunyi yang membuat kagum dan kesakitan. Pertemuan itu boleh jadi dianggap menggemparkan sebuah kebiasaan yang tidak biasa nya kita lakukan. Apa itu semua nya, kita bongkar bersama-sama. Kenapa kita harus mencintai seseorang dan mengapakah kita harus demikian? normalkan kita semua, jika memang bila dianggap ya, apa yang akan didapat didalamnya? Akan bahagiakan kita di dalamnya? setumpuk pertanyaan tersebut saya anggap salah satu upaya memahami tutur kata cinta mencintai, jika memang kita semua tidak ingin dianggap masyarakat dionisian ala nietzche atau moral budak, maka pertanyaan di atas setidaknya harus di urai, bersama rajutan-rajutan hingga menjadi bentuk yang jelas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernah kah kau membayangkan kawan, sering kita menemukan orang yang berada dalam ketidaksadaran diri, mereka suka menaruh harapan yang begitu tinggi. Menyanjung lawan bicara dengan sesuka hati, namun anehnya semua nya berada dalam bingkayan keharmonisan. Apa tidak dianggap gila jika kemudian kita melihat perubahan mendasar dari kebiasaan seseorang saat berada menuai kasih dengan perempuan, mereka selalu bertutur rasa sakit, bertutur rasa dendam dan bertutur tentang penghianatan. Memang agak nya tidak masuk akal tentang satu gejala ini, berada di dalam sisi ruang tersembunyi dalam diri, meski perawakan juga bentuk nya tidak begitu jelas. Lantunan serta nyanyian berkisar kasih sayang, melantunkan lagu-lagu tentang kerinduan, ngirang. Terkadang juga mengeluarkan bahasa yang tidak begitu jelas untuk didengar. Aku saat ini mulai percaya kalau orang tradisi timur sangat menjaga suara dan eksistensi bathin. Karena kekuatan yang satu ini peran nya jauh luar biasa, katanya suara ini akan bisa membaca yang panca indra tidak bias membacanya. Jalaluddin rumi seorang sufi juga filosof sangat intens begitu yakin terhadap ke eksistensian &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri cerita bathinmu merupakan gambaran pertama perihal sejauh mana kepercayaan mu tentang kemahakuasaan nya, sering kali aku membayangkan pada hari tertentu kau akan bertemu dan menyapa bersama nya. Sekolompok orang di negeri ku sering terlihat mereka melakukan ritualitas dan cara dalam jamuan malam, pagi dan siang, agar mereka merasa tidak ada jarak bersamanya. Sesekali terdengar teraiakan riuh, resah dengan harapan dikabulkan seluruh permintaan nya. ratusan bahkan ribuan orang begitu senang melakukan nya, sekaligus bertamasyia didalam dunia bathin. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita di hadapakan dengan perasaan iri dan tawa, meski belum tahu penyebab orang melakukan nya itu, semuanya bermula dari kebiasaan yang tak dimengerti. Jika seluruhnya tidak masuk akal, apa lagi yang kau harapkan dalam hidup mu di sini dan sekarang?. Belajar dari filosof dari prancis albert camus, perihal absurditas. Setidaknya kami bias pahami seputar ketidakmengertian atau tidak masuk akal, yakni peran dan makna hidup di dunia sekarang. Seluruh manusia hidup dalam bayang-ayang kematian, mereka terancam dengan kuasa takdir, camus sering mencotohkan nya dengan cerita nya mitos sisipus, sebuah negeri yang sering diancam penyakit dan dihantui kematian. Haruskan manusia kecewa dan iri saat mereka berada di dalamnya, di beberapa tulisan nya camus menjawab tidak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Untuk tidak terjerembab bagian dari cerita di atas tadi, sering saya bertemu melalui tulisan sastrawan, seniman juga filosof untuk menjawab dan memberikan arti tentang hidup. Pramoedya ananta toer, sastrawan yang menerima beberapa puluh nobel dari karya nya dan sempat dipenjarakan oleh penguasa otoriter. Secara umum karya pram berkisar tentang sejarah bangsa, perjuangan dan pergulatan perjuangan dalam mendapatkan hak dan kewajiban manusia. Novel midah si gigi bergerigis dengan sosok penokohan Midah, memberikan kesan bagaimana midah seorang perempuan berasal dari dataran jawa timur terus berjuang untuk melawan ketidakadilan, saat itu midah mendapatkan perlakuan nya dari suami tercinta. Midah juga ingin berjuang bersama masyarakat bawah agar tidak mudah percaya terjadap politik koloniaslis. Melawan sambil merasakan penindasan yang dilakukan oleh suaminya sendiri jauh bisa dirasakan, midah kemudian memutuskan untuk tidak menikah dengan seorang laki-laki yang pernah dia benci. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan setelah beberapa bulan menikah dengan seorang laki-laki dari keturunan bangsawan di kampong halaman nya, membuat midah nekad untuk pergi ke kota besar di Jakarta. Kepergian nya ke Jakarta membuat seluruh anggota keluarganya dalam kondisi panik. Pasalnya selain dianggap telah melanggar etika di kampung tersebut. Kepergian midah untuk meninggalkan suaminy, telah dianggap sakit dan tidak waras. perjodohan nya bersama anak bangsawan tersebut membuat midah harus rela menggendong jabang bayi hasil perkawinan. Haji sanusi bapak nya midah, sejak mempunyai anak lebih dari lima orang, bentuk perhatian terhadap midah mulai terkikis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kau juga semestinya juga ikut memberikan arti perselingkuhan saman karya ayu utami, bukan kah bulan ini kau banyak bersentuhan dengan karya-karya mereka, sangat peduli dan bijaksana jika kemudian pesan moral yang didapat dari karya mereka menjadi kan batu loncatan berarti untuk tetap diam dan menjadi titik tersendiri dalam hidupmu, dan tidak menjadi bagian dari titik hidup orang lain, meminjam istilah filosof. Karya saman boleh jadi simbolisasi orang-orang kiri, komonitas yang mencintai hidup tidak dinilai pada norma yang baku tanpa penafsiran luas, bagaimana misalnya saman harus berjuang untuk merajut perselingkuhan dengan laki-laki yang sudah mempunyai istri shah, jika kemudian rumah tangga dan istri menjadi nama sakral dalam perselingkuhan, boleh jadi keluarga dan perawan menjadi barang mewah bagi wanita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ah kini saat kau merajut kembali benang yang disimpan di lemari pelajaran hidupmu. Lapangan luas sepakbola dinegeri ini sangat ditunggu-tunggu kelihaian mu menampilkan aroma sejuk saat mengolahnya. Berat memang, aku juga yakin betul itu semua memang melelahkan, tidak masuk akal memang kawan, saat kita harus tertunduk di hadapan sajadah keagungan dan kita meminta terhadapnya, apa yang didapat kawan, diam tak terjawab. Agaknya tidak adil jika kemudian kau harus memutuskan rasa tidak adil terhadapnya, aku yakin betul jika kemudian dirinya memberikan yang terbaik dan menyerahkan penghargaan terbesar terhadap mu kawan untuk dikemudian hari. Jasa mu untuk bisa tertawa di tengah keberingasan hidup ini, bagian dari rasa yang harus mendapatkan ancungan jempol. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kau juga ingat pepatah mas hernowo, yang kau baca karyanya beberapa bulan lalu, kau memang unik dan cerdik. Ngak percaya terhadap keunikan dirimu, hal biasa untuk menumpukkan ke pede an mu, karena itu semua mungkin perlu waktu. Tetapi ingat kawan kau memang, manusia unik yang pernah aku temui. Bagaimana tidak setiap hari kau harus bergulat dengan teks dan berita yang tidak setiap orang berani mengatakan ya pada dunia, ah sebaiknya kita melakukan terobosan untuk menafsir dunia ku ini dengan perasaan bermain yang unik setiap harinya, aku akan berfikir yang dimulai dari hal terkecil kemudian data itu di tata dengan gagasn yang cemerlang dan dituliskan dilembaran-lembaran kertas setiap malamnya. Menata gagasan juga menggapai mimpi, bagaimana caranya kawan yang terbaik dalam upaya tersebut, boleh jadi hari jum at pagi pertemuanmu dengan wartawan senior di bilangan kampus swasta di kota bandung bagian dari cara bagaimana seharusnya kau menata kembali ritme dan energi itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semenstinya kau memang tidak harus dihantui rasa ketakutan yang tinggi, karena jika hal itu terjadi dalam pandangan dan hidupmu, kemudian akan didapat rasa bersalah yang tinggi dan tak ada semangat. Ada sebuah cerita mungkin bisa mengobati keluh kesah mu saat ini, al kemis sosok filosof dari timur tengah saat berusaha mengobati orang yang terjatuh dalam hutan belantara, kaki dan tangan yang berdarah akibat jatuh tertimbun bongkahan batu, al kemis hanya menyerukan agar dirinya tidak dihantui rasa takut yang berlebihan. Lebih sederhana nya mungkin, saat kita akan memulai pekerjaan rutin setiap harinya, saat itu pula pikiran dan perasaan kerap kali dihantui ketakutan jika kemudian harapan tak juga kesampaian. Tetapi apa yang didapat kawan, saat kau berjalan di hadapan nya, tak ada juga mimpi tak tergapai, meminjam istilah bahasa perenial, tuhan pun sangat menghargai perjuangan manusia nya, dan ingat kawan perjuangan tersebut akan dapat penghargaan yang berarti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sering bertemu dengan pengalaman hidup sosok manusia dalam penokohan di bukumu yang kau beli lebih baik dapat menjadikan banyak pelajaran, banyak bertemu dengan gagasan orang juga hal terbaik saat kita semua tahu betul bahwa dikemudian hari kau akan menjadi manusia uberment ala nietzche. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kawan katanya pernah berkata nyai ontosoroh, teman mu banyak mendengarkan suaramu, nah..itu dia kawan nyai ontosoroh datang ke tempat yang biasa dilalui oleh mu setiap terbit dan terbenam matahari di kota bandung ini…, tak terlalu jelek jika kau menyapa terlebih dahulu, dan kau harus berani untuk kembali menyapanya, karena wanita tak seharusnya kau kira…,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kau memang terlihat agak malu-malu untuk berkata ya….&lt;br /&gt;Tidak don, aku bingung apa yang seharusnya di katakan kepada nya…&lt;br /&gt;Ya apa saja, biar dia tau jika memang kau masih ada di sini…&lt;br /&gt;Apa yang harus katakan…&lt;br /&gt;Apa saja…&lt;br /&gt;Nanti…gimana…, ya menit nanti kan beda…&lt;br /&gt;Don jangan kau bawa aku ke lubang kebinasaan,,,&lt;br /&gt;Aku tak biasanya, berkata tanpa dia mendengarkan…&lt;br /&gt;Ah…kau memang agak pemalu…&lt;br /&gt;Tapi don aku juga ngak biasa jika kau mengatakannya..,&lt;br /&gt;Berapa sekarang usia mu,…berapa perempuan yang kau pernah temui…&lt;br /&gt;Tak banyak sich…, tapi ini tak seperti biasanya..,&lt;br /&gt;Tertawalah sekeras yang kau inginkan,,, pasti dia juga tertawa..&lt;br /&gt;Tapi apa yang harus ditertawakan,,,,&lt;br /&gt;Ah untuk tertawa saja kamu bingung sekali…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dikemudian hari, berusaha untuk menyapa apa yang di bilang temannya odon, senyi yang keluar dari bibir nyai ontosoroh memang terlihat mengasikkan. Ada nada dan gaya yang tersembunyi di balik irama itu, tapi kemudian hari senyum itu pun hilang seketika di lalap waktu,.&lt;br /&gt;Nah apa kata ku don, senyum yang keluar dari nyai ontosoroh tak bertahan lama, mana mungkin dia bisa tertawa, untuk senyum saja sangat sulit ku dapat. Ah aku telah merasakan itu semua don, saat nya aku harus beranjak lebih jauh dari yang dikira,&lt;br /&gt;Aku akan lari ke duania lain tanpa kau ketahui temanku… aku akan kembali bertamu di padang subur hamparan nada dan irama rasbih dan rahmid. Untuk sementara waktu kawan kau jangan atur kami tentang itu semua..&lt;br /&gt;Tapi kau butuh perihal….&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;AJARI KAMI TENTANG KEINDAHAN&lt;br /&gt;AGAR KAMI BISA BERKATA KEPADA ANAK-ANAK KAMII&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Feri wahyudin, anak manusia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4815512957960031049?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4815512957960031049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4815512957960031049&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4815512957960031049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4815512957960031049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/bongkahan.html' title='BONGKAHAN'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8609455285746462958</id><published>2007-12-03T04:09:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:10:35.933-08:00</updated><title type='text'>DUNIA HAKIKAT PETRUK</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;DUNIA HAKIKAT PETRUK &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sein dan window, istilah ini sering dipakai filosof asal jerman neitczhe, saat mengupayakan pengertian alam bebas luas tanpa aling-aling. Kebiasaan warga dari sebuah negeri juga jati diri. Kebiasaan pengisi bangsa termasuk kita semua selalu mempertahankan sebuah kebiasaan dan tradisi lapuh dan sudah dianggap usang namun tetap kita berusaha mempertahankannya. Kata sein lebih diartikan kepada ada dan mengada tentang kita disini, boleh jadi kata ini lebih di nota benekan kepada mengamini kebiasaan yang telah di jaga semenjak berpuluh tahun lamanya. Mengada dirinya telah dianggap aman untuk mengartikan segala hal yang berada dalam diri dan lingkungannya. Kata ini menurut sindhunata kerap kali diapakai oleh kalangan seniman, sebagai langkah untuk memahami perihal siapakah dirinya di hadapan kepentingan kelompok dan komonitas memeinjam istilah foucoult. Nada miring, kemudian muncul saat upaya sein nya manusia tidak melahirkan daya kreatif tentang ke adaannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Padahal dibeberapa tulisan yang kubaca dalam karya sindhunata wartawan kompas, banyak hal yang harus dijadikan guru dalam hidup. Bagaimana tidak seperti hal nya diceritakan saat petruk tokoh pewayangan menjadi ispirasi dari kalangan masyarakat bawah, sebagai solusi dan langkah terjangkit satu masalah nya. Dalam segi estetika apa yang didapat dari sosok petruk, wajah monyong hidung mancung tak untung untk di pinang wanita cantik anak konglomerat, namun petruk yang diceritakan punya tetesan alam dewa kayangan, menjadi hidup lebih mudah dan bisa diatasi. Tidak tahu jelas, mana yang lebih dulu terpengaruh apakah filosof asal jerman atau tradisi pewayangan jawa, tapi itu semua membuat mengerutkan dahi sejenak. Boleh jadi petruk berpindah dari dunia ada dan mengada menjadi dunia ada dan menjadi. Kini kudapat inspirasi dari dua kata itu, kalimat yang kau goreskan pagi ini, membawa ku ke alam yang tidak seprti biasanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya petruk mengajarkan ku perihal dunia hakikat, keindahan dapat dirasakan saat kita menemukan diri yang lain dari biasanya kita lakukan dan artikan. Ada ritme dan aroma yang tak kutemukan sebelumnya, saat irama itu kita dendangkan sebelumnya. Bagaimana tidak hakikat ada nya manusia di alam luas berhamparan kebatilan dan kejujuran, petruk ingin kita berada dalam kata jujur untuk memahami apa semestinya diartikan. Paling tidak ada dorongan dalam dirinya untuk selalu ada dan menjadi lebih baik dari sebelumnya, petruk memang mengamini kemampuan dan keterbatasan dirinya, baik dilihat dari segi bentuk wajah dan kesempurnaan jasad. Tetapi petruk membawa khabar baik dibalik fenomena yang dilihat di alam nya, sepertinya petruk ingin berkata ada kata dan kalimat yang tersembunyi dalam diri, kini kau tak juga buka dan gunakan, jika kemudian kau temukan itu nyaris semua nya menjadi mudah, apa katanya itu semua, petruk berdiam diri sejenak dan tidak ada kata sepatah pun keluar dari mulut lebatnya.&lt;br /&gt;Kalau memang aku boleh menata gagasan dan mengaitkan sejumlah teks dan kalimat yang telah kurangkai selama ini di kepala ku, semuanya memang berujung pada artikulasi peran dan makna perihal tentang siapakan dirinya sendiri, memang tidak salah jika kemudian socrates dari sejak awal mempertanyakan terlebih dahulu tentang itu semua, karena menganggap akan lebih mudah dikemudian hari dalam menata. Hari ini aku melihat dan berada di sebuah negeri yang dirudung penyakit ganas, negeri ku yang bernama indonesia telah luluh lantah dirudung masalah, negeri ini membutuhkan sosok petruk yang bisa membawa dunia kahayangan sebagai solusi dari negeri ini. Bagaimana tidak, indonesia telah dipertanyakan nama dan jabatannya, bangsa ini dipertaruhakan sedikitnya ratusan juta penghuni.belum juga keluar dari cobaan krisis moneter yang telah sekian tahun menimpa sebagai penyakit kronis, warga bangsa indonesia kini dihantui penyakit ganas yang mematikan. Negeri ini boleh jadi sedang dirudung yang kata albert camus istilah sampar, seluruh warga sedang dihantui ras takut kematian akibat merebaknya penyakit ganas yang belum ditemukan obat mujarab untuk mengusirnya. Ratusan juta warga dihantui ketakutan kematian, warga bangsa ini telah kehilangan arti ada dan mengadanya, semua nya di hantui rasa kamtaian, jika kemudian mereka belum juga mengambil langkah solutif dari bagaimana seharusnya mereka mencari makan, kini mereka juga dihinggapi rasa bagaiaman seharusnya terjaga dari penyakit yang mematikan itu, penyakit itu boleh jadi adalah plu burung. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sepengatuhan ku penyakit satu ini tak mengenal usia dan kelas, setiap penjuru negeri ini di serang, ayam mati dan meninggal setiap hari nya, dan juga tidak sedikit warga menjadi korban dari keganasan penyakit plu burung tersebut, dan berlanjut….&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8609455285746462958?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8609455285746462958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8609455285746462958&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8609455285746462958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8609455285746462958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/dunia-hakikat-petruk.html' title='DUNIA HAKIKAT PETRUK'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-7829612622305545145</id><published>2007-12-03T03:31:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T04:07:23.400-08:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Kebiasaan Petruk</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Belajar Dari Kebiasaan Petruk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari semua cerita pewayangan yang ku kenal, Petruk bagi kami punya daya magnis sendiri, di lihat dari perawakan nya tidak ada hal menarik. Hidungnya panjang, badan nya kurus, suaranya melinting juga kulitnya hitam. Namun saat bicara dan mengumbar tentang kebenaran, petruk seolah-olah mempunyai magnis di banding pewayangan lain nya. Bayangkan petruk sering berperan sebagai sosok pengendali kemarahan diantara seluruh anggota keluarga. Di pikiran nya kerap mengumbar satu kebiasaan unik dan menarik. Setidaknya bagi petruk, kebenaran dianggap suatu yang tak kan pernah selesai, ada upaya pencarian yang tak pernah berhenti, untuk tidak terjeitu diperlukan upaya pembingkaian temuan setiap harinya. Upaya ini adalah bagian dari langkah untuk melegendekan , pesan kedua petruk berharap kita sebagai manusia semestinya tidak harus menjadi bagian dari titik orang lain, dan alangkah bagusnya menjadi titik itu sendiri. Pesan ketiga adalah saat mencari kebenaran jangan menganggap orang lain adakah neraka... percaya atau tidak kita telursuri bersama.... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Petruk di ketahui anak kedua dari tiga bersaudara, kakak nya cepot kerang kali mengumbar cerita dalam kemasan bahasa khas dan unik, begitu juga dengan adiknya terakhir. Kakak beradik dlam cerita dunia pewayangan ini, tentu sangat seru jika ditelusuri seperti kita menenelusuri tentang kebenaran. Paling tidak kebiasaan saat berusaha menyelesaikan seluruh persoalan dunia pewayangan salah satu jalan alternatif kita semua. Namun tidak aneeh kekerasan harus diperbuat bersama jika memang diperlukan sebagai upaya dalam mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan kemanusian. Keterbatasan jasad petruk tak membuat dirinya berhenti untuk berkata dan berkarya dalam melakukan pemberontakan, &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dirinya tidak terikat pada posisi mandul dan berhenti pada satu titik, tapi petruk muncul dalam wajah pengkritik. Tidak tembok sebagai pemisah saat berupaya untuk menjadi dirinya sendiri. seluruh kebudayaan tampil dalam wajah petruk, petruk pula yang muncul sebagai simbol wong cilik yang berusaha meraih hak dan kewenangan dirinya disebut manusia.&lt;br /&gt;Dalam benak saya, tradisi pewayangan tidak hanya sekedar hiburan untuk menghibur masyarakat kelas bawah. Tetapi tradisi seperti ini, konon sebelumnya sering dijadikan sebagai alat dalam penyebaran paham dan keyakinan, cara ini dianggap sebagai media paling murah untuk mempengaruhi suasana masyarakat pada saat itu. Terlepas dari itu, bagi kami petruk ada nilai-nilai filosofis tak kentara. Percaya atau tidak, hal tersebut bisa di umbar saat menafsirkan nilai jujur dalam arti hakikat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Petruklah yang mengajarkan kita tentang dunia hakikat, melalui makna keindahan. Rasa indah akan mudah didapat saat berusaha menelusuri juga mengatakan sisi lain. Emang agak nya kabur, namun yang jelas keindahan akan ditemukan saat kita mengerti wilayah lain dalam diri kita semua. Wajar kemudian jika setiap orang imtil berusaha mengungkap sisi lain dari dalam dirinya, tidak sedikit kita harus berpura-pura, menebar wajah manis dan meakukan di luar kebiasaan. Kalau begitu kenyataan nya usaha dalam mengungkapkan rahasia siapa sebenarnya diri kita, akan tergambar dikemudian hari bahwa musuh kita sendiri adalah diri sendiri. Kita menemukan musuh yang ada dalam dirinya sendiri. Akibatnya kita ternyata mengandung musuh yang di carinya setengah mati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti musuh kita selalu mengeluarkan kata-kata kotor, tutur kata kita seolah-olah tidak karuan. Kita terlihat tidak sabaran, kita kehilangan rasa malu, kita suka memaki-maki dan menjatuhkan banyak orang. Seperti musuh kita suka mengumbar sumpah serapah. Alhasil Kita adalah celeng nya. Sejenis binatang yang suka merusak tanaman masyarakat, tidak ada banyak manfaat, bahkan ketakutan semakin menjadi-jadi karena kehadirannya tidak diinginkan warga sekitar. Dan boleh jadi celeng menganggap orang lain adalah neraka. Begitu pula dengan kehadiran dan kemampuan nya sendiri. Apa yang diharap jika memang kita semua seperti itu. Brecht bilang haruskan kita bahagia didalamnya, tak kan datang jawaban lain selain mejawab nya sendiri.&lt;br /&gt;Emang kita harus melakukan sekedar riset kecil-kecilan untuk menjawab pertanyaan brecht, hanya diri kita sendiri yang bisa menjawab dan meraih kebahagiaan. Jika dipaksakan sekuat tenaga, boleh jadi alhasil dianggap tidak selalu memuaskan. Karena menurut Socrates dalam diri kita ada keterbatasan dan kemampuan cara pandang atau intelektual, yakni dengan nama phronesis semacam kebijaksanaan untuk mengakui segala keterbatasan pengetahuan kita, tanpa kehilangan kepastian bahwa kita dapat bicara kebenaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kemanusiaan di bumi pertiwi ini, kerap kali menggambarkan sebuah usaha dalam pencarian tentang apa yang disebut dengan kebenaran. Kata ini nyatanya mudah di katakan dan tidak asing ditelinga kita. Namun jika ditelusuri jauh ke belakang ada irama yang memerlukan keseriusan. Saking seriusnya Nietczhe pernah bilang dengan sosok sang zarathustra, jika memang kita ingin menjadi hamba kedamaian dan kebahagiaan maka percayalah, jika memang kita ingin menjadi murid kebenaran maka carilah.. pesan ini tentu memberikan gambaran kepada kita bahwa proses pencarian begitu diyakini sebagai upaya untuk bertemu dengan kebenaran. Benar berati tidak salah, sesuai dengan logika dan berarti pula benar adalah cara pandang. Kebenaran cara yang tidak akan berhenti, layaknya proses pencarian selalu mengembara dengan tanpa batas. Mencari kebenaran berarti pula berusaha mengajukan pertnyaan mendasar, lagi-lagi memang kebenaran merupakan hasil sudut pandang seseorang saat berusaha menafsirkan terhadap apa yang dilihat dan di fikirkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Layaknya pengembaraan berfilsafat, apa yang dicari bukan lah satu titik kebenaran tetapi aroma yang membuat hidup tidak lagi bergantung pada orang lain. Bukan lah hak seseorang untuk menggantungkan kepada orang lain, kebenaran yang di yakininya tidak lain dari hasil ketergantungan, tetapi jawaban pertanyaan yang kita ajukan. Dari cara seperti inilah kemudian muncul satu kebiasaan untuk menyelesaikan masalah serta menuangkan nya dengan gagasan kreatif cemerlang tentu juga ke arifan. Dalam bahasa social disebutnya adat atau kebiasaan,&lt;br /&gt;Artinya dalam setiap upaya untuk mencari apa yang kita cari, dianggap seperti kita melakukan nya seperti mencari kebenaran, yakni dengan mengumbar sejumlah pertanyaan mendasar, hal tersebut bisa di pahami seperti hubungan antara guru dan murid, keduanya tidak berada pada posisi mengetahui, tetapi pada menelusuri dan memahami. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahagiakah kita saat berusaha berpegang terhadap kebenaran yang kita cari sebelumnya, tentu jawaban nya boleh jadi ya atau boleh jadi tidak. Kata ini memang terbilang subjektif, artinya penentuan makna tergantung pada siapa yang melakukan nya. Sama hal nya juga kebenaran dari mana dan siapa yang melakukan penarian nya. Jika kemudian kedua-dua nya berada dalam posisi sama, mana disebut dengan hakikat kebenaran dan kebahagiaan yang kita cari selama kita hidup. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sambil membaca filosofis petruk saat ini saya masih meraba-raba, yang jelas kita semua berkata juga berada dalam kapasitas musuh dan tak tau diri.... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA KITA MENJADI ORANG YANG TIDAK MUDAH MENGHARGAI?&lt;br /&gt;MENGAPA KITA MENJADI ORANG YANG TERGESA-GESA?&lt;br /&gt;MENGAPA KITA HARUS KECEWA?&lt;br /&gt;MENGAPA KITA MENJADI KEKANAK-KANAKAN?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adalah sejumlah pertanyaan yang tak kan puas dalam memberikan khabar... minta tanggapan nya kawan... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;feri wahyudin '&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;anak bangsa &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-7829612622305545145?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/7829612622305545145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=7829612622305545145&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7829612622305545145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/7829612622305545145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/12/belajar-dari-kebiasaan-petruk.html' title='Belajar Dari Kebiasaan Petruk'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-3559232007420963207</id><published>2007-11-26T06:56:00.000-08:00</published><updated>2007-11-26T07:23:42.253-08:00</updated><title type='text'>KREATIF</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;KREATIF KAH..... kita,......kau dan kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Suatu hari sempat aku bertemu dengan teman lama diperempatan jalan kota ini. teman ku sejak di bangku sekolah sebuah kota besar memang punya segudang cerita yang unik dan menarik. kami memang terlahir dari sebuah keluarga biasa-biasa saja, untuk mempertahankan belajar dan bisa bertahan harus melakukan hal yang unik meski harus mengeluarkan darah. menata tentang masa depan dan arah jalan yang harus kulalui agak tak semulus apa yang dibayangkan, kita sempat dikejar tibum ketertiban kota saat melakukan rajia penertiban. barang dagangan ku sempat di bawa dan harus di tebus dengan sejumlah uang agar barang daganagn ku bisa kembali. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bersama nyai sari, suasana semakin berubah, kita berdua mempertanyakan sejauh mana kita dianggap kreatif,.. belum juga terjawab kata pertama, muncul kembali arti inofatif sama munculnya sejumlah pertanyaan yang hampir mirif dengan nya.. aku tidak mengatakan banyak hal, meski aku harus bertanya-tanya ala orang pintar. yang jelas saat itu menggambarkan bahwa manusia kratif sangat aneh dan langka.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;bayangkan untuk menjawab kata-kata itu, seharian penuh juga tak mendapatkan jawaban, anehnya hingga tulisan ini kita berdua masih dalam posisi yang sama, bertanya mungkin jauh lebih baik ketimbang kita tidak melakukan nya.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;sesekali saya melihat bagaimana orangtua kita mengartikan kata 'kreatif" mas hernowo misalnya, perjalanan nya sebagai penulis beberapa buku kreatif selalu berpedoman bahwa menata gagasan cerdik unik dan tidak seperti biasanya merupakan bagian dari daya tersebut.. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;artinya untuk sementara kreatif berarti menata gagasan dan ide, melalui menulis setiap harinya hal tersebut akan mudah di gapai...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-3559232007420963207?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/3559232007420963207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=3559232007420963207&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3559232007420963207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3559232007420963207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/11/kreatif.html' title='KREATIF'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-6708128986949391093</id><published>2007-11-22T05:58:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T06:34:00.806-08:00</updated><title type='text'>MAAF KAN.....</title><content type='html'>apa itu "maaf"...kenapa kita harus meminta "maaf" ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kata maaf sering terdengar saat teman, keluarga juga kerabat mempunyai kesalahan. biasanya segala tindakan dianggap nyeleweng dan menyakitkan, maka kata dan langkah yang paling bisa diterima oleh lawan bicara juga lawan pertemanan adalah kata 'maaf'. secara tidak langsung kalimat tersebut boleh di utarakan jika kita berada dalam posisi bersalah karena menganggap ungkapan dan kebenaran yang kita yakini menyinggung banyak orang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dengan kata maaf memberikan kesan kita dalam posisi rapuh dan tidak bisa berbuat apa-apa. seolah-olah kata maaf memberikan ruang bagi subjek untuk mengakui kata bersalah. kenapa orang selalu memposisikan dalam kerangkeng bersalah dan rafuh, biasanya ada harapan yang terlalu jauh untuk sebuah perubahan baik dalam tingkatan eksistensi atau membuat citra didepan meja kehakiman umat manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kalau boleh komentar, kata maaf, sebagai langkah pencitraan diri manusia yang membiarkan dirinya pada status moral budak, meminjam istilah nietzche filosof dari jerman. sepengetahuan ku tentang filosof satu ini, banyak kebudayaan dan pemahaman tentang jati diri manusia terkontaminasi pada sebuah desain dan kerangkeng kekuasaan dogamtisme. kata maaf bagian dari lebel kekuasaan kalimat yang memberikan jarak antara subjek dan objek. diri yang bersalah dan diri yang tidak bersalah.. kalimat maaf memberikan kesan perbedaan status manusia di hadapan kebenaran mutlak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kenapa pula manusia harus meminta maaf, saat melakukan segala tindakan yang dianggap diluar batas kenormalan agama misalnya, atau di luar batas kesusilaan dan sistem sosial. seperti hal nya digambarkan diatas, kata tersebut selalu memberikan jarak antara aku sang hamba dan tuhan sang kholik dalam tradisi agama. atau aku sebagai budak dan tuan sebagai pemilik. jika kemudian saya melihatnya sebagai media dan cara untuk memperbudak identitas diri manusia sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selain itu dalam pengertian dogma agama, kata maaf memberikan pengertian perihal upaya pemurnian diri, untuk menemukan hakikat dirinya di depan sang maha kholik. ritualitas dan norma diajurkan agama bagian langkah upaya pemurnian diri dari hal-hal yang tidak wajar. begitu juga dengan kata maaf, karena sejumlah kalimat dan tasbih di kumandangkan boleh jadi kita akan menemukan perihal siapakah tentang diri kita semua.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-6708128986949391093?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/6708128986949391093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=6708128986949391093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6708128986949391093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/6708128986949391093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/11/maaf-kan.html' title='MAAF KAN.....'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-3050144532866786483</id><published>2007-11-21T03:53:00.000-08:00</published><updated>2007-11-21T05:27:28.406-08:00</updated><title type='text'>Normal kah Kita Semua</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Normalkah Kita? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"jika anda ingin menjadi budak kepercayaan maka yakinilah, namun jika anda ingin menjadi pengikut kebenaran maka carilah..."&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Diceritakan di sebuah kota besar di jawa barat, tumbuh sebuah komonitas yang kebiasaan nya unik, mereka kerap kali membongkar sebuah tatanan dan kebiasaan rutin warganya, mempertanyakan dan menganggap tidak masuk akal menjadi jargon dan alasan untuk disebut ada dan bereksistensi. layaknya sebuah irama dalam lagu, bergaya dan berpostur di depan meja pendidikan dan lembaga kapitalis sering kita terima, tanpa berusaha mempertanyakan semua nya. kita seakan-akan telah digiring ke jurang  kenistaan dan mengangguk tanpa tanda tanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;akibatnya kita selalu mengira jika kelakuan yang dianggap tdak seperti biasanya banyak orang lakukan, di hakimi menjadi tidak normal. terkadang pula kita selalu berfikir terhadap orang berteduh di pnggir jalan tanpa celana dan pakaian, bagian dari kata tidak normal...lantas apa yang disebut normal menurut anda. normalkah orang jika mempunyai kebiasaan merokok di padang pasir tanpa ilalang dan di sebuah otobis yang berisikan penumpang padat. atau normalkah kita yang setiap hari meminta untuk diberi kemudahan saat menjalankan hidup nya. pertanyaan yang sama juga diajukan kepada seluruh kebiasaan yang kita sering lakukan. lantas batasan mana yang dianggap normal dan tidak normal... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;jurus jitu membongkar nama dan makna normal memang kita harus lakukan sejak dini, pasalnya barang kali kita semua telah tertipu oleh sebuah kebiasaan dan tradisi berfikir dalam kerangkeng kenormalan. artinya seakan kita tak mau disebut "gila" karena kita semua berusaha untuk tidak dianggap normal. dalam sebuah sistem sosial, normal biasanya di sesuaikan dengan keputusan bersama seluruh warga bangsa ini. jika diketahui ada kesalahan saat menyimpulkan yang berbeda dari pengetahuan dan pengertian sebelumnya maka hal tersebut sering dianggap tidak normal. melirik pengertian lain, layaknya pengetahuan psikologis, ada aturan dan prilaku yang dianggap normal dari semua tingkatan usia. prilaku manusia dianggap tidak normal jika keluar dari sebuah kebiasaan nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Batasan dan sekat untuk menjalin pengertian tersebut, seolah-olah sebagai langkah untuk mempermudah pengertian dan menghakimi banyak orang jika seluruhnya di bawah kendali emosional. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;untuk sementara bagi kami normal merupakan sebuah proyek kesadaran, yang tak pernah berhenti pada satu titik. layaknya kesadaran, kerap kali di artikan sebagai proses pemaknaan tanpa henti. pengertian tersebut di bangun berlandaskan pengertian aku saat bertemu dengan kau dan kami. manusia normal yang begitu mengerti tentang siapa dirinya dan mengapa dirinya. karena kita semua selalu siap memposisikan juga memberi arti dihadapan misalnya kapitalsme, absurditas atau nihilisme nya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;secara emosional manusia normal suka yang tidak berharap saat menjalani hidup di sini dan sekarang. atau orang normal yang tida malu mengatakan tidak pada dunia meski harus berada di ujung tebing dan dihantui kematian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;feri wahyudin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;anak bangsa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-3050144532866786483?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/3050144532866786483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=3050144532866786483&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3050144532866786483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/3050144532866786483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/11/normal-kah-kita-semua.html' title='Normal kah Kita Semua'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8773016798976293545</id><published>2007-11-20T06:34:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T06:35:18.770-08:00</updated><title type='text'>Sisi Lain Dalam karya Sastra</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Sisi Lain Dalam karya Sastra &lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Sisi lain matamu turut berbinar semerbak wangi tubuhnya di antarkan sejuknya aroma binar birahi mu. Sejak ku bertemu dan berkata-kata dengan kaidah kemanusiaan ingin ku katakan apa yang tersembunyi di balik aroma manis tubuh dan katamu. Ingin ku bawa jasad, birahimu ke alam yang tak pernah kau temukan sebelumnya. Di alam itu, aku kerak kali berkata apa yang tak pernah orang lain lakukan, ada nada asing kudengar,ada kata baru yang ku dengar, ada manis manjamu di bilangan samudra kata nya. Namun aku hanya bisa bertasbih atas nama tuhan ku, ku katakan padanya bahwa nasib memang bisa berubah, tapi kemudian irama nya tak seiya sekata dalam diri yang masih bertebaran dan ritme hidup kini dan sekarang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Ingin ku muntahkan nada sambung, lembut, bijak. Namun penghuni alam itu tak rela jika kemudian aku harus bertelungkup di alas kaki sang penguasa. Aku tahu betul, dikemudian hari irama nasib ini akan kembali berubah saat sejumlah tanda dan kata merangkai. Dalam tradisi penulisan novel, pada masa kini sosok pengarang kembali di pertanyakan, sebuah kata, kalimat di pertanyakan bersama dengan sosok sang pengarang. Dalam kata dan karya ada jarak yang mempertipis irama penafsiran. Sosok tokoh dalam cerita novel, menjadi tak mempunyai arti tetap ketika pengarang tidak terlibat aktif didalamnya, tidak heran kemydian banyak karya sastra bagian dri cara untuk menggambarkan sisi perjalanan sosok tokoh. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Kini tradisi budaya pascakolonial, sebuah gerakan peradaban tengah berusaha menggugat calon tokoh dalam sebuah novel, pasalnya karena kerap kali ada kecenderungan mengartikan sesuai dengan sekehendak nya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Menurut sebagian kritis sastra dalam beberapa tulisan menoreh sebuah artikulasi tokoh dan peran bisa diupayakan sebagai langkah dalam mendapatkan penghargaan nobel dari sang pengarang atau penulis. Dalam tradisi pascakolonial ini saya melihatnya langkah ambiguitas dan tak mempunyai arti penting dari sebuah karya nyata perjalanan sang pengarang, disaat beberapa pemikir barat mengistilahkannya dengan sang pengarang telah mati, tidak hanya tuhan dan manusia yang telah mati, kini sang pengarang dalam tulisan itu juga telah dirudung masalah. Jika memang kondisinya demikian, apa yang kemudian diharapkan kini dari kita bersama… apa yang diungkapkan plato saat dirinya menggagas naskah besarnya….. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Dalam puisi dan sajak saeni seperti dilansir Goenawan Muhammad, Saeni baginya tak seperti sastrawan lainnya. Karya terbesar yang dituliskannya, Saeni memakai kalimat dalam bingkai ide baku, dengan dukungan kehidupan nyata. Sebagian sastrawan mengkategorikannya dengan sastra realis, Jika dibandingkan dan dirata-ratakan dengan sastrawan lainnya, mereka biasanya  membuat sebuah karya sastra dengan berpedoman sama-sama dari hidup  disini dan sekarang, kemudian proses persentuhan ditarik ke alam ide. Tidak bagi Saeni, dirinya bisa melahirkan ide dan gagasan sastra mutlak, yang tentu bisa merubah hidup sang pembaca. Bagi Saeni sang pembaca tidak pada posisi pasif dan menerima, kemudian di suguhkan sejumlah pertanyaan. Tetapi membaca karya Saeni, kalimat sastranya seolah akan memberikan solusi jelas bagi sang pembaca, saat mereka bersentuhan dengan karya saeni. Disini menurut Goenawan, karya saeni di kategorikan pada basis filosof Plato. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Membaca karya saeni, kita bersentuhan dengan cara terselubung dalam jelajah sajak-sajak dan puisi-puisi saeni. Seolah-olah telah terbaca cara solutif dalam memecahkan hidup saat manusia tertimpa dan menerima, dengan segudang ide yang tertera dalam karyanya itu, sang pembaca tidak dibuat bingung. Lagi sastrawan besar seperti saeni begitu menghargai kepada sang pembaca, proses dialog dikedepankan dalam upaya menyelesaikan hidup nya bersama tetangga dan juga teman pembaca. Karena kita juga menganggap, apa artinya jika kemudian teks sastra setiap dibaca justru memunculkan segudang masalah dan bukan membuat solusi, kondisi tersebut menjadi sebuah karya sastra misalnya, dianggap tak bernilai gagasan dan ide cemerlang. Sang penulis boleh jadi hanya mengumbar ide dan budaya yang mereka pahami sendiri dengan kepentingan dalam proses perubahan sang pembaca. Pasalnya dalam sejarah dunia global menjadi subjek otonom dan mampu memaknai dirinya sendiri memang agak sulit dan rumit. Dalam artian dalam dunia pascakolonial mencari efistimologi mandiri agaknya sulit, menjadi diri nya sendiri  lepas dari jajahan tak semudah apa yang kau bayangkan. Saeni rupanya berusaha sekuat tenaga membongkar kerangkeng tersebut, lebih jauh dari itu semua kita memerlukan teori ala bhabha misalnya sebagai alternatif upaya dalam proses pembongkaran hubungan antara teks dan bahasa. Kaitannya dengan hubungan teks dan realitas yang membebaskan, bagaimana membebaskan teks dari kekangan, aku yang berbahasa. Kita berusaha menelanjangi dengan bantuan dengan teori bhabha sebagai upaya membongkar itu semua. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Teori liminalitas bhabha bermaksud menelanjangi pertentangan yang keliru antara teaori dengan praktek, khususnya dalam dunia pascacolonial. Dengan dekontruksi ia ingin menggagas kembali oposisi biner yang sudah terlalu disederhanakan sebagai penjajah dan terjajah. Dengan oposisi biner ia ingin menghidupkan kembali ruang kosong antara teori dan praktek. Hubungan keduanya kerapkali menjadi ajang pertarungan politik, seluruh berita digiring kepada kepentingan satu kelompok dan organisasi tertentu. Berita bisa dianggap tidak hanya sekedar hubungan dan menggambarkan realitas dan berusaha menggambarkannya, menurut bhabha tidak sesederhana dalam proses menceritakan dan penggambara, seperti halnya saat bercerita tragedi pembunuhan misalnya. Saat upaya itu berlangsung ada ruang ketiga, diantara cerita realitas atau praktek, apa ruang itu semua, tidak lain adalah teks. Hubungan si aku dengan teks sama dekatnya antara aku dengan bahasa, jadi ruang ketiga itu adalah teks dan bahasa. Inilah ruang yang bisa menggambarkan sebuah kebenaran kenyataan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Apa keuntungan itu semua bagi kita yang setiap hari bergelut dalam dunia teks pemberitaan, tidak lain adalah sebuah interpretasi dari realitas dan praktek. Dalam media pemberitaan selalu dibangun pada dua tahapan, yakni sosok reforter sebagai subjek dan realitas berita sebagai objek. Jika disanding dalam dunia global dan kaitannya dengan teori diatas, maka Sosok reforter akan berhadapan pada persoalan terjajah dan penjajah dari kepentingan teks berita, mungkinkah kita berada pada posisi menggambarkan dan bercerita perihal kebenaran isi berita, tentu harus ada penelitian khusus, mengenai itu semua. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Yang saya pahami dari teori liminalitas bhabha terkait mengupas hubungan antara si pencerita dengan teks atau bisa disebut berita dan realita, adalah upaya  bhabha dalam membangun identitas baru dari krisis epistimologi, istilah kerennya. Boleh jadi bagaimana teks berita tidak dibangun berlandaskan bangunan subjek dan objek tetapi ada keterlibatan aktif antara kepentingan keduanya, tentu juga berlandaskan dasar bahasa yang sama. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Konkritnya mungkin gembaran diatas bisa di beri contoh dengan tangga, hubungan tangga bawah dengan tangga atas akan mengantarkan seseorang kepada ruang ketiga, istilah bhabha. Dalam kasus hubungan teks dan realitas ini, teks dan realitas tidak dapat diartikan sebagai pertentangan antara bawah dan atas atau hitam dan putih yang membuat satu menang dan kedua kalah. Tetapi antara berita dan realitas, menjadi ajang interaksi simbolik yang akan menghantarkan kepada ruang ketiga atau ruang ambang. Lantas menurut bhabha apa fungsi ruang ketiga dari sebuah pemberitaan tidak lain adalah teks. Teks barang kali dapat dihadirkan menjadi sebuah novel, film dan berita, yang didalamnya aneka pemaknaan tetap dilakukan. Disini boleh jadi dapat membedakan antara &lt;i&gt;menulis&lt;/i&gt; sesuatu dengan &lt;i&gt;mencatat&lt;/i&gt; sesuatu, sebab menulis juga memberikan makna didalamnya. Jadi menulis berita juga memberikan makna didalamnya yang tentu itu semua sebagai upaya dalam menemukan sebuah kebenaran dan keadilan dari hubungan antara reforter dengan realitas. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Ini adalah bagian dari upaya kita untuk membongkar kebiasaan buruk kita, yang selalu menyalahkan  setiap apa yang dilihat dan dirasakan. Ini adalah upaya kita agar tidak terkecoh dari kebiasaan rutin yang melelahkan, adalah bentuk untuk memperjelas bagaimana seharusnya kita membangun identitas dari sebuah rutinitas sehari-hari. Tetapi kawan sebuah upaya tidak harus dibarengi dengan penyesalan, boleh jadi akan bermanfaat di kemudian hari. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Manusia, teks dan bahasa &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Meminjam istilah seno gumilar ajidarma, dalam salah satu tulisan dimedia jawa barat pekan lalu, seno melihat ada keterkaitan yang erat antara aku dan bahasa. Bahasa sebagai medium mengumbar diri dan ide, telah menjadi media alternatif dalam menyampaikan sesuatu dan pesan, karena dengan itu semua dirinya bisa disebut sebagai subjek kreatif, istilah filsafat eksistensi menjadi bagian dari eksistensi nyata. Dalam artian begitu eratnya hubungan keduanya, sehingga bahasa mendapatkan porsi yang khusus dalam sejarah filsafat. Oleh sebab itu, menurutku bahasa yang dipakai sehari-hari oleh kita bersama tentu mempunyai logika dan budaya nya sendiri, tidak percaya kita buktikan.., saat manusia hidup dalam sistem sosial, di sisi manusia di bangun pada dua aspek kejiwaan. Dua aspek kejiwaan tersebut yakni Super ego dan ego, aspek kejiwaan tersebut berusaha menjembatani saat di rudung ketidakseimbangan realitas. Maka budaya disebut juga bagian dari hasil solusi bersentuhannya kedua aspek tersebut. Contoh yang paling populer di kalangan budayawan yakni disisi lain manusia di tuntut untuk berbuat baik, saat bersamaan juga manusia ada keinginan dalam mengingkari kabaikan dirinya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Bagaimana tidak kawan, kalimat bawah misalnya dalam bahasa indonesia mempunyai makna berbeda yang dipakai dalam bahasa sunda, sama hal nya dengan arti bawah dalam bahasa inggris. Hal serupa juga dengan contoh bahasa populer lainnya. Tidak hanya sampai disitu, kebiasaan berfikir dengan memakai logika bahasa sehari-hari begitu berfengaruh saat berusaha menggambarkan kenyataan dan realitas yang lebih besar, misalnya dunia dan alam diri. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Disini saeni memposisikan sang pembaca tidak dalam keadaan pasif, diam sebagai orang yang menerima, tetapi malah sebaliknya. Sang pembaca teks diajak untuk berdialog untuk mencari solusi terakhir sebagai alternatif dalam memecahkan masalah, boleh jadi dirinya berfikir teks mengandung segudang budaya yang melarbelakangi yang akan mempengaruhi ide di balik sebuah karya sastra. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8773016798976293545?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8773016798976293545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8773016798976293545&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8773016798976293545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8773016798976293545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/11/sisi-lain-dalam-karya-sastra.html' title='Sisi Lain Dalam karya Sastra'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-8618538482781761837</id><published>2007-11-20T06:32:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T06:33:16.120-08:00</updated><title type='text'>Selayang Tentang Dekontruksi</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Selayang Tentang Dekontruksi &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Menulis lah dengan darah, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;karena darah adalah semangat…&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Sudah lama kau tidak lagi bercerita dalam surat, biasanya setiap pagi kau simpan di depan kamar pribadiku, sudah hampir dua bulan lebih aku tak juga melihat kebiasaanmu mengumbar pikiran karya terbesar anak bangsa ini. Kini kau sudah mulai melupakan nya, mainan barumu dalam bercerita tentu di kagumi banyak orang. Tetangga kamar kost mu, kerap kali suka nyuri-nyuri ide saat dirudung segudang masalah. Malam ini aku tak menemukan gairah energi dalam bathin dan jasadmu, agaknya kau lelah dalam kegiatan rutin yang membosankan. Bunyi musik terdengar hampa tanpa nada, suara itu tak mengeluarkan konsonan, seluruh nya diam dan tak begitu mengumbar perihal nasib di bilangan jalan sukaluyu kota bandung. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Seperti pepatah kata di atas, semangat menulis harus di bina setiap kali kau melangkah ke mana saja jarum jam mengajarkannya. Darah bagian langkah saat kita mengejar mimpi dalam hidup mu, karena darah tidak hanya sebagai saksi tetapi juga telah menjadi sisi lain saat kau mengumbar segudang mimpi. Menulis dengan darah bagian dari upaya menusia untuk bisa di upayakan, meski kita harus mengeluarkan segala bentuk penyesalan, namun itu semua adalah nasib. Darah dan menulis adalah nasib hidup mu, begitu juga mengumbar gagasan nya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Kita sering di hantui rasa ketidak puasan terhadap masa dan waktu, perihal waktu sering membayangi nasib penuh dengan darah perjuangan. Darah mengalir menjadi saksi bisu dalam perjalanan mengumbar tentang apa saja, ya perihal apa saja… aku sering membayangkan ada perubahan nyata yakni perubahan esensial dalam hidupmu. Dekontruksi bagian dari langkah untuk menggapai perubahan nasib dari sebelumnya, bagaimana caranya itu semua bisa terjadi, kebiasaan usang yang kau pertahankan harus rela dibuang ke bak tong sampah. Dekontruksi juga akan melahirkan eksistensi diri yang berbeda dari sebelumnya. Namun sejumlah kendala selalu menghantui dalam upaya tersebut diatas. Apa yang diajarkan dalam sejarah dekontruksi, memang tak semudah dan begitu saja terjadi seketika, ada keinginan kuat dalam diri untuk menancapkan artikulasi kemapanan dalam hidup mu, tapi ingat tidak begitu saja. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Secara sederhana Dekontruksi berarti berbeda dari kebiasaan sebelumnya, kebenaran dipahami tidak pada wilayah mutlah dan tak bisa di rubah, karena kebenaran merupakan sejarah hidup manusia saat berada dalam kebuyaan nya, dalam ajaran islam diajarkan bagaimana proses diri untuk lebih baik dari hari sebelumnya, di artikan dengan kebiasaan melakukan upaya introfeksi dan perenungan. Menimbang dengan dekontruksi membuat kebenaran ladang interpretasi manusia nya sendiri, jargon hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya meyakinkan bahwa peran dan artikulasi waktu disesuaiakan dengan kepentingan pada kebutuhan massa. Menulis juga menjadi anak waktu menuju massa perubahan dalam meningkatkan eksistensi dirinya sendiri. Karena dengan membaca hal yang tak mungkin terjadi dapat ditata sesuai keperluan dalam hidupnya sendiri. Akhirnya dialogis antara keduanya harus dijadikan paradigma baru dalam berupaya menggapai dekontruksi diri. Karena dengan inilah mungkin segal mimpi dalam hidupmu dapat mudah di gapai. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Sepengetahuan ku tentang dekontruksi ala heidegger sebagai langkah baru saat dirinya di kungkung dengan paradigma gereja, yang membuat masyarakat umum atau warga barat terkungkung dan asik dengan sebuah kebenaran tanpa mempertanyakan terlebih dahulu. Sehingga yang terjadi saat itu adalah proses rasionalitas manusia sebagai kekuatan masyarakat barat telah hilang diterjang dogma. Dekontruksi menggapai datang sebagai upaya melakukan perubahan mendasar dalam budaya dan eksistensi dirinya. Bagaimana jika kemudian kerangka heidegger itu menata kembali cita-cita untuk membingkai kembali ekesistensi yang kini mulai redup kembali.. jika kemudia ini di jawab dengan sejumlah ide dasr dalam perubahan itu banyak kata dan kalimat yang harus ku muntahkan. Tulisan ini akan berisikan sebuah angan-angan tanpa nyata, karena keinginan dan cita bagai kabut yang hampa dan tanpa nyata. Lagi-lagi heideger dalam dekontruksinya mewanti-wanti perihal sebuah kebiasaan yang harus mulai ditinggalkan meski dianggapnya terlalu berat. Kebiasaan telah menjalin kerja sama untuk di bina serta ditata di tembok rak bangku kamarmu, karena kebiaaan selalu melahirkan daya dan kemampuan yang selalu melahirkan kebahagiaan. Kenapa banyak orang berat untuk meninggalkan kebiasaan tersebut, karena mereka muak dengan hal baru yang memusingkan itu, padahal setiap wilayah asing perlu ditelusuri didalami kemudian di legendakan dalam hidupmu. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Mengapakan banyak orang tidak ingin meninggalkan sebuah kebenaran mitos jaman purba dulu, karena barangkali mitos telah melahirkan sebuah kebenaran yang membuat orang setidak-tidaknya bahagia dibuatnya. Mereka tidak ingin berkembang ke wilayah yang asing, karena setiap tata ruang baru pasti memerlukan sebuah energi yang beda dari sebelumnya. Perlu kerja keras di buatnya, ya minimal tidak bisa tersenyum saat warga kebanyakan berbunga-bunga. Apa selanjutnya pesan heidegger tentang dekontruksi, langkah awal nya adalah katakan tidak kepada kebiasaan mu saat ini. Katakan tidak pada cara berfikir saat ini, katakan tidak pada catatan hidup mu saat ini. Jika kau bisa melakukan itu semua, maka kau mulai memasuki babak baru tentang perjalanan hidup mu…jika kau komitmen pesan yang ditaburkan bapak rasionalitas ini, kau akan bertemu apa yang kau cari saat ini. Ingat bagaimana kemudian filosof nietzhe harus menanggung derita panjang saat dirinya mentidakkan terhadap hidup, bagaimana dirinya harus di usir oleh sejumlah masyarakat saat dogma lama menghakimi dirinya, bagaimana kemudian dirinya harus bertatapan dengan kawasan baru yang perlu penataan baru kembali. Tetapi kemudian kawan ide dan irama diri nietchze di acungi jempol banyak kalangan. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Kita memerlukan itu semua, kita penting untu belajar banya terhadap ide heidegger dan nietczhe meski tidak semuanya, langkah yang diperlukan saat ini kemungkinan besar upaya reontruksi besar-besaran tentang jadwal jam istirahat. Cukuplah kirnya saat ini untuk bangun malam untuk melakukan langkah strategis menata kembali harapan dalam bathinmu, baca kembali buku-bukumu yang kau belum sempat dimengerti. Ungakpakn lah apa katanya tentang hidup ini, mustahil usaha itu semua tak mendapatkan harga mati dalam meraih harapanmu ke depan. Kamar kecil di sukaluyu kini menjadi saksi bisu saat upaya dan jerih payahmu terus di perjuangkan demi kepusaan dan menata hal kemungkinan masa depan. Ada banyak cara jika kau ingin, seperti kegiatanmu saat ini menjdi reforter, selalu berharap banyak terhadap orang lain. Karena orang lain adalah aset untuk dirinya, dan jangan sekali-kali orang lain itu disebut neraka. Belajar dari mereka semua.. karena kita tak ada yang dapat dipertruhkan hanya kekuatanku untuk menulis kembali sejarah diri dan bangsa ini. Menulis bagi kam adalah tanggung jawabku terhadap diri dan bangsa ini. Ingin ku tebarkan seluruh ide dan kosnseptual agar mereka tahu bahw hakikat hidup bukan saja kemunapikan dan megejar mteri sesaat, namun ada upaya dan langkah dalam hal didalamnya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Kata nietczhe menulislah dengan darah….dan disitulah kau akan temukan bahwa darah adalah semangat………, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Pertemanan segitiga para filosof asal jerman, memberiakn pelajaran berarti perihal hak kemanusiaan bagaimana kemudian dikatakan nietchz orang yang menggagas manusia super, terjerenbab kepada keheningan dan kesunyian sendiri. Diam di kamar sederhana di kawasan salah satu kampung di negrinya para naji atau jerman, suasana keheningan, sendirian tersebut menjadi suasana kebiasaan kebiasaan sehari-hari. Ingin seperti kebanyakan banyak orang, berharap mencintai wanita idamannya dikatakan bagi dirinya sendiri dan tidak bagi orang lain. Akan kan percintaan segita yang dilakukan oleh nietczzhe sebagai sebuah pelarian saat harapan untuk dicintai wanita idamannya tidak kesampaian…boleh jadi begitu, karena percitaan segitiga dengan perempuan muda asal jerman ini, banyak hal yang dikatakannya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Tetapi kemudian hal yang didapat dari perjalanan dirinya adalah keheningan melahirkan karya terbaik dan handal, ada kata dan kalimat yang tak biasanya d keluarkan. Keheningan bagi dirinya tak seharusnya untuk disesali, tetap kemudian di amini sambil membuat karya terbaik dalam hidup, apa yang dikatakan nya saat itu amini itu semua, telusuri jejak keheningan, saat kau berada didalamnya kau akan menemukan hakikat kebenaran dan kemungkinan kau bertemu dengan tuhan. Bagaimana nietczhe mencintai wnita idamannya itu,…, melalui gagasan manusia super wanita bagi dirinya sebagai ladang yang membuat utuh perihal jati diri sebagai manusia power. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Dalam perjalanan menata gagasan filosof nya itu sang legendaris filsafat radikal harus berhadapan dengan beberapa penyakit ganas, diketahui semakin hari penyakit yang dideritanya itu semakin mengancam nyawanya. Berawal dari jatuh yang membikin nietczhe tak bisa lagi berfikir dan menulis tentang masa lampau dan masa yang akan datang, yang kemudian nietczhe harus berada kembali di pelukan ibunya yang sudah tua. Tak lama kemudian ibunya harus menghadap ke dunia lain, adiknya yang paling kecil itu lah yang bisa menyelamatkan karya terbesar kakak nya dan berusaha membangkitkan kembali dengan dokumenter serta memplubikasikan karya terbaik nietchzhe, dengan dibantu sang penelti sparto zarathustra, dan jadilah sekarang, sebuah gerakan filsafat baru mengungbar dan mengobrak ngabrik tatanan filsafat modern berbasis empirisme. Dan jadilah kita sang jarathustra dari sukaluyu. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Begitupun dengan kita kawan…, ah dalam urusan mencintai seorang wanita kelas menengah tak juga didapat. Belajar dari arti sebuah mimpi ala umar kayam, perbedaan kelas dan kebiasaan dalam sebuah rutinas kerap kali menimbulkan kebiasaan yang tidak seperti biasanya. Ploretar berarti juga sepi, hening, dan katanya usaha tanpa lelah dan panjang bagian dari upaya untuk diakui. Diceritakan bagaimana seorang pemuda dengan sekuat tenaga bekerja banting tulang di kota besar hanya untuk menentukan nasib diri untuk menjadi priyayi. Bagi kayam perbedaan kelas dan keturunan menjadi penomena dan pemandangan dalam perjalan penokohan dalam novelnya, gagasan identifikasi kelas kerap kali membayangi isi, bagaimana kemudian perbedaan kelas membuat kata tak sepadan dalam menyimpulkan inti masala dalam hidup. Suasana aroma novel kayam seolah terjelma dalam perjalanan tokoh saya saat mengumbar nasib untuk mencintai seorang wanita kelas menengah, tak sepadan, kata sepi, gelap dan tidak pernah menjawab bagian dari suasana, begitu terlhat jelas saat irama itu menuai kebencian. Apa yang dikata, apa boleh buat, seluruh kemampuan itu tak membuat dia jera dan tunduk di hadapanku. Padahal saat itu pun, segala kemampuan dan keseriusan untuk membina lebih dari ala kadarnya telah ku muntahkan, nasib sial diterima tak ada kata dan kalimat yang keluar dari mulutnya perihal kebenaran. Malam itu membabi buta, membumihanguskan tatanan hidup, malah kebiasaan juga luluh berantakan di hantam badai kenistaan. Jadilah malam itu malam kelabu buat dirinya. Beberapa kali perkenalan dengan wnita idaman. Tak ada kalimat yang bisa membuat dirinya gembira. Barang kali kau juga pernah merasakan hal sama perihal malam kelabu, meski saya juga tahu kadar gelapnya memang agak berbeda diantara kita. Tapi ini adalah pelajaran berharga bagi diri, bangkit dari keterpurukan upaya untuk mentasbihkan kembali perihal eksistensi diri disebut manusia utuh. Kita telah diajari banyak gagasan tentang nya, saat ini aku hanya ingin mengatakan kembali perihal perkenalan kita, aku hanya ingin berkata apa adanya nuansa keharmonisan bisa ditata sedemikan rupa manakala kita bertasbih demi diri untuk berkat apa katanya. Aku hanya ingin kita melakukan hal yang serupa dalam meraih apa yang diinginkan, tapi jika kemudian kau juga tak ingin kita berada di dalam satu rumpun tak apalah, nasib sial biasa kami temukan di padang pasir tandus. Kali ini kami hanya punya kendali seperti biasanya, nyonya kau memang agak berbeda dari umumnya wanta yang kukenali, keunikanmu kini tak mempunyai narti pentng dalam hidup ku, dan kali ini aku kemungkinan terpaksa untuk mennggalkanmu, karena aku juga tak harus begini adanya, mudah-mudahan kau selamat di hari kemudian. Dan selamat jalan kawan, lain kali kta bertemu di suasana lain, akan ku doa akan kau akan kembali menemukan kebahagian dan bergembira. Terima kasih. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;   &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-8618538482781761837?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/8618538482781761837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=8618538482781761837&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8618538482781761837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/8618538482781761837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/11/selayang-tentang-dekontruksi.html' title='Selayang Tentang Dekontruksi'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2827652945870827729.post-4377614273502306223</id><published>2007-11-20T06:06:00.000-08:00</published><updated>2007-11-20T06:14:33.041-08:00</updated><title type='text'>Kota Oran di serang wabah sampar ala albert camus</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kota Oran di serang wabah sampar &lt;/b&gt;ala albert camus &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Wabah penyakit sampar yang telah membinasakan banyak orang telah menyerang warga kota oran, dalam cerita yang ditulis camus ini, sedikitnya menggambarkan peristiwa serangan penyakit yang telah menyerang warga oran. Tidak hanya itu, camus juga menggambarkan bagaimana orang menanggapi dan bersikap di tengah bencana massal tersebut. Lain dari pada itu semua, yang lebih penting mungkin adalah keterlibatan kita sebagai pembaca dalam permenungan tentang eksistensi manusia itu sendiri. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;Sebenarnya manusia tidak bisa merubah takdir, nasib diri dan sejarah, yang bisa diperbuatnya adalah melawannya….. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Oran boleh jadi negeri dermawan yang menaungi ratus ribu warga, negeri ini terkenal dengan kehidupan warga harmonis, bertetangga dan juga rukun. Namun tak lama kemudian negeri rukun tersebut secara tiba-tiba di serang penyakit memilukan yakni penyakit sampar. seluruh warga republic ini secara tiba-tiba tak ingin mendengar dan tak mau bercerita perihal satu penyakit yang belum ada obatnya.  Mereka menilai bahwa Sampar adalah symbol kemalangan, kejahatan dan kesewenangan atau apapun namanya yang kerap kali menimpa manusia. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Dalam awal cerita, oran telah menyerang negeri sampar. Tak seorang pun mempercayai dan berani menceritakan perihal penyakit sampar. Seperti biasanya, pejabat teras pemerintah enggan untuk membicaraknnya, karena dianggap telah membuang-buang waktu. Dengan tertatih-tatih pejabat itu menolak ide adanya oran di negeri mereka, bahkan mereka menyepelekan peran warga, menurutnya warga tidak mungkin untuk berfikir tentang penyakit tersebut, wong mereka memikirkan kesehariannya juga kalang kabut. Kini Warga terpatri dengan kebiasaan keseharian, mereka sibuk memikirkan perihal rutinitas keseharianny. Boleh jadi banyak warga tak mungkin percaya, kalau memang penyakit tersebut belum berada di depan mata dan halaman rumah mereka. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Dalam awal cerita bagaimana digambarkan pemerintah setempat telah mengambil tindakan yang semestinya jauh terlebih dahulu bertindak. Ketakukan membuat mereka kabur akan masa depan politik nya, pejabat bingung saat ribuan tikus hilir mudik dikota sampar dengan membawa penyakit yang mematikan itu. Lalu kemudian untuk memanipulasi terhadap rakyat, pejabat membikin papan pengumuman perihal negeri sampar telah terserang penyakit sampar. Tetapi kemudian pengumuman tersebut di simpan d pojok kota yang tidak kelihatan banyak warga. Baru setelah ribuan warga jatuh korban, rumah sakit dipenuhi pasien dan dokter kewalahan merawat pasien, lalu kemudian pejabat membuat pengumuman perihal penutupan kota oran, dan kota  tersebut untuk sementara ditutup. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Selang beberapa bulan dari penutupan kota oran, penyait semakin merajalela dan pejabat semakin bingung saat ratusan nyawa melayang setiap minggunya. Dan pemerintah kehabisan akal sehatnya, harus berbuat apa saat ratusan nyawa melayang setiap harinya, semakin hari semakin penyakit sampar merajalela. Meningkatnya korban yang berjatuhan itu, membuat warga terbangun dari tidurnya, mereka tidak lagi disibukkan dengan kegiatan sehari-hari. Karena sampar telah meluluhlantakan dan menghambat perjalanan perekonomian serta rutinitas keseharian warga. Kini sampar menjadi pemikiran semua orang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Kini kebiasaan warga seperti tidak biasanya, rasa ketakutan, kesepian kemarahan dan pemberontakan menjadi sentiment warga oran. Warga juga membentuk kolektifitas dalam memerangi sampar agar tidak meraja lela. Namun musim panas datang, membuat upaya warga sia-sia, dan ribuan nyawa terus melayang setiap minggunya. Pada bulan agustus, sampar mencapai puncaknya, bahkan pada bulan ini sampar menunjukkan keganasannya. Karena setiap minggunya ratusan ribu nyawa melayang. Basa basi penghormatan akhirnya dilabas warga, jika pada awalnya jasad manusia yang meninggal dunia di kuburkan sesuai dengan kebiasaan keyakinan dengan segala macam ritual, semakin hari korban terus berjatuhan, akhirnya jasad mayat itu pula di kuburkan massa di lapangan bebas agar penyakit sampar tertimbun dan tidak menyebar ke berbagai pelosok kota. Rupanya langkah itu tak mengurangi mayat tertimbun. Akhirnya jasad mayat korban penyakit sampar dibakar di crematorium, asap tebal pembakaran dan bau mayat merebak dan kota oran gelap, lumpun dan bau mayat terbakar. Akhirnya oran berada dalam gelap mati, pemerintah bingung harus berbuat apa menghadapi serangan penyakit sampar itu…. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Beberapa bulan kemudian, sampar masih menjadi tragedy. Sampar masih menjadi panggebuk nyawa warga kota oran. Tetapi kemudian para suarelawan disiapkan untuk melawan penyakit sampar. Beberapa orang sukarelawan sempat menjad korban dari penyakit ini. Tetapi kemudian ada dokter telah menemukan obat dalam menanggulangi serta melawan penyakit itu yang dicoba kepada sukarelawan, lalu kemudian korban mulai menurun. Tetapi kemudian di akhir cerita sampar, kata dokter rieuk tikus yang membawa bahaya malapeta, dan tikus telah menggelepar dan kemudian terdiam di juru- kota dan bersembunyi di setiap pertokoan. Menurut dokter penyakit tersbut bukan musnah tetapi bersembunyi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Hal serupa juga terjadi di negeri ini, negeri indonesia yang sedang terkena krisis serta bencana berkepanjangan. Rupanya sampar telah masuk ke negri ku, saat dimana warga disibukkan untuk memikirkan makanan dan politik, saat itu pula oran dengan jenis &lt;i&gt;plu burung &lt;/i&gt;merebak di setiap penjuru kota-kota di negeri Indonesia. Awalnya penyakit satu ini, tak dianggap gila, namun seketika menjadi khawatir saat ratusan orang berjatuhan secara serentak dan tiba-tiba akibat gejala yang sama dari penyakit gila satu ini. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Bagaimana tidak khawatir, sejumlah anak dan orang tua terus berjatuhan tak memandang usia dan ekonomi. Penyakit ini memang misterius, ia masuk ke setiap penjuru kota dan rumah tangga, manusia yang menjadi korban dari nya telah menjadi korban dari keberingasan penyakit satu ini. seluruh warga tak tau harus berbuat apa dan mengapa. Tak sampai disitu sama seperti halnya negeri oran, pemerintah tak bisa berbuat apa-apa untuk pencegahan menahan penyakit satu ini, yakni penyakit plu burung. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Aku sich melihatnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya sekedar prilaku sesaat dan tidak berkesinambungan. Dalam sketsa itu, mereka telah menjadi korban dan menderita atas keganasan isu, bagaimana segenap warga dibuat berhadapan kepada ruang tanpa batas. Mereka telah menjadi korban kepentingan bagian kelompok warga yang sama-sama tinggal di bumi pertiwi ini. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Selain itu media informasi tempat memberi keterangan dan pencerdasan bagi segenap warga di negeri ini, telah membuat mereka kalang kabut di buatnya. Bagaimana tidak mereka telah menjadi objek dari pemeberitaan, mereka telah dihakimi infomasi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Bertemu kembali dengan cerita caligulanya camus &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Sejak tahun 1941 ahirnya camus dengan serius meneliti perihal penyakit yang bisa melumpuhan manusia. Saat tahun yang sama camus juga merampungan karya absurt nya dalam karya kaligula. Jika dalam karya pertama Caligula, menceritakan bagaimana manusia melakukan pemberontakan seorang diri, namun dalam karya selanjutnya bagaimana manusia melakukan pemberontakan tak hanya sendirian tetapi dilakukan secara kolektif dan kebersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Lantas apa arti absurd menurut camus, pengertian tentang itu bisa didapat dalam karya Caligula. Yakni seorang kaisar romawi mengartikan bahwa &lt;i&gt;manusia mati, dan mereka tidak bahagia.&lt;/i&gt; Karena itu pula kaisar bisa bertindak sesuai keinginannya, dan akan membuat takdir tragis bagi seluruh manusia sebagai budaknya. Jika warga dalam sebuah negri ingin berada dalam kelaparan, maka buat lah mereka dalam kondisi kelaparan, maka kaisar itu selalu bertingkah seperti dewa, untuk menjalankan apa-apa yang absurd, yang tidak dapat dimengerti. Akulah sang pembuat takdir. Maka dalam posisi seperti itu manusia bebas dan sedang memerangi absurditas, maka sebab itu pula manusia bisa disebut sampar, penyakit yang akan membinasakan banyak orang. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Dengan tidak mengiuti logika, manusia dengn tanp berharap dan tujuan ini lah dirinya telah berada dalam absurditas. Sebab bencana akan dating kapan saja di kehidupan nya. Absurditas dalah kesadaran tajam manusia atas ketidakmasukakalan dan kontradiksi yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Lalu camus mengibarkan suara pemberontakan terhadap hidup yang telah diancam penyakit dan kematian itu, memberontak terhadap waktu dan kematian yang telah membatasi eksistensi manusia sendiri. Tanpa tahu dari mana dan mau kemanakah kita, dengan dibayangi kematian itulah, manusia terapung dan dikepung dengan keterbatasan eksistensi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, sans-serif;"&gt;Lalu bagaimana yang bisa dipetik dari camus saat dirinya menceritakan tentang itu semua, camus mewanti-wanti perihal tidak harus berselisih untuk menjawab pertanyaan sebab dan tujuan kita ada, bahwa diri sebagai individu dan kolektif untuk tidak takluk di depan kejahatan absolute. Ini katanya mewujudkan sikap ringkih dan bertanggung jawab atas diri para korban absurditas eksistensi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;     &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2827652945870827729-4377614273502306223?l=ikonoklasme.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/feeds/4377614273502306223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2827652945870827729&amp;postID=4377614273502306223&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4377614273502306223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2827652945870827729/posts/default/4377614273502306223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ikonoklasme.blogspot.com/2007/11/kota-oran-di-serang-wabah-sampar-ala.html' title='Kota Oran di serang wabah sampar ala albert camus'/><author><name>Fery Wahyudin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15707118109984503015</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp1.blogger.com/_Ovs15zXoR0w/R9kKPYZlOVI/AAAAAAAAAAM/1h9LeY6qAQA/S220/fer.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
